
Bel istirahat pun berbunyi, Lena meletakan sapu dan sapu lidi. Mega dan Wina langsung menghampiri Lena. Dimas pun masih bersama Lena.
"Lena, lo gak apa-apa kan? maafin gue ya gak bisa bantu!" sahut Mega.
"Iya, maafin gue juga ya Len!" sahut Wina.
"Iya, gak apa-apa kok, kalian ngapain bantu, kan ini kesalahan gue." sahut Lena.
"Pada mau istirahat di mana? boleh gabung?" tanya Dimas.
"Boleh dong! masa gak boleh sih?" sahut Mega yang sejak lama menyukai Dimas.
"Sory ya, gue gak bisa ikut istirahat, soalnya bawa bekal." Sahut Lena.
"Gimana kalau lo, gue teraktir makan?" tanya Mega.
"Ga, nanti nasi gue gimana? sayang," sahut Lena.
"Kalau gitu, gue, Wina, sama... Dimas, makan di kelas bareng lo!" sahut Mega.
"Setuju!" sahut Wina.
"Gue setuju!" sahut Dimas.
"Dim, lo gak apa-apa? pegal-pegal lo ya?" tanya Riko temannya Dimas.
"Iya Dim, lo gak apa-apa?" tanya Alwi.
"Gak apa-apa, lo pada lebay banget sih!" sahut Dimas.
"Gue duluan ke kelas, ditunggu yah!" sahut Lena.
"Sip! lo mau pesan es gak?" tanya Mega.
"Gak usah!" sahut Lena.
"Dim, ayo!" ajak Riko.
"Ayo, gue makan di kelas yah, bareng sama mereka nih, sama Lena juga," sahut Dimas.
"Ikutlah!" sahut Riko.
"Gue juga!" sahut Alwi.
"Kalian kebanyakan ngobrol, ayolah!" ajak Wina.
🌷🌷🌷🌷
Saat Lena duduk dan membuka tempat nasi, Chika meledek dan menghina Lena. Lena hanya diam sambil menikmati. Lena tidak membalas ejekan Chika, Lena hanya tersenyum.
"Masih zaman, makan pakai tempat nasi? udah kaya Tk yah, ha-ha-ha," sahut Chika dan teman-temannya tertawa.
"Oh, iya, gue lupa! dia kan miskin, gak punya duit kali buat jajan di kantin, secara, makanan kantin kan mahal-mahal, mana bisa dibeli, ha-ha-ha," sahut Chika masih meledek.
"Dengar yah, makanan buatan Ibu tercinta lebih enak, dibanding makanan kantin!" sahut Lena.
"Heh, berani ngelawan lo sama gue!" sahut Chika.
"Chika! lo apa-apaan sih? lo mau jadi pentolan? udah cukup yah, lo menghina Lena, asal lo tahu, Lena anaknya mandiri, gak kaya lo pada, ngandelin duit orang tua, kalian itu gak tahu diri! pergi lo!" sahut Dimas.
"Iya, dasar Nenek lampir!" sahut Mega.
"Nenek peyot!" tambah Wina.
__ADS_1
"Lo gak diapa-apain kan? lo lawan dong! jangan diam! nanti mereka berani sama lo!" saran Mega.
"Iya, Len," sahut Wina.
"Biarin aja, nanti tambah masalah lagi, gue takut masuk BK, nanti bea siswa gue malah dicabut, gue gak mau, mendingan gue ngalah." Sahut Lena.
"Gue bakal selalu jaga lo Len, lo tenang aja yah!" sahut Dimas.
Kok Dimas sampai segitunya ya sama Lena? apa Dimas suka sama Lena? ah.. gue gak boleh suhuzon, mungkin perhatian sebagai sahabat.
"Makasih yah, kalian sudah baik semua, dan mau bantu gue, Mega, kenapa melamun?" tanya Lena.
"Ah... gak apa-apa kok, ayo! pada makan! Dimas sini!" ajak Mega.
"Gue dekat Lena aja, gak apa-apa kan Len?" tanya Dimas.
"Hah? gak apa-apa kok, silakan!" sahut Lena tersenyum.
Tuh, kan, Dimas lebih milih dekat sama Lena, emang sih dari kecil mereka sahabatan, karena dulu Ibunya Lena pernah jadi pembantu di rumah Dimas. Masa iya, sejak kecil gak ada perasaan apa-apa, gue tanya aja sama Lena kali yah. Tapi, gak enak, nanti suatu saat gue tanya deh.
"Wah, itu ikan teri buatan lo yah? semenjak Ibu lo gak kerja lagi di rumah gue, gue jarang makan ikan teri itu!" sahut Dimas.
