Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 75


__ADS_3

"Kita cari kemana Kak Niko sama Wina Yang?" tanya Lena.


"Paling di sekitaran sini!" sahut Genta.


Niko dan Wina sedang berdebat. Niko sulit menaklukkan hatinya Wina kalau sudah marah. Akhirnya, Lena dan Genta melihat dia sedang berdebat dan menasehati mereka berdua.


"Win, dengarin gue dulu!" minta Niko.


"Gue gak mau dengar lo! balikin kunci motor gue!" minta Wina.


"Lagian parkir jauh banget, kenapa gak di sekolah?" tanya Niko.


"Suka-suka gue, ini rumah saudara gue, ini motor saudara gue, terserah gue! sini! ntar ilang mau ganti lo!" sahut Wina.


"Wina, ada apa sih?" tanya saudaranya Wina.


"Gak apa-apa Bule." Sahut Wina.


"Ajak masuk temannya! bule mau ke pasar! jangan lupa kunci yah!" minta Bule nya Wina.


"Siap Bule!" sahut Wina.


"Sayang, itu mereka!" sahut Lena.


"Dia di rumah siapa?" tanya Genta.


"Itu rumah bulenya si Wina, gak jauh dari sekolah, jadi, kalau pulang, kadang dia, minjam motor bulenya." Sahut Lena.


"Oh, gitu, ya udah, ayo turun!" sahut Genta.


"Mobil kamu agak depan aja parkirnya!" minta Lena.


"Hiks-hiks-hiks... sini Niko! gue mau pulang!" minta Wina sambil nangis.


"Woy, ngapain lo! dicariin juga!" sahut Genta.


"Wina, kok lo kabur gitu aja sih? lo kenapa nangis?" tanya Lena.


"Habis, gue kesal banget sama dia! dia ambil kunci motor saudara gue!" sahut Wina.


"Sini lo berdua!" minta Genta.


"Sini!" ajak Lena menarik tangan Wina.


"Sebenarnya, ada masalah apa sih, kalian berdua?" tanya Genta.

__ADS_1


"Yang kemarin gue ceritain, gue gak sengaja kenalan sama itu, siapa? Chika." Sahut Niko.


"Wina cemburu lah, Kak, cewek mana sih, yang gak cemburu kalau cowoknya dekat sama cewek lain, apa lagi kita baru jadian." Sahut Wina.


"Wina benar, Niko salah, harusnya lo gak boleh kaya gitu, kalau emang lo suka dan nembak Wina, lo harus fokus satu cewek, kenapa sedikit lihat cewek cantik atau apa, langsung naksir, artinya, lo gak serius sama Wina." Sahut Genta.


"Betul Kak!" sahut Wina.


"Tapi kan, gue udah mau minta maaf, gue gak akan ulangin lagi, gue janji!" sahut Niko.


"Lo gak usah pakai janji, gue gak suka, lo itu, sebagai cowok harus bisa buktiin, bukan janji, Wina, kamu juga salah, Niko sudah jelasin dan mau maafin kamu, kamu maafin dong! kasih konsekuensinya sama dia, kalau sudah dua kali atau tiga kali dia masih begitu, udah, baru kamu jangan maafin dia lagi, gue juga sebagai sahabat dia bakal marah dan malas kenal dia." Sahut Genta.


"Betul kata Kak Genta, lo lihat dulu pembuktian dari Kak Niko Win, lo baru lihat sekali, belum tentu Kak Niko mau sama perempuan kaya gitu, kalau emang, nanti mo disakitin sampai dua kali baru lo gak usah maafin." Sahut Lena menambahkan menasehati Wina.


"Ya udah, aku maafin dia! tapi, kalau sekali lagi, aku gak akan pernah mau maafin!" sahut Wina.


"Nah, gitu dong!" sahut Genta.


"Makasih ya Wina, kamu udah maafin aku, aku akan buktiin Wina!" sahut Niko.


"Alhamdulillah." sahut Genta Lena.


"Makasih ya, Lena dan Genta, udah mau bantu gue!" sahut Niko.


"Gue gak bantu, hanya saran!" sahut Genta.


"Makasih ya Lena, Kak Niko." Sahut Wina.


