
"Lena, udah ada yang punya! lo jangan mimpi!" sahut Mega.
"Biarin aja, mau ada yang punya juga, kan janur kuning belum melengkung, iya kan Len?" tanya Ferdi mengedipkan mata.
"Hallo Yayang Ega, Aa capek nih, ketelatan, ada air gak?" tanya Riki.
"Minum air got sana!" sahut Mega.
"Ha-ha-ha," Ferdi tertawa lepas meledek Riki.
"Apa lo dasar kok cina!" sahut Riki.
🌷🌷🌷🌷
Bel pun masuk pun berbunyi. Bu Patmi masuk kelas, karena sekarang pelajaran olahraga, Anak-anak disuruh berganti pakaian olahraga. Karena ada gantinya Pak Tato.
"Anak-anak, ada pengumuman sebentar!" sahut Bu Patmi.
"Bu, sekarang kosong kan, gak ada pelajaran!" sahut Chika.
"Chika, kamu tuli yah! kan Ibu bilang diam dulu! Ibu mau ada pengumuman! kemarin kan Ibu sudah bilang sama kalian, meskipun gak ada guru olahraga, kalian harus tetap bawa baju olahraga, yang gak bawa, Ibu gak mau tahu, pinjam sama yang lain, kalau gak ikut olahraga, kalian menghadap Pak Jarot untuk menerima hukuman! sekarang kita ada guru olahraga baru, pengganti Pak Tato! jadi kalian siap-siap yah! nanti perkenalan dilapangan sama guru olahraga baru kita! ayo cepat! yang gak bawa, dan gak dapat pinjam baju, siap-siap menerima hukuman dari Pak Jarot!" sahut Bu Patmi.
"Siap, Bu!" sahut Anak-anak.
"Lena, lo bawa?" tanya Mega.
"Bawa dong!" jawab Lena.
"Wina bawa?" tanya Lena.
"Bawa kok!" sahut Wina.
"Dimas, lo bawa?" tanya Mega.
"Bawa!" sahut Dimas.
Lena, Mega, dan Wina berjalan ke arah toilet, karena toiletnya agak jauh di atas! di halaman sekolah ada Pak Dirga sedang pemanasan. Mega dan Wina terpesona melihat Pak Dirga, sampai tidak mengedipkan mata. Lena menepak Wina dan Mega, hanya Lena yang tidak terpesona dengan ketampanan Pak Dirga.
Pak Dirga berumur tiga puluh tahun, dia masih lajang belum menikah. Pak Dirga sedang mencari calon hati yang pas dan mau menerima apa adanya. Sampai saat ini Pak Dirga belum menemukannya. Saat pertama melihat Lena, Pak Dirga terpesona dan suka dengan Lena, tapi harapan Pak Dirga tidak mungkin.
"Woy, lo ngelihatin apa sih?" tanya Lena.
__ADS_1
"Itu lihat Lena, tampan banget, gagah, manis, ada lengsung pipinya." Sahut Mega.
"Iya, benar Win, manis! he-he-he," sahut Wina.
"Astaga, Mega, Wina, sadar! sadar!" sahut Lena.
"Lena, lo gak bisa lihat apa, itu tampan banget!" sahut Mega.
"Mega, sadar! lo mau dekat sama Dimas, gue gak mau lo macam-macam sama Dimas." Sahut Lena.
"Iya, iya," sahut Mega.
"Kalau gue belum punya yah, Mudah-mudahan gue bisa dapatin tuh!" sahut Wina.
"Ganti baju! ganti baju! ayo!" minta Lena menarik tangan keduanya.
Chika juga terpesona melihat ketampanan Pak Dirga. Chika jadi beralih ke Pak Dirga dibanding Dimas. Bagi Chika, Dimas kurus, kecil, gak gagah.
"Woy, jangan-jangan itu guru olahraganya! keren, gagah, kalah Dimas!" sahut Chika.
🌷🌷🌷🌷
Anak-anak sudah kumpul di lapangan. Anak-anak cewek matanya terus melotot ke Pak Dirga. Beda dengan Lena, yang biasa aja dan gak seperti cewek lainnya. Dimas tersenyum memperhatikan Lena, dan bangga, gak terpesona sedikit pun dengan Pak Dirga. Pak Dirga langsung mengarah mata ke Lena, gak centil seperti yang lain. Pak Dirga terpesona melihat Lena.
Anak itu, beda dari yang lain, dia biasa aja gak centil atau apa, justru sederhana banget.
"Pak, gak cari jodoh?" tanya Chika.
"Huuhuhuu..." teriak Anak-anak menyoraki Chika.
"Belum ada yang pas! ayo maju! maju! dari barisan sini yah!" sahut Pak Dirga dari barisan Lena.
Lena barisan ke tiga, sehabis Wina. Setelah Wina Lena maju dengan senyuman, Pak Dirga tersenyum pada Lena dan terpesona. Pak Dirga melihat sepatu Lena bolong dan merasa kasihan pada Lena.
"Nama saya Laena, tapi panggilan Lena. Hobi saya membaca dan menulis.
" Wow, keren! kamu hobi menulis cerita?" tanya Pak Dirga tersenyum.
"Iya, Pak!" sahut Lena.
"Iya, menulis cerita kalau dia sepatunya bolong dan rombeng, dan Anak tukang gorengan! ha-ha-ha," sahut Chika meledek Lena.
"Astaghfirullah, kamu jangan seperti itu! saya gak suka lho, dengan ucapan kamu tadi! gak lucu bagi saya! justru saya lihat Lena mandiri, gak manja, sederhana, apa adanya, dia selalu mensyukuri keadaan dia, walau punya sepatu jelek, dia tetap mau semangat sekolah, kamu juga jangan menghina Lena Anak tukang gorengan, kamu suka gorengan kan? coba jawab!" Pak Dirga.
__ADS_1
"Suka Pak!" sahut Chika.
"Kalau suka, kenapa menghina orang, saya gak suka yah, kamu seperti itu! Ibu saya tukang mie ayam, Bapak saya tukang becak, kamu mau menghina saya gak?" tanya Pak Dirga kesal dan kecewa pada Chika.
"Maaf Pak!" sahut Chika.
Sampai segitunya Pak Dirga belain Lena, tatapan ke Lena juga beda, wah, jangan-jangan Pak Dirga suka lagi, Lena, Lena, banyak banget sih, yang suka sama lo.
"Makasih Pak, udah bela saya!" sahut Lena.
"Iya!" sahut Pak Dirga tersenyum.
"Cie... cie... cie... dibelain, ingat Kak Genta Len, awas lho, dia cemburu, he-he-he," ledek Mega.
"Apaan sih, lo Ga!" sahut Lena.
🌷🌷🌷🌷
Di kampus Genta, Genta baru saja turun dari motornya. Ratu menghampiri Genta dan kaget melihat Genta menggunakan motor.
"Genta, kamu dari mana aja? dari kemarin aku kangen! terus ngapain sih, kamu pakai motor segala?" tanya Ratu.
"Ngapain lo kangen sama gue? minggir lo! mau gue pake motor, mau pakai becak terserah gue! karena lo bukan siapa-siapa gue!" sahut Genta.
"Genta! gue cinta sama sama lo!" sahut Ratu menarik tangan Genta.
"Lepasin! lepasin tangan gue! lo salah bilang cinta sama gue, yang lo cinta itu, harta gue doang, bukan guenya! tolong berhenti ngikutin gue!" sahut Genta.
"Genta, lo jangan gitu dong sama Ratu! Ratu kan cinta sama lo!" sahut Ridho.
"Heh, lo cocok tuh sama Ridho, bukan sama gue! lo urus cewek lo Do!" sahut Genta meninggalkan Ratu dan Ridho.
"Ratu, aku sayang sama kamu! Genta udah nyerahin lo sama gue! ayo!" sahut Ridho.
"Minggir lo!" sahut Ratu mendorong Ridho.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Ta'aruf Cinta
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu