
"Nak, Genta, sebaiknya tidak usah memaksa, mulai sekarang, Nak Genta tinggalkan Lena, karena Lena gak sederajat dengan kamu, kamu gak cocok sama Lena!" sahut Bu Yani.
"Bu, tolong, jangan seperti ini, saya gak peduli, orang tua saya mau jodohin saya sama yang lain, tapi tolong, jangan talangin hubungan saya sama Lena Bu, tolong!" minta Genta.
"Heh, sebaiknya, lo pergi aja deh, karena lo, Lena jadi seperti ini! turutin aja kata Nyokap lo yang songong itu!" sahut Ferdi.
"Diam lo! siapa lo hah? nyuruh-nyuruh gue?" bentak Genta.
"Apa lo!" sahut Ferdi.
"Ferdi, Kak Genta udah! kasihan Lena dan Bu Yani, jangan ribut di sini! malu! Kak Genta, sebaiknya, sementara, Kak Genta pulang dulu, biar Lena tenang dulu!" minta Mega.
"Kak Genta, gak usah makasih, kalau emang keluarga Kak Genta gak setuju, tinggalin Lena!" sahut Dimas.
"Tahu nih, bikin kita jauh aja dari Lena! udah sana pulang dulu Kak!" sahut Wina.
"Bu, saya mohon Bu, hiks-hiks-hiks... saya sangat mencintai Lena, izinin saya bersama Lena Bu!" minta Genta.
"Hiks-hiks... kamu, sama Lena, bagai langit dan bumi, gak akan pernah bisa bersatu Nak, jadi tolong, sebaiknya, kamu jangan pernah temui Lena lagi!" sahut Bu Yani.
"Enggak! saya gak akan tinggalin Lena sampai kapan pun Bu, meskipun orang tua saya gak setuju, saya bakal tinggalin mereka demi Lena!" sahut Genta.
"Egois banget!" sahut Wina.
"Itulah Kak Genta." Sahut Mega.
Lena langsung keluar kamar dan memanggil Genta untuk mengembalikan barang-barang semua milik Genta.
"Kak Genta!" panggil Lena, dengan mata bengkak dan masih meneteskan air mata, saat Genta ingin beranjak keluar, Genta menengok ke belakang arah Lena memanggil.
"Lena, akhirnya, kamu keluar, ini apa?" tanya Genta.
"Aku balikin semua barang-barang yang Kak Genta kasih ke aku, karena aku, gak mau dibilang matre sama Mamah Kakak, hubungan kita, cukup sampai sini!" sahut Lena.
"Enggak! enggak! pantang buat aku ngambil barang yang udah aku kasih, sayang, aku mohon jangan tinggalin aku, aku cinta sama kamu, kamu sudah janji sama aku bakal selalu bersama rintangan apapun, hiks-hiks-hiks... Jangan!" minta Genta sambil memeluk Lena dan menangis.
"Lepasin Kak!" Lena mendorong Genta dan masuk kamar kembali sambil menangis.
"Lena, aku tahu, kamu masih sayang dan cinta sama aku, hiks-hiks-hiks... kita udah janji Lena!" minta Genta sambil menangis.
"Drama mulu!" sahut Ferdi.
Genta langsung keluar dan berlari ke arah mobil. Genta ingin menemui Mamahnya dan Ratu. Raut wajah Genta kesal dan marah.
"Kak Genta, mau kemana?" tanya Mega.
"Minggir Mega, aku mau buat perhitungan sama Mamah!" sahut Genta.
__ADS_1
"Jangan emosi Kak!" sahut Mega.
Genta langsung mengegas mobilnya. Ferdi langsung mengikuti mobil Genta dan menghalangi Genta jalan, di situ Genta dan Ferdi terjadi perkelahian. Mega, Dimas dan Wina mengikuti Ferdi dan Genta takut ada apa-apa, karena Wina melihat Ferdi mengikuti mobil Genta.
Mau apa sih, Anak ingusan ini, ikut campur urusan gue. Berani-beraninya talangin mobil gue.
"Mau ngapain lo bocah!" teriak Genta.
"Keluar lo!" minta Ferdi.
"Apa? lo gak usah halangin gue, gak usah ikut campur urusan gue! mau lo apa?" tanya Genta.
"MAU GUE, LO TINGGALIN LENA! GUE SUKA SAMA LENA!" bentak Ferdi.
