Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 9


__ADS_3

Saat itu Pak Miko Papahnya Genta langsung menghampiri Bu Susi. Pak Miko dan Bu Susi itu sama-sama sibuk, tapi Pak Miko lebih mengerti Genta dibanding Bu Susi.


"Ada apa Mah?" tanya Pak Miko.


"Genta sudah kurang ajar ajar sama Mamah, Mamah diusir dari kamarnya! Mamah tuh, cuma mau tanya hubungan dia dengan Ratu." sahut Bu Susi.


"Jelas Genta marah dong Mah, Mamah orang Genta baru pulang udah ngoceh soal Ratu, ya jelas dia kesal, Genta itu Anaknya keras, tidak mau diatur, biarkan dia cari jodoh sendiri, Genta juga kan masih kuliah." Sahut Pak Miko.


"Tapi, Pah!" sahut Bu Susi.


"Sudah! Papah gak mau bahas ini!" sahut Pak Miko.


🌷🌷🌷🌷


Genta di kamar yang merenung meratapi nasibnya, dia hanya bisa diam dan pasrah karena orang tuanya tidak perhatian, ditambah penyakitnya yang semakin hari sering kambuh.



Saat merenung genta terasa sakit kepalanya, sampai dari hidung pun keluar darah, dia hanya menanggung beban sendiri dan merasakan sakit sendiri, Genta menangis melihat darah yang keluar banyak dari hidungnya.


Lebih baik aku mati, hiks-hiks-hiks, dari pada aku harus menanggung beban sendiri, orang tuaku tidak pernah mengharapkan aku hadir.


Gak lama telepon Genta berbunyi, tapi Genta tidak mengangkatnya, telepon itu dari Mega. Genta mengabaikannya dan langsung ke toilet membersihkan darah.


Kak Genta tumben, kok telepon gue gak diangkat? gue mau curhat soal Lena, apa jangan-jangan sakit lagi, gue pusing sama Dimas, kenapa dia suka sama Lena.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman rumah Dimas, Dimas sakit hati atas perlakuan Lena yang menjauhinya. kamar yang berantakan, sampai sepatu pun, Dimas tidak membukanya. Dimas mengambil Gitar sambil bernyanyi dengan suara keras, sampai Mamahnya kaget melihat kelakuan Dimas.



"Astaghfirullah, Dimas! kamu apa-apaan ini? berantakan banget, sepatu gak dilepas, ini lagi sepatu kotor masih ada di kamar, terus nyanyi teriak-teriak gitu, kenapa kamu? gak biasanya?" tanya Bu Cici Mamahnya Dimas.


"Dimas gak apa-apa Mah, cuma lagi kesal!" sahut Dimas.


"Kesal kenapa kamu?" tanya Bu Cici.


"Kesal sama Lena, Lena sekarang menghindar dari aku, aku gak tahu salah aku apa?" tanya Dimas.


"Ya Allah, Nak, kirain Mamah apa? sayang, emang kamu suka sama Lena? kalau kamu suka usaha terus dong! jangan pernah berhenti berjuang, mungkin Lena lagi ada masalah, kalau Anak Mamah harusnya gak cengeng kaya gini, kalau suka usaha dong! meskipun rintangan seperti apa, kamu harus usaha!" saran Bu Cici.

__ADS_1


"Kalau aku udah usaha, terus Lena tetap menghindar gimana?" tanya Dimas.


"Ya, gak apa-apa sayang, jangan sampai persahabatan kamu putus, meskipun dia nolak atau apa, yang penting kan kamu masih bisa dekat sama dia, dan jodoh gak ada yang tahu sayang, yang penting sekolah kamu jangan sampai terganggu yah! kalau kamu seperti ini, Lena malah semakin menghindar dari kamu!" saran Bu Cici.


"Iya Mah, makasih sarannya yah! Mamah selalu ada buat Dimas, dan selalu mendukung Dimas." Sahut Dimas.


"Sekarang kamu beresin kamar kamu, Mamah gak suka berantakan kaya gini!" sahut Bu Cici.


"Iya, Mah." Sahut Dimas.


Mamah benar juga, gue harus berusaha buat dapatin Lena, apa gue telepon sekarang aja yah? ah, besok aja deh.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman Lena, Lena masih memikirkan Genta. Genta yang tanpa kasih sayang, Genta yang sakit parah karena kanker otak, tapi dia masih mau berjuang buat hidup, meskipun tanpa kasih sayang, Genta tidak neko-neko.


