
"Heh, mau lo bawa kemana Chika? lepasin gak!" sahut Ferdi.
"Lo diam! gak usah ikut campur! mau sekalian lo gue bawa ke ruang BK? mau lo!" sahut Dimas.
"Ferdi bantuin gue dong Fer! Dimas lepas! sakit!" teriak Chika.
🌷🌷🌷🌷
Bel pun berbunyi, Ferdi malah masuk kelas tidak mau menolong Chika. Chika terus memberontak pada Dimas.
"Dimas! lo gila yah! udah masuk ini! pelajaran Bu Patmi, Dimas!" sahut Chika.
"Permisi!" sahut Dimas mengetuk pintu ruangan BK Pak Jarot.
"Ada apa ini? Dimas, Chika, kenapa kalian di sini? bukan sudah bel masuk!" sahut Pak Jarot.
"Saya mau Bapak hukum Chika!" sahut Dimas.
"Kenapa hukum Chika? Chika kenapa Dimas?" tanya Pak Jarot.
"Chika sudah bersikap semena-mena pada Lena Pak, Chika membuang buku Lena, menginjak-injak buku Lena, jadi saya mau Bapak hukum dia!" sahut Dimas.
"Benar itu Chika? kelewatan sekali kamu! kamu siapa emang, berani bersikap seperti itu! kamu punya sekolah ini? ya sudah, Dimas, Bapak bangga sama kamu, jika ada yang salah, kamu harus bawa ke ruangan Bapak, kamu sekarang masuk kelas, biar Chika Bapak yang urus!" sahut Pak Jarot.
"Baik Pak, terima kasih!" sahut Dimas.
"Dimas! gue gimana? Dimas!" teriak Chika.
Dimas berlari ke arah kelas, ternyata Bu Patmi sudah ada di dalam kelas. Bu Patmi menegur Dimas.
"Permisi!" sahut Dimas.
"Dari mana aja kamu Dimas?" tanya Bu Patmi.
"Habis ngantar Chika ke ruang BK Bu." Jawab Dimas.
"Ngantar Chika? emang kenapa dengan Chika?" tanya Bu Patmi.
"Chika udah bully Lena Bu, buku Lena dibuang dan diinjak-injak, saya langsung tarik Chika ke BK supaya jera." Sahut Dimas.
"Kebangetan banget sih Chika itu! Lena, buku kamu tapi gimana? kotor pasti?" tanya Bu Patmi.
"Sedikit Bu, gak apa-apa!" sahut Lena.
"Kamu makasih dong, sama Yayang kamu, udah bantuin kamu nih, Ibu bangga sama kamu Dimas, lain kali jika ada teman-teman kamu yang salah, langsung bawa ke BK!" sahut Bu Patmi.
"Saya boleh duduk Bu!" sahut Dimas.
"Boleh dong! masa gak boleh, ya gak Lena?" Bu Patmi meledek Lena sambil tersenyum.
Bu Patmi kenapa jodohin Dimas sama Lena mulu sih, ih... jadi sebal.
Raut wajah Mega kesal dan cemberut. Sedangkan raut wajah Dimas ceria dan tersenyum pada Lena. Lena tidak membalas senyuman Dimas, hanya menatap Dimas saja.
Makasih Dimas, lo udah bantu gue, tapi gue gak bisa cinta sama lo lagi, gue harus benar-benar hapus cinta gue ke lo dan menggantinya dengan Kak Genta.
"Woy! udah lihat-lihatannya, kan istirahat bisa sama Lena, iya gak Mega?" tanya Bu Patmi ke Mega.
"Hah? iya Bu." Sahut Mega.
Apa pun, bakal gue lakuin buat lo Lena, meskipun lo udah milik orang atau pacar orang, gue bakal selalu ada buat lo.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Chika dihukum berdiri di lapangan sekolah sampai waktu istirahat. Chika bukan semakin taubat malah semakin dendam pada Lena.
Semua gara-gara lo Anak tukang gorengan, awas aja lo! gara-gara lo, gue dihukum kaya gini, gue benci sama lo Anak tukang gorengan.
Setelah satu jam pelajaran, bel istirahat pun berbunyi. Chika langsung masuk kelas dan marah-marah pada Lena kembali. Tapi ada Dimas yang membela Lena.
"Heh, Anak tukang gorengan, gara-gara lo kulit gue hitam, gara-gara lo gue jadi dihukum!" sahut Chika.
"Lo mau tambah lagi hukuman lo! awas aja kalau lo sampai nyakitin Lena secuil pun, berhadapan sama gue!" sahut Dimas.
"Tahu lo, lo yang salah, malah nyalahin orang!" sahut Mega.
"Tahu lo, dasar Nenek peyot!" sahut Wina.
"Ihk..." sahut Chika kesal dan pergi bersama teman-temannya.
"Lena, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ferdi.
"Ha-ha-ha, lo kesambet setan apaan Fer?" tanya Mega sampai tertawa.
"Kesambet setan kamar mandi, ha-ha-ha," sahut Dimas dan teman-temannya.
"Diam lo banci!" sahut Ferdi.
"Len, lo bawa nasi yah, kita-kita makan dulu yah! lo mau pesan es gak? gue beliin yah!" sahut Mega.
"Gak usah Ga, ada air putih," sahut Lena.
"Kamu makan bawa apa?" tanya Ferdi.
Apaan sih, nih orang, kenapa jadi baik sama gue.
"Dimas! ayo!" tarik Mega.
"Apaan sih lo, banci! pergi gak lo!" sahut Ferdi.
"Awas aja lo macam-macam!" sahut Dimas.
"Len, kita istirahat yah, nanti kita balik lagi, kalau lo diapa-apain sama Ferdi bilang!" sahut Mega.
"Bos! ayo! kenapa lo jadi di sini? lo meriang ya?" tanya temannya Ferdi.
"Eh, lo beliin makanan di kantin buat gue sama Lena, cepat!" perintah Ferdi ke temannya.
"Fer, gak usah! gue udah bawa makan!" sahut Lena.
"Bos beli kaga?" tanya temannya Ferdi.
"Beli! cepat!" perintah Ferdi.
Ini orang kenapa sih, aneh banget, masa iya kesambet? kok jadi baik sama gue.
"Lena, maafin gue ya, yang selama ini suka jahat sama lo! gue gak bakal jahat lagi sama lo kok, bolehkan gue temanan sama lo!" minta Ferdi.
"Boleh!" sahut Lena.
"Itu lauknya apa sih?" tanya Ferdi.
"Ikan teri disembelin," sahut Lena.
"Enak tuh, boleh coba!" minta Ferdi.
"Bos! ini makanannya! silakan!" sahut temannya Ferdi.
__ADS_1
"Ya Allah, Ferdi banyak banget, gak usah banyak-banyak!" sahut Lena.
"Gak apa-apa Lena, sebagai tanda maaf aku ke kamu!" sahut Ferdi.
"Bos kesambet!" sahut Johan.
"Iya, kesambet di mana ya?" tanya Agung.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Chika masuk kelas. Chika kaget, kok Ferdi bisa dekat sama Lena, bukannya Ferdi benci banget, dan bawa makanan banyak buat Lena.
"Ferdi! lo kesambet di mana? lo kok mau temanin Anak tukang gorengan ini!" sahut Chika.
"Lo bisa diam gak? apa perlu mulut lo gue sumpel tisu!" sahut Ferdi.
"Ferdi, lo gak ngerencanain sesuatu kan?" tanya Chika.
"Diam gak lo! mau gue guyur air!" sahut Ferdi.
"Eh, lo pakai pelet apaan? sampai Ferdi mau nemenin lo!" bentak Chika.
"Chika!" Ferdi menyiram air aqua ke wajah Chika.
"Ferdi!" Chika berlari ke toilet dengan raut wajah kesal.
"Lena, gak usah dipikirin omongan Chika yah, aku bakal nolongin kamu kok!" sahut Ferdi.
Astaghfirullah, ini Ferdi kenapa sih? kesambet setan mana sih dia? pakai ngomong aku, kamu lagi, dan guyur Chika segala, gue mau ngakak jadinya.
Gak lama, Dimas, Mega, Wina, dan teman-temannya Dimas datang, dan pada tertawa melihat tingkah laku Ferdi yang aneh.
"Wow, makanan banyak banget, Lena, bagi dong!" minta Wina.
"Bukan punya gue! punya Ferdi!" sahut Lena.
Yang benar-benar aja, Ferdi beliin makanan sebanyak ini, kesambet apaan ya? jangan bilang, dia suka sama Lena.
"Ngapa lo pada ngelihatin gue kaya gitu!" sahut Ferdi.
"Awas aja lo macam-macam sama Lena!" sahut Dimas berbisik di telinga Ferdi.
"Jangan ngomong lo banci! bau mulut lo!" sahut Ferdi.
"Ferdi, gue minta dong makanannya!" minta Wina.
"Gue juga dong!" sahut Mega.
"Boleh, boleh, asal jangan dikasih si banci ini yah!" sahut Ferdi.
"Siapa yang mau makanan lo!" sahut Dimas.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1