Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 47


__ADS_3

"Kenapa kamu gak bilang sama Papah? giliran Papah telepon baru bilang?" tanya Pak Miko.


"Percuma juga, aku bilang sama Papah, Papah juga kan sibuk sama pekerjaan Papah." Sahut Genta.


"Kok gitu sih, Nak? Papah sibuk, semua buat kamu sayang, demi masa depan kamu!" sahut Pak Miko.


"Udah yah Pah, Genta gak mau berdebat, Genta mau istirahat, besok ada acara!" sahut Genta.


"Oke Nak, kamu hati-hati selalu yah!" sahut Pak Miko.


"Assalamu'alaikum, Pah." Sahut Genta.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Pak Miko.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Dimas. Dimas mendengar suara Mamahnya ingin ke arah Dimas, Dimas langsung pura-pura tidur. Dimas tidak mau Mamahnya tahu, kalau Dimas masih pacaran dengan Mega.


"Sayang, ternyata kamu sudah tidur! selamat tidur sayang!" sahut Bu Cici.


Syukur deh, Mamah gak curiga. Gue masih mikirin nasibnya Lena dan Kak Genta. Gue gak nyangka, Kak Genta sakit parah, Lena, lo sabar yah, gue yakin Kak Genta bakal sembuh.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Ferdi. Ferdi sedang makan sambil senyum-senyum membayangkan kalau seandainya, Lena menjadi pacarnya. Mamihnya melihat Ferdi senyum senyum sendiri.


"Wah, wah, kok sudah malam belum tidur? kayanya Anak Mamih lagi senang, ada apa sih? cerita dong!" minta Mamihnya Ferdi.


"Mih, aku lagi jatuh cinta, awalnya aku benci, aku sering buly dia, aku hina dia, Lama-kelamaan, aku jatuh cinta." Sahut Ferdi tersenyum malu.


"Kamu sih, lagian pakai benci, jadi cinta kan, ya udah, emang cewek yang bikin kamu jatuh cinta itu, kaya gimana?" tanya Mamihnya Ferdi.


"Dia, lembut, pintar, soleha, pokoknya bagi aku sempurna, tapi, sayangnya, dia udah punya pacar Mih, masa iya, aku ngerebut pacar orang." Sahut Ferdi.


"Kamu jangan ngerebut sayang, tapi bersaing secara jantan, kamu harus sering perhatian sama dia, kan baru pacar, belum janur kuning, tapi Mamih minta jangan bertengkar, atau kamu sahabatan aja dulu, kasih perhatian lebih, dan selalu ada buat dia!" saran Mamihnya Ferdi.


"Nanti Ferdi coba deh Mih, semenjak Ferdi kenal sama Lena, nilai Ferdi naik dan bagus, karena Ferdi sering minta ajarin sama dia!" sahut Ferdi.


"Bagus dong! artinya dia membawa positif buat kamu, tapi, Mamih minta sama kamu, jangan sampai sekolah kamu terganggu, oke!" sahut Mamihnya Ferdi.


"Oke Mih!" sahut Ferdi.


"Sekarang tidur, udah malam!" minta Mamihnya Ferdi.


"Iya, Mih, makasih ya Mih." Sahut Ferdi.

__ADS_1


"Sama-sama sayang." Sahut Mamihnya Ferdi.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Mega. Mega bingung harus menyembunyikan penyakit Genta dari keluarganya. Mega sudah berjanji sama Genta untuk tidak bilang Mamah dan Papahnya.


Ya Allah, gue jadi galau gini, mikirin Kak Genta. Dia sakit, hadapin sendiri, tanpa ada orang tua di sisinya, Kak Genta itu cowok tegar dan semangat, tapi, kenapa harus disembunyikan sih, ya Allah, Lena, lo yang sabar yah.


"Mega! kok belum tidur?" tanya Mamahnya Mega.


"Belum Mah, ini mau tidur!" sahut Mega.


"Sayang, Papahnya sama Mamahnya Kak Genta, chat dan telepon Mamah, emang kemana Kak Genta? kamu tahu?" tanya Mamahnya Mega.


"Mmm... aku gak tahu Mah, aku gak ngurusin Kak Genta Mah, jadi aku gak tahu." Sahut Mega.


Maafin Mega Mah, Mega udah bohong sama Mamah.


"Tolong kamu cari tahu sayang, kasihan Mamah dan Papahnya nyariin dia!" sahut Mamahnya Mega.


"Insya Allah, Mega akan cari tahu Mah, Mah, Mega mau tanya, emang benar, kalau Kak Genta kurang kasih sayang?" tanya mamahnya Mega.


"Mamah kurang tahu sayang, yang tahu Papah kamu! emang kenapa?" tanya Mamahnya Mega.


"Kak Genta itu, gak pernah diperhatiin sama Mamah dan Papahnya Mah, mereka sibuk ngurusin perusahaan masing-masing, tapi Mamah jangan bilang lagi yah!" sahut Mega.


"Mah, jangan bilang-bilang Papah!" minta Mega.


"Iya sayang, enggak!" sahut Mamahnya Mega.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Lena. Lena berbaring tidak bisa tidur. Lena selalu memikirkan Genta. Lena Khawatir, takut Genta kenapa-kenapa, karena sendirian di rumah sakit, tanpa keluarga. Lena langsung chat Genta.


"Assalamu'alaikum, sayang? kamu lagi istirahat yah?" tanya Lena.


"Wa'alaikumsalam, aku gak bisa tidur sayang, kok kamu belum tidur sih?" tanya Genta.


"Aku kangen sama Kak Genta, hiks-hiks-hiks." Sahut Lena.


"Jangan nangis sayang, aku gak apa-apa, kamu tidur, besok sekolah!" sahut Genta.


"Gak bisa!" sahut Lena.


Gak lama, Genta langsung video call Lena, dengan wajah lesu dan senyuman.

__ADS_1


"Bobo sayang! kamu lihat aja, aku gak apa-apa kan?" tanya Genta tersenyum.


"Aku kangen sama kamu, aku gak bisa nemenin kamu di rumah sakit, kamu sendirian, aku kepikiran." Sahut Lena.


"Jangan dipikirin sayang, aku gak apa-apa, mau aku nyanyiin?" tanya Genta tersenyum.


"Mau... sampai aku tidur ya sayang!" minta Lena.


Genta menyanyikan sebuah lagu bintang ciptaan Anima. Genta menyanyikan lagu itu, sambil meneteskan air mata. Genta berhasil membuat Lena tertidur lelap.


"Tidur ya sayangku... semoga kamu mimpi indah sayang." Sahut Genta menghapus air matanya.


Ya Allah, meskipun aku sakit seperti ini, aku berterima kasih pada engkau, aku dikasih kesempatan untuk menyanyangi seseorang, seseorang yang sangat baik, perhatian, polos dan soleha, Aku minta sama engkau, berikan keajaiban padaku, untuk membahagiakannya, berikan aku kesempatan untuk hidup. Jika engkau memberi kesempatan aku hidup, aku janji gak akan pernah aku, sia-siakan dirinya. Kasih waktu aku panjang bersamanya. Air mataku menjadi saksi betapa aku sangat mencintainya.


☀☀☀☀


Keesokan harinya, Lena seperti biasa berangkat sekolah. Tapi Lena hari ini, seperti tidak bersemangat untuk belajar. Lena hanya melamun memikirkan Genta. Lena berjalan dan akhirnya sampai di sekolah. Lena bertemu Dimas, Dimas menegurnya dan tersenyum pada Lena.


"Hai, Len, tumben siang banget datangnya? lo nangis yah, mata lo bengkak!" sahut Dimas.


"Lo serius Dimas?" tanya Lena.


"Iya, lo kenapa? soal Kak Genta yah? lo mikirin dia?" tanya Dimas.


"Iya Dimas, gue semalaman nangis, gue kepikiran Kak Genta, orang tua Kak Genta sama sekali tidak peduli." Sahut Lena.


"Tega banget sih, orang tua macam apa itu! Anaknya bukan diperhatiin, malah sibuk kerja! lo yang sabar yah!" sahut Dimas.


"Hai Len? tumben bareng Dimas?" tanya Mega.


"Ketemu depan gerbang." Sahut Dimas.


"Lena, lo kenapa? mata lo bengkak gitu?" tanya Mega.


"Mega, gue gak sanggup lihat Kak Genta sakit, hiks-hiks-hiks, gue gak tega, dia ngerasain sakitnya sendirian, tanpa orang tua di sisinya, hiks-hiks-hiks." Sahut Lena menangis dan memeluk Mega.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2