"Brengsek!" sahut Genta langsung menonjok Ferdi, Ferdi pun memukul balik Genta.
"Itu mereka!" sahut Wina.
"Heh, udah! udah! kalian apa-apaan sih? kok jadi ribut begini?" tanya Mega.
"Mega! sebaiknya, kamu gak usah bergaul sama orang ini lagi, berani-beraninya dia ikutin Kakak, dan nyuruh Kakak buat jauhin Lena! kamu urus tuh teman kamu itu!" sahut Genta.
"Apa lo! sini ayo lawan gue!" ajak ribut Ferdi yang dihalangi oleh Dimas.
"UDAH! UDAH! NGERTI GAK SIH LO! SOK JAGOAN BANGET SIH LO, KALAU LENA TAHU LO BEGINI, BAKAL MARAH DIA! JANGAN BIKIN MASALAH DONG!" bentak Dimas ke Ferdi.
Genta langsung masuk mobil dengan lukanya dengan raut wajah kesal, melototi Ferdi. Mega memanggil-manggil Genta, tapi Genta malah jalan dan tancap gas.
"Yang harus lo nasihatin dia! bukan gue! gak usah ikut campur urusan orang!" bentak Genta.
"Kak Genta! Kak Genta!" panggil Mega.
"Kok masalah jadi ribet begini sih!" sahut Wina.
"Ferdi! maksud lo apa? lo ikutin Kak Genta, terus ngajak ribut dia! hah? lo mau tambahin masalah lagi?" tanya Mega.
"Dengar lo semua yah! gue suka sama Lena! gue gak mau Lena tersakiti sama Mamahnya si tengil itu! dan gue gak terima yah! wajah gue ditonjok sama si tengil itu! sampai kapan pun gue bakal berusaha untuk mendapatkan Lena! ngerti lo semua!" sahut Ferdi.
Saat itu, Dimas geregetan ingin memukul Ferdi. Tapi Mega dan Wina menghalangi Dimas. Mega langsung membentak Dimas untuk diam.
"Orang kaya gini harus dihajar!" sahut Dimas.
"Dimas! Dimas! udah! udah! kamu ngapain sih, orang kaya gitu diladenin! jangan bikin masalah lagi!" minta Mega.
"Tahu lo!" sahut Wina.
"Orang kaya gitu, gak bisa dibiarin, harus dihajar, benar kata Kak Genta, songong! dia mau dekatin Lena Mega!" sahut Dimas.
"Caranya gak dengan kekerasan, ngerti gak sih! Lena juga gak bakal mau sama dia! Lena itu cinta hanya sama Genta! jadi kamu gak usah kebawa emosi gini!" minta Lena.
__ADS_1
Ferdi langsung mengegas mobilnya dengan laju kencang dan raut wajah sinis pada Dimas, Wina, dan Mega.
"Woy! biasa aja bawa mobil!" teriak Wina.
"Mega, Dimas, gue numpang lagi yah, bertiga naik motor!" minta Wina.
"Emang, uang jajan lo habis Wina? pesan gojek lah! sempit ah, emang mobil!" sahut Mega.
"Ih... gak ada, cuma dua ribu duit gue!" Wina memelas.
"Ini, gue tambahin yah! lo pesan gojek!" minta Mega memberi uang dua puluh ribu.
"Makasih Mega, besok gue ganti!" minta Wina.
"Gak usah!" sahut Mega.
"Serius? ih... makasih Mega!" sahut Wina.
"Ayo ah!" ajak Dimas.
"Kita jadi ke bioskop?" tanya Mega.
"Besok-besok aja lah, lo gak kasihan sama sahabat lo sendiri, kita bukan menghibur malah asyik-asyikan nonton! jangan gitu lah!" minta Dimas.
"Iya, iya, maaf! nanti aku teleponin Lena." Sahut Mega.
"Tahu lo Mega, gak boleh gitu!" sahut Wina.
"Yeee... diam lo, ikut-ikutan aja, pesan gojek!" minta Mega.
"Lagi arah ke sini!" sahut Wina.
"Udah, udah! Wina, kita tinggal yah! lo hati-hati!" sahut Dimas.
"Hati-hati lo!" sahut Mega.
"Iya, kalian juga yah!" sahut Wina.
"Bye..." sahut Mega melambaikan tangan ke arah Wina.
"Bye..." sahut Wina membalas melambaikan tangan.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
__ADS_1
- CINTA GADIS BISU
- CINTA COWOK DINGIN