
Saat malam itu, Genta dan Mamahnya datang ke rumah sakit untuk menjenguk Lena. Sesampainya di rumah sakit, Lena dan Ibunya terdiam memandang Bu Susi dan Genta masuk ruangan.
"Assalamu'alaikum." Salam Genta dan Bu Susi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan Ibunya.
"Kenalin Bu, saya Mamahnya Genta." Sahut Bu Susi.
"Saya Yani, Ibunya Lena.
Ya ampun Genta, Genta, sangat gak pantas dia menjadi mertua kamu! secepatnya, saya akan akhiri kebaikan saya ini.
"Mah, kok melamun aja!" tegor Genta.
"Hah, oh, iya, Lena, Tante mau minta maaf sama kamu yah, atas kesalahan Tante kemarin, Tante salah menilai kamu Lena, Bu Yani, saya minta maaf, atas kesalahan saya, yang sudah maki-maki Anak Ibu." Sahut Bu Susi pura-pura.
"Iya Bu, tidak apa-apa, saya sudah maafkan." Sahut Bu Yani.
"Iya Tante, tidak apa-apa kok, makasih yah, Tante sudah mau jenguk Lena." Sahut Lena.
"Sekarang, masalah sudah clear kan? Mamah ngerestui hubungan Genta sama Lena kan?" tanya Genta.
"Iya, Mamah ngerestuin, tapi ingat kamu harus selesai kuliah, dan Lena harus selesai sekolah yah, Mamah gak mau pelajaran kalian terganggu gara-gara cinta." Minta Bu Susi.
"Mamah tenang aja, kuliah aku gak akan terganggu, Lena juga paling pintar lho Mah, di sekolah, jadi murid berprestasi." Sahut Genta.
"Oh, iya, bagus dong, pasti Bu Yani bangga yah, punya Anak seperti Lena." Ucap Bu Susi pura-pura lembut dan halus.
"Alhamdulillah, Bu." Sahut Bu Yani.
Sekarang, kalian bisa menang dari saya, tapi lain waktu, kalian gak akan pernah bisa masuk jadi keluarga saya, enak saja, nanti harta saya habis diporotin kalian berdua, mau di taro mana muka saya.
"Mmm... Lena, gimana sekarang kondisi kamu? kamu tuh, harus dijaga makanannya, jangan sampai sakit kaya gini!" minta Bu Susi.
"Dengarin tuh, kata calon Mertua!" sahut Genta tersenyum.
Aku masih gak menyangka dan gak percaya, Mamahnya Genta bisa berubah jadi lembut sama aku, semoga, selamanya seperti ini ya Allah.
Bu Yani tersenyum melihat Mamahnya Genta sudah baik dan lembut dengan Lena, begitu juga dengan Genta, Genta dan Lena berharap, supaya cinta mereka bisa bersatu selamanya.
__ADS_1
"Oh, iya, asal Mamah tahu, selama Genta sakit, Bu Yani dan Lena yang merawat Genta lho." Sahut Genta.
"Oh, iya? ya ampun, terima kasih banyak yah, Bu Yani, sudah mau menjaga Genta pas sakit dan dirawat, Tante banyak makasih ya sayang." Sahut Bu Susi pura-pura.
"Sama-sama Bu, kan sesama manusia, kita harus saling tolong-menolong, Genta sudah saya anggap Anak saya sendiri Bu." Sahut Bu Yani.
Emang saya gak tahu apa? kebaikan kalian itu, pasti ada maunya, supaya saya berubah dan ada rasa kasihan, itu, gak akan pernah terjadi.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Ferdi. Ferdi marah-marah dan kesal. Ferdi membantingi semua benda yang ada di kamar dia. Sampai Mamihnya dan Kiran datang menghampiri Ferdi.
"Astaghfirullah, Ferdi! kamu apa-apaan ini? kenapa semua dibantingin? istighfar Nak!" minta Mamihnya.
"Hiks-hiks-hiks... kenapa Mih? kenapa semua gak ada ngerti perasaan Ferdi? kenapa?" tanya Ferdi.
"Kamu kenapa Nak? cerita sama Mamih?" tanya Mamihnya.
"Ferdi diusir dari rumah sakit sama teman-temannya Lena, padahal niat Ferdi baik, Ferdi sayang sama Lena, Ferdi cinta sama Lena Mih, tapi, Lena gak pernah mengerti perasaan Ferdi." Sahut Ferdi.
"Ya ampun, jadi, gara-gara Lena? sayang, dengar Mamih! memaksakan cinta itu, gak baik sayang, wajar temannya dan Lena marah sama kamu, karena Lena sudah punya pacar, kamu harus terima, dan kamu, harus cari pengganti Lena!" minta Mamihnya.
"Jadi sahabat lebih baik Nak, karena sahabat, selalu ada buat dia, di mana pun, dan kapan pun, ikhlaskan yah!" minta Mamihnya Ferdi.
"Kak, yang sabar yah!" sahut Kiran.
"Diam kamu! gue gak butuh dikasihanin lo!" sahut Ferdi terhadap Adik tirinya.
"Kiran, kita tinggal Kakak kamu yah, biarin dia istirahat!" ajak Mamihnya.
"Mih, Kiran cuma ingin tenangin Kakak, tapi kakak selalu benci Kiran." Sahut Kiran.
"Sabar ya sayang, Kakak kamu lagi emosi dan keras kepala, lebih baik, Kiran berdoa, supaya, suatu saat, Kak Ferdi, bisa baik sama Kiran." Saran Mamihnya.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Dimas. Dimas melamun sambil memikirkan Lena, Dimas berharap, Lena cepat sembuh dan kembali ke sekolah lagi. Dan berharap, Ibunya Genta bisa mau menerima Lena.
Kasihan nasib kamu Lena, maafin aku, aku gak bisa bantu apa-apa buat kamu, meskipun berapa kali, aku kubur dalam-dalam rasa cinta aku sama kamu, justru semakin besar, tapi, cintaku bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
"Sayang, lagi apa? gimana keadaan Lena?" tanya Bu Cici.
"Lena masih dirawat Mah, pucat, Dimas kasihan sama Lena." Jawab Dimas lemas.
"Ya Allah, semoga Lena cepat pulih deh, besok, pulang sekolah, kita jenguk Lena!" minta Bu Cici.
"Alhamdulillah, serius Mah?" tanya Dimas.
"Serius, biar bagaimana pun, Bu Yani itu, bekas mantan pembantu kita, jadi kita juga harus peduli sama mereka." Sahut Bu Cici.
"Alhamdulillah, makasih ya Mah." Sahut Dimas.
"Senang banget kamu, Mamah, gak akan larang lagi, hubungan kamu sama Lena, Mamah juga sadar, gak mau terlalu mengekang kamu." Sahut Bu Cici.
"Maafin Dimas ya Mah, Dimas pacaran sama Mega, tapi Dimas gak bisa move on dari Lena." Sahut Dimas.
"Dimas, dengar Mamah, Mamah gak larang kamu pacaran sama siapa pun, asal sekolah kamu gak terganggu, satu lagi, kamu harus jujur sama Mega tentang perasaan kamu, mau Mega marah, atau apa, kamu harus bilang, karena kalau kamu paksain gak akan baik sayang." Saran Bu Cici.
"Tapi Mah, Dimas sudah janji sama Lena, Dimas gak boleh sakitin Mega, Dimas lakuin ini, demi Lena Mah, hubungan Mega dan Lena juga udah dekat, Dimas gak mau hancurin, lagian, Lena sudah punya pacar, Dimas akan mencoba mencintai orang yang gak Dimas cintai Mah, Dimas harus belajar, menghargai orang yang mencintai Dimas, seperti Mega." Sahut Dimas.
"Anak Mamah, pintar banget, diajarin kata bijak siapa sayang?" tanya Bu Cici.
"Lena Mah, Lena yang udah ajarin Dimas." Sahut Dimas.
"Mamah benar-benar bangga sama Lena, Mamah gak pernah lihat wajah dia lagi, semenjak Ibunya gak bekerja sama kita, pasti cantik ya sayang? sampai kamu tergila-gila." Sahut Bu Cici tersenyum.
"Cantik banget Mah, manis, Mamah bukan sudah lihat fotonya di handphone aku, dan foto aku kemarin?" tanya Dimas.
"Foto sama asli, beda sayang." Sahut Bu Cici tersenyum.
Mamah kesambet setan apa ya? kok jadi suka banget sama Lena, andaikan Lena suka sama gue, hidup Lena bakal bahagia, karena Nyokap gue, gak seperti Nyokapnya Genta.
Bersambung...
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita teman Authorku, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
Emekama
__ADS_1