Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 90


__ADS_3

"Maaf Dok, tapi izinkan saya, buat jenguk Lena Dok!" minta Ferdi.


"Lo kan tadi udah jenguk!" sahut Wina.


"Ya udah, sekarang, siapa yang belum jenguk?" tanya Dokter Gunawan.


"Saya Dok!" jawab Alwi, Riki, Wina, Lia, dan Ayu.


"Mmm... oke, yang udah berarti kamu, jadi, saya saranin kamu pulang, kamu kan sudah jenguk, besok, kamu bisa ke sini lagi, oke!" nasihat Dokter Gunawan.


"Tapi, saya belum pamit sama Lena, Dok!" minta Ferdi.


"Biar saya, nanti yang sampaikan!" sahut Dokter Gunawan.


Akhirnya, Ferdi pulang dengan raut wajah kesal dan marah. Di dalam mobil, Ferdi ngoceh-ngoceh gak jelas. Dokter Gunawan, dan Anak-anak, kembali ke ruangan Lena dirawat.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Gunawan dan yang lainnya.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan yang lainnya.


"Wina, gimana Ferdi?" tanya Lena.


"Udah, lo gak usah khawatir, ada Dokter Gunawan yang nolongin kita, tadi Alwi sama Riki sempat bertengkar!" sahut Wina.


"Lo gak apa-apa, berdua?" tanya Dimas.


"Gak apa-apa kok!" sahut Alwi dan Riki.


"Minum dulu nih!" Genta memberi dua gelas aqua untuk Riki dan Alwi.


"Makasih, Kak." Sahut Alwi dan Riki.


"Dok, saya minta, besok, dia jangan dikasih datang ke sini lagi!" minta Genta.


"Kalau saya, gak bisa larang Genta, saya gak bisa menghalangi, orang yang ingin menjenguk, itu, tergantung dipasien, kalau Lena gak mau ketemu, mungkin, saya bisa cegah!" sahut Dokter Gunawan.


"Sayang, jangan yah, kamu nurut sama aku!" minta Genta.


"Iya, iya, bawel." Sahut Lena.


"Kenapa Genta, kamu cemburu?" tanya Dokter Gunawan.


"Enggak!" sahut Genta.


"Oh, jadi gitu, kamu gak cemburu? ya udah, kalau gitu, biarin aja, Ferdi datang." Sahut Lena cemberut.


"Eh, jangan! aku cemburu." Sahut Genta malu-malu.


"Hadeh, dasar, Anak muda, ya udah, kalau gitu, saya mau pamit pulang, Lena, nanti, kamu sama Suster yah! Ibu kamu mana?" tanya Dokter Gunawan.


"Cie-cie-cie, nanyain Bu Yani." Ledek Genta.


"Ya nanyain lah, kan saya yang bertanggung jawab, kalau dia nyari saya gimana?" tanya Dokter Gunawan tersenyum.

__ADS_1


"Wah, Lena, punya Bapak baru dong!" ceplos Wina.


"Iya, jadi, kalau sakit, gak perlu bayar!" sahut Riki.


"Enak yah!" sahut Lia.


"Kalian pada ngomongin apa sih!" sahut Lena.


"Betul Len, nanti, kalau gue sakit, numpang sama lo, biar gak bayar, he-he-he..." ledek Mega.


"Enak aja, kalian, khusus kalian, bayar! gak ada yang gratis, kecuali, kalian mau bantu saya!" minta Dokter Gunawan.


"Bantu apa Dok?" tanya Lena.


"Lena, di depan semuanya, saya mau jujur sama kamu, dan minta restu kamu, kalau saya, menyukai Ibu kamu, apa kamu, dan teman-teman mau bantu saya dan setuju sama keputusan saya?" tanya Dokter Gunawan tersenyum.


"Setuju!" sahut Genta dan yang lainnya.


"Lena, gimana?" tanya Dokter Gunawan.


"Kalau Lena, setuju aja, tapi, semua ada di Ibu, kalau Ibu gak mau, Lena gak bisa maksa!" sahut Lena.


"Lena, kita bantuin kok, gimana caranya, supaya, Ibu lo mau, gampang itu Lena!" sahut Mega.


"Iya, Lena, yang penting dari kamu dulu, setuju apa enggak!" sahut Dokter Gunawan.


"Kalau Genta, kalau misalnya sudah berhasil, awas aja Dokter, kalau larang, hubungan saya sama Lena!" sahut Genta.


"Kamu tenang aja Genta." Sahut Dokter Gunawan menepak pundak Genta.


"Iya, Lena, kamu tenang aja, makasih semua yah!" sahut Dokter Gunawan.


Saat itu, Bu Yani selesai salat ashar, dan Bu Yani, masuk ke ruangan Lena, semua, tertatap ke arah Bu Yani dengan senyuman. Dokter Gunawan pun sama, merasa bergetar di depan Bu Yani.


"Assalamu'alaikum, wah, ramai sekali ini." Sahut Bu Yani.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.


"Kalian semua ada apa sih, kok natap Ibu pada kaya gitu? Ibu salah pakai hijab yah, atau bedak ketebalan?" tanya Bu Yani.


"Enggak kok, Ibu, Ibu cantik." Sahut Lena.


"Iya, Bu Yani sangat cantik." Sahut Dokter Gunawan.


"Cie-cie-cie...." sorak semuanya.


"Kok, kalian pada cie-cie-cie, sih, gak enak lho, sama Dokter Gunawan, ih." Sahut Bu Yani.


"Gak apa-apa kok, Bu, oh, iya, saya pamit pulang dulu, nanti, saya serahkan sama Suster yang rawat Lena yah, Bu Yani dan Lena, baik-baik yah!" minta Dokter Gunawan.


"Iya, Dok, terima kasih banyak yah, Dokter juga hati-hati di jalan!" minta Bu Yani.


"Ekhem...." sahut Genta tersenyum.

__ADS_1


"Sayang, ih..." sahut Lena menepak tangan Genta.


Akhirnya, Dokter Gunawan pamit pulang. Setelah dua jam Dokter Gunawan pulang, Anak-anak pun pamit pulang, begitu dengan Genta, Genta pamit pulang, karena ingin membawa Mamahnya datang ke rumah sakit.


"Sayang, aku juga pamit pulang yah, sekalian, mau bawa Mamah ke sini!" minta Genta.


"Sayang, benaran? aku takut!" sahut Lena.


"Apa sebaiknya, nanti saja Nak, kondisi Lena juga kan gak stabil, gak enak juga dilihatnya, tunggu Lena sampai pulang dan pulih." Sahut Bu Yani.


"Lebih cepat, lebih baik Bu, takut Mamah sibuk, kalau besok-besok, kamu tenang aja ya sayang, Mamah udah mau nerima kamu kok!" Sahut Genta.


"Syukur deh, kalau begitu, tapi, kenapa, aku jadi deg-deg, gini yah." Sahut Lena.


"Rileks sayang, gak apa-apa kok, Mamah, sekalian mau minta maaf sama kamu." Sahut Genta.


"Iya sayang." Sahut Lena.


Akhirnya, Genta pamit pulang. Genta langsung menyampaikan kepada Mamahnya untuk berangkat ke rumah sakit. Genta gak sabar, ingin mempertemukan Mamahnya dengan Lena.


"Assalamu'alaikum, Mah, Pah." Salam Genta sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Pak Miko dan Bu Susi.


"Kayanya, Anak Papah lagi bahagia banget, ada apa nih?" tanya Pak Miko.


"Genta sudah baikan sama Lena, sekarang, Lena lagi di rumah sakit, dia sakit tifus, Lena itu, orang yang Genta cinta Pah, meskipun dia Anak SMA, Genta akan tunggu Lena, sampai lulus, sekalian, nunggu Genta lulus kuliah juga." Sahut Genta.


"Oh, pacar yang kamu suka itu, Lena, Papah sih, terserah kamu, kalau kamu cocok, ya, apa boleh buat." Sahut Pak Miko.


"Mah, kok diam aja sih, sekarang, Mamah siap-siap yah, kita ke rumah sakit, katanya, Mamah mau ketemu Lena dan minta maaf." Sahut Genta.


"Kenapa, gak besok aja sih, Genta, udah malam gini!" sahut Bu Susi.


"Lebih cepat, lebih baik Mah, Please... Genta sudah bilang sama Lena sekarang." Sahut Genta.


"Anak Papah ini, kalau sudah maunya, gak bisa kata enggak! ya udah, kamu siap-siap aja, Mamah siap-siap dulu! Papah mau ikut gak?" tanya Bu Susi.


"Enggak Mah, Mamah duluan aja, Papah lagi sibuk rekap gaji karyawan." Sahut Pak Miko.


Ah, sial banget sih, malas banget aku ketemu gembel itu, kalau gak karena Genta, gak akan aku sudi jenguk gembel itu, sabar, sabar tunggu waktunya.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- TA'ARUF CINTA


- CINTA GADIS BISU


- CINTA COWOK DINGIN

__ADS_1


- DIARY ASMARA


- MUSLIMAH LOVE PRAYER


__ADS_2