
Lena melihat toko boneka, karena Lena suka sama boneka, Lena tersenyum memandangi boneka yang sedang terpajang.
"Kenapa sayang?" tanya Genta.
"Bagus banget lucu-lucu bonekanya." Sahut Lena.
"Kamu mau! ayo!" Genta menarik Lena ke dalam toko dan menyuruh Lena untuk memilih.
"Mau ngapain Yang?" tanya Lena.
"Kamu pilih, mau yang mana bonekanya!" sahut Genta.
"Gak ah, lihat harganya mahal Yang, ayo kita keluar aja!" sahut Lena.
"Sayang, aku mohon pilih yah, pemberian aku yang pertama untuk kamu!" sahut Genta.
"Ya Allah, sayang, gak usah!" sahut Lena.
"Sayang please pilih yah!" sahut Genta
Genta membantu memilihkan untuk Lena sambil tersenyum, Lena bingung mau yang mana, Lena memilih harga yang murah, tapi sama Genta tidak boleh, harus pilih yang bagus dan mahal.
"Lihat aku sayang! ini aja yah!" sahut Genta sambil memegang boneka dan tersenyum.
"Aku boleh minta foto kamu gak? aku mau foto kamu pakai boneka ini!" minta Lena.
"Ayo foto!" sahut Genta memegang boneka dengan tersenyum.
"Mana lihat? jelek banget aku sayang!" sahut Genta.
"Biarin! kamu aja foto aku lagi jelek!" sahut Lena.
"Kamu mau yang mana sayangku?" tanya Genta mencubit pipi Lena.
"Ini aja, yang kamu pegang! emang gak apa-apa sayang?" tanya Lena.
"Ya, gak apa-apa dong!" sahut Genta.
"Makasih ya sayang, aku gak enak!" sahut Lena.
"Gak apa-apa, kalau kamu kangen sama aku, kamu bisa peluk boneka ini!" sahut Genta.
"Emang kamu mau kemana? kamu mau tinggalin aku?" tanya Lena.
"Enggak sayang, kalau misalkan malam aku udah tidur, terus kamu kangen, tinggal peluk aja!" sahut Genta.
"Jangan ninggalin aku sayang!" sahut Lena.
"Siapa sih, yang mau ninggalin kamu? gak akan!" sahut Genta.
"Lagian ngomongnya aneh, kalau kangen!" sahut Lena.
"Kan tadi udah di jelasin, kalau malam-malam kamu rindu, aku nya gak angkat telepon kamu, kamu bisa peluk ini!" sahut Genta.
__ADS_1
"Makasih ya sayang!" sahut Lena.
"Sama-sama, oh, iya, kita ke toko sepatu yuk! aku mau beliin kamu sepatu!" ajak Desta.
"Apaan sih, sayang, gak usah!" bantah Lena.
"Sayang biar kamu punya sepatu, buat jalan sama aku! pokoknya gak boleh nolak!" minta Genta.
"Ya, ampun, sayang, ini udah dibeliin boneka, kamu mau beliin sepatu juga, aku gak mau!" minta Lena.
"Sayang tolong jangan ditolak yah! ayo!" ajak Genta menggenggam tangan Lena.
"Aku gak mau disangka matre sayang!" sahut Lena.
"Sayang, dengar, kalau matre itu, ceweknya yang minta, ini kan aku yang beliin, ikhlas!" sahut Genta.
"Kalau ada yang bilang aku matre gimana?" tanya Lena.
"Siapa yang bilang? berhadapan sama Genta!" sahut Genta.
☀☀☀☀
Akhirnya, Genta memilihkan Lena sepatu yang sangat mahal. Lena sempat menolak, tapi Genta sudah menyuruh pelayan tokonya untuk dibungkus.
"Sa- yang." Baru ngomong Genta sudah menutup bibir Lena.
"Ssssttt, kalau bawel lagi, mau aku cium lagi!" sahut Genta menyentuh bibir Lena dengan telunjuk tangannya.
"Iya, iya, makasih Yang, aku harus bilang apa sama kamu, kamu udah banyak bantu dan memberi sesuatu untuk aku!" sahut Lena.
"Iya sayang, aku akan selalu setia sama kamu, mau badai apa pun, aku akan bersama kamu!" sahut Lena.
"Alhamdulillah, sekarang, kita nonton yuk!" ajak Genta.
"Nonton apa?" tanya Lena.
"Kita lihat aja nanti!" Genta menggandeng tangan Lena.
"Aku gak pernah nonton Yang, jadi gak tahu!" sahut Lena.
"Kan sama aku sayang, atau kamu mau makan dulu!" ajak Genta.
"Kayanya makan dulu aja Yang, aku lapar, tapi uang aku gak cukup kalau makan di sini!" sahut Lena.
"Astga, sayang, ngapain pakai uang kamu, kamu ini polos banget sih, aku yang bayar sayangku..." sahut Genta mencubit pipi Lena dan mencium kepala Lena.
"Ya, ampun, jadi makan juga aku dibayarin!" sahut Lena.
"Aku kan pacar kamu sayang, kamu mau apa aja, pasti aku turutin! karena aku ingin lihat kamu bahagia." Sahut Genta.
☀☀☀☀
Di bioskop Dimas bersama Mega, Mega terus memegang tangan Dimas. Tapi Dimas malah melepaskan.
"Kenapa sih, Dim? setiap gue pegang tangan lo, lo selalu gak mau!" sahut Mega.
"Ini resiko kalau lo pacaran sama gue, gue gak seromantis saudara lo itu! lo mau terima, kalau gak terima kita gak usah lanjutin!" sahut Dimas.
__ADS_1
"Lo jahat banget sih, terus tadi apa? lo suapin gue depan mereka?" tanya Mega.
"Nyuapin doang, gak depan umum, gak masalah, kalau pegangan tangan, gue gak mau Ga!" sahut Dimas.
Dimas melangkah duluan, sedangkan Mega duduk dan menangis. Saat Mega menangis, Dimas menengok ke belakang, melihat Mega menangis, Dimas langsung menghampiri Mega.
"Hiks-hiks-hiks, lo anggap gue apa sih? pacar lo bukan? kenapa lo dingin banget sama gue!" sahut Mega.
"Lo kenapa sih? jangan kaya Anak kecil deh!" sahut Dimas.
"Lo duluan aja sana!" sahut Mega.
"Ayo! malu, jangan nangis ah!" sahut Dimas.
"Dimas, gue mau tanya sama lo, lo cinta gak sih, sama gue? kenapa lo dingin sama gue? kita itu gak kaya pacaran tahu gak, gue juga pengen kaya yang lain, dipegang tangannya, dimanja!" sahut Mega.
"Kan gue bilang, gue bukan cowok romantis! kalau lo cinta sama gue, ya lo harus terima, tapi kalau lo gak terima, kita gak usah lanjut!" sahut Dimas.
"Prak, tega lo yah! lo gak pernah ngerti perasaan cewek kaya gimana! lo itu gak peka!" sahut Mega bangun dan menampar Dimas.
"Mega! Mega! tunggu! lo jangan kaya Anak kecil gini dong! gue emang gak bisa romantis, kalau diromantisin juga tetap gak bisa! tapi gue akan berusaha, kasih gue waktu!" sahut Dimas menarik Mega.
"Lepasin gue Dim! gue mau pulang!" sahut Mega.
"Enggak! enggak! ini udah malam! gue antar lo pulang!" sahut Dimas.
"Gak usah! lo lepasin tangan gue! katanya lo gak mau pegangan tangan!" sahut Mega.
"Sssttt," Dimas menarik tangan Mega ke motornya.
"Hiks-hiks-hiks." Sahut Mega sambil menangis.
"Astaga, kok lo nangis mulu sih, bisa diam gak! disangka orang gue ngapa-ngapain lo!" sahut Dimas.
"Gue gak mau pulang bareng lo!" sahut Mega.
"Cepat naik! naik!" minta Dimas.
"Dasar, pemaksaan lo!" sahut Mega.
"Lo, pergi sama gue, pulang juga harus sama gue!" sahut Dimas.
Dimas dan Mega, akhirnya berangkat untuk pulang. Dimas mengantar Mega sampai rumah Mega. Ternyata ada Mamahnya Mega sedang berdiri sambil tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1