
"Aduh gimana ya Dok? harus dijawab sekarang?" tanya Bu Yani malu-malu.
"Iya Bu, Ibu kan sudah janji sama saya buat menjawab hari ini!" ucap Dokter Gunawan tersenyum.
"Saya belum bicara ke Lena Dok, dia setuju atau enggaknya." Ucap Bu Yani.
"Kemarin kan Lena bukannya sudah bilang, semua terserah di Ibu. Bu Yani gak usah khawatir sama saya, saya akan bahagiakan Ibu dan Lena sebisa dan semampu saya. Agar saya bisa selalu melindungi Ibu dan Lena." Ucap Dokter Gunawan.
Apa saya terima aja yah? agar Lena bahagia dan tidak dihina oleh orang lain lagi. Semua demi kebaikan Lena.
"Bu Yani, gimana? terima atau enggak?" tanya dan tatap Dokter Gunawan tersenyum.
"Sa-saya terima Dok!" ucap Bu Yani.
"Alhamdulillah, serius Bu?" tanya Dokter Gunawan.
"Iya Dok." Ucap Bu Yani.
"Alhamdulillah, makasih yah. Saya janji gak akan buat kamu kecewa! boleh saya panggil kamu dengan Dek? mulai hari ini kamu juga jangan panggil saya Dokter lagi." Ucap Dokter Gunawan.
"Terus saya harus panggil apa?" tanya Bu Yani.
"Mas aja!" ucap Dokter Gunawan.
****
Di rumah sakit Australia. Genta langsung sadar dan membuka matanya, dia kaget ada di sebuah rumah sakit yaitu Australia saat Dokter dan Suster menghampirinya.
"Genta! kamu sudah sadar?" tanya Bu Susi.
"Syukurlah Genta, kamu sudah sadar." Ucap Pak Miko.
"Mah, Pah, aku di mana? tempat ini merasa asing sekali." Ucap Genta dengan suara seraknya. Gak lama Dokter dan Suster datang menyapa Genta, Mamah dan Papahnya.
"Morning All." Ucap Dokter menyapa mereka.
"Morning Doc." Jawab Bu Susi dan Pak Miko.
"Saya di mana? Mah, Pah, Dokter, Suster." Tanya Genta.
"Sekarang kamu di Australia sayang, kamu habis operasi." Ucap Bu Susi.
"Apa? Australia? kenapa Mamah bawa Genta ke sini? hiks-hiks-hiks..." ucap Genta.
"Dokter Fadil mengharuskan kamu pengobatan di sini Nak." Ucap Pak Miko.
"Genta, let me check first." Dokter ingin memeriksa kondisi Genta.
"Oke!" ucap Bu Susi.
"Dok, when can I come home?" tanya Genta ke Dokter.
"Another week." Jawab Dokter.
"What?" Genta kaget saat Dokter bilang seminggu lagi baru bisa pulang.
__ADS_1
"Because your condition is still weak, and you still need treatment here." Ucap Dokter.
Ya Allah, gimana dengan Lena di Indonesia? pasti dia sedih aku ke Australia. Ya Allah, lindungi dia.
"Are you oke?" tanya Dokter.
"Fine Doc." Jawab Genta.
"Okay, have a good rest. excuse me Genta." Ucap Dokter permisi keluar.
"Okay, thank's Doc." Ucap Genta.
Saat Genta ingin menyisir rambut, rambut Genta rontok semua. Genta menangis dan terkejut melihat rambutnya yang rontok banyak saat disisir.
Kenapa ini? kenapa rambut gue pada rontok?
"Mamah...." teriak Genta.
"Sayang, kenapa kamu?" tanya Bu Susi.
"Hiks-hiks-hiks.... kenapa dengan rambut Genta Mah, Pah, kenapa?" tanya Genta menangis.
"Ini efek pasca operasi Nak. Kamu yang sabar yah! kamu pasti sembuh setelah ini!" ucap Pak Miko.
"Iya Nak, yang sabar yah!" ucap Bu Susi.
"Astaghfirullah, kenapa Mamah dan Papah tega sama Genta! kenapa? harusnya Genta gak usah Mamah dan Papah bawa ke sini! kalau akhirnya seperti ini! hiks-hiks-hiks...." ucap Genta.
"Mamah gak mau kamu sakit tambah parah sayang, jadi Mamah dan Papah nekat bawa kamu ke sini, agar kamu sembuh." Ucap Bu Susi.
