
"Aku juga sama sayang sama kamu, janji sama aku, kamu bakal sembuh, kita selamanya bakal bersama!" sahut Lena tersenyum menunjukkan telunjuknya.
"Aku janji sayang." Sahut Genta memeluk Lena erat.
"Aku sedih, kalau lihat kamu kesakitan, kalau kamu sakit, aku juga sakit!" sahut Lena.
"Jangan sayang! kamu gak boleh sakit, atau pun terluka, biar aku aja!" sahut Genta memegang pipi Lena.
"Kalau gitu jangan dua-duanya, kita mau sehat, jalanin bersama, susah, senang kita bersama!" sahut Lena.
"Iya sayang." Sahut Genta mencium tangan Lena.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Dimas. Dimas merenung dan bersedih memandangi foto Lena. Dimas terpaksa pacaran dengan Mega, agar lupa dengan Lena, tapi bagi Dimas sulit. Dia tidak bisa kalau tidak melihat foto Lena. Bu Cici langsung menghampirinya.
"Sayang, belum tidur?" tanya Bu Cici Mamahnya Dimas.
"Belum Mah." Jawab Dimas.
"Kenapa lagi? setiap hari kamu mandangin foto Lena terus?" tanya Bu Cici.
"Dimas sulit lupain Lena Mah, Dimas harus bagaimana? sedangkan Dimas udah jadian sama Mega, sahabat Lena!" sahut Dimas.
"Apa? kamu jadian sama Mega? aduh, sayang jangan gitu dong, kalau kamu gak cinta, nanti bikin sakit hati orang lain!" sahut Bu Cici.
"Iya Mah, Dimas lakuin itu, agar Dimas lupa sama Lena, Dimas gak akan sakitin Mega, Dimas akan berusaha cinta sama Mega!" sahut Dimas.
"Kalau gitu, kamu hapus foto Lena! biar Mega gak curiga! kalau foto Lena masih ada di handphone kamu, yang ada Mega cemburu dan sakit hati!" saran Bu Cici.
"Ta-tapi Mah, Dimas gak bisa kalau gak lihat foto Lena!" bantah Dimas.
"Dengar sayang, kamu gak boleh nyakitin hati seorang wanita, Mamah juga wanita, jadi tahu perasaan wanita, tolong kamu hapus yah! apa lagi, Mega itu kan sahabatnya Lena, kalau Mega tahu, jadi salah paham, jadi bertengkar dan salah paham!" saran Bu Cici.
"Nanti Dimas hapus Mah!" sahut Dimas.
"Ya sudah, sekarang makan yuk! kamu belum makan lho!" ajak Bu Cici.
"Iya Mah!" sahut Dimas.
☀☀☀☀
Setelah lama berdua dan menikmati angin malam, Genta mengantar Lena pulang. Lena sangat berterima kasih pada Genta untuk malam ini. Genta pun sebaliknya.
"Sayang, terima kasih untuk hari ini yah, semoga hari esok akan seperti ini!" sahut Lena.
__ADS_1
"Sama-sama sayang, semoga hari esok dan selamanya, sampai akhir hayat kita, akan seperti ini!" sahut Genta.
"Aamiin." Sahut Lena.
"Aamiin." sahut Genta
Gak menyangka aku bisa sebahagia ini, dia cinta pertamaku, dia cinta pertama dan terakhirku, hati ini seakan berat kalau sampai pisah sama dia, ya Allah, sembuhkan kekasihku, jaga dia untukku selamanya.
"Sayang, kamu senang gak hari ini?" tanya Genta.
"Aku senang banget sayang, makasih yah!" sahut Lena.
"Alhamdulillah, sama-sama, setiap saat aku akan buat kejutan buat kamu, dan setiap hari, aku akan bilang, kalau aku sayang kamu Lena!" teriak Genta.
"Sama, aku juga sayang kamu, Kak Genta!" teriak Lena.
Lena dan Genta sampai rumah Lena, karena sudah larut malam, Genta pamit pulang Pada Bu Yani dan Lena, Genta mencium punggung tangan Bu Yani.
Kenapa hati ini berat ninggalin kamu pulang Lena, meskipun esok bertemu, tapi hati menolak.
"Hati-hati, Kak Genta!" sahut Lena depan Ibunya gak mau manggil sayang.
