
"Iya, sebenarnya, Kak Genta pacaran sama teman Lena, tapi Tante Susi ngelarang Mah." Sahut Mega.
"Lho, emang kenapa ngelarang?" tanya Mamah-nya Mega.
"Karena mau jodohin Kak Genta sama pilihan Tante Susi, sedangkan Kak Genta kan gak cinta Mah." Sahut Mega.
"Mungkin, Tante Susi ilfil sama Anak SMA, lagian Genta kenapa pacaran sama Anak SMA?" sahut Mamah-nya Mega.
"Kok Mamah malah bela Tante Susi sih, cinta itu, gak pandang umur Mah, kalau udah nyaman dan suka mau gimana lagi!" sahut Mega.
"Anak Mamah belajar sama siapa soal cinta? sayang, jangan terlalu ikut campur urusan mereka, kalau Tante Susi ngelarang ya udah, biarkan saja sayang, emang kamu mau disalahkan?" tanya Mamah-nya Mega.
"Ya gak mau Mah, tapi, Kak Genta itu, sepupu Mega, dekat sama Mega, satu lagi sahabat Mega, yang udah dekat banget sama Mega, gak mungkin Mega biarkan atau abaikan mereka Mah!" sahut Mega.
"Mamah ngerti, kan kamu tahu, Tante Susi itu seperti apa, Mamah takut, Papah kamu kebawa-bawa, Mamah juga, urusannya malah jadi ribet kalau udah dengar ke kuping Papah kamu, bisa-bisa, kamu malah dilarang bergaul sama teman kamu itu, secara, Papah kamu nurut banget sama Kakaknya itu!" sahut Mamah-nya Mega.
"Mamah tenang aja, Papah gak akan tahu, Mega akan selalu hati-hati kok Mah." Sahut Mega.
☀☀☀☀
Genta merenung sambil duduk, dia sangat merindukan Lena, Genta sampai meneteskan air mata ingin bertemu Lena. Hari pun telah gelap, Genta masih duduk di atas mobil.
Sayang, kamu di mana? udah tiga kali balik, rumah kamu kosong, di sini tanpa kamu hampa, cuma air mata dan gelapnya malam yang menemaniku sayang, kamu sedang apa? lagi apa sayang? aku benar-benar rindu.
Gak lama, Mega langsung menghubungi Genta. Mengabarkan kalau tidak ada yang tahu Lena kemana. Genta pun bilang ke Mega, sudah tiga kali bolak-balik, rumahnya masih kosong.
"Assalamu'alaikum, Mega, gimana?" tanya Genta.
"Wa'alaikumsalam, Kak, gak ada yang tahu Kak, Kakak udah ke rumah-nya lagi? siapa tahu sudah pulang." Sahut Mega.
"Baru aja ke sana, masih kosong, malah udah tiga kali ke sana." Sahut Genta.
"Sabar ya Kak, mungkin besok kali, Mudah-mudahan besok dia masuk sekolah." Sahut Mega.
"Hiks-hiks, Kakak gak mau kehilangan dia Mega, Kakak benar-benar mencintai Lena." Sahut Genta menangis.
"Iya Kak, Mega tahu kok, sekarang Kak Genta di mana?" tanya Mega.
"Masih di perkiran Mall Garand Indonesia, Kakak cuma mau kasih tahu dia, kalau Mamah Kakak, sudah setuju dan mau menerima Lena, tapi Lena-nya malah gak ada." Sahut Genta.
"Mau Mega susul gak? masa sih Kak? secepat itu, Tante Susi langsung menerima Lena?" tanya Mega.
"Gak usah, udah malam, kamu istirahat aja, Kakak serius Lena, Kakak juga udah jujur tentang penyakit Kakak ini." Sahut Genta.
__ADS_1
"Syukur deh, Kak, kalau gitu, Mega ikut senang, besok Mega kasih tahu Lena yah!" minta Mega.
"Oke, makasih ya Ga." Sahut Genta.
"Oke, Kak, sama-sama, bye!" sahut Mega.
"Bye, Assalamu'alaikum." Salam Genta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Mega.
☀☀☀☀
Mega masih merenung, Mega tidak percaya begitu aja, kalau Mamah-nya Genta sadar secepat itu. Mega berpikiran, pasti ada yang direncanakan oleh Mamah-nya Genta.
