Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 57


__ADS_3

"Oh gitu? tega banget sih, coba dari dulu sama saya!" sahut Dokter Gunawan.


"Kalau Ibunya Lena sama Dokter, aku gak akan bisa kenal sama Lena dong! Dokter janji, jangan bilang ke siapa-siapa tentang rahasia ini!" sahut Genta.


"Oke! oke! kamu tenang aja sama saya! bantu saya dong, buat dekatin Ibunya Lena!" minta Dokter Gunawan.


"Kalau Dokter mau dekatin Ibunya, Dokter harus dekatin Anaknya dulu, kasih perhatian kek, apa gitu, kalau Anaknya sudah suka, tinggal ambil hati Ibunya!" saran Genta.


"Boleh juga, ide kamu! belajar dari mana kamu?" tanya Dokter Gunawan tersenyum.


"Ada deh!" sahut Genta.


"Awas aja kamu, kalau saya udah jadi sama Ibunya Lena, saya larang kamu sama Lena!" canda Dokter Gunawan.


"Gak akan ada yang melarang cinta kami Dok!" sahut Genta.


"Lebay!" sahut Dokter Gunawan.


"Kalau Dokter mau dibantu, bantu saya juga dong, biar selalu dekat sama Lena!" sahut Genta.


"Iya, iya! sudah, saya mau pulang! Anak saya sama baby sister, kasihan!" sahut Dokter Gunawan.


"Oke, Dok! sukses!" sahut Genta. Dokter Gunawan tersenyum.


☀☀☀☀


Dimas masih di perjalanan mengantar Lena. Dimas melirik ke Lena. Dimas seperti kamu berada di samping Lena. Dimas langsung membuka obrolan.


"Len, gue senang bisa bantu lo, antar lo kaya gini!" sahut Dimas.


"Makasih ya Dimas, gue jadi gak enak sama lo dan Mega, ngerepotin!" sahut Lena.


"Lo sahabat gue, jadi, gak pernah ada yang direpotkan, justru gue senang." Sahut Dimas.


"Makasih yah!" sahut Lena.


"Oh, iya, kita makan dulu yuk!" ajak Dimas.


"Ah, enggak ah, udah malam juga! takut Ibu Khawatir." Sahut Lena.


"Oh, kirain mau!" sahut Dimas.


"Kapan-kapan aja, sama Mega dan Kak Genta." Sahut Lena.


"Ya udah, kalau gitu! soalnya udah lama juga kita gak jalan bareng!" sahut Dimas.


"Sekarang udah beda Dimas, aku punya Genta, kamu punya Mega, hargai perasaan mereka! aku gak mau ada kesalah pahaman lho!" sahut Lena.


"Kan kita sahabat, masa salah paham?" sahut Dimas.


"Dimas! aku mau pulang! Ibu udah teleponin aku terus! ngerti gak sih!" sahut Lena.


"Iya, iya, galak banget!" sahut Dimas.


"Habis ngeselin sih!" sahut Lena.


"Sekarang kok jadi aku? kebiasaan sama Kak Genta yah!" sahut Dimas.


"Diam! Ibu telepon!" sahut Lena menyuruh Dimas diam.


"Assalamu'alaikum, Bu." Sahut Lena.


"Wa'alaikumsalam, Lena, kamu di mana Nak?" tanya Ibunya Lena.

__ADS_1


"Masih di jalan Bu, ini diantar sama Dimas!" sahut Lena.


"Syukur Alhamdulillah, kalau gitu, ya udah, hati-hati ya Nak, Ibu khawatir!" sahut Bu Yani.


"Iya Ibu, Lena gak apa-apa!" sahut Lena.


"Ya udah, Nak, lanjutin yah!" sahut Bu Yani.


"Iya Bu, Assalamu'alaikum." Sahut Lena.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Bu Yani.


"Tuh, lo dengar sendiri kan? Ibu gue, udah khawatir!" sahut Lena.


"Iya, iya, Ibu lo kan udah percaya sama gue, kalau lo ngomong pasti dikasih lah!" sahut Dimas.


"Eh, lihat ini! ini jam berapa?" tanya Lena.


"Jam sebelas." Sahut Dimas.


"Pantas gak, gue malam-malam gini makan?" tanya Lena.


"Iya udah, gak usah sewot kenapa!" sahut Dimas.


"Gue gak sewot!" sahut Lena.


Gak lama, Mega video call Lena. Mega bertanya sedang ada di mana? soalnya handphone Dimas gak dibalas.


"Lo lihat! pacar lo, video call gue!" sahut Lena.


"Hallo! Lena lo di mana?" tanya Mega.


"Masih di jalan nih, Ga." Sahut Lena.


"Lagi nyetir kali!" sahut Lena.


"Aku lagi nyetir sayang, maaf yah!" sahut Dimas.


"Oh, gitu, kabarin dong! Lena maaf yah, gue jadi video call lo!" sahut Mega.


"Gak apa-apa Ga, besok lo jewer aja nih, pacar lo! kalau gak balas chat lo!" sahut Lena.


"Jangan ah, gue kan sayang sama dia! gue cuma pengen tahu kabar kalian aja kok! ya udah, gue tutup yah! sayang kalau kamu pulang dari rumah Lena, kabarin, udah sampai juga harus kabarin!" minta Mega.


"Oke!" sahut Dimas.


"Ya udah, bye." Sahut Mega.


"Bye." Sahut Lena dan Dimas.


"Apa jadinya kalau kita makan hah? pasti Mega salah paham! untung aja, kita gak makan!" sahut Lena.


"Iya, iya!" sahut Dimas.


"Sekarang, lo fokus aja sama Mega, jangan pernah lo sakitin dia!" sahut Lena.


"Dia posesif banget Len, apa-apa harus kabarin, curigaan sama gue!" sahut Dimas.


"Gimana dia gak curigaan, lo aja mau ajak makan gue, dia itu, belum percaya sama lo Dimas!" sahut Lena.


"Masa belum percaya?" tanya Dimas.


"Lo sebenarnya, cinta gak sama Mega?" tanya Lena.

__ADS_1


"Cinta itu sulit ada di hati gue Len, hati gue masih ada lo!" sahut Dimas.


"Dimas! stop! gue gak suka! kalau lo sakitin Mega, artinya lo sakitin gue juga! udah sampai! gue mau turun!" sahut Lena.


"Gue mau pamit sama Ibu lo!" sahut Dimas.


"Terserah lo!" sahut Lena.


"Assalamu'alaikum, Ibu." Salam Lena.


"Wa'alaikumsalam, eh, Anak Ibu udah pulang." Sahut Bu Yani tersenyum.


"Bu, Lena masuk kamar yah! capek banget!" sahut Lena.


"Iya Nak, makan dulu!" sahut Bu Yani.


"Bu, Dimas pamit dulu yah, udah malam juga!" sahut Dimas.


"Gak mampir dulu? minum?" tanya Bu Yani.


"Enggak Bu, udah malam, besok kan Dimas sekolah!" sahut Dimas.


"Oh, iya, makasih yah, kamu udah antar Lena, Anaknya bukan makasih malah ke dalam! Lena! Lena!" panggil Bu Yani.


"Apa sih, Bu?" tanya Lena.


"Bilang apa sama Dimas, gak boleh gitu ah! Ibu gak ngajarin yah!" sahut Bu Yani.


"Makasih Dimas!" sahut Lena.


"Sama-sama, Bu, Lena, Dimas pamit, Assalamu'alaikum." Sahut Dimas.


"Wa'alaikumsalam, salam buat Mamah yah!" sahut Bu Yani.


"Iya Bu." Sahut Dimas.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Lena.


Akhirnya, Dimas pulang dan pamit. Lena dinasehatin Bu Yani, agar Lena tidak bersikap seperti itu.


"Lena, Ibu boleh masuk?" tanya Bu Yani.


"Silakan Bu." Sahut Lena.


"Kamu kenapa sih, sama Dimas? Ibu lihat, wajah kamu jutek gitu? gak baik Nak." Nasihat Bu Yani.


"Habis aku kesal Bu, masa dia mau ajak makan aku, sedangkan, Ibu aja khawatir, udah malam juga, terus bilang masih cinta sama aku lagi!" sahut Lena.


"He-he-he, ya kamu hadapinnya santai aja sayang, gak usah emosi gitu, biar bagaimana pun, dia itu sahabat dari kecil, jangan mentang-mentang kamu ada Genta, kamu lupa!" sahut Bu Yani.


"Tapi, Mega itu cemburuan Bu, takutnya salah paham sama Lena, tadi aja video call segala!" sahut Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2