
"Ya ampun, so sweet..." sahut Mega.
"Sayang, jangan bucin gitu ah, malu!" sahut Lena.
"Biarin aja sayang, gak peduli apa kata orang-orang tentang kita!" sahut Genta.
Gak lama Dimas dan Ferdi berlari karena kelakuan Anak Baru yang bernama Doyok. Lena dan Mega kaget mendengar cerita Dimas dan Ferdi.
"Tega banget sih kamu, ninggalin aku!" sahut Dimas.
"Parah, parah tuh Anak baru, ngeri!" sahut Ferdi.
"Kenapa sih, kalian pada lari-lari? bukannya kalian bantuin Doyok?" tanya Lena.
"Lo tahu gak Len, ternyata, si Doyok itu, ada kelainan, dia suka sama lelaki!" sahut Dimas.
"Masa sih?" tanya Mega.
"Iya Lena, gue nyerah, ih... kedipin mata segala! kenapa dia harus masuk ke kelas kita sih!" sahut Ferdi.
"Serius?" tanya Lena.
"Iya Lena, buat apa gue bohong!" sahut Dimas.
"Emang, ada Anak baru sayang?" tanya Genta.
"Ada, dia tuh kaya gimana yah, tadi diselengkat aja sama Chika nangis." Sahut Lena.
"Serem banget!" sahut Genta.
"Motor gue di dalam lagi, gimana dong!" sahut Dimas.
"Mobil gue juga di dalam." Sahut Ferdi.
"Kita gimana sayang? nunggu Niko sama Wina ke sini?" tanya Lena.
"Iya sayang, kasihan, Niko gak bawa kendaraan." Sahut Genta.
"Eh, noh dia keluar! bawa sepeda! ih..." sahut Dimas.
"Gue di sini ah..." sahut Ferdi.
"Kalian gak usah ngumpet gitu sih." Sahut Lena.
"Serem Len." Sahut Mega.
"Doyok! udah mau pulang?" tanya Lena.
"Iya Lena, kamu lihat Dimas sama si gondrong gak? gue lupa namanya!" sahut Doyok.
"Kenapa emang?" tanya Lena.
"Dia tinggalin aku Lena, cuma aku goda kedipin mata aja! udah kaya setan aja lihat aku dia!" sahut Doyok.
"Doyok! jangan macam-macam yah, Dimas pacar gue! lo masih baru di sini!" sahut Mega kesal.
"Ga, udah! sabar, ih..." sahut Lena.
"Maaf kalau gitu! duluan yah!" sahut Doyok.
"Iya juga sih, logatnya serem, ha-ha-ha." Sahut Genta.
__ADS_1
"Ssssttt... sayang, gak boleh ah, Mega, lo jangan gitu, jadi sakit hati tuh!" sahut Lena.
"Biarin aja! sayang! keluar! udah gak ada!" sahut Mega.
"Alhamdulillah, seram banget!" sahut Dimas.
"Lena, Kak, duluan yah! mau ambil mobil!" sahut Ferdi.
"Iya Fer!" sahut Lena tersenyum.
"Jangan lebar-lebar senyumnya!" minta Genta.
"Apa sih, sayang!" sahut Lena.
"Sana kamu ambil motor!" minta Mega.
"Kamu mau minum dulu gak sayang, sambil nunggu Niko!" sahut Genta.
"Mau!" sahut Lena.
"Mega juga dong!" minta Mega.
"Harusnya sama cowok kamu! ya udah, pesan aja sana!" sahut Genta.
Gak lama, Chika lewat, seperti kenal dengan mobil itu. Itu mobil Niko kemarin, padahal bukan. Chika tersenyum pada Genta, tapi Genta malah buang muka.
"Mas, Mas temannya Niko yah!" sahut Chika.
"Lena! lihat Len, Kak Genta di dekatin Chika!" sahut Mega.
"Benar-benar yah, Chika." Sahut Lena.
"Lo mau ngapain Chika! ini cowok gue, lo mau dekatin cowok gue? sayang, ini Lho, yang suka bully aku di sekolah!" sahut Lena.
"Oh, ini? aku gak tahu sayang, Mba, Mba yang suka bully pacar saya Lena yah! tolong yah, jangan pernah Mba bully cewek saya lagi! kalau sampai dia kenapa-kenapa, saya gak akan tinggal diam!" bentak Genta.
"Sudah sayang, ayo! kita duduk dulu aja!" minta Lena.
Chika diam dan langsung jalan. Chika kesal kenapa semua berpihak pada Lena. Gak ada satu orang pun yang peduli padanya.
"Dia juga yang godain Niko, sampai Wina marah." Sahut Mega.
"Mega! ayo!" ajak Dimas.
"Lena, Kak Genta, Mega duluan yah!" sahut Mega.
"Iya, hati-hati!" sahut Lena.
"Hati-hati yah! jangan malam-malam! kalau bisa pulang dulu, izin sama Mamah!" minta Genta.
"Iya Kak, Len, bye!" sahut Mega tersenyum sambil melambaikan tangan.
Ferdi pun berjalan dengan mobilnya. Ferdi sakit hati, Lena bersama Genta. Wajahnya memerah dan sambil mengegas mobil.
"Woi... biasa aja dong!" sahut Mega kaget.
"Emang perlu dihajar tuh orang!" sahut Dimas.
"Udah! udah!" sahut Mega.
Sakit banget gue, kalau setiap hari, harus lihat Lena sama pacarnya itu. Udah di rumah pusing sama Adik tiri, di sini sakit hati.
__ADS_1
"Sayang, kamu coba call Niko!" minta Lena.
"Gak diangkat sayang." Sahut Genta.
"Sama, Wina juga!" sahut Lena.
Gak lama, Pak Dirga datang, Pak Dirga membeli es jeruk, karena di kantin habis es batunya. Pak Dirga habis lari dan mengajar Anak-anak. Pak Dirga kaget dan merasa cemburu melihat Lena dan cowoknya.
"Hai, Lena! kok di sini? belum pulang?" tanya Pak Dirga tersenyum dan melirik ke Genta.
"Belum Pak, lagi nunggu teman, oh, iya, ini pacar saya Pak!" sahut Lena memperkenalkan.
"Oh, ini pacarnya!" sahut Pak Dirga seperti berlinang air mata.
Oh, jadi ini, Pak Guru olahraga yang suka sama Lena, seperti apa yang diceritakan Mega, sepertinya dari tatapannya benar, dia suka sama Lena, awas aja macam-macam.
"Sayang, sebaiknya, kita berangkat sekarang, nunggu Niko lama, panas di sini!" sahut Genta.
"Kata kamu nunggu di sini dulu!" sahut Lena.
"Gak jadi, kelamaan! ayo!" Genta menarik tangan Lena.
"Pak, duluan yah!" sahut Lena.
"Iya, iya, hati-hati!" sahut Pak Dirga.
"Sayang, kamu kenapa sih? kok, tiba-tiba narik aku?" tanya Lena.
"Aku gak suka lihat tatapan mata dia mandang kamu!" sahut Genta.
"Ya ampun, kamu cemburu sama Pak Dirga? dia emang begitu sayang, terlalu ajer dan sopan, kamu jangan suhuzon gitu dong!" sahut Lena.
"Kamu gak tahu, perasaan dia itu, suka sama kamu! kalau Dimas atau Ferdi, aku gak masalah, kalau dia, aku gak suka! aku cemburu!" sahut Genta.
"Sini, sayang, aku ngerti, kamu cemburu, tapi sikap kamu jangan terlalu menonjol, mau dia suka, cinta, aku tetap gak peduli sama dia! karena, apa? cinta aku sudah dimilikin kamu, gak akan bisa terganti oleh siapa pun." Sahut Lena.
"Tetap aja, rasa ini, gak bisa aku bohongin sayang, kenapa sih, harus dia gurunya! kenapa gak tua aja!" sahut Genta.
"Kamu gak boleh gitu sayang, dia juga kan bekerja, masa kita yang tentuin, kan Allah yang udah tentuin!" sahut Lena.
"Kamu janji, kalau pelajaran olahraga, kamu jangan main-main sama guru itu!" minta Genta.
"Iya sayang, jangan terlalu posesif ah, gak baik!" sahut Lena.
"Karena aku, gak mau kehilangan kamu!" sahut Genta.
"Sama sayang." Sahut Lena.
Ya Allah, hati aku kenapa bergetar dan panas begini, apa aku cemburu lihat Lena bersama cowoknya, kenapa aku bisa gila begini, kenapa aku bisa suka sama murid sendiri, gila, gila.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1