
"Oke, Anak-anak, yang ikut gelombang satu, harap datang jam dua, pokoknya, jam dua sudah tiba di lokasi! makasih! Bu Patmi, saya permisi yah! Assalamu'alaikum." Sahut Pak Dirga.
Dimas melamun memikirkan Lena, dia merasa bersalah, sebagai sahabat, tidak bisa menjaga Lena. Mega memperhatikan Dimas melamun.
"Sayang, kenapa?" tanya Mega.
"Gak apa-apa." Sahut Dimas.
"Kamu mikirin Lena yah, jujur aja, aku gak marah kok, pulang sekolah, kita jenguk yuk!" ajak Mega.
"Iya, ayok! pulang sekolah yah!" sahut Dimas.
Dimas, apa benar sayang kamu ke Lena hanya sebagai seorang sahabat? apa benar, apa yang dibilang Ferdi? ah... gue, gak boleh terpancing, lagian, Lena itu, cinta sama Kak Genta.
☀☀☀☀
Genta ke sekolah Lena sekitar jam sepuluh, saat jam istirahat. Genta langsung menghubungi Mega, untuk menemui Genta di luar gerbang. Genta menunggu Mega sambil memikirkan Lena.
"Kak." Sahut Mega.
"Mana Lena? kalian lagi istirahat kan?" tanya Genta.
"Mmm..." sahut Mega.
"Mmm... apa sih? kan Kakak minta, bawa Lena ke sini!" minta Genta.
"Kak, Lena gak masuk!" sahut Wina.
"Gak masuk? kemana? Lena kemana?" tanya Genta.
"Lena sakit Kak, di rawat di rumah sakit yang Kakak pernah dirawat." Sahut Mega.
"Astaghfirullah, kenapa kamu gak bilang dari tadi Mega, jadi Kakak bisa langsung ke sana? Lena sakit apa?" tanya Genta khawatir.
"Maaf Kak, tadi kan gak sempat, soalnya lagi belajar." Sahut Mega.
"Ya udah, kalian berdua masuk aja yah, Kakak mau nyusul Lena ke rumah sakit!" sahut Genta langsung berjalan ke arah mobil.
"Kakak hati-hati, salam buat Lena!" sahut Mega.
Genta langsung berangkat ke rumah sakit. Genta meneteskan air mata Lena sakit. Genta sangat khawatir dan ingin cepat-cepat bertemu Lena dan memeluknya. Sesampainya di rumah sakit, Genta langsung menanyakan suster dan langsung masuk ke ruangan Lena.
Genta mengucapkan salam, mencium tangan Bu Yani, dan menatap Lena dengan wajah sendu dan memelas.
"Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Bu Yani dan Lena.
"Bu, Sayang, kamu kenapa? dari kemarin, seharian aku mencari kamu, tahu-nya, kamu sakit." Sahut Genta sedih dan meneteskan air mata.
"Buat apa, Kak Genta ke sini? aku gak mau Mamah Kak Genta tahu, dan hina aku lagi!" sahut Lena ketus.
__ADS_1
"Hiks-hiks-hiks... sayang, dengarin penjelasan aku dulu yah, Mamah aku, udah setuju sama hubungan kita, aku mohon kamu jangan marah lagi sama aku, aku kaya orang gila mencari kamu sayang, jangan! hiks-hiks-hiks..." minta Genta mencium tangan Lena.
"Hiks-hiks-hiks... gimana dengan tunangan Kakak? pasti dia kecewa! aku gak mau, disangka rebut tunangan orang!" sahut Lena.
"Dia bukan tunanganku, aku sudah berapa kali, bilang sama kamu, dia hanya ngejar-ngejar aku sayang, cinta pertama aku, hanya kamu, aku sayang kamu Lena!" sahut Genta.
"Hiks-hiks-hiks... aku juga gak bisa jauh dari Kakak, aku selalu kepikiran Kakak." Sahut Lena.
"Maafin Mamah aku yah, nanti, aku bawa Mamah aku ke sini, buat kenal sama Ibu dan Lena." Sahut Genta.
"Aku sudah maafin Kak, hiks-hiks-hiks..." sahut Lena memeluk Genta sambil menangis.
"Ibu, maafin Mamah saya yah, Mamah saya sudah taubat, dan mau menerima Lena." Sahut Genta.
"Alhamdulillah, kalau gitu, Ibu senang Nak, dengarnya, Ibu sudah maafin Mamah kamu." Sahut Bu Yani.
"Alhamdulillah... makasih Bu, makasih." Sahut Genta.
"Sama-sama, Ibu mau beli makanan dulu yah, Ibu titip Lena." Sahut Bu Yani.
"Biar Genta aja Bu." Minta Genta.
