Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 83


__ADS_3

Gak lama, Bu Yani mengetuk pintu kamar Lena. Bu Yani ingin menenangkan Lena, karena sejak pulang sekolah, Lena belum makan.


"Sayang, buka pintunya sayang, Ibu bawa masih nih, kesukaan kamu!" Sahut Bu Yani sambil mengetuk pintu.


"Maaf Bu, Lena kunci, Lena gak nafsu makan." Sahut Lena lesu dan lemas.


"Sayang, jangan gitu dong, kamu jangan larut dalam kesedihan begini, kalau kamu gak makan, Ibu juga gak akan mau makan!" minta Bu Yani.


"Bu, jangan dong! Ibu harus makan, Lena gak mau Ibu sakit!" minta Lena.


"Ibu juga gak mau kamu sakit!" bentak Bu Yani.


"Ya udah, nanti Lena makan Bu, tapi Ibu juga yah!" minta Lena.


"Ibu mau lihat kamu makan sekarang! gak mau nanti-nanti!" minta Bu Yani.


"Iya, iya, Ibu Lena makan! hiks-hiks-hiks..." sahut Lena sambil menangis dan memegang sendok.


"Kok, makannya sambil nangis?" tanya Bu Yani.


"Hiks-hiks-hiks.... Lena gak sanggup Bu, Lena gak sanggup, kalau harus jauh dari Kak Genta, Lena sayang sama dia Bu, Lena gak bisa jauh! hiks-hiks-hiks..." sahut Lena menangis.


"Ibu mengerti perasaan kamu, tapi kita gak bisa paksakan kehendak orang tuanya Genta sayang, mungkin, Mamahnya Genta mau sama yang kaya juga, sederajat, bukan seperti kita ini!" sahut Bu Yani.


"Kenapa sih, Bu? kenapa cinta harus melihat dari materi seseorang? padahal, kita diciptakan sama Bu." Sahut Lena.


"Setiap orang beda-beda sayang, setiap orang tua juga ingin Anaknya bahagia, mungkin, Mamahnya Lena malu kalau nantinya, Anaknya bersanding sama kamu, gengsi sama temannya, temannya pasti dari kalangan yang berada, dia pasti malu buat nerima kita yang miskin ini, jadi, kita harus tahu diri sayang." Sahut Bu Yani.


"Tapi, Kak Genta hanya dimanfaatkan oleh wanita itu Bu, Kak Genta gak suka, itu, artinya, orang tuanya egois! gimana hubungan kita yang saling mencintai Bu?" tanya Lena.


"Sayang, gini yah, kamu kan masih sekolah, kamu sekolah aja dulu, yang pintar, buktikan sama mereka, kalau kamu bisa, kalau emang jodoh, Genta bakal kembali sama kamu, Ibu yakin! Ibu mohon sama kamu, fokus sekolah dulu, Ibu gak mau, gara-gara masalah ini, sekolah kamu terganggu sayang, sedangkan kamu udah janji sama Ibu, kalau kamu bakal sukses dan buktiin sama Bapak kamu yang sudah meninggalkan Ibu!" sahut Bu Yani.


"Lena gak pernah lupa sama janji Lena Bu, Lena bakal jadi orang sukses buat Ibu, supaya kita, gak diinjak-injak lagi sama orang lain Bu, Lena janji!" sahut Lena.


"Iya sayang, sekarang, Ibu mohon, kamu makan yah, jangan sedih lagi!" minta Bu Yani.

__ADS_1


"Iya Bu." Sahut Lena.


Kasihan sekali Anakku, maafin Ibu ya Nak, Ibu belum bisa bahagiakan kamu, tapi Ibu akan berusaha sekuat tenaga Ibu, untuk menafkahi kamu, sampai kamu nanti sukses.


Gak lama, terdengar suara pembeli gorengan Bu Yani. Bu Yani pamit ke Lena, untuk melayani pembeli.


"Ibu tinggal ya Nak, ada yang beli." Sahut Bu Yani.


"Iya Ibu, gak apa-apa, Lena pasti makan kok!" sahut Lena.


Demi Ibu, aku harus makan, meskipun bibir ini enggan menyentuh makanan, apa yang aku takutin selama ini terjadi, Mamahnya Kak Genta gak suka sama aku, karena aku miskin.


☀☀☀☀


Genta sampai di rumahnya, dan teriak-teriak memanggil Mamahnya. Genta langsung marah-marah ke Mamahnya, Genta langsung membawa baju untuk pergi dari rumahnya.


"Mamah! Mamah!" teriak Genta.


"Genta, ada apa Nak? kenapa teriak-teriak gitu?" tanya Pak Miko.


"Hiks-hiks-hiks.... Mamah sudah keterlaluan sama Genta Pah, Genta gak terima!" sahut Genta.


"Hah, Mamah gak pura-pura gak tahu, Genta udah tahu semuanya Mah, maksud Mamah apa? datang ke sekolah Lena, dan marah-marah pada Lena? APA?" tanya dan Bentak Genta.


"Kurang ajar kamu! berani kamu melawan dan bentak-bentak Mamah, hah? mau jadi Anak durhaka kamu?" tanya Bu Susi kesal menampar Genta.


"Tampar terus Mah! TAMPAR! Genta udah kenal sama tamparan Mamah, asal Mamah dan Papah tahu, sekarang Genta sakit kanker otak! adakah Mamah dan Papah peduli sama Genta? apa Mamah sering perhatikan Genta? enggak kan? jadi, Mamah gak usah egois larang-larang Genta! Lena dan Ibunya yang selama seminggu merawat Genta di rumah sakit, sedangkan Mamah sama Papah apa? malah asyik liburan!" sahut Genta.


"Maafkan Papah Nak, Papah tidak tahu penyakit kamu? kenapa kamu tidak pernah bilang sama Papah?" tanya Pak Miko.


"Enak banget, Papah balikin seperti itu! setiap Genta mau bilang, Papah selalu menghindar, dan lebih penting pekerjaan dibanding Anak sendiri!" sahut Genta.


"Hiks-hiks-hiks.... Mamah sungguh tidak tahu Nak, kamu terkena penyakit seperti itu! maafkan Mamah Nak, maafkan!" minta Bu Susi.


"Sekarang Genta sakit begini, apa Mamah masih egois mau tunangin aku sama Ratu? hah? jawab!" minta Genta.

__ADS_1


"Gak ada yang bisa jawab kan? sekarang, Genta akan keluar dari rumah ini! Genta akan mandiri sendiri tanpa kalian!" sahut Genta.


"Papah gak akan maksa kamu buat dekat sama siapa pun, Nak! tolong kamu maafkan Papah!" minta Pak Miko.


"Mamah juga gak akan larang kamu Nak, sekarang, oke, Mamah akan setujui hubungan kamu dengan Lena, tapi kamu mau maafkan Mamah kan? kamu jangan pernah pergi dari rumah ini Nak!" minta Bu Susi pura-pura baik.


"Mamah serius?" tanya Genta.


"Mamah serius Nak, Mamah sedih mendengar kamu sakit Nak, Mamah gak mau, terjadi apa-apa sama Anak Mamah!" sahut Bu Susi.


"Alhamdulillah, makasih ya Mah, Genta benar-benar gak menyangka mendengarkannya, maafin Genta ya Mah, kalau Genta selalu kasar pada Mamah!" sahut Genta.


"Iya Nak, sekarang kamu istirahat aja yah! kamu kan sakit, Mamah akan cari Dokter terhebat untuk menyembuhkan kamu!" sahut Bu Susi.


Sementara, aku bakal ikutin maunya Genta, demi dia sembuh, aku gak menyangka Anak sakit separah ini, kalau Genta sembuh, aku gak akan biarkan Genta bersama gembel itu, gak sudi.


"Nah, gitu dong! begini kan enak, kalau rukun!" sahut Pak Miko.


"Kamu bawa ke sini Lena yah, Mamah mau minta maaf pada Lena, atas perlakuan Mamah yang tadi siang." Sahut Bu Susi pura-pura baik.


"Siap Mah, Genta akan bawa Lena ke Mamah! makasih ya Mah, udah ngertiin Genta." Sahut Genta.


"Sama-sama sayang." Sahut Bu Susi.


Bi Rahmi mendengar semua percakapan Bu Susi dan Genta. Bu Rahmi gak percaya kalau Bu Susi berubah secepat itu. Pasti ada hal yang akan direncanakan oleh Bu Susi.


Ah, saya mah, gak percaya Nyonya berubah secepat itu, pasti ada yang direncanakan sama Nyonya, kasihan Den Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2