Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 63


__ADS_3

"Iya, yang penting lo gak sama Ferdi." Sahut Wina.


"Makasih ya Win." Sahut Lena.


Saat Lena sampai Gerbang, ternyata ada Niko yang menggunakan mobil Genta. Niko mengajak Lena untuk ke rumah sakit.


"Lena, hai!" sahut Niko.


"Kak Niko ngapain? terus pakai mobil Kak Genta?" tanya Lena.


"Buat jemput kamu lah! disuruh Genta!" sahut Niko.


"Jangan mau Len, lo naik angkot aja!" sahut Wina.


"Wina, kamu mau bareng juga gak?" tanya Niko.


"Enggak! aku naik motor!" sahut Wina.


"Motornya mana? gak ada?" tanya Niko.


"Di, parkiran depan, Lena! lo mau sama Kak Niko?" tanya Wina.


"Lena! ayo!" sahut Ferdi dengan mobilnya.


"Ferdi, maaf gak jadi, gue naik angkot aja!" sahut Lena.


"Lena, serius? dari pada lo naik angkot, sama gue aja!" ajak Ferdi.


"Woy, duluan sana lo! pergi! pergi!" sahut Niko.


"Siapa lo, ngusir gue?" tanya Ferdi.


"Udah! udah! Kak Niko! maaf, aku naik angkot, Ferdi, gue naik angkot!" sahut Lena.


"Bagus Len, gue duluan yah!" sahut Wina.


"Lena! gue disuruh Genta ini!" sahut Niko.


Lena tetap berjalan ke depan dan menunggu angkot. Saat angkot lewat, Lena langsung naik.


Ferdi kesal langsung mengegas mobilnya dengan kencang. Niko langsung menelepon Genta, Niko menjelaskan kalau Lena tidak mau diantar oleh Niko.


"Bro! gue udah di sekolah Lena, tapi Lena gak mau gue ajak pulang." Sahut Niko.


"Ya lo kejar lah! gimana sih? ah..." bentak Genta.


"Dia udah naik angkot, angkotnya gak tahu kemana, udah jalan!" sahut Niko.


"Ah, pea lo! gak bisa diandelin banget sih!" sahut Genta langsung mematikan teleponnya.


"Dih, dasar gak sopan, pengen matiin gitu aja, sue....." sahut Niko.


Lalu Chika keluar gerbang dan tersenyum pada Niko. Niko pun tersenyum pada Chika. Saat motor Wina hendak menghampiri Niko, Wina kesal dan marah atas kelakuan Niko.


"Hai, boleh kenalan?" tanya Niko.


"Boleh, Chika, ini Ayu teman gue!" sahut Chika.


Wah, keren banget nih cowok, mobilnya mewah lagi, bisa gue manfaatin nih.


"Heh, dasar buaya lo!" sahut Wina.


"Wina!" teriak Niko.

__ADS_1


"Gue baru tahu lo kaya gitu yah! baru aja lo ambil hati gue, sekarang lo udah kenalan sama Nenek lampir musuh gue!" sahut Wina.


"Ini gak seperti yang kamu pikirkan Wina, kamu dengarin aku yah!" sahut Niko.


"Gue minta putus! hiks-hiks-hiks...." sahut Wina menangis sambil mengegas motornya.


Ha-ha-ha... jadi cowok ini pacarnya Wina? gue bakal rebut cowoknya Wina, ha-ha-ha...


"Kak, Wina emang begitu orangnya, tadi namanya siapa?" tanya Chika.


"Maaf yah, saya harus ngejar Wina dulu! permisi!" sahut Niko.


Dasar, laki-laki buaya! muak gue, muak.


Tin... tin... tin...


Suara klakson Niko berbunyi keras. Niko berteriak memanggil Wina. Tapi Wina tidak memperdulikan Niko.


"Wina! kamu salah paham! tolong berhenti!" panggil Niko.


Tin........


Mobil yang dikendarai oleh Niko, menghalangi perjalanan Wina. Sampai Wina terjatuh.


"Gila lo brengsek! lo mau bikin orang mati yah!" sahut Wina.


"Sini! gue bantu!" minta Niko.


"Gak usah! jijik gue!" sahut Wina.


"Lo dengarin gue dulu Win, gue cuma kenalan aja kok, gak ada apa-apa." Sahut Niko.


"Lo tahu gak, Chika itu siapa? dia itu musuh gue dan Lena! dia itu cewek jahat yang selalu usilin Lena! gue bakal bilang semua ke Lena, kalau lo buaya!" sahut Wina.


"Gak usah! semua batal! batal! minggir!" teriak Wina.


"Sayang, Wina!" panggil Niko.


"Alah, awas lo! buaya!" sahut Wina.


"Aaaahhhh...." teriak Niko.


☀☀☀☀


Saat itu, Ferdi mengikuti Lena dari belakang. Lena langsung melihat ke arah belakang, Ferdi mengikuti sejak lama.


Ngapain sih, Ferdi ikutin gue, gak ada kerjaan aja. Bikin salah paham aja deh.


Lena sampai di rumah sakit dan turun dari angkot. Ferdi memikirkan mobil dan berlari mengejar Lena.


"Lena! tunggu!" minta Ferdi.


"Ferdi! cukup yah! lo ngapain ikutin gue?" tanya Lena.


"Gue khawatir sama lo!" sahut Ferdi.


"Lo lihat! gue gak apa-apa kan? sekarang lo pergi! gue gak mau Kak Genta salah paham yah!" sahut Lena.


"Len, kenapa sih, gue kan mau temanin lo!" sahut Ferdi.


"Ferdi! please... jangan bikin gue marah!" sahut Lena.


"Iya, iya, gue balik!" sahut Ferdi.

__ADS_1


"Cepatan!" minta Lena.


Lena langsung berjalan ke lorong rumah sakit menuju kamar Genta. Ferdi tetap mengikuti Lena dari belakang. Dokter Gunawan langsung menarik baju Ferdi dan menyuruhnya pulang.


"Kamu mau kemana?" tanya Dokter Gunawan.


"Dokter, saya mau ikut Lena, iya." Sahut Ferdi.


"Saya dengar apa kata Lena tadi, Lena gak mau kamu ikutin dia! sekarang saya mau kamu pulang! atau mau saya laporin ke Lena, kamu ikutin dia dari belakang seperti maling!" sahut Dokter Gunawan.


"Iya, iya, saya pulang! ah..." sahut Ferdi.


Lena sampai di ruangan Genta, Lena mencium tangan Ibunya dengan senyuman. Genta cemberut kenapa Lena tidak mau diantar oleh Niko.


"Sayang, gimana keadaan kamu?" tanya Lena sambil memegang tangan Genta.


"Tadi kenapa kamu gak mau di antar sama Niko?" tanya Genta.


"Maaf sayang, tadi ada Wina, Wina kaya cemburu aku berduaan sama Kak Niko, kayanya mereka jadian deh!" sahut Lena.


"Kenapa gak sama Wina aja, Wina gak mau bareng emang?" tanya Genta.


"Wina naik motor." Sahut Lena.


"Kok kalian pada ribut, udah, udah ah!" sahut Bu Yani.


"Maafin Genta ya Bu, sayang maafin aku yah!" sahut Genta.


"Lena, sebaiknya kamu ganti baju, terus makan lauk dari Ibu, soalnya Ibu harus dagang!" sahut Bu Yani.


"Iya Bu, maaf yah!" sahut Lena.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Genta, Lena, dan Bu Yani.


"Bu, Lena izin! permisi!" sahut Lena.


"Bu Yani, tadi saya minta maaf, sudah menabrak Ibu, semuanya berapa? biar saya ganti!" sahut Dokter Gunawan.


"Gak usah Dok! lagian gak sengaja kan? udah gak apa-apa." Sahut Bu Yani.


"Dokter parah banget sih, tadinya aku mau makan masakan Ibu, jadi gak jadi deh!" sahut Genta.


"Maafin saya Genta! Bu Yani, ini pegang!" Dokter Gunawan memegang tangan Bu Yani.


"Ekhem.... lama banget pegangnya, ha-ha-ha." Sahut Genta meledek Bu Yani dan Dokter Gunawan.


"Hah, Dokter, saya bilang gak usah! gak usah!" sahut Bu Yani.


"Kalau gak Bu Yani terima, saya marah lho!" sahut Dokter Gunawan.


"Iya, iya, saya terima! makasih Dok, tapi ini kok banyak banget?" tanya Bu Yani.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2