"Gak Nak, mungkin kamu masih mau ngobrol-ngobrol dengan Lena, Lena Ibu tinggal ya Nak, Nak Genta." Sahut Bu Yani.
"Iya Bu, hati-hati yah." Sahut Lena tersenyum.
"Sayang, makasih yah, kamu udah mau maafin Mamah, kalau dia sampai gak berubah, demi kamu, aku akan kabur dari rumah, kamu kenapa jadi sakit begini sayang? kalang kabut aku cari kamu!" sahut Genta tersenyum.
"Sama-sama, semoga benar yah, Mamah kamu udah berubah, aku senang dengarnya, gak tahu sayang, namanya penyakit, gak ada yang tahu, sebenarnya, aku mau dirawat di rumah, tapi Dokter Gunawan maksa aku, buat dirawat." Sahut Lena.
"Jangan dong! aku juga gak mau kamu sakit, aku mau kamu juga sembuh! maafin aku, kemarin udah marah-marah sama kamu, udah gak mau ngomong sama kamu, habis aku sakit hati, Mamah kamu menghina aku!" sahut Lena.
"Sekali lagi, dia menghina kamu, aku gak akan tinggal diam! janji sama aku!" minta Genta.
"Janji apa?" tanya Lena.
"Janji, kalau suatu saat kita ada rintangan, kita bakal selalu bersama, kamu gak boleh menghindar dari aku lagi, kita hadapi sama-sama, walaupun, seberat apa rintangan cinta kita!" sahut Genta menunjukan jari kelingkingnya.
"Janji!" sahut Lena tersenyum.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Genta. Ratu dan Bu Susi sedang mengobrol-ngobrol bersama dan akan menghancurkan Lena, secara perlahan. Mereka tertawa-tawa. Bi Rahmi mendengar semua percakapan Ratu dan Bu Susi. Bi Rahmi dilarang bicara pada Genta, kalau sampai Bi Rahmi bicara, Bi Rahmi akan dipecat.
"Rahmi! sini kamu!" panggil Bu Susi.
"Iya Nyonya!" sahut Bi Rahmi.
"Heh! kamu nguping yah?" tanya Bu Susi.
"Tidak Nyonya!" sahut Bi Rahmi.
"Awas kamu! kalau sampai kamu ngadu sama Genta! saya pecat kamu! jangan mentang-mentang, Genta milih kamu dari pada saya, kamu bisa ngadu sama dia!" bentak Bu Susi.
__ADS_1
"Pecat aja Tante!" sahut Ratu.
"Kita gak bisa pecat dia! karena Genta sayang banget sama dia, wajar sih, karena Genta sejak kecil diurus sama dia! kalau Tante pecat, gagal rencana kita dong!" sahut Bu Susi.
"Benar juga Tante! heh! sana! ngapain masih di sini!" bentak Ratu.
Hiks-hiks-hiks... benar dugaan saya, Nyonya pura-pura baik saja, saya sedih ya Allah, gimana ini, kalau saya bilang, saya bakal dipecat, kalau saya gak bilang, saya merasa bersalah sama Den Genta, ya Allah, bantu saya harus bagaimana.
"Tante! yakin, pembantu itu gak ngadu sama Genta?" tanya Ratu.
"Gak akan sayang!" sahut Bu Susi.
"Bagus deh!" sahut Ratu.
☀☀☀☀
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua Anak-anak pada kumpul untuk menjenguk Lena di rumah sakit. Hanya Ferdi yang sendiri ke rumah sakit, dan gak ikut gabung.
"Win, lo bisa kan, jenguk Lena?" tanya Mega.
"Bisa dong!" jawab Wina.
"Kalian pada mua kemana? jenguk Lena yah?" tanya Lia.
"Iya Lia, lo mau ikut?" tanya Mega.
"Ikut dong! tapi gue bawa mobil, ada yang mau nebeng sama gue?" tanya Lia.
"Gue Lia!" minta Wina.
"Gue Lia!" minta Ayu.
"Oke, Mega, Dimas, Alwi, Riki, gimana?" tanya Lia.
"Gue sama Dimas." Sahut Mega.
"Gue sama Alwi naik motor." Sahut Riki.
"Dasar lo Mega, bucin!" sahut Wina.
"Syirik aja lo!" sahut Mega.
"Tumben, Ferdi gak ikut?" tanya Lia.
"Gak pikirin dia! muak gue sama dia!" sahut Dimas.
Saat Genta sedang menyuapi Lena, Ferdi sudah duluan di rumah sakit dari pada Anak-anak. Saat Ferdi masuk, Genta merasa kesal karena masalah kemarin, Genta kaget dia masuk ruangan Lena.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
__ADS_1