Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 12


__ADS_3

"Apa Mega? lo ngorbanin perasaan lo sendiri Len, biar gue nanti bilang sama Mega!" sahut Dimas.


"Kalau lo bilang, gue bakal marah sama lo! dan gak mau kenal lagi sama lo!" sahut Lena.


"Len," sahut Dimas.


"Dimas! lepasin! sekarang lo duduk depan! cepat!" sahut Lena melepas tangannya dari genggaman Dimas.


"Len," sahut Dimas.


Anak-anak yang di hukum karena nilai anjlok telah kembali ke kelas. Mega menegur Dimas dan kaget melihat Dimas ada di meja Lena.


"Dimas, lo ngapain? bukan di sini sama gue?" tanya Mega.


"Tadi dia cuma nanya soal matematika doang Ga, sama ngobrol aja, bete katanya di depan gak ada lo!" sahut Lena.


"Minggir Dim!" sahut Wina.


"Ah..." sahut Dimas bangun dengan raut wajah kesal.


"Untuk ulangan minggu depan, bagi kalian yang anjlok lagi nilainya, Ibu akan suruh kalian membersihkan toilet! sepakat yah!" sahut Bu Patmi.


"Bu, jangan dong! masa setiap anjlok bersihin toilet," sahut Ferdi.


"Biar kamu gak anjlok lagi, dan semangat belajar, dan yang nilainya anjlok, bisa ulangin nilai kalian belajar sama yang nilainya bagus, Ibu kasih kelompok berdua-dua aja yah!" sahut Bu Patmi.


"Ferdi kamu dengan Lena, Mega dengan Dimas," Bu Patmi terus menyebutkan kelompok selanjutnya.


"Bu, masa saya sama Anak tukang gorengan Bu? yang benar aja!" bantah Ferdi.


"Ferdi! mau kamu saya hukum lagi?" bentak Bu Patmi.


Kenapa Lena sama Ferdi sih? Ah...


"Bu..." panggil Chika.


"Apa? mau protes juga?" tanya Bu Patmi.


"Enggak." Sahut Chika.


"Masa gue sama Riki, ngeselin banget sih, nih Guru! rasanya gue pengen lempar penggarisan," sahut Chika.


🌷🌷🌷🌷


Akhirnya, mereka belajar bersama. Lena mengajari Ferdi, gak lama Ferdi memperhatikan Lena, dan hatinya Ferdi bilang, Lena cantik. Dimas memperhatikan Lena dan Ferdi dengan raut wajah kesal.


Lena ternyata cantik juga kalau di perhatiin, meskipun dia hanya Anak tukang gorengan, aduh, kok gue jadi terpesona gini sama dia ya.


"Ferdi, lo perhatiin gue gak sih?" tanya Lena.


"Hmmm... iya," sahut Ferdi.


"Dimas, lo kenapa sih? kok gelisah banget," sahut Mega.


"Gak apa-apa kok, lanjut lagi ayo!" sahut Dimas.


Ferdi kaya terpesona gitu sama Lena, awas aja macam-macam sama Lena.


"Lo ngerti gak sekarang?" tanya Lena.


"Ngerti, ngerti!" sahut Ferdi.


Aduh, kok jadi gak fokus begini sih? sadar Ferdi, sadar, gak mungkin lo naksir sama Anak tukang gorengan.


"Ferdi! lo yang fokus dong! gue udah baik sama lo yah, mau ngajarin lo, meskipun lo jahat sama gue!" sahut Lena.


"Thanks ya Lin," sahut Ferdi tersenyum.


"Kenapa sih, nih orang aneh banget, malah senyum-senyum gitu." Sahut Lena.

__ADS_1


"Eh, lo ngajarin yang benar dong! waduh, jangan-jangan lo nilai bagus nyontek yah, ngaku lo!" sahut Chika ke Riki.


"Lo mau diajarin gak? kalau gak mau tinggal bilang Bu Patmi, ribet banget, masih mending gue mau ngajarin lo!" sahut Riki marah-marah.


"Riki ada apa?" tanya Bu Patmi.


"Gak ada apa-apa Bu," sahut Riki.


Kalau di lihat-lihat ganteng juga Riki, masih cool Riki dibanding Dimas yang cungkring.


🌷🌷🌷🌷


Bel pulang pun berbunyi. Dimas dan Mega menghampiri Lena.


"Len, serius gak ikut?" tanya Mega.


"Enggak Ga, udah sana!" sahut Lena.


"Wina, lo juga gak ikut?" tanya Mega.


"Enggak deh, Len gue kan bawa motor, lo sama gue yah!" sahut Wina.


"Oke, gue duluan yah! Ayo Dim!" ajak Mega.


"Len, duluan!" sahut Dimas masih memperhatikan Lena yang membetulkan tali sepatu.


"Iya Dim!" sahut Lena.


