Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 44


__ADS_3

"Gak mungkin pingsan doang, sampai di input segala! jangan sakit Yang, sembuh! hiks-hiks-hiks." Sahut Lena.


"Aku sembuh sayang, pasti sembuh! kamu pasti nunggu aku yah, maafin aku ya sayang!" sahut Genta mencium tangan Lena.


"Iya, aku kira, kamu udah gak mau datang, dan kamu ingkar janji sama aku, aku kira, kamu bakal ninggalin aku!" sahut Lena.


"Dengar aku sayang, aku, gak akan pernah ninggalin kamu, sampai aku mati!" sahut Genta.


"Kamu gak boleh mati, kita udah janji bakal hidup bersama sampai akhir hayat, kamu harus kuat! hiks-hiks-hiks." Minta Lena sambil menangis.


"Iya sayang, aku kuat! aku juga gak mau pisah sama kamu sayang, senyum dong! senyum!" minta Genta.


"Hmmm..." Lena tersenyum sambil memegang tangan Genta.


"Makasih yah, udah tersenyum buat aku, Bro! nanti lo antar pulang Lena yah, awas aja kalau lo macam-macam sama Lena!" sahut Genta.


"Iya, enggak! emang Lena mau pulang?" tanya Niko.


"Enggak, aku masih mau di sini! aku mau di sini temanin kamu!" sahut Lena tersenyum.


"Sayang, aku gak apa-apa, kamu gak boleh kecapean, besok, kamu harus sekolah!" sahut Genta.


"Lo berdua, ngobrol aja dulu yah, gue mau ngerokok ke kantin! kalau Lena mau pulang chat aja!" sahut Niko.


"Iya Kak, silakan!" sahut Lena.


"Awas aja lo pulang!" sahut Genta.


"Enggak! gue di sini kaya obat nyamuk, harus lihat lo mesra-mesraan, bikin gue iri aja kan jadinya." Sahut Niko.


"Ya udah, sana!" sahut Genta.


"Gimana sekolah kamu hari ini? gak ada yang jahatin kamu lagi kan? kalau ada, kamu bilang sama aku, aku bakal samperin dia, gak ada satu orang pun yang boleh nyakitin kamu, kalau sampai ada, itu berhadapan sama aku!" sahut Genta.


"Gak ada kok sayang, aku baik-baik aja di sekolah, kok makanannya belum di makan? makan yah, biar aku suapin!" sahut Lena.


"Gak enak sayang, gak ada rasanya." Sahut Genta.


"Atau mau aku beliin bubur di luar? biar ada rasa? kamu harus makan sayang! kalau kamu gak makan aku marah!" sahut Lena.


"Kamu gak nyari bubur di luar, iya, aku mau makan, asal disuapin kamu yah!" minta Genta.


"Iya, aku yang suapin!" sahut Lena.


Saat Genta menyuap bubur dari tangan Lena, air mata Genta menetes, Genta sedih, keluarga gak ada yang peduli padanya, sibuk dengan urusan

__ADS_1


masing-masing, hanya Lena yang Genta punya, yang membuat Genta jadi semangat hidup.


"Kenapa nangis?" tanya Lena.


"Cuma kamu sekarang yang aku punya, Mamah dan Papah aku, gak pernah mau peduli sama Anaknya, mereka hanya sibuk dengan pekerjaan mereka, kamu jangan bosan dan jangan pernah menyesal yah, punya pacar seperti aku, sakitan!" sahut Genta.


"Kamu kok bilang gitu? mau kamu susah, senang, miskin, kaya, sakit, sehat, sampai kapan pun aku gak akan pernah bosan atau menyesal mencintai kamu! aku benar-benar udah sayang sama kamu Kak!" sahut Lena.


"Alhamdulillah, aku bersyukur pada Allah, Allah telah mengirimkan bidadari yang baik hati dan sangat cantik buat aku, yang sekarang satu-satunya aku punya, meskipun keluarga aku gak peduli, ada kamu yang peduli sama aku!" sahut Genta.


"Aku juga bersyukur Kak, punya kekasih kaya Kak Genta, aku gak pernah menyesal, aku mencintai Kak Genta selamanya." Sahut Lena.


"Makasih ya sayang, aku bahagia, bahagia banget! hiks-hiks-hiks." Sahut Genta menangis.


"Jangan nangis! jangan! nanti aku ikut nangis jadinya!" sahut Lena.


"Enggak kok, ini nangis bahagia sayang!" sahut Genta.


"Oh, iya, aku chat Mega ya Yang, biar dia bisa jenguk kamu!" sahut Lena.


"Bilang dia, Kak Genta pesan, jangan bilang ke orang tuanya atau orang tua Kak Genta, kalau Kak Genta sakit!" minta Genta.


"Kenapa orang tua kamu gak boleh tahu?" tanya Lena.


"Kalau itu mau kamu, ya udah!" sahut Lena.


☀☀☀☀


Dimas dan Mega habis menonton bioskop. Lena chat Mega. Kalau Genta sedang ada di rumah sakit. Mega mengerti, Mega mengajak Dimas untuk menjenguk Genta. Mega sambil meneteskan air mata sedih, penyakit Genta kambuh lagi dan merahasiakan semua ke orang tuanya.


Lena gimana yah, apa dia tadi sudah di jemput sama cowok tengil itu. Gue jadi Khawatir sama Lena gini yah.


"Dimas, kamu kenapa melamun aja?" tanya Mega.


"Gak apa-apa kok, filmnya seru tadi, mangkanya kepikiran." Sahut Dimas.


"Astaghfirullah, Kak Genta sakit, Lena ngabarin! Dimas kita jenguk Kak Genta sekarang!" minta Mega.


"Sakit apa? Lena ada di sana?" tanya Dimas.


"Ada, ayo!" ajak Mega.


"Ayo!" ajak Dimas kembali.


Dimas dan Mega langsung berangkat dengan motornya. Setelah sampai rumah sakit, Mega menangis melihat Genta berbaring sakit.

__ADS_1


"Kak Genta, hiks-hiks-hiks, kenapa bisa jadi seperti ini? kenapa Kak?" tanya Mega sambil menangis.


"Gak apa-apa, cengeng! jangan nangis ah!" minta Genta.


"Cepat sembuh Kak! Lena sama Dimas bisa keluar dulu gak! gue mau ngomong sama Kak Genta!" minta Mega.


"Oke!" sahut Dimas dan Lena.


"Kenapa Lena harus keluar?" tanya Genta.


"Masalah keluarga!" sahut Mega.


"Kak, aku keluar dulu aja yah!" sahut Lena.


Lena dan Dimas menunggu di luar. Dimas menghampiri Lena yang sedang duduk. Dimas meminta maaf atas kesalahan yang tadi di sekolah.


"Lena, boleh gue duduk?" tanya Dimas.


"Duduk aja!" sahut Lena.


"Len, gue minta maaf yah, yang tadi di sekolah, udah nuduh lo macam-macam!" sahut Dimas.


"Gak usah dibahas, gue emang miskin, tapi gue juga punya harga diri, gue sakit hati lo bilang gue mata duitan! asal lo tahu ya Dimas, Kak Genta sakit kanker otak, dia harus berjuang hidup, cuma gue orang satu-satunya yang dia punya, keluarganya gak pernah peduli! gue mencintai dia tulus! bukan karena duit atau apa, tapi gue ikhlas menerima Kak Genta." Sahut Lena.


"Astaghfirullah, gue gak tahu, sory ya Len, gue cemburu banget habisnya!" sahut Dimas.


"Ya udah, kita berteman sejak kecil Dimas, gue kaget lo katain gue kaya gitu! hati gue sedih." Sahut Lena.


"Iya, iya, gue minta maaf yah, mungkin gue terlalu ambisi Lena, mulai sekarang, gue akan dukung lo sama Kak Genta, dan gue mulai belajar mencintai Mega, tapi gue boleh minta satu permintaan sama lo!" minta Dimas.


"Apa?" tanya Lena.


"Biarin gue jaga lo, biarin gue selalu ada buat lo, gue minta, persahabatan kita gak akan pernah putus! sahabat!" minta Dimas menunjukkan kelingkingnya Ke Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2