"Ini mau? ambil aja!" tawar Lena.
"Mau dong, makasih!" sahut Dimas tersenyum.
"Kalian pada mau gak? kok pada ngelihatin doang sih? Mega, Wina, Alwi, Riko, mau gak? aneh ih..." sahut Lena.
"Gue mau!" sahut Mega tersenyum.
"Gue juga!" sahut Wina.
"Alwi, Riko, mau gak?" tanya Lena.
"Mereka pada malu-malu Len." Sahut Dimas.
🌷🌷🌷🌷
Tiba-tiba datang Ferdi yang suka sama Chika. Ferdi selalu mendekati Chika, tapi tidak pernah berhasil, Ferdi sering bertengkar dengan Dimas. Karena Ferdi sama seperti Chika sering menghina orang lain.
"Aduh! dasar orang kampung! bau makanannya aja gak enak kalau masakan orang kampung, ha-ha-ha," sahut Ferdi dan teman-temannya menertawakan Lena. Dimas mau berdiri dan menghampiri Ferdi tapi Lena menarik tangan Dimas.
"Dimas___" teriak Lena sambil melepas tangannya di lengan Dimas.
Bete, satu sisi teman gue, satu sisi lagi, orang yang gue cinta. Pokoknya gue secepatnya bilang ke Lena, kalau gue suka sama Dimas.
"Sory!" sahut Lena.
"Gak apa-apa, itu anak samanya kaya Chika, bisa menghina orang terus!" sahut Dimas.
"Udah, gak usah diladenin yah, nanti malah tambah masalah." Sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Genta Pratama berada di kamar seharian. Karena gak ada mata pelajaran, dia harus di kasur sambil pasang wajah cemberut. Genta sejak kecil gak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Tapi Genta gak pernah berbuat yang aneh-aneh, meskipun tanpa kasih sayang orang tua.
Bete-bete-bete, dari pada bad mood gak jelas, mendingan gue main sama Mega. Gue ke sekolah Mega aja deh.
Genta chat Mega. Genta berkata siang ini, dia bakal ke sekolah Mega. Genta sahabat terbaik Mega. Sama seperti Dimas dan Lena. Bel pulang sekolah berbunyi. Genta menunggu Mega di dalam mobil mersinya.
"Guys, sini dulu bentar yuk!" ajak Mega.
"Kemana sih?" tanya Lena.
__ADS_1
"Iya, kemana sih?" tanya Wina.
"Udah lama nunggu Kak?" tanya Mega.
"Lama banget!" sahut Genta keluar dari mobil, langsung terpesona pada Lena.
"Kak! hallo!" melamun aja, nanti kesambet aja! hay, kalian sini dong!" tarik Mega.
"Mega, siapa? pacar lo?" tanya Lena.
"Kak, kenalin, Ini Lena, ini Wina, teman Mega cantik-cantik kan?" tanya Mega.
"Hallo!" sahut Genta.
"Aku Wina." Sahut Wina.
"Lena." Sahut Lena.
Cantik banget sih nih cewek, tapi sama gue jutek banget yah.
"Kalian semua mau pada pulang kan? sekalian diantar sama Kak Genta yah! boleh ya Kak!" minta Mega.
"Boleh, dong!" sahut Genta tersenyum ke Lena.
"Kayanya gue gak ikut deh! gue naik angkot aja!" sahut Lena.
"Kok lo gitu Len? jangan gitu dong! kalau gak mau gue marah!" sahut Mega.
"Iya, iya, mau!" sahut Lena.
"Nah, gitu dong! gue sama Kak Genta antar lo sampai rumah." Sahut Mega.
"Wah, siap!" sahut Wina.
"Lena, kok diam aja?" tanya Mega.
"Iya, gue mau!" sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Dimas lewat dengan mobilnya. Karena sejak tadi Dimas kehilangan jejak Lena. Dimas langsung menegur Lena.
"Len, kamu mau kemana? aku cariin tadi!" sahut Dimas.
"Maaf, Dim, tadi Mega ngajak buru-buru." Sahut Lena.
"Ayo pulang! aku antar!" ajak Dimas.
"Sory, Dim, Lena mau gue antar! lain kali aja yah!" sahut Mega.
"Oh, gitu? bareng kalian kan?" tanya Dimas khawatir.
"Iya, dong! duluan ya Dim!" sahut Mega.
"Dim, gue duluan yah!" sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Lena dan yang lainnya akhirnya berangkat. Dimas dari belakang penasaran terus mengikuti mobil Genta. Dimas gak mau terjadi apa-apa sama Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1