"Iya Lena, Bu, Lena saya pamit yah! Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Lena dan Ibunya.
"Gak usah Bu, buat Ibu saja, Lena sudah makan! ini martabak kesukaan Ibu dimakan yah, Kak Genta yang beliin buat Ibu!" sahut Lena.
"Masa Ibu makan sendirian, sama kamu yah!" minta Bu Yani.
"Aku temanin yah!" sahut Lena tersenyum.
☀☀☀☀
Genta sampai rumah, Genta melihat mobil Mamahnya ada di rumah, pikir Genta akan dibawelin lagi, setelah mendengar penjelasan Bibi Rahmi, Bu Susi ke Singapura, Genta syok. Apa lagi hanya pesan persiapankan pertunangan dengan Ratu.
"Assalamu'alaikum, BI, ada mobil Mamah? Mamah di kamar?" tanya Genta.
"Nyonya ke Singapura ada kerjaan Den, tadi pergi naik taxi, Nyonya berpesan, katanya Den Genta harus persiapkan tunangan bersama Ratu." Sahut Bi Rahmi.
"Astaga, tega sekali yah! pergi ke Singapura, ninggalin Anak, terus bukan bilang jaga diri, tapi pesan suruh tunangan, gila Mamah! ya udah, saya ke atas dulu Bi!" sahut Genta.
"Den Genta makan dulu tidak?" tanya Bi Rahmi.
"Gak usah Bi!" sahut Genta kesal.
Ya Tuhan, kenapa aku ditakdirkan lahir kedunia ini, dengan seorang Ibu, yang gak sama sekali mengharapkan saya. Mamah benar-benar tega.
__ADS_1
"Aaaaaaaa" Genta teriak sampai terdengar ke bawah.
Astaghfirullah, Den Genta kenapa yah, Bu Susi benar-benar tega sama Anak sendiri, saya susul atau enggak yah! kalau susul, saya takut kesasaran.
Genta kambuh sakitnya, kepala terasa sakit. Genta langsung meminum obat yang di tasnya. Genta menangis sambil memandang foto Lena.
Aku harus kuat, aku harus kuat! semua buat Lena, ya Allah, tolong sembuhkan aku, hiks-hiks-hiks, hilangkan rasa sakit ini di kepalaku, Lena demi kamu, aku akan berjuang hidup, karena kamu, aku jadi semangat hidup, aku bisa tersenyum. Pasti sekarang kami sudah tidur.
Genta menahan rasa sakitnya di kepala sambil memeluk foto Lena. Sampai tertidur lelap. Gak terasa pagi pun tiba, foto Lena masih digenggaman Genta. Genta bangun dan salat subuh, berdoa sambil menangis.
Ya Allah, sudah pagi, foto kamu bikin aku lelap tidur, makasih ya sayang.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Lena, setelah sarapan pagi, Lena seperti biasa berangkat sekolah dengan angkotnya. Dengan sepatu butuhnya Lena tetap bersemangat sekolah. Ada chat pagi dari Genta, yang membuat Lena di angkot senyum-senyum sendiri.
"Bu, Lena berangkat yah, Ibu jangan lupa nanti ke sekolah!" minta Lena.
"Iya sayang, nanti Ibu ke sana!" sahut Bu Yani.
"Makasih ya Bu, Lena berangkat! Assalamu'alaikum." Sahut Lena.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati Nak!" sahut Bu Yani.
Chat Genta.
"Pagi sayangku, pasti udah berangkat sekolah? hati-hati ya sayang, aku sayang kamu!" Genta Chat Lena dengan imoticon cium.
"Iya sayang, aku sedang di angkot, kamu jangan lupa minum obatnya yah, biar kamu cepat sembuh sayang, aku juga sayang kamu!" sahut Lena membalas dengan imoticon tersenyum.
"Iya sayangku, siap! kalau ada yang jahatin kamu, bilang sama aku yah!" sahut Genta.
"Iya sayang." Jawab Lena.
Genta tersenyum melihat chat dari Lena. Karena hanya Lena yang bisa buat Genta tersenyum. Bi Rahmi memperhatikan Genta, Bi Rahmi ikut tersenyum melihat Genta, karena baru lihat Genta tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu