
"Ngapain gue bunuh diri, lo yang gue bunuh!" sahut Genta.
"Husst, ngomongnya!" Sahut Lena menepak Genta.
"Gak ada yang boleh dekatin kamu sayang, awas aja kalau ada yang suka sama kamu!" sahut Genta.
"Lena kan ada yang suka Kak, sampai guru olahraga aja suka! matanya selalu ke arah Lena." Sahut Wina.
"Wina! lo apa-apaan sih!" sahut Lena.
"Uppss, keceplosan!" sahut Wina.
"Wah, wah, gak bisa dibiarin, dia suka sama kamu sayang?" tanya Genta.
"Enggak! Wina jangan didengarin! mungkin dia itu, ngelihatin aku, karena sepatu aku waktu itu butut Yang." Sahut Lena.
"Benaran?" tanya Genta.
"Benaran sayang." Sahut Lena.
"Haduh, haduh, mulai deh, kalian berdua bucin!" sahut Niko.
"Kenapa, sirik aja lo!" sahut Genta.
Mangkanya cepatan, pendekatan sama Wina, biar bucin, he-he-he." Sahut Lena tertawa.
"Apaan sih lo Len!" sahut Wina.
Wina dan Niko sampai rumah Niko. Wina merasa deg-deg-deg-kan kalau sendiri. Wina mengajak Lena, tapi sama Genta gak boleh.
"Udah sampai rumah lo yah! gue gak masuk ya Nik!" sahut Genta.
"Oke, thanks ya Gen! ayo Wina!" minta Niko.
"Wina takut, Lena, temanin Wina yuk!" minta Wina.
"Wina, kamu takut apa sih, Niko itu baik, teman baik aku, jadi gak usah takut dan parno! Lena mau aku ajak pergi!" sahut Genta.
"Gue janji, gak akan macam-macam, kan bentar doang, ngambil mobil, gak lama di rumah!" minta Niko.
"Oke! pakai mobil?" sahut Wina.
"Iya, emang Genta aja yang punya, gue juga punya kali!" sahut Niko.
"Gak usah ngegas gitu kali!" sahut Genta.
"Tahu, ih, ngegas!" sahut Wina.
"Enggak, enggak, maafin gue yah! ayo!" ajak Niko.
"Kalau Niko macam-macam telepon gue aja, atau Lena yah!" sahut Genta.
"Sembarangan lo, emang gue mesum!" sahut Niko.
☀☀☀☀
__ADS_1
Akhirnya, Wina dan Niko turun dari mobil Genta. Lena dan Genta kembali melanjutkan perjalanan. Genta masih menanyakan soal guru olahraga yang dibahas Wina. Genta cemburu, takut kehilangan Lena, Genta penasaran ingin lihat foto guru olahraga itu. Genta memegang tangan Lena dan mencium dan menempelkan di dada Genta, seakan gak mau pisah.
"Sayang, aku gak mau kehilangan kamu, pas tadi Wina bilang guru olahraga suka sama kamu, hati aku jadi bergetar." Sahut Genta.
"Ya Allah, pasti kamu kepikiran omongan Wina, Wina jangan didengarin sayang, sok tahu emang, guru olahraga itu, salut aja sama aku, karena aku tetap semangat dengan sepatu butut aku sayang, bukan karena suka." Sahut Lena.
"Kan hati orang gak ada yang tahu sayang, jangan pernah berpaling dari aku yah!" minta Genta.
"Iya sayang, beribu cowok yang suka sama aku, hati aku, tetap kamu! hati aku udah terkunci buat orang lain, nama Genta itu, udah terlukis di hati aku, gak akan pernah bisa terhapus." Sahut Lena.
"Alhamdulillah, sama aku juga, nama Lena sudah terlukis di hati aku, jadi, gak akan bisa terhapus oleh apa pun, makasih ya sayang, aku sayang dan cinta kamu, mmmuachh..." Genta mencium tangan Lena sambil tersenyum.
"Aku juga sayang dan cinta kamu!" sahut Lena bersandar di bahu Genta.
"Kapan-kapan aku mau lihat ah, orangnya yang mana!" sahut Genta.
"Mau ngapain sayang, kan dia jarang keluar! kamu aja nunggu aku di luar kan." Sahut Lena.
"Penasaran aja aku! kapan-kapan aku pasti bisa lihat dia!" sahut Genta.
"Kepo banget!" sahut Lena.
"Biarin! Dia udah nikah?" tanya Genta.
"Belum katanya sayang." Sahut Lena.
"Bohong tuh, padahal udah, di kampungnya mungkin!" sahut Genta.
"Kali aja sayang, kita kan gak tahu, bilangnya single, pas lihat kamu yang cantik dan anggun, bilangnya single, tahunya udah punya istri!" sahut Genta.
"Udah, ah, gak baik ngomongin orang sayang! eh, kita gak pulang ke rumah aku dulu?" tanya Lena.
"Gak usah sayang, aku tadi sebelum ke sekolah kamu, udah izin sama Ibu kamu, aku ke rumah kamu, Ibu kamu nitip baju buat kamu!" sahut Genta.
"Baju?" tanya Lena.
"Iya, nanti ganti aja, biar gak kotor! aku juga beliin gelang buat kamu nih, sama kaya aku, cuma warnanya aja beda!" sahut Genta.
"Ya Allah, makasih sayang, bagus gelangnya! terus aku ganti di mana bajunya?" tanya Lena.
"Di sini juga gak apa-apa, Ha-ha-ha, bercanda!" sahut Genta.
"Sembarangan! maunya kamu itu!" sahut Lena.
"Nanti kita mampir ke mall aja yah! kita cari toilet umum!" sahut Genta.
"Aku malu ke mall, pakai baju sekolah!" sahut Lena.
"Nanti tutupin jaket aku aja yah!" sahut Genta.
"Iya sayang." Sahut Lena.
☀☀☀☀
__ADS_1
Genta dan Lena sampai ke sebuah mall mewah, namanya MOI ( Mall Of Indonesia), Mall terbesar di Indonesia. Lena sampai terpesona melihat mall sebesar itu.
"Kenapa sayang?" tanya Genta.
"Mallnya besar banget sayang!" sahut Lena.
"Iya, ini Mall terbesar di Indonesia, di sini ada apartemen, dan kolam renang juga, kalau aku biarin kamu sendiri di sini, bisa-bisa gak keluar-keluar, soalnya jalannya emang membingungkan, saking besarnya." Sahut Genta.
"Jangan tinggalin aku, nanti aku gak bisa pulang!" sahut Lena.
"Siapa yang mau ninggalin kamu, aku gak rela juga lah, kamu hilang, nanti ada cowok ganteng nemuin kamu lagi, sini tangan kamu! aku pakai gelangnya yah!" minta Genta.
"Oh, iya, aku belum pakai!" sahut Lena.
"Sayang, kalau aku di toilet, jangan jauh-jauh, aku takut!" minta Lena.
"Enggak sayang, sini tangan kamu!" Genta langsung menggandeng tangan Lena.
"Sayang, tunggu sini yah! jangan pergi!" sahut Lena.
"Iya sayang, enggak! mau aku temanin juga di dalam? ha-ha-ha." Sahut Genta tertawa.
☀☀☀☀
Setelah lima belas menit, Lena keluar dari toilet cewek, ada cowok yang menggoda, cowok itu gak tahu kalau ada Genta pacarnya Lena.
"Hei, cewek! manis banget sih, kamu! boleh kenalan gak?" tanya Cowok yang menggoda Lena.
"Apaan sih, lo!" sahut Lena.
"Jangan galak-galak dong! masa pelit, mau kenalan aja!" sahut Cowok yang menggoda Lena.
"Heh! lo mau ngapain sama cewek gue!" sahut Genta menarik Lena.
"Oh, udah punya cowok! sory Bang gak tahu!" sahut Cowok yang menggoda Lena.
"Yeee, dasar, jones lo! kamu gak apa-apa sayang?kamu gak dipegang-pegang kan?" sahut Genta.
"Enggak! lagian kamu jauh banget, nunggunya!" sahut Lena cemberut.
"Maaf sayang, tadi OB nya ngusir aku, katanya tunggunya gak boleh di sini! maaf ya sayang," sahut Genta merangkul Lena sambil berjalan.
"Gak apa-apa, aku cuma takut aja!" sahut Lena.
"Enggak sayang, aku akan selalu jaga kamu!" sahut Genta menggenggam tangan Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu