Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 5


__ADS_3

"Kok gitu Yayang Mega?" tanya Alwi.


"Len, kemarin gimana? lo lancar chatan sama Kak Genta? dia kayanya naksir lo Len," sahut Mega.


"Biasa aja, gak mungkin naksir, masa orang kaya gue dia bisa naksir, gue kan begini adanya," sahut Lena.


"Dia lebih suka kaya lo apa adanya Len, Kak Genta itu baik, meskipun dia kurang kasih sayang, dia gak pernah neko-neko," sahut Mega.


"Sama gue aja Mega, gue mau kalau Kak Genta mau." Sahut Wina.


"Apaan sih, orang sukanya sama Lena juga, lo sama Alwi atau Riko aja!" sahut Mega.


Apaan sih Mega, pakai jodohin Lena sama temannya, pokoknya gak bisa, gue harus nyatain duluan sebelum temannya Mega.


🌷🌷🌷🌷


Bel masuk pun berbunyi, mereka mengikuti pelajaran seperti biasa. Dimas selalu menatap Lena, Dimas takut Lena diambil orang lain. Sampai Bu Patmi memanggil Dimas untuk mengerjakan soal di depan papan tulis, tapi Dimas melamun dan menyebut nama Lena.


"Dimas! coba kamu kerjakan soal di depan!" perintah Bu Patmi.


"Dimas!" bentak Bu Patmi.


"Iya, Len?" tanya Dimas, yang lain menertawakan Dimas yang memanggil Lena, apa lagi Ferdi suka usil.


"Ha-ha-ha, Udah kepelet tuh sama Lena!" sahut Ferdi.


"Diam kamu!" bentak Bu Patmi.


"Dimas, kenapa kamu? kamu naksir sama Lena? sampai Ibu di panggil Lena, ya udah, Ibu sekarang ganti nama aja jadi Bu Lena, Lena kamu jadi Bu Patmi yah!" ledek Bu Patmi.


"Ha-ha-ha, huhuuuuu..." teriak anak-anak sambil tertawa.


"Diam! diam! Dimas ayo maju! Bu Lena mau lihat! kerjakan soal nomor satu." Ledek Bu Patmi memanggil dirinya Lena.


Dimas, ngapain salah sebut sih? mikirin apa sih dia, gue kan jadi malu.


"Len, Dimas kenapa?" tanya Mega.


"Gak tahu, mungkin keseringan belajar sama gue, jadi Dimas ngaco manggil gue kali." Sahut Lena.


Semoga Dimas gak benaran suka sama Lena.


"Sudah? sekarang Bu Patmi maju!" ledek Bu Patmi ke Lena.


"Bu, saya Lena ih..." sahut Lena.


"Sekarang kita kan sudah tukaran nama, saya Bu Lena, kamu Bu Patmi, soalnya Dimas baru dengar kalau yang manggil Bu Lena." Sahut Bu Patmi tersenyum dan melirik Dimas.


"Ibu mah." Sahut Lena.


"Habis ini Chika yah!" sahut Bu Patmi.


Waduh, gimana dong, gue gak ngerti lagi, bisa malu gue kalau sampai gak bisa.


"Woy, Lia, lihat gue, gue gak ngerti!" sahut Chika meminta jawaban ke temannya.


"Gue juga gak tahu Chik, benar apa enggak, takut salah," sahut Lia.


"Udah Lihat!" minta Chika.

__ADS_1


"Chika! ayo maju!" minta Bu Patmi.


"Iya, Bu!" sahut Chika.


"Perjanjian seperti kemarin, jika tidak bisa mengerjakan soal yang sudah diajarkan, maka dia suruh nyanyi!" sahut Bu Patmi.


Dasar guru rese, nyebelin, paling malas gue kalau Matematika, dia yang ngajar.


"Bisa Chika?" tanya Bu Patmi.


"Ini Bu!" sahut Chika.


"Apa ini? jawabannya salah! ayo benarkan! kalau nyerah, gak boleh duduk, harus nyanyi! masa kalah sama Dimas dan Bu Patmi." Sahut Bu Patmi masih meledek Dimas.


Bu Patmi ngapain sih, ngeledekin gue terus, gue jadi gak enak sama Lena.


"Bu, gak bisa!" sahut Chika.


"Waduh, padahal saya sudah ajarkan berulang kali, saya sudah jelaskan, kamu tidak memperhatikan yah! sekarang kamu nyanyi! baru boleh duduk!" sahut Bu Patmi.


"Bu, jangan Bu, saya gak bisa nyanyi!" sahut Chika.


"Nyanyi, nyanyi, nyanyi!" sorak anak-anak.


"Diam! diam! ini bukan lapangan bola dan kalian seporternya yah! buat semua! yang gak bisa nyanyi!" sahut Bu Patmi.


