Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 105


__ADS_3

"Benar Ibu kamu Lena, jangan terlalu mikirin Genta. Kamu kan mau ujian nanti malah nilai ujian kamu hancur dan gak lulus gimana? kasihan Ibu kamu." Ucap Dokter Gunawan.


"Insya Allah, enggak Dok!" ucap Lena.


"Lena, Ibu mau bicara sama kamu! apa bisa?" tanya Bu Yani.


"Sebaiknya, nanti saja Bu Yani. Lena masih stres banget kayanya." Ucap Dokter Gunawan.


"Enggak kok, Ibu mau ngomong apa? Lena dengarin!" ucap Lena.


"Gini Nak, kamu setuju gak kalau Dokter Gunawan melamar Ibu?" tanya Bu Yani.


"Iya Lena, apa kamu setuju saya melamar Ibu kamu, akhir bulan ini!" ucap Dokter Gunawan tersenyum.


"Ibu, Lena kan sudah pernah bilang sama Ibu. Itu hak Ibu buat bahagia, Lena gak akan pernah mau melarang Ibu. Asalkan Dokter Gunawan janji sama Lena, jangan pernah sakitin Ibu! karena Ibu sudah pernah sakit hati karena Bapak! jadi, Lena gak mau Ibu sakit hati kedua kalinya!" ucap Lena.


"Alhamdulillah, saya janji Lena. Saya bakal sayangin dan bahagiakan kamu dan Ibu kamu, saya bakal buktikan ke kamu, kalau saya gak akan pernah sakitin Ibu kamu!" ucap Dokter Gunawan.


"Hiks-hiks-hiks.... makasih ya Nak, kamu udah mengerti Ibu. Ibu ingin kamu bahagia juga Nak, punya sosok seorang Ayah!" ucap Bu Yani.


"Hiks-hiks-hiks... Lena juga bahagia Bu. Semoga Ibu dan Dokter Gunawan bisa jadi pasangan suami-istri sampai akhir hayat yah! Lena bersyukur, Ibu bisa tersenyum lagi seperti ini!" ucap Lena memeluk Ibunya sambil menangis.


"Lena, terima kasih. Sekarang kamu jangan panggil saya Dokter lagi dong! meskipun saya baru jadi calon Ayah, saya mau kamu panggil saya, Ayah!" minta Dokter Gunawan.


"He-he-he... iya Ayah! Lena tersenyum bahagia.


Lena izin masuk kamar. Lena menangis bahagia, satu sisi lagi Lena sedih karena rindu dengan Genta. Dia berharap Genta pulang dari Indonesia sembuh total dan bisa bersama lagi.


Satu sisi aku bahagia banget, Ibu mau dilamar Dokter Gunawan. Satu sisi lagi, aku sedih jauh dari Kak Genta. Ya Allah, sembuhkan kekasihku yang jauh di sana, jangan ambil dia dari hidupku ya Allah.


****


Di kediaman rumah sakit Australia. Genta hanya melamun dan memikirkan Lena. Air mata terus berlinang ingin bertemu Lena dan menjelaskan kondisinya. Gak lama Ratu datang ke Australia untuk bilang ke Bu Susi, Pak Miko dan Genta. Ratu memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Genta lagi karena Genta penyakitan.


Di situ, Bu Susi dan Pak Miko kecewa dengan ucapan Ratu yang menghindari Genta. Ratu malu kalau punya calon suami penyakitan seperti Genta. Genta tidak memperdulikan Ratu meninggalkannya. Justru Genta senang dan bahagia bisa terlepas dari perempuan itu.


"Sore Tante, Om, Genta!" ucap Ratu.


"Sore Ratu, ya ampun, kamu jauh-jauh mau datang ke sini yah! untuk menjenguk Genta? Genta, harusnya kamu berterima kasih pada Ratu!" ucap Bu Susi.

__ADS_1


"Apa kabar kamu Genta?" tanya Ratu, tapi Genta malah membuang muka sinis.


Udah sakit, masih aja sombong. Kalau gak karena harta gue gak mau sama lo. Sekarang gue bakal bilang ke Nyokap-Bokap lo kalau gue gak mau nerusin tunangan sama lo, jijik.


"Ratu, Om berterima kasih lho, kamu udah mau jenguk Anak Om." Ucap Pak Miko.


