
"Iya maaf Mas, saya gak akan usil lagi, jangan laporin saya ke polisi Mas!" minta tetangga Lena.
"Minta maaf sama Bu Yani dan Lena dong! jangan sama saya!" sahut Genta ketus.
"Bu Yani, Lena, saya minta maaf atas ucapan saya yah, tolong di maafkan." Sahut Tetangganya Lena.
"Iya, Bu Rohaya, saya sudah maafkan, lain kali hati-hati kalau bicara! Ibu kan punya Anak perempuan juga!" sahut Bu Yani.
"Iya Bu, kalau semua yang terjadi pada Anak Ibu gimana?" tanya Lena.
"Iya, Bu Yani, Lena, saya minta maaf!" sahut Bu Rohaya.
"Ya sudah, kami sudah maafkan!" sahut Bu Yani.
"Makasih Lena, Bu Yani, Mas, saya permisi!" sahut Bu Rohaya.
"Huuhuhuu... hati-hati Bu mulutnya dijaga!" sahut Ibu-ibu lainnya.
"Ibu-ibu, tolong bubar yah, semua buat pelajaran Ibu-ibu semua, jangan pernah suhuzon sama orang lain, kalau salah akhirnya diri sendiri yang akan malu." Sahut Genta.
Genta telah menyelesaikan masalah Lena dengan tetangganya. Lena dan Ibunya Lena, sangat bangga terhadap Genta. Genta pun pamit pada Lena dan Ibunya.
"Ibu, Lena, sekarang sudah selesai, jangan dipikirkan lagi yah, kalau mereka macam-macam lagi, bilang Genta aja!" sahut Genta.
"Makasih Nak Genta, Nak Genta selalu ada buat Ibu dan Lena, Ibu sudah banyak berhutang budi." Sahut Bu Yani.
"Jangan bilang seperti itu Bu, Genta ikhlas kok, semua buat Lena dan Ibu, Genta gak rela Ibu dan Lena sedih, dan diinjak-injak oleh mereka!" sahut Genta.
"Makasih ya Kak Genta." Sahut Lena.
"Sama-sama Ibu, Lena, saya pamit dulu yah! Lena istirahat kamu!" sahut Genta.
"Iya Nak, hati-hati ya Nak, sudah malam juga." Sahut Bu Yani.
"Iya Bu, Assalamu'alaikum." Sahut Genta mencium tangan Ibunya Lena dan melirik tersenyum ke Lena.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Lena dan Ibunya tersenyum.
☀☀☀☀
Genta pun pulang sambil mengendarai mobilnya. Sesampai di rumah, Bi Rahmi menyampaikan pesan pada Genta, masalah pertunangan Genta dan Ratu. Genta kesal dan menyuruh Bi Rahmi abaikan telepon Bu Susi.
"Den, sudah pulang?" tanya Bi Rahmi.
"Iya Bi, saya ke atas yah!" sahut Genta.
__ADS_1
"Tunggu Den! Bibi cuma mau sampaikan pesan dari Nyonya Susi, katanya Den Genta suruh persiapkan pertunangan dengan Ratu." Sahut Bi Rahmi.
"Gila! enak saja Mamah tunangin orang tanpa persetujuan saya! Bibi matiin aja kalau Mamah telepon! gila!" sahut Genta kesal.
"Ta-tapi Den, nanti kalau gak diangkat atau dimatikan, nanti saya malah dipecat!" sahut Bi Rahmi.
"Bibi tenang aja, gak akan, kalau dia berani pecat Bibi, saya akan pergi dari rumah ini!" sahut Genta.
"Iya Den!" sahut Bi Rahmi ketakutan.
"Bibi santai aja, gak usah panik!" sahut Genta.
Benar-benar, Mamah gak ada pikirannya, bisa-bisanya dia persiapkan pertunangan dengan Ratu. Telepon Papah aja kali yah. Ah, percuma, pasti bela Mamah.
Genta merasakan sakit lagi di kepalanya, sampai hidungnya mengeluarkan darah banyak, Genta membuka laci, ternyata obatnya habis. Genta menahan rasa sakitnya, sampai Genta pingsan, Genta sadar saat pagi tiba, di bajunya penuh darah.
Astaghfirullah, darah mulu, kepala masih sakit banget, ya Allah.
Tok-tok-tok
"Den Genta, sarapan pagi sudah siap!" suara Bi Rahmi mengetuk pintu dan memanggil Genta.
"Iya, Bi, gampang, nanti aku ke bawah!" sahut Genta, tanpa membuka pintu kamar.
Hiks-hiks-hiks, Mamah benar-benar tega sama Genta, kalau gak karena Lena, Genta malas hidup, karena Lena, Genta semangat hidup.
☀☀☀☀
Genta mencuci bajunya sendiri yang terkena darah, Genta tidak mau Bi Rahmi tahu penyakit Genta. Setelah selesai nyuci, Genta mandi dan sarapan, Genta langsung ke apotik untuk menebus obatnya. Sehabis ke apotik, Genta berangkat ngampus. Saat itu, Genta kangen sekali dengan Lena, Genta langsung chat Lena di kampusnya.
"Pagi sayang, kamu sudah berangkat sekolah? hati-hati ya sayang, jangan lirik-lirik guru olahraga itu!" sahut Genta di chatnya.
"Pagi juga sayang, aku lagi diangkot, ya Allah, enggak lah sayang, yang aku lirik hanya kamu! he-he-he." Sahut Lena.
"Harus dong, gak boleh orang lain, aku sayang sama kamu, setiap hari, aku bakal bilang sayang sama kamu, sehari tuh, harus penuh dengan, aku sayang kamu!" sahut Genta.
"Aku juga sayang kamu, kamu sudah berangkat ke kampus?" tanya Lena.
"Sudah, masih sepi, tadi aku ke apotik dulu, beli obat." Sahut Genta.
"Kamu sakit lagi yah? kamu kambuh?" tanya Lena.
"Aku gak sakit lagi dan gak kambuh, obat aku habis, jadi buat jaga-jaga aja, ya udah, kamu hati-hati sekolahnya, ingat pesan aku tadi, dan kalau ada yang jahatin kamu, bilang sama aku!" minta Genta.
__ADS_1
"Iya sayang." Sahut Lena.
☀☀☀☀
Lena sampai di sekolah. Saat Lena sampai di halaman, Lena melihat Pak Jarot selfie dan narsis. Lena menyapa Pak Jarot, Pak Jarot gugup dekat Lena, karena Lena Anaknya Bu Yani.
"Pagi Pak, wah, pagi-pagi Bapak sudah narsis aja, he-he-he." Sahut Lena tertawa.
"Haduh, Lena, kamu kagetin Bapak aja deh, jadi jelek kan fotonya, ini bukan narsis, tapi absensi!" sahut Pak Jarot.
"Oh, gitu Pak, maaf yah, kalau gitu Pak, oh, iya, yang kemarin saya terima kasih ya Pak, berkat Bapak bilang ke kepala sekolah, Lena jadi dapat sepatu." Sahut Lena.
"Iya, sama-sama Lena, syukurlah, kamu sudah pakai sepatunya, Ibu kamu gimana kabarnya? sehat Lena?" tanya Pak Jarot.
"Alhamdulillah, baik Pak! emang Bapak kemarin ketemu Ibu saya?" tanya Lena.
"Iya, Ibu kamu cantik yah, seperti kamu, salam buat Ibu kamu!" sahut Pak Jarot tersenyum dan sambil berjalan.
Pak Jarot bilang Ibu cantik? wah, jangan-jangan Pak Jarot naksir Ibu, tapi Ibu emang cantik, meskipun sudah tua, masih awet muda.
Lena melihat Mega berjalan lesu. Lena langsung menghampirinya. Lena melihat kesedihan pada Mega.
"Mega! lo kenapa? jalan nunduk aja! sampai gak lihat gue? Lo, na-nangis?" tanya Lena.
"Gak apa-apa Lena, gue hanya kesal sama Dimas, dia gak pernah anggap gue pacarnya, Dimas dingin banget sama gue Lena, chat, telepon, video call aja gak pernah! hiks-hiks." Sahut Mega berhenti dan menatap Lena.
"Lo jangan nangis yah, biar gue bilang nanti sama Dimas! jangan seenaknya mainin hati orang, lo yang sabar yah, nanti gue bantu!" sahut Lena.
"Makasih ya Lena, tolong bantu gue! lo emang sahabat terbaik gue!" sahut Mega memeluk Lena.
"Sama-sama, udah, jangan nangis! jelek, ntar cantik lo hilang!" sahut Lena tersenyum dan menghapus air mata Mega.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1