
Setelah selesai salat berjamaah bersama Genta, Lena menyiapkan makan siang bersama Genta. Genta benar-benar bahagia dan tersenyum terus-menerus.
"Kamu kenapa senyum terus?" tanya Lena.
"Aku benar-benar bahagia, seperti punya keluarga sendiri sayang." Sahut Genta.
"Anggap aja kita keluarga, anggap Ibu aku, Ibu kamu juga yah!" sahut Lena.
"Makasih yah!" sahut Genta.
"Tralalala, silakan dinikmati!" sahut Lena.
"Ini ikan apa?" tanya Genta.
"Ikan asin, suka gak? ini otak-otak, yang Ibu jual, ini tahu kripsi, lalapan, sama gorengan." Sahut Lena.
"Aku coba yah! aneh banget ikannya begini, mmm... asin! asin banget!" sahut Genta.
"Ha-ha-ha, namanya ikan asin, ya pasti asin Yang, ya udah kalau gak suka, buat aku aja, kamu aku bukain otak-otaknya aja yah, sama makan tahu kripsi atau gorengan!" sahut Lena tertawa.
"Kok ketawa sih? ha-ha-ha." Sahut Genta ikut tertawa.
"Habis kamu lucu! kamu jarang makanan seperti ini yah?" tanya Lena.
"Iya, maaf yah!" sahut Genta.
"Ada sendok gak?" tanya Genta.
"Tunggu! aku ambil!" sahut Lena.
"Ini!" sahut Lena.
"Kok aku doang? kamu enggak?" tanya Genta.
"Aku pakai tangan, soalnya kalau pakai tangan, lebih lezat makannya!" sahut Lena.
"Serius?" tanya Genta.
"Coba aja! tapi cuci dulu tangannya, ini kobokannya!" suruh Lena.
"Iya! gimana cara koboknya?" tanya Genta.
"Gini sayang!" sahut Lena mengajari Genta, Genta tersenyum dan memandang Lena.
"Gimana? enak gak? makan pakai tangan?" tanya Lena.
"Ha-ha-ha, oh, iya, lebih enak pakai tangan."
"Iya kan, lebih nikmat!" sahut Lena.
"Aku di sini kaya belajar hal baru sama kamu, he-he-he." Sahut Genta.
Ya Allah, sederhana sekali kehidupan Lena, meskipun makan seadanya, tapi Lena selalu bahagia punya Ibu yang sangat sayang.
"Kok melamun? gak enak yah?" tanya Lena.
"Enggak! enak banget, meskipun makan seadanya, tapi aku bangga, kamu selalu bersyukur dan semangat." Sahut Genta.
"Alhamdulillah, sayang, dengan bersama Ibu dan sederhana seperti aku bahagia!" sahut Lena.
"Aku akan tambah kebahagiaan kamu yang lebih dari ini!" sahut Genta.
"Maksudnya?" tanya Lena.
__ADS_1
"Ya, lihat aja nanti!" sahut Genta.
"Oh, iya, besok Ibu dipanggil ke sekolah, aku gak tahu, kenapa Ibu dipanggil." Sahut Lena.
"Kenapa? kamu ada masalah?" tanya Genta.
"Aku gak ada masalah apa-apa, tapi heran, kenapa Ibu sampai dipanggil." Sahut Lena.
"Berdoa aja! supaya gak ada apa-apa, kalau ada apa-apa, kamu bilang yah! nanti aku bisa bantu!" minta Genta.
"Jangan Yang! aku gak mau ngerepo-," sahut Lena terhenti berbicara.
"Sssttt, sekarang kamu pacar aku, kamu susah atau senang, itu udah bagianku juga!" sahut Genta.
"Makasih ya Yang." Sahut Lena.
☀☀☀☀
Dimas dan Mega selesai nonton. Tapi dari raut wajah Dimas tidak ada sedikit pun bahagia. Mega memegang tangan Dimas, tapi Dimas malah menangkis nya, sampai Mega sedih.
"Kamu senang gak filmnya?" tanya Mega.
"Maaf Ga!" sahut Dimas.
"Dimas, kenapa? kok tangan gue ditangkis?" tanya Mega sedih dan duduk di bangku.
"Ga, sory! gue gak biasa aja! maafin gue yah! jangan sedih dong!" minta Dimas.
"Tahu ah, emang gue apaan lo tangkis gitu aja? lo terpaksa yah? hiks-hiks-hiks." Sahut Mega.
"Enggak Ga, gue gak terpaksa, gue belum pernah aja dipegang gitu! maafin gue yah!" minta Dimas.
"Ya udah, gue mau pulang!" sahut Mega.
"Ga, lo marah? maafin gue!" sahut Dimas.
"Janji dulu! jangan marah!" sahut Dimas.
"Iya, iya." Sahut Mega kesal.
☀☀☀☀
Setelah selesai makan, Lena bersiap-siap ganti pakaian, karena Genta ingin mengajak Lena jalan-jalan. Genta meminta izin pada Bu Yani.
"Bu, saya izin mau ajak Lena jalan-jalan yah, pokoknya Ibu gak usah khawatir, saya akan bawa Lena pulang dengan selamat." Sahut Genta.
"Iya, gak apa-apa, jangan malam-malam yah! sudah sana Lena, ganti pakaian kamu!" suruh Bu Yani.
"Iya Bu, Bu, besok Ibu disuruh ke sekolah, tapi Lena gak buat kesalahan ya Bu, soalnya Bu Patmi gak mau bilang alasannya." Sahut Lena.
"Ada apa? ya udah, besok Ibu ke sana! udah sana, ganti pakaian, kasihan Nak Genta nungguin!" suruh Bu Yani.
"Iya Bu." Sahut Lena.
"Nak Genta, Ibu lanjut jualan yah! ada yang beli." Sahut Bu Yani.
"Oh, iya Bu, silakan!" sahut Genta tersenyum.
Setelah lama, Lena keluar sambil menyisir rambutnya. sambil mengundurkan rambutnya yang panjang. Diam-diam, Genta memotret Lena yang sangat cantik, sambil tersenyum.
"Ih... kok foto-foto sih? jangan sayang jelek!" sahut Lena.
"Cantik, kekasih aku cantik banget." Sahut Genta tersenyum dan mencubit pipi Lena.
__ADS_1
"Masa sih? bohong!" sahut Lena.
"Benar sayang, aku mau jadikan foto profil aku di handphone." Sahut Genta.
"Jangan sayang, nanti aja kalau ada yang bagus!" minta Lena.
"Biarin aja, handphone aku ini!" sahut Genta.
"Dasar!" sahut Lena.
"Setelah selesai dandan, Lena dan Genta pamit pada Bu Yani. Lena dan Genta langsung berangkat. Genta menarik tangan Lena untuk pegangan ke perut Genta. Genta sambil tersenyum memandangi Lena di kaca spion.
"Jangan ngelihatin aku terus, fokus! nanti nabrak gimana?" sahut Lena.
"Habis, kamu itu cantik banget, bikin hati aku terpanah, dan gak bosan mandangin kamu!" sahut Genta.
"Tapi nanti nabrak!" sahut Lena mencubit perut Genta.
"Aaww, sakit sayang! tapi gak apa-apa kok, aku rela disakitin kamu, asalkan aku bisa dekat kamu terus!" sahut Genta.
"Gombal!" sahut Lena.
"Aku gak gombal sayang, aku benaran!" sahut Genta.
"Nanti orang bilang kita bucin lagi!" sahut Lena.
"Apa peduli orang, biarin aja mau bilang apa juga! pokoknya titik aku cinta kamu! Aku cinta kamu Lena!"
"Ha-ha-ha." Sahut Lena tertawa.
☀☀☀☀
Saat itu, Lena dan Genta benar-benar dekat dan semakin sayang. Genta sangat nyaman berada di sisi Lena, begitu juga Genta. Setelah lama perjalanan, Lena dan Genta sampai di rumah Niko. Niko tersenyum dan kaget melihat Lena. Ternyata pilihan Genta benar-benar cantik dan sederhana, sampai Niko gak ngedipin mata.
"Hai, Bro! kenalin Lena, cewek gue!" Sahut Genta langsung menepak Niko.
"Hah? sory, sory! gue ngantuk banget, oh, iya, Niko, temannya Genta!" sahut Niko berjabat tangan.
"Lena." Sahut Lena tersenyum.
Genta benar-benar gak salah pilih, cantik banget, sederhana, polos.
"Kalau melamun aja, kapan masuknya kita!" sahut Genta.
"Eh, ayo! masuk-masuk!" sahut Niko.
"Assalamu'alaikum." Sahut Lena membuka sepatunya yang rombeng.
"Jangan di buka! pakai aja!" sahut Niko.
"Pakai aja sayang!" minta Genta.
"Tapi kotor sepatu aku!" sahut Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
-Ta'aruf Cinta
-Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
-Cinta Gadis Bisu