Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 54


__ADS_3

"Sudah Nak?" tanya Bu Yani.


"Sudah Bu, makasih yah!" sahut Lena tersenyum.


"Kalau gitu, Ibu tinggal Lena dan Genta yah! Lena kamu pulang jangan terlalu malam, besok kan sekolah!" sahut Bu Yani.


"Ibu gak usah khawatir, nanti, Niko bakal saya suruh antar Lena! makasih Ibu, udah temanin Genta di sini!" sahut Genta.


"Sama-sama Nak, Ibu pamit yah!" sahut Bu Yani.


"Taksi online sudah ada di depan Bu!" sahut Genta.


"Astaghfirullah, kamu pesanin Ibu Nak?" tanya Bu Yani.


"Iya, karena Genta gak mau Ibu kenapa-kenapa dan naik angkot." Sahut Genta.


"Makasih ya Nak, Lena, Genta, Ibu tinggal yah! Assalamu'alaikum." Sahut Bu Yani.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Genta dan Lena.


Akhirnya Bu Yani pulang, Dokter Gunawan memperhatikan Bu Yani dari kejauhan sambil tersenyum.


Saya salut dengan Bu Yani, meskipun Genta bukan Anak sendiri, Bu Yani mau menemani Genta, beda dengan Mamahnya Genta sendiri, ya Allah, apa dia jodohku?


Di dalam ruangan, Genta menanyakan soal yang dibicarakan oleh Wina. Genta curiga dengan Ferdi, karena Ferdi suka dengan Lena, dari ekspresi wajah dia sangat kesal Lena bersama Genta.


"Sayang, makasih yah, kamu udah pesanin taksi online untuk Ibu." Sahut Lena.


"Sama-sama sayang, aku boleh nanya sesuatu sama kamu?" tanya Genta.


"Tanya apa sayang?" tanya Lena.


"Tadi kamu tahu kan, yang dibicarakan Wina, yang bilang sama teman kamu itu? maksudnya apa?" tanya Genta.


"Oh, itu? Wina salah paham, Ferdi dekatin aku, karena dia ingin bersahabat dengan aku, disangka Wina Ferdi suka sama aku." Jawab Lena tersenyum.


"Kamu yakin? dari ekspresi wajahnya Ferdi itu, suka sama kamu, kamu gak ngerasa yah?" tanya Genta.


"Sayang, kamu jangan suhuzon sama aku dong! benaran aku gak ada apa-apa, biarin aja dia suka, yang penting hati aku tetap kamu!" sahut Lena.


"Aku gak suka ah, kalau dia dekat-dekat kamu! aku yakin dia mau ambil kamu dari aku!" sahut Genta.


"Sayang, kamu jangan berpikiran buruk sama orang lain, seberapa berjuangnya dia dapatkan aku, hati aku, gak akan pernah bisa luluh, karena aku, sayang kamu!" sahut Lena.


"Alhamdulillah, aku hanya takut aja sayang, kalau dia macam-macam, bilang sama aku yah!" sahut Genta.

__ADS_1


"Iya sayang." Sahut Lena.


"Sayang, kamu lihat ekspresi wajah Dokter Gunawan gak?" tanya Genta.


"Enggak, kenapa?" tanya Lena.


"Dia sepertinya, suka sama Ibu kamu!" sahut Genta tersenyum.


"Ah, kamu ada-ada aja sih, semua gak mungkin sayang, Ibu aku biasa aja, mana mungkin mau sama Ibu aku." Jawab Lena.


"Kata siapa? Ibu kamu cantik, imut, manis, baik hati, siapa sih, yang gak mau sama Ibu kamu, Dokter Gunawan itu duda, punya Anak satu, istrinya meninggal saat melahirkan, Anaknya masih kecil, siapa tahu, Ibu kamu cocok sama Dokter Gunawan." Sahut Genta.


"Aku belum siap kalau Ibu punya pasangan lagi, aku trauma saat Ibu disakitin Bapak, Bapak pergi meninggalkan Ibu, lalu menikah lagi, hati aku hancur, aku gak mau itu terulang lagi dengan Ibu!" sahut Lena.


"Sejak kapan Bapak kamu ninggalin?" tanya Genta.


"Sejak aku Umur tujuh tahun, Ibu banting tulang buat aku sekolah, sampai aku sekolah tinggi, Bapak aku sering sih ngasih uang buat Ibu, meskipun sudah cerai, tapi itu dulu, sekarang udah jarang, semenjak Bapak punya istri baru." Sahut Lena.


"Kamu yang sabar yah, aku udah kenal lama sama Dokter Gunawan, dia itu orang baik sayang, jadi aku percaya kalau dia tidak pernah menyakiti hati perempuan!" sahut Genta.


"Tapi aku belum siap!" sahut Lena.


"Kalau jodoh, mau gimana lagi sayang, kamu gak boleh egois, kamu kenal aja dulu Dokter Gunawan gimana? kalau kenal, udah seperti Bapak sendiri." Sahut Genta.


"Waktu itu, kamu sakit, dia gak tahu orang tua kamu? terus yang bawa kamu ke sini siapa?" tanya Genta.


"Pembantu maksud kamu?" tanya Lena.


"Iya, Bibi yang cerita semua ke Dokter Gunawan, Aku dibawa ke sini sejak umur dua belas tahun, ketahuan sakit itu." Sahut Genta.


"Ya Allah, kasihan kamu sayang, aku jadi sedih." Sahut Lena.


"Kamu gak boleh sedih lagi, kan kamu udah janji, gak bakal ada kesedihan lagi!" sahut Genta.


"Gimana gak sedih, kamunya aja sakit." Sahut Lena.


"Doakan aku, biar aku cepat sembuh ya sayang, kamu adalah penyemangat aku hidup!" sahut Genta.


"Insya Allah... semangat!" sahut Lena tersenyum.


"Semangat... makasih yah!" sahut Genta.


☀☀☀☀


Ferdi kesal dan marah-marah di rumahnya. Mamihnya langsung menghampiri dan memenangkan Ferdi.

__ADS_1


"Lho, lho, Anak Mamih kenapa? kok marah-marah gitu?" tanya Mamihnya Ferdi.


"Ferdi lagi kesal Mih, masa Ferdi nganterin pacarnya Lena ke rumah sakit, terus di rumah sakit, Ibunya Lena dekat banget sama pacarnya itu!" sahut Ferdi.


"Sabar sayang, sabar! justru bagus dong, di mata Lena, kamu adalah cowok baik, yang menolong pacarnya, emang pacarnya sakit apa?" tanya Mamihnya Ferdi.


"Kanker otak Mih." Sahut Ferdi.


"Astaghfirullah, kasihan!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Kok Mamih jadi bela dia sih? bukan bela Anak sendiri!" sahut Ferdi.


"Sayang, kamu pokoknya tetap semangat, meskipun Lena sudah punya pacar, yang penting kamu selalu ada buat dia! kan jodoh gak ada yang tahu, meskipun kamu gak jodoh, kan masih banyak wanita lain!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Mih, Ferdi gak mau! Ferdi hanya ingin Lena! titik." Sahut Ferdi.


"Ya ampun, susah yah, kalau sudah jatuh cinta!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Ya seperti Mamih jatuh cinta sama Om Rio! sampai kapan pun, Ferdi gak akan terima Om Rio jadi Papih aku! dan Kiran, aku gak pernah anggap sebagai Adik Aku!" sahut Ferdi.


"Sayang, kamu jangan gitu dong! walau bagaimana pun, Kiran Adik kamu! satu Ibu sayang, kasihan dia ingin sekali Kakaknya sayang sama dia!" sahut Mamihnya.


"Enggak Mih, gak akan!" sahut Ferdi.


"Sayang, sampai kapan sih, kamu seperti itu, sama Om Rio, Om Rio itu baik, beda sama Papih kamu sendiri, mana ada Papih kamu tanggung jawab, semua fasilitas ini, buat kamu, Mamih, dan Kiran." Sahut Mamihnya Ferdi.


"Gak akan Mih! Aku gak akan panggil dia Papih!" sahut Ferdi.


"Sayang..." sahut Mamihnya Ferdi.


"Mih, tolong jangan paksa Ferdi!" sahut Ferdi.


☀☀☀☀


Lalu Kiran yang berumur 13 tahun, sudah pulang sekolah. Kiran masuk kamar Ferdi dan ingin bersalaman dengan Ferdi, tapi Ferdi menolak dan mengusirnya keluar.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2