Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 101


__ADS_3

"Orang kaya kamu, pantas dihina!" ucap Bu Susi.


"Anda jangan pernah menghina Bu Yani! Anda orang berpendidikan bukan? kalau berpendidikan harusnya punya pikiran gak menghina orang seperti ini!" ucap Bu Cici.


"Kamu jangan ikut campur! saya gak kenal sama kamu! sebaiknya kamu jangan pernah bergaul sama dia! mainnya pelet!" ucap Bu Susi.


"Mamah! cukup!" tiba-tiba Genta datang dan membentak Mamahnya.


"Tuh kan, apa saya bilang. Pergi berdua kan?" ucap Bu Susi.


"Mamah cukup! jangan hina Lena dan keluarganya. Genta benar-benar gak menyangka Mamah seperti ini, taubat Mamah hanya taubat sambal, Genta menyesal telah dilahirkan di rahim Mamah!" ucap Genta.


"Kurang ajar kamu!" Bu Susi menampar Genta. Genta pucat lemas dan keluar darah dari hidungnya sampai pingsan.


"Kak Genta! hiks-hiks-hiks...." Lena berteriak dan ingin memegang Genta.


"Jangan sentuh Anak saya! semua gara-gara kamu! lihat aja kalau sampai terjadi apa-apa dengan Genta!" ucap Bu Susi.


Genta langsung dimasukan ke mobil. Genta tak sadarkan diri. Lena menangis dan mengejar mobil Mamahnya Genta yang sudah menjauh.


"Kak Genta....... hiks-hiks-hiks..." teriak Lena sambil menangis.


"Sudah Nak! sudah! hiks-hiks-hiks..." Bu Yani memeluk Lena.


"Bawa masuk Bu Yani!" ajak Bu Cici.


****


Gak lama, Dimas dan Mega datang. Mereka kaget melihat Lena lemas dan menangis. Dimas dan Mega langsung ikut masuk rumah Lena.


"Kalian dari mana aja?" tanya Bu Cici.


"Kita habis kerja kelompok Mah." Ucap Dimas.


"Lena kenapa Bu?" tanya Mega.


"Semua gara-gara saudara sepupu kamu! Mamahnya sudah menghina Lena dan Ibunya." Ucap Bu Cici.


"Ya Allah, Lena lo yang sabar yah!" ucap Mega.


"Ibu sudah pernah bilang sama kamu! jauhin Genta! kamu harus sadar diri, sekolah yang benar! gak usah pikirin pacar lagi! buktiin kalau kamu bisa!" ucap Bu Yani.


"Sudah Bu Yani, jangan dimarahin! kasihan Lena." Ucap Bu Cici.


Kebangetan banget sih, keluarga Genta. Gue gak bisa biarin, rasanya gue ingin maki-maki ke rumahnya.


"Dimas! kamu mau kemana?" tanya Mega.

__ADS_1


"Aku mau susul keluarga Genta! seenaknya aja, menghina orang!" ucap Dimas.


"Dimas! sudah! jangan buat masalah lagi, Mamah gak mau kamu ikut berurusan sama orang sombong seperti itu!" ucap Bu Cici.


"Tapi Mah, mereka udah kelewatan." Ucap Dimas.


"Dimas! ngerti Mamah gak? kalau kata Mamah jangan! jangan!" ucap Bu Cici.


"Iya Dimas, jangan! ikutin aja kata Mamah kamu." Ucap Mega.


"Dan kamu Mega! sebaiknya kamu pulang! kamu jangan dekat-dekat Dimas lagi, saya gak mau satu keluarga dengan keluarga orang jahat." Ucap Bu Cici.


"Mah, kok bawa-bawa Mega sih? Mega gak salah apa-apa. Keluarga Genta sama Mega beda jangan disamain!" minta Dimas.


"Dia sepupu Genta sayang, otomatis saudara orang jahat! Mamah gak suka!" ucap Bu Cici.


"Tante, keluarga saya gak jahat." Ucap Mega.


"Gak jahat apa? buktinya Tante kamu maki-maki keluarga Lena, apa itu gak jahat!" ucap Bu Cici.


"Sudah Tante cukup! jangan bawa-bawa Mega dan Dimas ke masalah Lena. Lena gak mau Dimas dan Mega putus. Biar ini jadi masalah Lena aja!" ucap Lena langsung masuk kamar.


"Maafin semua salah kami Bu, gara-gara Lena, semua jadi terlibat. Mega maafin Lena yah!" ucap Bu Yani.


"Lena gak salah Tante. Mega gak nyalahin Lena kok, Mega ngerti perasaan Lena." Ucap Mega.


"Bu Yani, sebaiknya saya dan Dimas pulang dulu yah! salam buat Lena, supaya sabar menghadapi semuanya, jangan sampai sekolah Lena terganggu." Ucap Bu Cici.


"Iya Bu Yani, gak apa-apa kok. Yang sabar yah! kalau ada apa-apa bilang saya aja, nanti saya bantu!" minta dan saran Bu Cici.


"Iya Bu, terima kasih banyak." Ucap Bu Yani.


"Mah, Dimas naik motor. Mamah duluan aja! Dimas mau antar Mega dulu." Ucap Dimas.


"Ya udah, habis antar Mega, kamu cepat pulang!" ucap Bu Cici.


****


Akhirnya, Dimas mengantar Mega pulang. Bu Cici pulang dengan mobilnya. Mega terdiam dan sedih melihat Lena seperti itu, dan mendengar ucapan Bu Cici.


"Mega! kenapa diam?" tanya Dimas sambil melihat kaca spion.


"Aku kepikiran Lena, kasihan dia! Tante Susi benar-benar kejam. Gara-gara Tante Susi, Mamah kamu jadi agak gak suka sama aku!" ucap Mega.


"Aku juga gak habis pikir sama keluarga Kak Genta. Tega banget sama Lena, rasanya aku ingin banget samperin ke rumahnya. Masalah Mamah aku, jangan kamu pikirin yah! Mamah aku mungkin syok melihat kejadian di rumah Lena tadi." Ucap Dimas.


"Kalau Mamah kamu gak setuju sama aku gimana?" tanya Mega.

__ADS_1


"Pikiran kamu jauh banget. Gak usah mikirin ke situ! kita jalanin aja dulu!" ucap Dimas.


Ya Allah, nasib Lena gimana yah? semoga gak terjadi apa-apa dengan Lena. Aku benar-benar geram ya Allah. Aku masih cinta sama Lena, tapi aku gak bisa khianatin hati Mega.


****


Kediaman rumah sakit. Genta dibawa ke ruangan ICU. Dokter menyuruh keluarga Genta untuk mengoperasi Genta di Australia. Keluarga Genta setuju, Pak Miko dan Bu Susi sudah sepakat, kalau besok pagi Genta segera dibawa ke Australia.


"Tante, yang sabar yah! pasti Genta akan sembuh." Ucap Ratu.


"Iya Ratu, terima kasih. Maaf yah, kalau Genta sakit seperti ini. Kamu masih mau sama Genta kan? Tante janji, kalau Genta sembuh dan pulang ke Indonesia, Tante akan segera melanjutkan pertunangan kalian." Ucap Bu Susi.


"Iya Tante." Ucap Ratu.


Ah, sial. Kenapa gue dapatin cowok penyakitan kaya Genta. Kalau gak karena harta Pak Miko dan Bu Susi, gak akan mau gue sama cowok penyakitan kaya Genta. Jijik banget.


****


Keesokan harinya, Genta sudah dibawa pihak keluarga ke Australia. Genta dioperasi di sana. Mega segera menghubungi Lena dan menceritakan kalau Genta sudah dibawa ke Australia. Lena syok dan terus-menerus menangis.


Aduh, gimana cerita ke Lena yah? gue takut dia syok kalau tahu Kak Genta dibawa ke Australia.


"Ga, tumben dah datang." Ucap Dimas.


"Sayang, Lena belum datang?" tanya Mega sambil berlinang air mata.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Dimas.


"Dimas, hiks-hiks-hiks... aku bingung harus bilang kaya gimana sama Lena." Ucap Mega.


"Emang kenapa sih? jangan nangis gitu dong!" ucap Dimas menghapus air mata Mega.


"Cie-cie, pagi-pagi udah ada yang mesra-mesraan. Eh, Mega kenapa? wah, lo apain nih?" tanya Riki.


"Berisik lo! bisa diam gak!" ucap Dimas.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- DIARY ASMARA


- MUSLIMAH LOVE PRAYER


__ADS_2