
"Lo yang sabar ya Ga, lo harus ngerti, kalau Dimas sama Lena itu dekat banget, kaya orang pacaran, tapi sebenarnya enggak, cuma sahabat." Sahut Wina.
"Iya, Win, andaikan gue jadi Lena pasti bahagia gue, bisa dekat Dimas terus!" sahut Mega.
"Lo jangan ngomong gitu Ga, lo harus bersyukur sama diri lo sendiri." Sahut Wina.
"Iya Win, gue mau jodohin Lena sama Kak Genta saudara gue, Mudah-mudahan aja Lena mau!" sahut Mega.
"Gue aja Ga, sama Kak Genta!" minta Wina.
"Enak aja! Kak Genta itu, suka sama Lena tahu! lo sama Riki aja, kalau enggak Alwi!" sahut Mega.
"Ah, lo mah!" sahut Wina.
🌷🌷🌷🌷
Dimas terus menatap mata Lena, sampai Lena tepuk pipi Dimas. Lena harus hilangin rasa cinta Lena ke Dimas, karena Lena gak mau Mega sakit hati.
"Jangan ngelihatin gue kaya gitu Dimas, gue malu!" sahut Lena.
"Malu kenapa? Len, dulu waktu kecil kan kita sering main Mamah-Mamahan dan Papah-papahan, gue mau wujud tinggi sama..." sahut Dimas ingin ngomong tapi ada bola Ferdi mengenai pundak Dimas.
"Jangan jadi banci main sama cewek terus! ayo adu basket!" sahut Ferdi.
"Ayo! gue gak takut! kita buktiin, siapa yang banci, lo apa gue!" sahut Dimas.
"Nantangin dia! ha-ha-ha," Ferdi dan teman-temannya tertawa meledek Dimas.
"Gue gak takut!" sahut Dimas.
"Oke! pulang sekolah! di fantastik olahraga! gue tunggu! ha-ha-ha," sahut Ferdi dan teman-temannya tertawa.
"Dimas! lo serius? jangan deh!" sahut Lena.
"Enggak! gue harus buktiin sama dia, kalau gue bukan banci!" sahut Dimas kesal.
"Woy, kenapa Bro! kok kesal gitu?" tanya Riki.
"Ntar siang lo ikut gue, Alwi lo juga! kita adu basket di fantastik olahraga! Ferdi nantangin gue!" sahut Dimas.
"Gila juga tuh! ayolah! buktiin sama mereka lo bisa!" sahut Riki.
"Gue ikut yah!" sahut Mega.
"Gue gak ikut ah, gue mau jalan-jalan ke Mall sama Bokap-Nyokap!" sahut Wina.
"Lena, lo ikut yah, dukung gue!" minta Dimas.
"Mmm... maaf Dimas, gue gak bisa, gue mau bantu Nyokap gue jualan! sory!" sahut Lena.
Maaf Dimas, gue gak bisa ikut, gue tahu perasaan Mega, kalau gue ikut, Mega pasti sedih, mending gue mundur, biar Mega yang selalu dukung lo, lo harus terbiasa tanpa gue.
"Kenapa lo gak ikut?" tanya Mega.
"Gue harus bantu Nyokap, he-he," sahut Lena.
Pasti Lena gak enakan sama gue, ya Allah, lo baik banget sih Len, ngertiin gue.
__ADS_1
"Ga, makasih nih, esnya, gue ke toilet bentar yah!" sahut Lena.
Kenapa Lena gak mau ikut? tumben banget, Lena kenapa sih, akhir-akhir ini lo jauhin gue.
"Dimas! lo mau adu tanding sama Ferdi? tenang aja gue dukung lo kok, gue ikut sama lo!" sahut Chika.
"Yeee... ngapain lo ikut team kita? sana lo di team Ferdi, sama-sama jahat." Sahut Mega.
"Tahu lo!" sahut Wina.
"Apa lo! terserah gue dong, suka-suka gue, ada juga lo yang minggir!" sahut Chika.
🌷🌷🌷🌷
Dimas mengabaikan pertengkaran Chika dan Mega. Dimas melihat Lena ke arah belakang sekolah yang ada taman. Dimas berlari menghampiri Lena. Lena duduk termenung sendiri.
"Ngapain lo di sini?" tanya Dimas.
"Lagi pengen di sini aja! lo ngapain di sini?" tanya Lena.
"Kenapa lo gak mau ikut? kenapa lo gak mau dukung gue?" tanya Dimas.
"Kan gue udah jelasin sama lo, gue mau bantuin Ibu jualan, ngerti gak sih!" sahut Lena.
"Ya udah, jangan ngegas dong!" sahut Lena.
