Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 52


__ADS_3

"Bang, antar saya ke sekolah SMA lima puluh yah!" minta Genta.


"Tapi Mas, Mas nya pucat sekali, saya gak berani buat antar!" sahut si tukang ojek.


"Astaga, ini saya bayar! mau gak?" tanya Genta.


"Oke deh!" sahut si tukang ojek.


Genta di antar tukang ojek ke sekolah Lena. Genta sambil terbatuk-batuk dan menahan sakit di kepalanya.


"Haduh, Mas, tolong jangan sakit gitu yah! saya takut Mas pingsan, saya yang kena!" sahut tukang ojek.


"Udah Bang, tenang aja sih! saya gak apa-apa." Sahut Genta.


☀☀☀☀


Lena berlari dan berjalan sambil menangis. Mega Dimas mendekati Lena dan menghampiri Lena yang sedang berjalan.


"Lena! tunggu!" sahut Mega.


"Hiks-hiks-hiks, gue gak menyangka, kalau Kak Genta punya tunangan, selama ini Kak Genta bohong Mega sama gue!" sahut Lena.


"Lena! lo jangan percaya dulu apa kata orang lain, gue kenal Kak Genta gak seperti itu, mungkin itu, cewek kegatelan yang suka sama Kak Genta, soalnya Kak Genta pernah cerita sama gue Lena." Sahut Mega.


"Iya, Lena, Lo jangan gitu aja percaya, kalau emang nyatanya benar, gue hajar tuh, Genta!" sahut Dimas.


"Lena, lo gak apa-apa? siapa yang nyakitin lo? bilang sama gue!" sahut Ferdi.


"Udah! udah! mendingan kalian semua pulang! gue mau sendiri! Mega! pulang! tinggalin gue!" minta Lena.


"Kita gak akan tinggalin lo Lena! enggak!" sahut Dimas.


"Lena biar gue yang temenin! mendingan lo pada pulang sana!" sahut Ferdi.


"Ferdi! lo juga pulang! pulang! tolong semua ngertiin gue! gue mau sendiri!" sahut Lena.


☀☀☀☀


Niko bingung harus bagaimana. Niko masuk mobil, tapi baju Niko ditarik oleh Ratu. Niko berhasil membuat Ratu pergi.


"Lo mau kemana?" tanya Ratu.


"Ke hotel lo mau ikut? kita berdua kalau lo mau!" sahut Niko.


"Dasar mesum lo! ogah! gue ikut sama lo!" sahut Ratu.


"Ya udah, sana!" sahut Niko.

__ADS_1


"Lo jangan coba bohongin gue!" sahut Ratu.


"Dengar ya Ratu, tadi itu, cewek gue, dia jadi cemburu sama lo tahu gak, gue mau ngejar cewek gue! kalau Genta, gue gak tahu!" sahut Niko.


"Hah, selera lo rendahan banget, kampungan! jelasin tuh, sama cewek lo, gue bukan mau ketemu sama lo, tapi kenapa dia dengar Genta tunangan gue kaya pengen nangis gitu?" tanya Ratu.


"Ya jelas lah, dia itu, kalau dengar tunangan, jadi pengen tunangan, gue mau dia sekolah dulu, baru tunangan sama gue gitu! mangkanya dia agak sensitif kalau dengar tunangan." Sahut Niko.


"Aneh banget cewek lo! tapi, awas lo, kalau sampai lo bohongin gue! kalau sampai benar dia pacarnya Genta, bakal gue habisin cewek itu! jangan main-main sama Ratu!" sahut Ratu.


"Tapi kan? Kak Niko!" sahut Wina.


"Wina, ayo masuk dalam mobil, kita cari Lena yah!" sahut Niko membungkam mulut Wina.


"Nik, lo ngapain nutup mulutnya segala?" tanya Ratu.


"Biasa dia habis makan jengkol, sebaiknya lo pergi deh, lo mau disembur sama Anak ini?" sahut Niko.


"Idih... huwek! iya, iya, bye!" sahut Ratu pergi dengan mobilnya.


"ih.... rese! rese lo! pakai bilang mulut gue bau jengkol, mulut lo tuh, bau pete!" sahut Wina.


"Lo bisa diam dan kelem gak sih, hampir lo ngomong ke cewek itu, kalau Lena pacar Genta, bisa gawat nanti, dia gak bakal pergi! kalau gak tahu diam aja!" sahut Niko.


"Maksudnya Kak Niko apa? itu cewek tunangan Kak Genta?" tanya Wina.


"Haduh, kasihan Lena, kalau sampai Mamahnya Kak Genta gak suka dan gak merestui." Sahut Wina.


"Udah! sekarang, gue mau cari Lena, lo mau ikut kan?" tanya Niko.


"Ikut lah! gue khawatir!" sahut Wina.


"Oke!" sahut Niko.


"Haduh, Genta gak diangkat-angkat telepon." Sahut Niko.


☀☀☀☀


Mega, Dimas, dan Ferdi akhirnya pulang meninggalkan Lena. Tapi Dimas berbalik arah lagi, dia tidak tega melihat Lena.


"Lena! gue mohon, izinkan gue buat temanin lo yah!" minta Dimas.


"Enggak Dimas! gue mau sendiri! lo ngerti gak sih!" sahut Lena.


"Dimas, ayo! Lena gak mau di ganggu." Sahut Mega.


Saat Genta berjalan dengan tukang ojek, Genta melihat Lena, Mega dan Dimas, Ferdi pun masih ada. Genta langsung membayar tukang ojek dan langsung turun.

__ADS_1


"Lena!" panggil Genta sambil meneteskan air mata.


"Kak Genta." Sahut Lena.


"Aku datang ke sini hanya ingin menjelaskan sama kamu, kalau cewek tadi di sekolah yang ikutin Niko, itu bukan tunangan aku! itu Mamah aku yang jodohin, aku gak suka! pacar aku itu, kamu! kamu percaya kan sama aku?" tanya Genta.


"Kalau Mamah kakak aja jodohin kak Genta dengan cewek itu, artinya mau gak mau, Kak Genta harus ikutin mau Mamah Kakak!" sahut Lena.


"Sampai kapan pun, aku gak akan mau dijodohkan oleh Mamah, aku cinta sama kamu Lena! meski nyawa aku taruhannya, aku sudah pernah bilang sama kamu, cewek itu cewek matre yang hanya menjual tubuhnya. Kamu rela aku sama cewek itu?" tanya Genta.


"Maafin aku Kak Genta, Kak Genta sakit-sakit nyusul aku, hiks-hiks-hiks, aku hanya gak ingin kehilangan Kak Genta!" sahut Lena.


"Aku akan perjuangin cinta aku buat kamu sayang, kamu adalah cinta pertama dan terakhir aku, aku lari ke sini, karena takut kamu salah paham, saking cintanya aku sama kamu, aku lari dari rumah sakit." Sahut Genta.


"Astaghfirullah, kita balik lagi yuk Yang, maafin aku yah, kamu sampai pucat begini!" sahut Lena.


"Semua demi kamu sayang..." Genta langsung tergeletak pingsan.


"Kak Genta! bangun Kak! jangan pernah tinggalin aku! hiks-hiks-hiks.


"Jangan nangis sayang, aku belum mati, aku masih ingin bersama kamu selamanya." Sahut Genta.


"Hiks-hiks-hiks, kamu janji ya Kak! hiks-hiks-hiks, tolong! Mega! tolong Kak Genta! Dimas! Ferdi!" sahut Lena.


"Ayo Len, bawa ke mobil gue!" sahut Ferdi.


Akhirnya, Genta sampai di rumah sakit. Dokter Gunawan sampai marah-marah ke Genta. Dokter Gunawan memberi nasihat pada Genta, agar tidak mengulangi lagi.


"Genta, saya kecewa sama kamu! kenapa kamu langsung kabur gitu aja! akhirnya begini kan? drop lagi!" sahut Dokter Gunawan.


"Maafkan saya Dokter! tadi, bidadari saya marah, karena salah paham, sampai akhirnya saya lari dari sini! maaf ya Dok!" minta Genta dengan suara serak.


"Oh, gara-gara Lena? kenapa Lena? jangan gitu dong Lena, Genta ini saya kenal lama, dia gak akan pernah sakitin kamu!" sahut Dokter Gunawan.


"Maafin saya Dok!" sahut Lena tersenyum.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2