Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 14


__ADS_3

"Bu Yani, Lena, saya minta maaf yah! tolong Ibu jangan laporkan saya ke polisi atau pindah dari rumah ini!" sahut Pak Jarot.


"Tidak apa-apa, saya maafkan!" sahut Bu Yani.


"Dek, saya minta maaf yah! permisi!" sahut Pak Jarot malu.


"Tolong semua bubar, buat siapa yang menghina Lena dan Ibunya atau berpikiran buruk, berhadapan sama saya!" sahut Genta.


"Kak, kenapa Kakak sampai segitunya bayarin kami? uang lima juta itu gak dikit, hiks-hiks-hiks," sahut Lena.


"Iya Nak Genta, Ibu bayar dari mana? Ibu jadi berhutang budi sama kamu Nak, Ibu akan ngumpulin uang buat ganti hutang ke Nak Genta yah! Ibu akan cicil," sahut Bu Yani.


"Iya Kak, aku janji bakal bayar hutang ke Kak Genta." Sahut Lena.


"Ibu, Lena, saya ikhlas membantu, gak usah pikirin itu yah, yang penting Ibu sama Lena punya tempat tinggal," sahut Genta.


"Makasih Nak Genta, makasih, hiks-hiks-hiks," sahut Bu Yani menangis.


"Makasih ya Kak, maafin aku udah ngerepotin, aku sangat malu Kak, harus bilang apa lagi sama Kak Genta," sahut Lena.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, Bu Yani pingsan. Genta mengangkatnya ke kamar Bu Yani. Genta membantu Lena membereskan barang-barang yang berantakan.


"Ibu! Ibu kenapa? hiks-hiks-hiks," tanya Lena.


"Ibu kamu pingsan, aku bawa yah! tunjukin kamar Ibu!" sahut Genta sambil menggendong Bu Yani.


"Sini Kak!" Lena menunjukkan Kamar Bu Yani.


"Tolong ambilin minyak angin!" minta Genta.


"Ini Kak," sahut Lena memberi minyak Angin pada Genta.


Ya Allah, Kak Genta sampai segitunya sama Ibu, dia baik banget, dia mau bayarin kontrakan aku sampai double bulan depan, Kak Genta benar-benar tulus.


"Ibu kamu gak apa-apa, biarin istirahat dulu! kita beresin barang kamu yang berantakan yah!" sahut Genta menarik Lena sambil tersenyum.


"Kak, biar aku aja! gak apa-apa," sahut Lena.


"Kita bareng-bareng yah! jangan nolak kalau aku bantu!" sahut Genta.


🌷🌷🌷🌷


Lena dan Genta bersama membereskan rumah, Genta mau membantu Lena. Meskipun Genta gak biasa bekerja. Sampai mata Genta kelilipan, Lena berusaha meniupnya. Genta langsung menatap Lena dengan senyuman.


"Kenapa Kak? kok senyum?" tanya Lena.


"Gak apa-apa kok, makasih yah!" sahut Genta.

__ADS_1


"Harusnya aku yang makasih sama Kakak," sahut Lena tersenyum.


Aku akan selalu bikin kamu bahagia Len, meskipun nanti jawabannya ditolak.


"Kak, kok melamun sih?" tanya Lena.


"Ah, enggak, aku senang aja bisa lihat kamu senyum kaya gitu!" sahut Genta.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, Dimas datang. Dimas marah-marah pada Lena. Kerena Dimas bilang gak dukung Dimas, malah pacaran sama Genta.


"Oh, jadi gini Len, lo bilang sama gue bantu Ibu lo, ternyata lo berduaan sama dia!" sahut Dimas.


"Lo apaan sih, datang-datang lo marah-marah, bukan salam," sahut Lena.


"Jadi lo gitu? lo gitu sekarang sama gue? lo tuh berubah gara-gara kenal sama dia!" sahut Dimas.


"Kamu punya sopan santun gak? kamu diajarin gak sama orang tua? apa sekolah doang? gak diajarin sopan santun?" sahut Genta kesal.


"Gue gak ada urusan sama lo yah! jangan ikut campur urusan gue!" sahut Dimas.


"Kalau gak ada urusan sama gue, ngapain lo bawa-bawa gue Bro!" sahut Genta.


"Lo mau ribut sama gue!" sahut Dimas ingin menonjok Genta.


"Gue gak akan pergi Len! sebelum lo jawab cinta gue! lo harus bilang sama gue depan cowok ini, kalau lo cinta sama gue!" sahut Dimas.


"Boy, Boy, maksa banget sih lo!" sahut Genta geleng kepala.


"Oke! gue jawab sekarang! gue gak cinta sama lo! maaf gue gak bisa cinta sama lo! karena gue udah jadian sama Kak Genta! gue mohon lo jauhin gue!" sahut Lena.


"Ha-ha-ha, lo bercanda kan? lo bercanda! gak mungkin lo jadian sama dia, sedangkan lo baru kenal tiga hari!" sahut Dimas.


"Terserah! lo mau percaya apa enggak! Kak Genta selalu ada buat gue, Kak Genta bisa bikin gue nyaman!" sahut Lena.


"Lo jahat banget Len sama gue! dari kecil gue suka sama lo, baru tadi gue nyatain, tapi yang lo pilih malah orang lain! Brak..." sahut Dimas menendang bangku.


"Jangan Kak, biarin dia pergi! jangan diapa-apain, hiks-hiks-hiks," sahut Lena.


"Dia gak sopan Len, udah nendang bangku aja, kayanya dia emang gak pantas buat kamu! aku minta ini terakhir kamu nangis! Lena dengarin aku! aku bakal selalu jaga kamu, kamu mau ya nerima aku! aku mohon! biar aku selalu jaga kamu, aku janji gak akan bikin kamu menangis seperti ini!" sahut Genta.


"Tapi, aku belum ngerasain apa-apa Kak, aku belum ngerasain cinta sama Kak Genta!" sahut Lena.


"Gak apa-apa, mau kamu gak cinta atau apa, aku gak peduli, yang penting status kamu jadi cewek aku, tolong terima aku yah! aku akan berusaha agar kamu cinta sama aku, aku akan berusaha!" sahut Genta.


"Hiks-hiks-hiks," sahut Lena menangis.


"Jangan nangis dong! gimana? jawab sekarang yah! aku mohon!" sahut Genta.

__ADS_1


"Iya Kak, aku mau nerima Kak Genta!" sahut Lena.


"Alhamdulillah, ya Allah, makasih yah! aku janji, aku bakal selalu ada buat kamu, aku bakal bahagiakan kamu, sekarang gak ada lagi orang bikin kamu nangis lagi, kalau ada orang yang bikin kamu nangis, itu berhadapan sama aku!" sahut Genta.


"Makasih Kak Genta, aku akan berusaha buat mencintai Kak Genta, Kak Genta sabar yah!" sahut Lena.


"Sampai aku mati, aku bakal sabar!" sahut Genta tersenyum.


"He-he, kita bilang sama Mega yah! biar Mega gak salah paham sama aku, soalnya Mega selalu sinis kalau aku lagi ngobrol sama Dimas." Sahut Lena.


"Nanti aku bilang! kalau di sekolah Dimas macam-macam, bilang sama aku yah! aku gak mau kamu disakitin sama dia!" sahut Genta.


"Iya Kak, tapi Kak Genta jangan larang aku kalau main sama Dimas yah! biar bagaimana juga, dia sahabat kecil aku!" sahut Lena.


"Kamu tenang aja! aku gak marah kok, asalkan hati kamu jangan berpindah lagi ke dia yah, selagi dia gak macam-macam sama kamu, aku gak akan pernah larang, aku boleh minta satu permintaan sama kamu!" minta Genta.


"Apa?" tanya Lena.


"Aku boleh panggil kamu Yang gak? atau sayang?" tanya Genta.


"He-he, boleh!" sahut Lena.


"Makasih, kamu juga dong! panggil aku sayang, atau Yang," sahut Genta.


"Aku masih kaku Kak!" sahut Lena.


"Nanti juga terbiasa! biasain yah!" sahut Genta.


"Insya Allah." Sahut Lena.


"Coba bilang, sayang, gitu!" minta Genta.


"He-he, malu!" sahut Lena.


"Coba!" minta Genta.


"Sayang! ha-ha-ha," sahut Lena tertawa.


"Alhamdulillah, apa sayang?" sahut Genta tersenyum.


🌷🌷🌷🌷


Dimas sampai rumah dan langsung menangis di shofa. Mamahnya langsung menghampiri Dimas yang menangis karena Lena.



Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2