"Siapa yang ngegas?" tanya Lena.
"Kenapa sih? akhir-akhir ini lo hindarin gue?" tanya Dimas.
"Gak perlu tahu jawabannya, gue mau ke kelas!" sahut Lena.
"Dimas! lepasin! gue mau ke kelas! Dimas!" sahut Lena.
"Lena, kasih gue lima menit aja, buat ngomong sama lo! kalau gue cinta sama lo! gue cinta!" sahut Dimas.
"Lo jangan bercanda Dimas, kita sahabat, gak mungkin!" sahut Lena.
"Lena! lihat mata gue, lihat! dari kecil gue suka sama lo! gue cinta! gue gak bisa kehilangan lo! apa lo mau jadi pacar gue!" Dimas mendekat wajahnya ke wajah Lena.
"Lepas! gue gak bisa Dimas! gak bisa!" sahut Lena.
"Gak bisa kenapa? gue tunggu jawaban lo!" sahut Dimas.
Bel masuk pun berbunyi. Lena berlari ke kelas sambil berlinang air mata. Mega menegurnya dan memberi tisu ke Lena.
"Lena, lo dari mana aja? lho, kok nangis? lo nangis yah? siapa yang nyakitin lo Len? bilang sama gue!" sahut Mega.
"Gak apa-apa, tadi kena sabun di toilet kok," sahut Lena duduk ke bangkunya.
"Hati-hati dong lo!" sahut Mega.
Dimas tiba-tiba masuk, dan menatap Lena. Dimas menaruh harapan agar cintanya di terima oleh Lena.
"Ini lagi, habis dari mana aja lo! sahabat lo nangis tuh, sahabat gue juga sih, he-he," sahut Mega, Dimas hanya menatapnya.
"Gue gak nangis Mega!" sahut Lena.
__ADS_1
"Ada Bu Patmi." Sahut Wina.
Lena, gue gak akan nyerah dapatin lo, gue benar-benar sayang sama lo.
"Anak-anak, yang nilainya jelek ulangan matematika kemarin, maju ke depan, dan lari lapangan sampai sepuluh kali, sudah siap! sesuai sama kesepakatan kita!" sahut Bu Patmi.
"Siap!" sahut Anak-anak.
"Yang nilainya paling anjlok adalah Ferdi, Danu, Fian, Lia, Rere, Chika, Wina, Mika, Jono, Alwi, Mega, Jojon, Kinem, Rohan, empat belas orang ayo maju berbaris dan lari ke lapangan sepuluh kali, cepat!" sahut Bu Patmi.
"Yah, Ga, Win, kok lo nilainya jelek?" tanya Lena.
"Iya, nih!" sahut Mega.
"Sabar yah, Mega, Wina, gue jadi sedih!" sahut Lena.
"Mangkanya belajar!" sahut Dimas.
"Mega, Wina, ayo cepat!" panggil Bu Patmi.
"Iya, Bu!" sahut Mega dan Wina.
"Ki, tumben gak maju? mantap deh!" sahut Dimas.
"Iya, dong!" sahut Riki.
🌷🌷🌷🌷
Dimas langsung pindah ke samping Lena sambil tersenyum dan mengedipkan mata. Karena Bu Patmi keluar untuk mantau Anak-anak yang berlari lapangan.
"Ngapain di sini?" tanya Lena.
"Pengen dekat lo! sambil nunggu jawaban lo! gue gak akan berhenti ngejar lo, meskipun lo nolak, gue tetap cinta sama lo!" sahut Dimas.
"Jangan gila Dimas!" sahut Lena.
"Lo yang bikin gue gila!" Dimas memegang tangan Lena.
"Dimas! lepasin! lepasin!" minta Lena.
"Enggak! enggak!" sahut Dimas.
"Dimas!" bentak Lena, Di masih terus menggenggam tangan Lena.
"Gue akan semakin gila kalau lo jauh dari gue, gue sayang banget sama lo Len, tolong jangan lepasin tangan gue!" sahut Dimas berlinang air mata.
Lena tidak bisa melihat Dimas berlinang air mata, akhirnya Lena diam dan tidak memberontak Dimas memegang tangannya Lena.
"Gue sayang sama lo Len!" sahut Dimas.
"Dimas, gue gak bisa nerima lo!" sahut Lena.
"Kenapa? alasannya kenapa? gue tahu, lo juga suka sama gue, dari mata lo gak bisa bohong Len! tolong bilang, gak bisa kenapa?" tanya Dimas.
"Mega suka dan cinta sama lo! gue gak bisa nyakitin hati sahabat gue sendiri, tolong jangan sakitin Mega! lo harus terbiasa tanpa gue!" sahut Lena.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