Tante Susi mau nerima Lena? ah, gak mungkin secepat itu, pasti ada yang direncanakan, gue gak percaya, gue harus hati-hati nih, bilangin Lena, Lena, lo di mana sih? kenapa gak ada kabar? gue khawatir Lena.
Mega langsung menghubungi Dimas. Ternyata Dimas lagi ke arah rumah Lena. Dimas khawatir juga sama Lena. Ingin memastikan keadaan Lena.
"Assalamu'alaikum, kamu di mana?" tanya Mega.
"Wa'alaikumsalam, aku lagi arah rumah Lena nih!" sahut Dimas.
"Kok, kamu gak bilang-bilang, kalau mau ke rumah Lena?" tanya Mega.
"Aku kira kamu tidur sayang, mangkanya takut ganggu." Sahut Dimas.
"Iya sayang, sepi, gelap lampunya mati, kemana ya sayang?" tanya Dimas.
"Ya ampun, Lena kemana sih? bikin khawatir aja!" sahut Mega.
"Aku juga gak tahu sayang, gak biasanya dia begini, aku jadi gak rela, Lena jadian sama Kak Genta, bikin Lena menderita tahu gak!" sahut Dimas.
"Kok kamu gitu? jahat banget ngomong-nya!" sahut Mega.
"Habis kesal!" sahut Dimas.
"Aku tahu, kamu kesal, tapi jangan salahkan Kak Genta juga, semua kan karena Mamah-nya Kak Genta, aku tahu, Lena sahabat kamu, kamu jangan emosi gitu dong!" minta Mega.
"Iya, iya, maaf yah!" sahut Dimas.
"Ya udah, kamu pulang aja! siapa tahu besok Lena masuk kelas!" sahut Mega.
"Iya, aku pulang yah! Assalamu'alaikum." Salam Dimas.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati!" minta Mega.
__ADS_1
Lena, kamu kemana sih? gue khawatir sama lo, terasa sakit gue, kalau lo juga sakit hati Lena, gue janji Lena, bakal lindungin lo dari Mamah-nya Kak Genta, semua ini karena lo jadian sama Kak Genta, kalau enggak, gak bakal seperti ini Lena.
Gak lama, Ferdi datang. Ferdi juga ingin mengecek keadaan Lena. Ferdi dan Dimas akhirnya bertengkar, sampai warga memisahkan mereka berdua.
"Mau apa lo ke sini?" tanya Dimas.
"Ada juga gue yang tanya, lo mau apa ke sini?" tanya Ferdi.
"Terserah gue, gue sahabat kecilnya, bebas dong, mau-maunya gue! lah, lo siapa?" tanya Dimas.
"Gue? gue bakal jadi pacarnya Lena, gue cinta sama Lena, mau apa lo?" tanya Ferdi.
"Ngakak ribut nih, orang!" sahut Dimas.
"Gak pantas, udah punya cewek, malah hatinya masih ada di sahabatnya, kasihan banget Mega, dibodohin sama orang kaya gini!" sahut Ferdi.
"Kurang ajar lo!" Dimas langsung menghajar Ferdi, mereka ribut depan rumah Lena.
"Heh-heh-heh, ada apa ini? kalian ribut-ribut di rumah orang?" tanya Bapak-bapak memisahkan Dimas dan Ferdi.
"Dia aja duluan Pak! mulutnya kurang ajar!" sahut Dimas.
"Apa lo!" sahut Ferdi.
"Sudah-sudah! kalian ini, kerjaannya ribut terus! emang, orang tua kalian gak khawatir apa, malam-malam ke rumah orang ribut! kalian masih pada sekolah kan?" tanya Bapak satunya.
"Iya Pak, saya mau ketemu Lena, tapi, gak ada orang-nya." Sahut Dimas.
"Saya juga Pak!" sahut Ferdi.
"Lena gak ada, mendingan besok saja! kalian sekarang bubar pulang! besok sekolah! ayo cepat bubar! kalau enggak, saya bawa kalian ke Rt mau?" tanya Bapak-bapak.
"Jangan Pak!" sahut Dimas dan Ferdi.
"Ya sudah sana pulang!" minta Bapak-bapak tersebut.
Dimas dan Ferdi saling menatap dengan raut wajah kesal. Dimas dan Ferdi seakan belum puas untuk melanjutkan perkelahian mereka.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- TA'ARUF CINTA
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU