Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 26


__ADS_3

Wina dan Lena akhirnya keluar gerbang. Wina Dan Lena melihat Genta sedang tersenyum di motornya. Setelah menghampiri Genta, Wina pamit pada Lena dan Genta.



"Len, kayanya motornya ganti lagi tuh! keren banget, so sweet!" sahut Wina.


"Bisa aja lo!" sahut Lena.


"Kak, Lena, aku duluan yah!" sahut Wina.


"Oh, iya, hati-hati yah Win!" sahut Lena.


"Hati-hati!" sahut Genta.


"Sayang, kok kamu keluar cuma berdua doang? Mega mana?" tanya Genta.


"Emang Kakak gak lihat dia keluar?" tanya Lena.


"Enggak, atau akunya aja kali yang gak lihat!" sahut Genta.


"Masa sih Kak?" tanya Lena.


"Udah, gak apa-apa sayang, naik yuk! kita pamit sama Ibu kamu, kamu ganti baju yah! aku mau ajak kamu jalan-jalan sama ngenalin kamu ke teman aku!" sahut Genta memegang tangan Lena.


"Iya Kak," sahut Lena.


"Tunggu! kok rok kamu kotor sih? kenapa?" tanya Genta.


"Tadi ketumpahan kuah bakso, biasa ada yang usil!" sahut Lena.


"Siapa sih orangnya? aku pengen tegur! bisa-bisanya dia jahatin cewek aku!" sahut Genta.


"Udah Kak, gak apa-apa, dia juga udah diskors kok." Sahut Lena.


"Bagus lah!" sahut Genta.


🌷🌷🌷🌷


Genta dan Lena akhirnya berangkat. Lena memegang pinggang Genta, Genta langsung menariknya sambil memegang tangan Lena dan menyetir motor. Kebetulan Pak Dirga melihat Lena bersama cowok lain, Pak Dirga hanya memandangi Lena dari kejauhan.



Oh, ternyata itu pacarnya Lena. Dirga, sadar Dirga, cari yang lain. Kenapa lihat Lena sama cowok lain hati ngerasa sakit yah! padahal baru kenal, tapi kenapa ada perasaan begini.


"Eh, kalian pada ngapain? ngintipin siapa?" tanya Pak Dirga ke Ferdi dan teman-temannya.


"Enggak Pak!" sahut Ferdi dan teman-temannya.


"Ya udah, kalian pulang! masuk pagi kan?" tanya Pak Dirga.


"Iya, Pak, permisi!" sahut Ferdi dan teman-temannya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Lena merasa bergetar saat Genta menarik tangannya dan memeganginya. Lena dan Genta udah mulai merasakan cinta dan merasa tidak mau berpisah.


"Sayang, tangan kamu kenapa jadi dingin dan keringatan gini?" tanya Genta.


"Gak apa-apa Kak, aku boleh bilang gak?" tanya Lena.


"Kamu mau bilang apa?" tanya Genta.


"Aku mau bilang, kalau aku, sayang banget sama Kak Genta!" sahut Lena.


"Apa? boleh aku dengar sekali lagi!" minta Genta.


"Aku sayang sama Kak Genta!" sahut Lena.


"Alhamdulillah, aku benar-benar senang dengarnya sayang, aku juga sayang banget sama kamu... Lena!" sahut Genta berteriak dan mencium tangan Lena.


Saat Lena dan Genta berjalan, tiba-tiba hujan mengguyur badan mereka. Genta mencari tempat yang bisa berteduh. Genta meminta maaf pada Lena, harusnya dia bawa mobil bukan motor, Lena kedinginan, dan memberikan jaketnya untuk Lena. Genta mengusap tangan Lena juga biar tidak kedinginan.


"Sayang, dingin yah!" sahut Genta.


"Iya Kak, banget!" sahut Lena menggigil dan Genta memakaikan jaket Ke Lena.


"Sini tangan kamu, biar gak dingin, katanya harus diusap, kaya gini!" sahut Genta tersenyum menatap Lena, Lena pun menatap Genta dengan senyuman.


"Makasih ya Kak." Sahut Lena tersenyum.


"Maafin aku yah, harusnya aku gak bawa motor, kalau aku bawa mobil, kamu gak akan kehujanan!" sahut Genta.


"Benar, kadang hujan juga sering disalah artikan lho, banyak orang yang mengira hujan bawa bencana, tapi bagi aku hujan menjadi saksi, kalau aku dan kamu selalu bersama!" sahut Genta.


"Kak Genta suka puisi?" tanya Lena.


"Suka, tapi puisi aku gak nyambung yah! kamu juga suka puisi yah?" sahut Genta.


"Suka banget Kak, setiap aku sedih, senang, aku selalu menulis puisi, ya sama, meskipun puisi aku gak nyambung, tapi buat menghibur aja!" sahut Lena.


"Kita sama yah, semoga kita jodoh dan Allah selalu menyatukan kita!" sahut Genta.


"Aamiin..." sahut Lena.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama Genta merasakan sakit di kepalanya. Lena langsung mengambil obat di tas Genta, sambil berlinang air mata karena panik.


"Aaw... Akh... kepala aku sakit sayang!" sahut Genta.


"Astaghfirullah, Kak Genta kambuh lagi yah!" sahut Lena.


"Sakit sayang, sakit, uuhh..." teriak Genta kesakitan.

__ADS_1


"Hiks-hiks-hiks, Kak Genta minum yah! apa harus ke Dokter? aku minta bantuan sama orang ya Kak!" sahut Lena.


"Jangan sayang! aku gak mau ngerepotin orang lain! hiks-hiks-hiks," sahut Genta.


Lena langsung meminumkan obatnya ke Genta. Genta tidur di paha Lena, sambil menunggu hujan berhenti. Karena kalau habis minum obat pasti Genta akan tertidur. Lena terus berlinang air mata mengusap kepala Genta yang pucat.


Ya Allah, tolong sembuhkan kekasih Lena, hilangkan rasa sakitnya ya Allah, hiks-hiks-hiks, Lena sudah mencintainya, jangan ambil dia dari hidup Lena, Lena gak sanggup kalau kehilangan Kak Genta.


"Kak, Kak bangun Kak! Kak Genta! hiks-hiks." Panggil Lena sambil menangis.


"Jangan teriak-teriak sayang, aku belum mati, aku gak apa-apa sayang, jangan sedih, jangan nangis, aku janji buat sembuh sayang!" sahut Genta membuka matanya sambil tersenyum ke Lena.


"Hiks-hiks-hiks, aku gak bisa senyum, kalau Kak Genta sakit begini! Kak Genta harus janji bakal sembuh buat aku! hiks-hiks-hiks, aku minta pada Tuhan Kak, biar aku aja sebagai gantinya, biar aku yang ngerasain sakit Kak Genta, hiks-hiks-hiks." Sahut Lena sambil menggenggam tangan Genta.


"Sssttt, kamu jangan bicara seperti itu, aku pasti sembuh sayang, aku mau kamu senyum yah! jangan nangis lagi, aku baik-baik aja sayang, senyum!" minta Genta sambil menghapus air mata Lena.


"Hmmm..." Lena berusaha tersenyum.


"Makasih sayang, aku boleh minta satu permintaan!" minta Genta.


"Apa Kak?" tanya Lena.


"Panggil aku sayang, atau Yang, jangan Kak lagi, kamu mau kan?" tanya Genta.


"Aku mau!" sahut Lena.


"Coba aku mau dengar dari bibir kamu!" minta Lena.


"I love you sayang, hiks-hiks," sahut Lena.


"Alhamdulillah, i love you to sayang, makasih yah! jangan nangis!" sahut Genta tersenyum.


"Sama-sama Yang." Sahut Lena.


🌷🌷🌷🌷


Genta berusaha untuk duduk pelan-pelan, sambil menahan rasa sakitnya sambil tersenyum. Genta menahan rasa sakitnya demi Lena, karena Genta gak mau Lena khawatir dan nangis lagi. Gak terasa banyak orang berdatangan sambil meneduh. Orang-orang hanya melirik Genta dan Lena.


"Sayang, kamu kalau sakit jangan duduk! biarin tiduran aja dulu!" minta Lena.


"Aku gak apa-apa sayang, gak enak, kamu lihat deh, pada ngelihatin kita!" sahut Genta.


"Biarin aja, kamu kan lagi sakit! aku gak peduli mereka ngelihatin." Sahut Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta

__ADS_1


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta gadis bisu


__ADS_2