Saat Mega dan Dimas keluar dengan mobilnya, Mega dan Dimas melihat mobil Genta.


"Dim, bentar! itu ada saudara gue!" sahut Mega.


Mau ngapain sih, orang itu ke sini terus, pasti mau dekatin Lena.


"Kak, udah dari tadi?" tanya Mega.


"Baru aja," Genta melirik ke arah Dimas, Genta kesal pada Dimas saat Dimas bikin nangis Lena.


"Mau nemenin Dimas tanding basket, Kak Genta nunggu Lena?" tanya Mega.


"Ha-ha-ha, iya, gak apa-apa kan, pastinya saya gak pernah buat cewek menangis!" sindir Genta ke Dimas.


Apaan maksudnya sih tuh, nyindir gue, tengil banget gayanya.


"Lena masih di dalam Kak, tunggu aja, Mega duluan ya Kak, bye!" sahut Mega.


Gak lama Lena keluar dengan Wina. Genta tersenyum pada Lena. Lena kaget melihat ada Genta lagi.


"Win, ada Kak Genta, gimana dong?" tanya Lena.


"Ya, biarin kenapa? mau ketemu lo kali," sahut Wina.


"Hai," sapa Genta.


"Hai, Kak," sahut Wina.


"Kak Genta nunggu siapa?" tanya Lena.


"Nunggu kamu, emang gak boleh?" tanya Genta tersenyum.


"Len, gue duluan yah, Kak Genta, Wina duluan!" sahut Wina.


"Win, gue ikut!" panggil Lena.


"Lena!" Genta menarik tangan Lena.


"Kamu sama aku aja yah, aku udah jauh-jauh lho, nunggu kamu," sahut Lena.


"Tapi..." sahut Lena.

__ADS_1


"Sssttt... ayo naik!" Genta membuka pintu mobil dan menyuruh Lena masuk ke dalam mobil.


🌷🌷🌷🌷


Lena dan Genta dekat dan merasa nyaman. Genta yang tadinya sulit bercanda saat kehadiran Lena jadi sering bercanda.


"Aku gak ngerepotin Kak Genta? setiap hari nebeng terus?" tanya Lena.


"Gak pernah ngerepotin kok, malah aku senang, aku punya teman yang bisa buat aku nyaman." Sahut Genta.


"Alhamdulillah, kalau aku bisa buat Kak Genta nyaman." Sahut Lena.


"Kak, kita mau kemana? kok arahnya beda?" tanya Lena.


"Tadi aku udah izin sama Ibu kamu, buat ajak kamu jalan-jalan, Ibu kamu izinin, mau yah!" sahut Genta.


"Serius Kak?" tanya Lena.


"Serius!" sahut Genta.


"Tapi kita mau kemana?" tanya Lena.


"Kita lihat aja nanti yah!" sahut Genta.


Lena dan Genta sampai di taman yang begitu indah. Genta membayar tiket untuk masuk taman tersebut.


"Ayo!" ajak Genta memegang tangan Lena.


"Maaf Kak, jangan dipegang gak enak!" sahut Lena.


"Sory!" sahut Genta tersenyum.


Lena dan Genta sampai di taman itu, Lena terpesona dan sangat senang melihat keindahannya. Lena sangat berterima kasih pada Genta sudah membuat hatinya senang.



"Wow, indah sekali Kak, makasih yah, udah buat aku senang." Sahut Lena tersenyum.


Aku akan selalu buat kamu tersenyum. suatu saat nanti aku bakal nyatain cinta sama kamu, meskipun sakit walau kamu tolak.


"Kok melamun Kak?" tanya Lena.


"Kamu adalah orang pertama yang aku ajak ke sini, saat aku sedih, galau, ini tempatku, kamu ikut aku yuk! ke tempat yang setiap hari aku merenung." Ajak Genta.


"Ayo naik!" ajak Genta.


"Tinggi, aku takut!" sahut Lena.


"Coba kamu pejamkan aja sambil pegang tangan aku aja! kalau sampai di atas, baru buka mata kamu," sahut Genta.


Lena perlahan naik ke atas bukit yang indah, sambil memejamkan mata. Saat sampai di atas Lena kaget, spontan memeluk Genta.


"Maaf Kak, aku takut sekali!" sahut Lena.


"Gak apa-apa, coba kamu tarik nafas, buka mata kamu pelan-pelan, gak akan jatuh, kan ada aku!" sahut Genta.


"Iya, Kak," sahut Lena.


"Gimana? masih takut?" tanya Genta.


"Enggak Kak," sahut Lena meski sedikit agak takut.


🌷🌷🌷🌷


Genta duduk termenung sambil memperhatikan pemandangan di bawah. Genta seperti banyak pikiran karena Mamahnya dan penyakitnya. Lena langsung menghampirinya perlahan karena takut ke tinggian.



Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2