"Lena, kamu belum tidur Nak?" tanya Bu Yani.


"Belum Bu, Lena mikirin Kak Genta, kasihan Bu, meskipun hidup mewah, Kak Genta itu gak pernah dapat kasih sayang dari orang tua, sejak kecil dia diurus sama pembantu, ditambah dia sakit Bu," sahut Lena.


"Astaghfirullah, Genta sakit apa Nak?" tanya Bu Yani.


"Semoga dia bisa jadi Anak yang kuat ya sayang, kamu harus semangatin dia Nak, biar gak terlalu pusing mikirin orang tuanya, banyak menghibur dia!" saran Bu Yani.


"Insya Allah Bu, Lena akan dukung Kak Genta Bu," sahut Lena.


"Ya udah, sekarang kamu tidur! sudah malam sayang, besok kan sekolah kamu!" minta Bu Yani.


"Iya Bu." sahut Lena


🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, Genta berangkat ke kampus. Genta tidak menyapa sama sekali Papah dan Mamahnya.


"Genta! kamu tidak sarapan? Genta!" panggil Papahnya.


"Begitu Anak kesayangan Papah, gak menghargai kita!" sahut Bu Susi.


"Sudah, biarkan saja! mungkin masih emosi sama Mamah semalam," sahut Pak Miko.


Saat Genta sampai di kampus, banyak cewek-cewek terpesona padanya, tapi sulit buat mendapatkan hatinya, dengan muka juteknya dan dinginnya yang Genta selalu tampakan ke cewek-cewek kampus. Tidak ada senyum sedikitpun di wajahnya Genta, yang bisa membuat senyum hanyalah Lena.

__ADS_1


"Genta! lo kemana aja sih? gue teleponan gak diangkat! Genta! dengar gue dong!" minta Ratu.


"Gue peringatin ke lo yah, jangan pernah lo dekatin Nyokap gue dan ngadu yang enggak-enggak, seberapa usaha lo, gak akan pernah mau gue nurutin apa kata Nyokap gue!" Genta menempis tangan Ratu.


"Ikh... Genta!" panggil Ratu.


"Jangan ikutin gue! lo gak punya telinga? jangan ikutin gue!" bentak Genta langsung meninggalkan Ratu.


"Genta!" panggil Ratu.


"Gak tahu malu yah si Ratu, udah di tolak masih aja dekatin Genta, udah tahu cowok dingin gitu, jutek lagi mukanya!" sahut Anak kampus lainnya.


"Ngapain lo pada ngomongin gue! iri lo yah sama gue?" sahut Ratu kesal.


🌷🌷🌷🌷


Di sekolah Lena, Lena telah sampai di sekolah. Lena menyapa Mega dan Wina. Hari ini Mega terlihat jutek dan marah pada Lena. Lena tidak menyadari kalau Mega kesal karena Dimas.


"Hai, Mega, Wina, kalian udah sampai dari tadi?" tanya Lena.


"Lena, Lo pindah yah! duduk belakang! gue gak mau duduk sama lo! biar Wina sama gue!" sahut Mega.


"Ga, lo kenapa sih? lo marah? salah gue apa?" tanya Lena bingung.


"Ayo ah, Win kita ke kantin!" ajak Mega ke Wina.


"Tapi, Ga, Lena?" sahut Wina gak enak sama Lena.


"Ha-ha-ha, emang enak, gak punya teman? gak ada yang bela lo lagi miskin, si Anak tukang gorengan, mungkin si Mega sama Wina baru sadar, ha-ha-ha," Chika dan teman-temannya meledek Lena.


Ada apa sih sama Mega, salah gue apa coba? ya Allah, Mega, kenapa lo jauhin gue.


Lena langsung keluar dan mengabaikan ocehan Chika, saat Lena mau keluar kelas, Lena diselengkat oleh Chika, sampai Lena hampir jatuh dan menempel di dadanya Dimas. Lena kaget, dan bergetar saat wajahnya menempel di dada Dimas.


"Lo kenapa Len? oh, dia lagi, dia lagi, mau lo apa sih? gak ada kapoknya bully Lena?" tanya Dimas marah ke Chika.


"Lo ngapain sih, Dimas bela dia? temannya aja gak mau temanan lagi sama si Anak tukang gorengan itu! ntar lo nyesal lo!" sahut Chika tersenyum sinis, Lena berlari ke toilet dan menangis.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2