"Salaman dong!" minta Genta.


"Nah, gitu dong!" sahut Lena tersenyum.


"Gimana sekarang? kalian mau bareng sama kita?" tanya Genta.


"Bro, kayanya gue sama Wina, naik motor ini aja deh, gue mau ajak Wina jalan-jalan." Sahut Niko.


"Oh, gitu? ya udah, kalau gitu, gue sama Lena duluan yah!" minta Genta.


Genta akhirnya, mengajak Lena untuk jalan-jalan, Lena sudah izin pada Ibunya dengan menghubungi lewat telepon. Genta memperhatikan Lena sambil tersenyum. Mereka makan siang sambil menunggu pelayan datang.



"Ya ampun, cantik banget sih, kamu, manis." Sahut Genta tersenyum.


"Kamu kenapa senyum dan lihatin aku kaya gitu? gombal mulu!" sahut Lena.

__ADS_1


"Coba kamu lihat mata aku, gak ada kata gombal, tapi, ini tulus dari hati aku, semakin lama kita dekat, malah semakin aku cinta dan takut kehilangan kamu!" sahut Genta.


"Gak akan sayang, kan hati aku udah ada dalam hati kamu, jadi gak bisa diambil orang lain." Sahut Lena.


"Pasti sayang, aku sayang dan cinta sama kamu!" sahut Genta.


Gak lama, Ratu datang ke restoran itu. Ratu menyiram Lena dengan air sirup. Sampai Genta marah dan geram pada Ratu. Lena menangis dan malu, Genta langsung membalasnya pada Ratu, menyiramnya kembali.


Itu Genta, sama siapa dia? itu bukan ceweknya Niko? aku harus samperin.


Byuaaarrr


"Rasakan itu! gak tahu diri lo yah! lo kan ceweknya Niko yang Anak sekolahan itu, kenapa lo bisa sama Genta? dasar cewek matre lo!" sahut Ratu.


"Ratu! lo apa-apaan sih? ada juga lo yang gak tahu malu! lo suka tidur dan jalan sama cowok lain, lo yang matre! lo cuci otak Nyokap gue, dengar yah! dia bukan ceweknya Niko, Niko itu suruhan gue, dia cewek yang gue cintai, gue bangga sama dia, gue akan tunggu dia sampai lulus sekolah!" sahut Genta.


"Genta! lo sadar dong! dia masih bocah, masih SMA, masa lo pacaran sama dia! mungkin lo dipelet sama dia!" sahut Ratu.


"Jaga ucapan lo! muak gue lihat muka lo! ini yang pantas buat lo! rasakan!" sahut Genta menuang jus ke mukanya Ratu.


"Genta....." Ratu berteriak.


"Sayang, maafin aku yah, kenapa kita ketemu perempuan jahat itu! kamu gak marah kan? sini, aku bersihin!" sahut Genta.


"Gak usah, aku bisa sendiri! sekarang aku mau pulang, mau cuci baju aku, soalnya aku gak tahu hilang apa enggak nodanya." Sahut Lena.


"Aku yakin kamu marah kan sama aku? kamu gak percaya sama aku?" tanya Genta.


"Aku percaya sama kamu, aku gak marah, cuma aku takut, orang tua kamu gak setuju sama aku, dengar kata bicaranya aja, dia dekat sama Mamah kamu, kamu tahu, aku miskin, aku gak punya apa-apa." Sahut Lena.


"Apapun itu, mau kamu miskin, kamu apa, aku gak peduli sayang, aku akan tinggalin orang tua aku, kalau mereka berani larang aku dan jodohin sama dia!" sahut Genta memegang tangan Lena.


"Kalau kamu tinggalin keluarga kamu, artinya aku egois, kalau sampai kamu gak punya apa-apa gara-gara aku, aku jadi merasa bersalah." Sahut Lena.


"Aku gak masalah, kehilangan harta sekali pun, asalkan, hidup aku sama kamu, selalu bersama kamu, kamu janji sama aku, walaupun nanti aku miskin atau apa, kamu akan selalu bersama aku! janji!" sahut Genta menunjukkan kelingking pada Lena.


"Janji." Sahut Lena menyatukan kelingkingnya pada Genta sambil tersenyum.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2