"Bu..." sahut Chika melas.


"Nyanyi cepat! sambil Chika nyanyi ayo yang lain maju! Lia!" sahut Bu Patmi.


"Saya Bu!" sahut Lia.


"Iya, kenapa, gak bisa? temanin Chika nyanyi kalau gak bisa." Sahut Bu Patmi.


"Terus? kamu cari jawaban supaya benarlah, ayo kerjakan!" minta Bu Patmi.


"Gak bisa Bu!" sahut Lia.


"Belum mencoba udah gak bisa! gimana mau lulus kamu! mau kamu gak lulus? dan mengulang lagi?" tanya Bu Patmi.


"Enggak Bu." Sahut Lia.


"Ya udah, kerjain sampai bisa! kalau gak bisa, temanin Chika nyanyi!" sahut Bu Patmi.


Rasanya pengen gue timpuk aja nih guru pakai hapusan, biar benjol, gondok gue.


"Chika! ayo nyanyi kenapa diam!" sahut Bu Patmi.


🌷🌷🌷🌷


Setelah lama mengikuti pelajaran, bel istirahat pun berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar untuk beristirahat, Chika menjambak rambut Lena, Lena pun membalasnya.


"Sini lo gembel! gara-gara lo gue jadi nyanyi dan ditontonin anak-anak!" sahut Chika.


"Kok lo jadi nyalahin gue! otak lo aja yang pas-pasan, mangkanya punya otak dipakai jadi gak nyalahin orang!" sahut Lena.


"Apa lo! berani sama gue!" sahut Lena.


"Berani gue! gue gak takut, kalau gue gak salah!" sahut Lena.

__ADS_1


Lena dan Chika jambak-jambakan sampai rambut mereka acak-acakan, teman Lena Mega dan Wina ikut membantu, begitu pun temannya Chika Lia dan Laura. Dimas memisahkan mereka semua, Dimas langsung memaki-maki Chika.


"Berhenti semua! lo gak ada kapoknya ya Chika! selalu ngebully orang lain, lo gak ada otak ya? lo **** itu urusan lo, ngapain lo bawa-bawa Lena, gak usah nyalahin orang lain, mangkanya belajar usaha biar jadi pintar, gak **** nyalahin orang! sekali lagi lo bully Lena, gue laporin lo ke BK!" sahut Dimas.


"Tahu lo, nyalahin orang aja lo! huhuhu! otak pas-pasan!" sahut Mega.


"Ih..." Chika langsung pergi meninggalkan Lena dan yang lainnya.


"Bubar semua! istirahat sana! orang bertengkar bukan pisahin malah pada sorak-sorakan kaya orang ngadu ayam!" sahut Dimas.


"Len, mau kemana?" tanya Mega.


"Ke toilet, ngerapihin rambut." Sahut Lena.


"Ikut! gue juga ikut acak-acakan nih!" sahut Mega.


"Gue juga!" sahut Wina.


"Lena!" panggil Dimas.


"Sabar yah!" sahut Dimas, Lena hanya tersenyum.


"Lo gak apa-apa Len? tangan lo berdarah." Sahut Mega.


"Gak apa-apa Ga, tadi kena cakaran Chika." Sahut Lena.


"Emang setan tuh cewek, enaknya ngidam apaan tahu tuh, ngidam menyan kali ya, ke UKS yuk! kita obatin luka lo!" sahut Mega.


"Iya, setan emang dia, ayo Len, ke UKS!" sahut Wina.


"Udah, kalian istirahat aja, nanti lapar, sana!" minta Lena.


"Kita gak bakal istirahat, kita mau antar lo ke UKS!" sahut Mega.


"Sama gue juga!" sahut Wina.


"Ayo Len!" ajak Mega.


🌷🌷🌷🌷


Lena, Mega, dan Wina keluar dari toilet. Saat mereka keluar ada Dimas dan teman-temannya nunggu Lena. Lena dan Mega kaget, Dimas sampai segitunya ikut nunggu.


"Dimas, ngapain?" tanya Lena.


"Nunggu lo semua lah!" jawab Dimas.


"Ngapain nunggu gue, istirahat aja kalian!" minta Lena.


"Emang pada mau kemana?" tanya Dimas.


"Kita mau ke UKS, mau obatin tangan Lena!" sahut Wina.


"Tangan lo kenapa? coba lihat!" tanya Dimas memegang tangan Lena.


"Gak apa-apa Dim, tadi sedikit kena cakaran Chika, gue gak apa-apa." Sahut Lena.


"Perih yah? sampai berdarah, Chika kelewatan banget, gue ikut antar lo ke UKS yah!" minta Dimas.


Sampai segitunya Dimas perhatian sama Lena, huft... sabar Mega, lo harus tenang, mereka sahabat.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2