
"Siapa yang mau Mamah pecat? siapa?" tanya Genta tiba-tiba datang sambil menatap Mamahnya.
"Kamu dari mana aja, setiap hari pulang jam segini! kemana aja kamu?" tanya Bu Susi.
"Yang aku tanya siapa yang mau Mamah pecat?" tanya Genta.
"Rahmi, karena Rahmi gak pernah becus mengurus kamu!" sahut Bu Susi.
"Mamah ini, pikiran Mamah di mana? yang seharusnya ngurus aku itu Mamah, bukan Bi Rahmi, Bi Rahmi wajar gak tahu semua yang aku jalanin selama ini, tapi aku bersyukur Bi Rahmi mau merawat aku sampai besar, Mamah apa sebagai orang tua kandungku sendiri, apa? sedangkan aku butuh kasih sayang Mamah kandung, bukan orang lain, terus Mamah mau pecat Bi Rahmi yang benar-benar tulus ngerawat aku, gitu!" sahut Genta.
"Ah..." Bu Susi langsung pergi meninggalkan Genta dan Bu Rahmi dengan raut wajah yang kesal.
"Hiks-hiks-hiks," Bi Rahmi menangis.
"Bi, udah yah, Bibi jangan nangis, gak usah dengarin apa kata Mamah, kalau Bibi dipecat, aku juga akan pergi dari rumah ini!" sahut Genta menghapus air mata Bi Rahmi.
"Maafin Bibi ya Den, Den Genta jadi bertengkar sama Nyonya." Sahut Bi Rahmi.
"Bibi gak usah minta maaf, yang salah bukan Bi Rahmi, tapi Mamah, dia yang egois, aku justru berterima kasih pada Bi Rahmi, karena Bibi udah mau rawat aku sampai sebesar ini, sekarang, Bibi istirahat aja, gak usah pikirin omongan Mamah yah!" minta Genta.
"Iya, Den, makasih yah, Bibi istirahat dulu!" sahut Bi Rahmi.
"Sama-sama Bi," sahut Genta.
🌷🌷🌷🌷
Setelah Genta selesai mandi, Genta ganti baju dan kepikiran Lena. Genta langsung chat Lena. Lena ternyata belum bisa tidur, Lena pun sama entah kenapa selalu kepikiran Genta dan tidak bisa tidur.
"Sayang, kamu belum tidur?" tanya Genta.
"Belum Kak, aku gak bisa tidur," sahut Lena.
"Kenapa?" tanya Genta.
"Gak tahu kenapa, kangen kali." Sahut Lena sambil memberikan imoticon tersenyum.
"Aku boleh video call gak? aku mau nyanyi buat kamu, supaya kamu bisa tidur malam ini, pokoknya aku mau nyanyi sampai kamu tidur lelap." Sahut Genta.
"Boleh? sampai aku tidur yah!" sahut Lena.
"Iya sayang," sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Genta mengambil gitar sambil video call Lena. Genta bernyanyi hampir dua jam lebih, banyak lagu yang Genta nyanyikan untuk Lena. Sampai melihat Lena tertidur lelap, Genta bilang kalau Lena tidur sangat cantik. Genta tersenyum dan mengucapkan selamat malam pada Lena yang sudah tidur.
"Sayang, kamu cantik banget sih, kalau lagi tidur begitu, selamat malam sayang, aku mencintai kamu." Sahut Genta.
__ADS_1
Ya Allah, kasih kesempatan aku buat sembuh. Kasih kesempatan aku buat bahagiakan Lena, hilangkan rasa sakit ini, saat aku bersamanya.
🌷🌷🌷🌷
Keesokan paginya, Lena berangkat sekolah seperti biasa. Lena berjalan sambil menahan sepatunya yang rombeng dan bolong. Tapi Lena berusaha untuk sabar dan tidak putus asa.
Ya Allah, kok ini sepatu tambah lebar aja bolongnya, sabar-sabar.
Sesampai di sekolah, Lena diledeki oleh Chika. Tapi ada Pak Jarot yang melihat Lena dibully Chika. Pak Jarot menghampiri Lena, Chika dan teman-temannya.
Ada sih itu Anak-anak ramai banget, jangan-jangan Chika mau ngebully Lena lagi, awas aja, kerjaannya bikin ulah terus.
"Masih aja lo, sepatu butut dipakai! ha-ha-ha," sahut Chika dan temannya menertawakan Lena.
"Chika! minggir lo! gue mau masuk! mau sepatu gue butut atau apa, bukan urusan lo! ngerti lo!" sahut Lena.
"Ada apa ini? suara kalian terdengar berisik sampai sana! tahu gak, ada apa?" tanya Pak Jarot.
"Gak ada apa-apa Pak, itu Lena sepatunya bolong Pak, kasihan, he-he-he, sahut Chika.
"Ya terus kenapa? kalian mau beliin? saya dengar ketawa-ketiwi aja!" sahut Pak Jarot.
"Enggak kok Pak, benaran, Lia nih, Pak, mau ledekin Lena!" sahut Chika.
"Chika! kok gue sih!" sahut Lia.
"Ayah saya sudah meninggal Pak, saya tidak punya uang buat beli sepatu! saya permisi Pak!" sahut Lena.
Kasihan sekali Anak itu, atau saya ambilkan saja di koperasi, tapi harus ada persetujuan pihak kepala sekolah, orang tua, dan pihak koperasi, saya akan coba panggil orang tuanya Lena ke sekolah.
"Hai Len, lo kenapa?" tanya Mega.
"Sepatu gue bolong!" sahut Lena berbisik di kuping Mega.
"Ya ampun, kenapa lo gak minta beliin Kak Genta, sekarang kan lo ceweknya!" saran Mega.
"Gila lo ya, emang gue cewek apaan, gak mau gue minta-minta!" sahut Lena.
"Hai, Len, Meg, Wina belum datang?" tanya Dimas.
"Tahu tuh, telat kali, kebiasaan emang!" sahut Mega.
"Gak, nanti jalan yuk! sama gue!" ajak Dimas memanas-manasin Lena.
"Ah, serius lo!" sahut Mega.
"Iya, berdua aja! gue naik motor!" sahut Dimas langsung tersenyum dan melirik ke Lena.
__ADS_1
"So sweet, mau Dim! he-he-he," sahut Mega.
"Alhamdulillah," sahut Dimas tanpa menyapa Lena.
"Lena, gue senang banget, gak apa-apa kan, gue jalan sama Dimas? ini berkat lo pasti, iya, kan?" tanya Mega senang dan tersenyum.
"Semangat ya Ga, gue dukung!" sahut Lena.
"Lo mau sepatu gue gak? besok gue ambilin!" sahut Mega.
"Gak usah Gak! sementara gue pakai ini aja!" sahut Lena.
"Kenapa sih, Len?" tanya Mega.
"Gak apa-apa, gue gak mau banyak nyusahin orang!" sahut Lena.
"Ah, lo!" sahut Mega.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama, Wina datang sampai engap-engapan. Wina kejebak macet di jalan. Sampai botol minum Lena habis semua diminum Wina.
"Astaga, Wina! ini air Lena habis semua! ganti lo parah!" sahut Mega.
"Maaf ya Len, nanti gue ganti! haus banget!" sahut Wina.
"Ya udah, gak apa-apa, hmmm, lain kali datang agak pagian jadi gak debak-debuk gini!" sahut Lena.
"Kesiangan gue!" sahut Wina.
Dimas memandangi Lena. Dimas tersenyum, dan dalam hatinya akan melupakan Lena untuk cinta, bukan melupakan untuk sahabat, sementara Dimas mau belajar move on dari Lena, untuk menjauh. Kalau selalu dekat, Dimas sulit melupakan.
Maafkan gue Lena, gue terpaksa jauhin lo sementara, agar gue bisa hilangin rasa cinta gue ke lo, tapi tenang, gue bakal selalu ada saat lo susah dan senang, untuk saat ini, gue mau menjauh dari lo.
"Hallo Lena," sahut Ferdi tersenyum.
"Hallo!" sahut Lena.
"Ferdi! kenapa yang disapa Lena doang? sapa gue dan Wina dong!" minta Mega.
"Ngapain gue sapa lo! gue maunya hanya Lena!" sahut Ferdi tersenyum ke Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu