
"Assalamu'alaikum, Bu, Lena." Salam Ferdi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab semuanya.
"Heh, mau ngapain lo di sini? keluar gak!" bentak Genta.
"Siapa lo, ngusir gue?" Ferdi nyolot dengan Genta.
"Kak Genta, udah, udah Kak!" minta Lena.
"Gue pacarnya lah, sana lo pergi! enggak Lena, Anak ini udah songong, dan mau mendekati kamu Lena!" sahut Genta.
"Nak, Genta, sudah, ini rumah sakit, banyak orang sakit, gak enak ribut!" minta Bu Yani.
"Tahu, tuh, Bu, orang mau jenguk." Sahut Ferdi.
"Alasan lo!" sahut Genta kesal.
"Lena, gimana keadaan kamu?" tanya Ferdi.
"Ya begini, masih lemas." Sahut Lena.
"Ini, aku ada buah jeruk buat kamu!" sahut Ferdi.
"Nak Ferdi, gak usah repot-repot segala." Sahut Bu Yani.
"Eh, sini jeruknya, aku cobain dulu, kalau asam, kamu gak boleh sayang, bahaya buat penyakit kamu!" Genta langsung mengupas jeruk dari Ferdi.
"Heh, apaan sih lo, orang manis kok!" sahut Ferdi.
"Mmm.... asam sayang, jangan dimakan yah, nanti aku beliin buah yang baru aja, oke! Ibu juga jangan dimakan yah, takut sakit perut!" sahut Genta.
"Heh, lo apaan sih, orang manis kok, Bu, jeruk dari saya manis." Sahut Ferdi.
"Coba-coba, sini, Ibu coba yah!" sahut Bu Yani.
"Jangan Bu, asam!" minta Genta.
"Nak, Genta, jangan begitu ah, ini rezeki lho, sayang kalau dibuang." Sahut Bu Yani.
"Gimana Bu? asam, apa manis?" tanya Ferdi.
"Hmmm... manis kok, manis." Sahut Bu Yani.
"Masa sih, Bu." Sahut Genta.
Ah, rese, Ibu kenapa cobain sih.
"Tuh, apa gue bilang, ini orang sirik sama gue! Lena, aku kukasih yah!" sahut Ferdi.
"Enggak usah! biar gue aja, siapa lo! enak aja lo!" sahut Genta cemburu.
"Kan jeruk gue, ya gue lah yang kupasin! sini!" minta Ferdi.
"Lo bukan pacarnya, jadi gak pantas, biar gue aja!" minta Genta.
"Udah, udah, kok pada ribut gini sih, biar adil, sini, Ibu aja yang kupasin!" sahut Bu Yani dan Lena tersenyum.
__ADS_1
Ah... rese banget sih, mentang-mentang cowoknya belagu, kalau gak depan Lena dan Ibu, gue hajar.
"Ferdi, makasih yah!" sahut Lena.
"Hah? sama-sama Len." Sahut Ferdi tersenyum.
"Nak, Ferdi, Ibu juga makasih yah, oh, iya, kamu makan dulu mau?" tanya Bu Yani.
"Sama-sama Bu, Gak usah Bu! nanti aja." Sahut Ferdi.
Kenapa sih, Lena harus makasih, Bu Yani juga.
"Sayang, kenapa? kamu mau gak?" tanya Lena.
"Enggak!" sahut Genta kesal.
Ha-ha-ha... mau main-main sama gue, lihat aja, lo bakal kalah dari gue, lagian, Mamah lo, gak suka sama Lena.
Gak lama, Anak-anak pada datang dan menjenguk Lena. Lena kaget melihat luka memar di wajah Dimas. Dimas menceritakan semua pada Lena. Dan Anak-anak langsung menarik Ferdi keluar.
"Assalamu'alaikum..." salam Anak-anak.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Lena dan yang lainnya.
"Heh! mau ngapain lo di sini?" tanya Dimas ketus.
"Terserah gue, kaki-kaki gue!" sahut Ferdi nyolot.
"Lena, sebaiknya, orang ini, gak usah dikasih masuk! dia yang bikin Dimas babak belur!" sahut Mega.
"Lena, jangan percaya, aku hajar dia, ka-." Belum selesai bicara ke Lena, Ferdi ditarik Anak-anak keluar ruangan, oleh Alwi, Riki, Wina, Lia, dan Ayu.
"Sebenarnya, ada apa sih? kenapa kalian tarik Ferdi?" tanya Lena.
"Iya, kalian ada apa sih?" tanya Bu Yani.
"Lena, sebaiknya, lo jangan dekat-dekat lagi sama Ferdi, dia mau coba dekatin lo, Kak Genta, hati-hati jaga Lena!" minta Mega.
"Kan aku bilang, tapi Lena gak pernah ngerti! pokoknya, sayang, kamu jangan dekat-dekat lagi sama dia yah!" minta Genta.
"Iya, Len, muka gue sampai babak belur nih!" sahut Dimas.
"Kenapa bisa, dia mukul lo Fer?" tanya Lena.
"Dia bilang, mau jauhin lo dari kita-kita, mangkanya gue kesal dan bertengkar, dia yang mukul gue duluan!" sahut Dimas.
"Kelewatan banget sih, Ferdi!" sahut Lena kesal.
"Kamu gak percaya sih, sama aku, kemarin juga, dia ikutin aku sayang, dia songong, hampir bertengkar sama aku!" sahut Genta.
"Tapi kamu gak apa-apa kan?" tanya Lena.
"Gak apa-apa." Sahut Genta.
"Anak-anak, Ibu mau salat Ashar dulu yah! kalian lanjutin ngobrolnya." Sahut Bu Yani.
Di luar rumah sakit, Ferdi marah-marah karena sudah ditarik-tarik dan gak terima. Ferdi kesal, akhirnya, bertengkar dengan Alwi dan Riki.
__ADS_1
"LEPASIN GUE! LO SEMUA GILA! GILA! GUE BUKAN MALING WOY! YANG SEENAKNYA, LO TARIK-TARIK!" bentak Ferdi.
"Heh, emang seharusnya, lo pantas diginiin! lo gak usah cari muka, depan Lena dan Ibunya!" minta Riki.
"Tahu lo! gak tahu diri lo! Lena udah punya pacar! ngaca!" sahut Wina.
"Tahu, lo! gak ngaca dia, apa perlu, gue beliin kaca!" sahut Lia.
"Gak punya uang kali, ha-ha-ha...." sahut Ayu tertawa.
"Mendingan, lo sekarang pergi! jangan ganggu Lena dan yang lainnya!" minta Alwi.
"Lo semua, gak usah ikut campur urusan gue! sekarang lo minggir!" minta Ferdi.
"Mau ngapain lagi, hah?" tanya Riki.
"Oh, lo ngajak ribut! ayo!" sahut Ferdi.
Ferdi, Alwi, dan Riki bertengkar. Anak-anak cewek, tidak bisa memisahkan, sampai akhirnya, Wina lari-lari untuk memberi tahu, yang lainnya. Dokter Gunawan langsung menegur Wina.
"Hey-hey, ada apa kamu lari-lari? kamu bukannya, temannya Lena yah?" tanya Dokter Gunawan.
"Dokter, tolong Dok! teman-teman saya, pada ribut di luar!" minta Wina.
"Ribut? di mana? ayo! tunjukan saya!" sahut Dokter Gunawan.
"Ayo Dok!" ajak Wina.
"Untung saya mau pulang, lagi pakai baju biasa!" sahut Dokter Gunawan.
"Itu Dok!" Wina menunjukan.
"Cukup! cukup! kalian apa-apaan ini? udah gede, pada berantem aja! ada apa ini?" Dokter Gunawan memisahkan.
"Dia duluan Dok! dia larang saya, buat jenguk Lena, saya ditarik kaya maling!" sahut Ferdi.
"Kita nyeret dia, karena dia bikin rusuh Dok! kasihan Lena lagi sakit! mangkanya, kita bawa keluar!" sahut Riki.
"Betul Dok!" sahut Anak-anak lainnya.
"Astaga, kalian ini, sebenarnya, apa yang kalian ributkan? saya gak suka di area saya pada ribut! memalukan! kenapa kamu buat rusuh?" tanya Dokter Gunawan.
"Saya gak buat rusuh! mereka aja yang pada salah paham sama saya Dok!" sahut Ferdi.
"Hadeh... kalian kenapa, pengen tarik orang gitu aja, gak boleh dong, kaya gitu! kalau kerjaan kalian ribut, mendingan, kalian gak usah jenguk Lena, dan gak usah ke sini lagi deh! saya gak suka! kaya Anak SD aja! kalian udah gede, ngapain sih, hal sepele kalian ributkan!" nasihat Dokter Gunawan.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
__ADS_1