Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 39


__ADS_3

"Lena, Mega, tunggu!" panggil Wina.


"Tumben pagi, biasanya telat mulu!" sahut Mega.


"Kan habis pendekatan bukan sama Kak Niko? jadi semangat?" tanya Lena.


"Kak Niko dingin, cuek sama gue tahu, masa ngajakin ke taman dia malah tidur, ini buktinya gue kasih ya ke lo fotonya!" sahut Wina.


"Mana?" tanya Lena dan Mega.


Wina mengeluarkan ponselnya, dan memberi tahu foto Niko yang sedang tidur lelap. Lena dan Mega tertawa terbahak-bahak melihat foto Niko.



"Ha-ha-ha...." Lena dan Mega langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kalian kok jahat banget sih, pada ketawain gue?" tanya Wina.


"Emang oneng tuh orang! ha-ha-ha." Sahut Mega.


"Lo mau kirim ke siapa Lena?" tanya Wina.


"Ke handphone gue, nanti gue kasih tahu Kak Genta, biar dibilangin!" sahut Lena.


"Jangan gue malu! gue kan foto itu diam-diam." Sahut Wina.


"Udah, gak apa-apa!" sahut Lena.


"Iya, biar si oneng itu peka!" sahut Mega.


"Hussttt, gak boleh! Kak Niko lebih tua dari kita jangan kaya gitu!" minta Lena.


"Gue udah biasa kali Len, dia juga manggil gue ceblek!" sahut Mega.


"Apaan tuh, ceblek?" tanya Lena.


"Cewe belek." Sahut Mega.


"Ha-ha-ha." Wina tertawa kencang.


"Diam!" bentak Mega.


"Lo aja ngetawain gue, bodo amat! ha-ha-ha." sahut Wina.


"Gue kan udah! ih..." sahut Mega kesal.


"Udah, udah! pada ribut aja." Minta Lena untuk tidak ribut.


☀☀☀☀


Lena, Mega, dan Wina masuk ke kelas. Dimas mendekati Mega, Mega kesal tidak mau bicara oleh Dimas. Akhirnya Lena yang mengajak Dimas berbicara tapi sayangnya sudah masuk.


"Mega, kenapa? kok cemberut?" tanya Dimas.


"Lagi gak mood!" sahut Mega.


"Ayo ikut!" ajak Dimas.


"Dimas! lepasin sakit!" teriak Mega.


"Gue mau ngomong sama lo!" sahut Dimas.


"Dimas! lepasin! gue gak suka lo kasar narik-narik cewek!" minta Lena.


"Minggir!" Mega keluar kelas dan langsung ke arah toilet.


"Mega!" panggil Dimas.


"Gue mau ngomong sama lo Dim!" minta Lena.

__ADS_1


"Lo mau ngomong apa Len?" tanya Dimas sambil mendengar belum berbunyi.


"Istirahat gue mau ngomong!" minta Lena.


"Oke!" sahut Dimas.


Bu Patmi masuk kelas. Tapi Mega belum masuk kelas, Bu Patmi menanyakan Mega pada Anak-anak.


"Ini kenapa tasnya ada, orangnya gak ada? kemana Mega? Dimas, kemana Mega?" tanya Bu Patmi.


"Ke toilet Bu." Sahut Dimas.


"Permisi! maaf Bu, habis ke toilet!" sahut Mega.


"Berapa jam kamu di toilet?" tanya Bu Patmi.


"Gak lama kok Bu, pas mau beli emang mau ke toilet, sakit perut." Jawab Mega.


"Oke! ayo cepat duduk!" minta Bu Patmi.


"Permisi Bu!" tiba-tiba Ferdi datang karena terlambat.


"Jam berapa ini Ferdi?" tanya Bu Patmi.


"Maaf Bu, macet di jalan!" sahut Ferdi.


"Alasan aja kamu! udah tiga kali kamu terlambat, kamu bersihin WC!" minta Bu Patmi.


"Jangan Bu!" minta Ferdi.


"Cepat letakan tas kamu! lalu bersihkan WC, karena sudah berulang kali kamu telat!" sahut Bu Patmi.


Ah, nyebelin, dasar Nenek, susah kalau udah berurusan sama Nenek.


"Lena, kamu jangan lihatin aku kaya gitu dong! aku gak apa-apa." Sahut Ferdi.


"Huuhuhuu...." sorak Anak-anak.


"Sudah-sudah! cepat Ferdi keluar!" minta Bu Patmi.


"Ibu, Ibu sungguh tega sama saya!" sahut Ferdi.


"Cepat!" minta Bu Patmi.


Akhirnya, Ferdi keluar kelas. Ferdi membersihkan toilet sendiri, Ferdi membersihkan toilet sambil main-main dan duduk santai. Saat ada adik kelas lewat, Ferdi minta tolong untuk memotret dirinya.


"Hey, Adik! sini!" panggil Ferdi.


"Ada apa Kak?" tanya Adik kelas ketakutan.


"Fotoin Kakak yah!" minta Ferdi.


"Gak mau Kak, takut!" sahut Adik kelas.


"Kalau lo gak mau fotoin, gak boleh masuk kamar mandi! karena sudah gue bersihin sebagian!" sahut Ferdi.


"Saya kebelet Kak!" sahut Adik kelas.


"Alasan! cepat!" minta Ferdi.


"Iya, Kak!" sahut Adik kelas.


"Nah, gitu dong!" sahut Ferdi tersenyum.



"Udah? thanks you..." sahut Ferdi.


"Iya Kak." Sahut Adik kelas.

__ADS_1


"Heh, sini!" panggil Ferdi.


"Apa lagi Kak?" tanya Adik kelas.


"Lo mau duit gak?" tanya Ferdi.


"Mau! mau!" sahut Adik kelas.


"Kalau duit aja, mata lo hijau, bersihin WC, ntar gue bayar!" minta Ferdi.


"Gak mau Kak! nanti ditanyain guru!" sahut Adik kelas.


"Nanti gue tanggung jawab! gue kasih seratus ribu nih!" Ferdi membeberkan duit seratus ribu.


"Mau Kak!" minta Adik kelas.


"Kalau mau, lo kerjain itu WC!" sahut Ferdi.


Akhirnya, Ferdi menyuruh Adik kelas membersihkan toilet. Saat itu Bu Rani wali kelas dua mencari gunawan. Ternyata Gunawan sedang membersihkan toilet.


"Bu." Sahut Ferdi.


"Ferdi, kamu ngapain di sini? kamu lihat Gunawan? Anak kelas dua?" tanya Bu Rani, Bu Rani mendengar suara orang menyikat kamar mandi.


"Gunawan! sini kamu!" Bu Rani menjewer Gunawan.


"Kenapa kamu menyikat kamar mandi? kamu bilang izin sebentar ke toilet, jawab Ibu!" bentak Bu Rani.


"Tadi Gunawan mau ke toilet, terus Kakak itu nyuruh fotoin, dan Kakak itu nyuruh Gunawan menyikat kamar mandi, dikasih uang seratus ribu." Sahut Gunawan.


"Apa? Ferdi sini kamu! berani-beraninya yah, kamu nyuruh Adik kelas kamu bersihin toilet! sini kamu!" Bu Rani menjewer kuping Ferdi dan melaporkan ke Bu Patmi.


☀☀☀☀


Bu Rani menjewer Ferdi sampai ke kelasnya. Ferdi berteriak kesakitan. Bu Patmi sangat marah dengan Ferdi. Bu Patmi melaporkan ke Pak Jarot, sudah mendapatkan jeweran dari Bu Rani tambah dari Bu Patmi.


"Aduh, Bu sakit!" sahut Ferdi.


"Permisi, Bu Patmi, ini Anaknya sudah kelewatan! berani banget dia bayar Adik kelas untuk membersihkan kelas! dibayar seratus ribu lagi." Sahut Bu Rani.


"Astaghfirullah, dia sedang saya hukum Bu Rani, buat bersihin toilet, tapi ternyata kamu main-main sama saya yah!" sahut Bu Patmi.


"Saya serahkan ke Bu Patmi! karena Anak ini, sudah keterlaluan nyuruh Anak yang masih polos buat nyikat kamar mandi." Sahut Bu Rani.


"Oke, Bu terima kasih, saya sebagai wali kelas, meminta maaf ya Bu! biar nanti saya yang urus!" sahut Bu Patmi.


"Iya, Bu, kalau dihukum harus ada yang jaga, kalau enggak, Dia gak bakalan kerja Bu!" sahut Bu Rani sambil pamit.


"Ferdi! Ibu benar-benar kecewa sama kamu! kamu berani mempermainkan saya yah!" sahut Bu Patmi.


"Enggak Bu!" sahut Ferdi.


"Sekarang kamu ikut Ibu ke ruang Pak Jarot! Ibu udah murka sama kamu! terserah Pak Jarot mau hukum apa juga sama kamu!" sahut Bu Patmi.


"Jangan Bu! saya mohon!" sahut Ferdi.


"Lena, tolong bantu Ibu tulis soal di papan tulis yah! Ibu ngantar Anak badung Ini dulu!" sahut Bu Patmi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2