"Tante, Om, saya sebenarnya ke sini mau bilang sesuatu. Kalau saya tidak bisa melanjutkan tunangan bersama Genta." Ucap Ratu.


"Apa? kamu bercanda kan? Ratu, kamu jangan bercanda gini ah!" minta Bu Susi.


"Ratu gak bercanda! Ratu serius! Ratu gak mau, nantinya hidup Ratu susah karena punya calon penyakitan! Ratu jijik dan malu!" ucap Ratu.


Prak....


"Kurang ajar kamu! Tante sudah baik dan menilai kamu perempuan baik, ternyata kamu jahat! Tante benar-benar kecewa sama kamu! PERGI KAMU! PERGI!" bentak Bu Susi kesal.


Ratu langsung keluar dengan wajah sinis dan marah karena ditampar oleh Bu Susi. Genta tersenyum dan bilang ke Mamahnya kalau Ratu itu sudah terbukti bukan perempuan baik-baik.


"Sabar Mah! sabar!" ucap Pak Miko.


"Sekarang Mamah tahu kan, kalau Ratu bukan perempuan baik-baik! Mamah gak pernah percaya sama Genta!" ucap Genta.


"Genta benar Mah, kalau emang Ratu cinta, dia bakal terima Genta dengan keadaan apapun! gak kaya gini!" ucap Pak Miko.


"Mamah gak usah tangisin wanita itu! gak pantas Mah! Genta sudah mantap dengan pilihan Genta sendiri! yaitu, Lena." Ucap Genta.


"Cukup Genta! jangan Lena lagi yang kamu bahas! di luar sana banyak perempuan lain selain Lena dan Ratu! Mamah gak mau, kamu gagal sama Ratu, balik sama Lena!" ucap Bu Susi.


"Terserah Mamah! pendirian Genta tetap Lena!" ucap Genta.


"Iya Mah, biarkan Genta menentukan pilihannya sendiri! yang jalanin kan Genta bukan Mamah!" ucap Pak Miko.


"Kok Papah malah bela Genta? Mamah tetap gak setuju kalau Genta harus sama Lena!" ucap Bu Susi langsung keluar ruangan.


"Kamu yang sabar ya Genta! sifat Mamah kamu emang egois! Papah akan selalu dukung keputusan kamu! karena Papah percaya sama kamu Genta!" ucap Pak Miko.


"Makasih ya Pah, sudah mau dukung Genta. Lena itu, perempuan baik Pah, Lena gak akan meninggalkan Genta meskipun keadaan Genta seperti ini!" ucap Genta.


"Iya Nak, Papah percaya." Ucap Pak Miko.

__ADS_1


"Pah, boleh Genta pinjam handphone Papah! sepertinya handphone Genta masih sama Mamah!" minta Genta.


"Oke! pakai aja!" ucap Pak Miko.


Genta langsung menghubungi Lena. Genta dengan suara seraknya dan tangisnya karena rindu dengan Lena.


Nomor siapa nih? kaya nomor luar Negeri.


"Hallo!" jawab Lena.


"Hallo, Lena. Ini aku Genta! hiks-hiks-hiks apa kabar kamu sayang?" tanya Genta sambil menangis.


"Sayang, ini benaran kamu? hiks-hiks-hiks... aku baik, aku kangen banget sama kamu! gimana keadaan kamu sekarang? aku khawatir!" ucap Lena sambil menangis.


"Alhamdulillah, aku baik. Maafin aku, gak bilang-bilang kamu saat aku ke sini! aku pun gak tahu, tiba-tiba sudah dibawa ke sini!" ucap Genta.


"Alhamdulillah, kamu bakal sembuh kan sayang?" tanya Lena. Tiba-tiba Bu Susi mengambil ponsel Pak Miko dan mematikannya. Genta marah dan gak berdaya untuk mengambil ponsel dari tangan Mamahnya.


Kok tiba-tiba mati? kenapa yah? hiks-hiks-hiks... semoga gak apa-apa ya Allah.


"Mamah! sudah bilang, jangan pernah berhubungan dengan Lena! ngerti gak sih, kamu!" bentak Bu Susi.


"Hiks-hiks-hiks... Mah, berikan handphone itu! atau mana handphone aku sama Mamah! Genta benar-benar gak nyangka sama Mamah! Mamah sama jahatnya sama Ratu!" ucap Genta.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN


- DIARY ASMARA


- MUSLIMAH LOVE PRAYER

__ADS_1


__ADS_2