Bu Susi dan Pak Miko keluar dari ruangan Genta. Genta terus menangis. Genta takut, Lena takut dan menghindari Genta yang sudah hampir botak ini.
Lena, gimana perasaan kamu kalau kamu tahu aku seperti ini? kamu pasti menjauhi aku, hiks-hiks-hiks....
****
Bel pulang berbunyi. Semua Anak-anak berhamburan keluar kelas. Lena masih duduk di bangku dan menangis. Dia mencoba menghubungi Genta tapi gak bisa, chat pun gak dibalas. Lena benar-benar rindu dan khawatir dengan keadaan Genta.
"Lena, ayo pulang!" ajak Wina, Mega, Dimas dan yang lainnya.
"Iya Lena, ini kelas mau di tempatin sama Anak 3A." Ucap Wina.
"Lena, biar gue antar pulang yah!" tawar Ferdi.
"Enggak! gue bawa mobil, sama gue aja dan Mega. Lo jangan modus!" ucap Dimas.
"Kamu bawa mobil?" tanya Mega.
"Iya." Ucap Dimas.
"Gue mikirin Kak Genta. Sampai sekarang belum ada kabar." Ucap Lena.
"Ya udah, lo gak usah khawatir. Nanti gue cari tahu infonya dari Bokap-Nyokap gue yah! sekarang kita pulang yuk! Wina lo mau bareng juga?" sahut Mega.
"Iya deh, boleh." Ucap Wina.
__ADS_1
"Ferdi, maaf yah! gue bareng Mega dan Dimas." Ucap Lena.
"Iya gak apa-apa. Kalau lo butuh bantuan apapun, gue siap nolongin lo Len." Ucap Ferdi tersenyum.
"Makasih Fer." Ucap Lena.
Akhirnya, Lena dan Wina diantar pulang oleh Dimas dan Mega. Di sepanjang jalan, Lena hanya melamun dan memandangi foto Genta di ponselnya. Lena meneteskan air mata gak kuat menahan rindu dan khawatirnya pada Genta.
"Lo yang sabar ya Len, gue yakin Kak Genta pasti sembuh saat dia balik ke Indonesia. Lo jangan nangis lagi dong! kita seminggu lagi mau ujian lho." Ucap Mega.
"Iya Len, jangan sampai nilai ujian lo hancur." Ucap Wina.
"Iya Wina, Mega." Ucap Lena.
Kasihan lo Lena, gue sebagai sahabat sejak kecil lo, gak bisa apa-apa. Maafin gue Lena.
Akhirnya, Lena sampai di rumah. Masih ada Dokter Gunawan yang sedang mengobrol dengan Ibunya Lena.
"Assalamu'alaikum." Salam Lena mencium tangan Bu Yani dan Dokter Gunawan.
"Wa'alaikumsalam. Jawab Bu Yani dan Dokter Gunawan.
"Eh, Lena sudah pulang. Lemas banget Nak? kenapa?" tanya Bu Yani.
"Hiks-hiks-hiks..." Lena menangis dipelukan Bu Yani.
"Ya ampun, kenapa kamu Nak? kok nangis?" tanya Bu Yani.
"Maafin Lena Ibu, Lena gak bisa nurut sama Ibu. Lena gak bisa lupain Kak Genta, Lena cinta sama Kak Genta Bu, jangan larang Lena buat bersama dengan Kak Genta." Ucap Lena.
"Tapi, keluarga Genta sudah menghina kita Nak!" ucap Bu Yani.
"Kak Genta sakit Bu, sekarang dibawa ke Australia. Untuk dioperasi. Lena khawatir." Ucap Lena.
"Apa Lena? Genta dibawa ke Australia? dasar orang tua gila! kenapa Genta gak dibawa ke rumah sakit saya? kenapa harus ke Australia? saya masih bisa nanganin Genta dan gak perlu operasi. Astaghfirullah..." ucap Dokter Gunawan.
"Gimana Kak Genta kalau sampai terjadi apa-apa Dok? Bu? gimana?" tanya Lena.
"Sabar sayang, sabar! kamu banyak berdoa aja yah! semoga gak terjadi apa-apa dengan Genta. Kamu harus kuat dan semangat! Ibu gak mau, ujian kamu nanti terganggu gara-gara mikirin Genta." Saran Bu Yani.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA GADIS BISU
- CINTA COWOK DINGIN
- DIARY ASMARA
- MUSLIMAH LOVE PRAYER
__ADS_1