Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 29


__ADS_3

"Udah gak apa-apa, si Niko kan rajin ngepel, ntar juga dia bersihin kok!" sahut Genta.


"Benaran?" tanya Lena.


"Lena, udah gak apa-apa, masuk aja!" minta Niko.


Kok gue jadi salah tingkah gini ya depan Lena, aduh...


"Sayang, ini lantainya pada kotor!" sahut Lena merasa tidak enak.


"Sayang, udah gak apa-apa!" sahut Genta.


"Silakan diminum! di sini gak ada pembantu, lagi pulang kampung, cobain dulu deh, manis apa enggak teh dinginnya!" sahut Niko.


"Kalau menurut gue kurang manis, tapi udah dilengkapin sama Lena, jadi selalu manis!" sahut Genta.


"Gombal!" sahut Lena.


"Tahu, jangan percaya Len, sama Genta, tukang gombal dia!" sahut Niko.


"Kapan gue gombal? dekat sama cewek aja baru sama Lena!" sahut Genta.


"Ha-ha-ha." Sahut Niko.


"Wah, kamu sering gombal yah? sama siapa aja tuh!" sahut Lena menatap Genta.


"Wah, lo Nik parah! jangan di dengarin Niko mah, dia iri sama kita, kan aku cuma cinta sama kamu doang sayang!" sahut Genta memegang tangan Lena.


"Enggak Lena, gue bercanda doang tadi, Genta itu orangnya dingin, susah didekatin cewek, mangkanya gue gak percaya dia bilang punya cewek, eh, benaran dibawa ke sini!" sahut Niko.


"Niko sendiri udah punya pacar?" tanya Lena.


"Jones dia, eh, kenalin sama Wina aja!" sahut Genta.


"Cantik gak?" tanya Niko.


"Lo jangan lihat dari kecantikan dong, lihat dong, dari hatinya!" sahut Genta.


"Boleh, kenalin yah! si Mega gimana? Anaknya bar-bar banget sih, tapi sexy." Sahut Niko.


"Mega gak bakal suka sama lo! udah ada pilihannya dia! udah Wina aja, besok lo ikut ke sekolah Lena yah! sayang gak apa-apa kalau aku kenalin ke Wina?" tanya Genta.


"Iya, gak apa-apa." Sahut Lena.


☀☀☀☀


Gak lama, Mega telepon Lena. Mega menceritakan semua pada Lena, kalau Mega sudah jadian dengan Dimas. Tapi sikap Dimas masih dingin. Lena berusaha menasehati Mega agar tetap bersabar.



"Len, lo di mana?" tanya Mega.


"Sama Kak Genta, di rumah temannya Niko, kenapa Ga?" tanya Lena.

__ADS_1


"Oh, lo diajak sama Kak Genta di rumah Niko, gue udah jadian sama Dimas Len, gue senang banget, tapi Dimas masih dingin sama gue!" sahut Mega.


"Syukur Alhamdulillah, lo yang sabar Ga, Dimas kan gak pernah pacaran, mangkanya begitu, sekali pacaran dingin, gue yakin, Dimas akan luluh kok! tetap semangat!" sahut Lena.


"Makasih Lena, besok lo semua gue teraktir yah!" sahut Mega.


"Sini! aku mau ngomong!" minta Genta.


"Oh, jadi sepupu Kak Genta ada yang baru jadian? kok Lena doang yang diteraktir? Kak Genta mana?" tanya Genta.


"Bukan ngucapin selamat, malah minta teraktir!" sahut Mega.


"Lho, kamu juga kemarin, pokoknya gantian! ya udah, akun ucapin selamat ya Mega, sepupuku tersayang, semoga langgeng!" sahut Genta.


"Aamiin, makasih Kak Genta, oke, besok pulang sekolah!" sahut Mega.


"Gue enggak Mega? jahat lo!" teriak Niko.


"Nguping aja lo!" sahut Mega.


"Besok Kak Genta bawa Niko, Niko mau kenalan sama Wina!" sahut Genta.


"Apa? Wina? serius?" tanya Mega.


"Syirik aja lo Ga!" sahut Niko.


"Yeee,, belum tentu Wina mau! terserah Kak Genta aja!" sahut Mega.


"Kamu harus kasihan sama Wina, masa dia Jones sendiri!" sahut Genta.


"Emang gue ngapain dia? ya enggak lah! tenang aja pokoknya!" sahut Genta.


"Sip! aku mau ngomong lagi Kak sama Lena!" minta Mega.


"Iya Ga?" tanya Lena.


"Lo bantu gue yah, buat dekat sama Dimas, biar Dimas gak dingin sama gue!" minta Mega.


"Insya Allah!" sahut Lena.


"Makasih Lena, lo emang sahabat terbaik gue, lo lanjutin deh, kencan sama Kak Genta, hati-hati yah! kalau dia macam-macam, bilang sama gue!" nasihat Mega.


"Siap Nyonya Mega! he-he-he." Sahut Lena.


☀☀☀☀


Setelah lama bermain di rumah Niko. Genta mengajak Lena jalan-jalan sore. Genta semakin tidak mau berpisah dengan Lena. Sepanjang perjalanan tidak pernah lepas dari genggaman tangan Lena. Genta membawa Lena ke tempat yang sangat romantis.


"Kita mau kemana Yang?" tanya Lena.


"Ke tempat yang sangat romantis buat berdua, nanti kamu lihat aja yah!" sahut Genta.


"Sampai sana jam berapa? ini aja mau magrib." Sahut Lena.

__ADS_1


"Tempatnya cocok kok buat malam sayang, justru dia buka malam, nanti kita ke musholah dulu aja yah, buat mampir salat." Sahut Genta.


Saat magrib tiba, mereka mampir ke musholah untuk salat. Setelah selesai salat, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Akhirnya, Lena dan Genta sampai di tempat romantis tersebut. Genta membayar karcis masuknya. Saat masuk tempatnya benar-benar indah, Genta selalu aja memberi kejutan yang indah untuk Lena.



"Gimana tempatnya, indah gak?" tanya Genta.


"Wah, indah sekali Yang, di sini kita berdua aja?" tanya Lena.


"Kalau ini tempat, udah aku boking, jadi khusus berdua aja! kita sekarang berada paling atas lho, di bawah masih ada lagi." Sahut Genta.


"Serius sayang? Makasih yah, aku benar-benar senang banget, bahagia banget, kamu boking paling atas lagi tempatnya." Sahut Lena.


"Semua untuk kamu! setiap hari, aku akan selalu kasih kejutan untuk kamu, lihat sini yuk!" ajak Genta.


"Gak mau ah, aku takut ketinggian Yang," sahut Lena.


"Kan ada aku, aku akan lindungin kamu selalu, kalau kamu takut coba pegang tangan aku!" saran Genta. Lena mengenggam erat tangan Genta.


"Gimana? indah kan?" Genta menatap Lena dengan senyuman sambil menggenggam tangan Lena.


"Indah banget sayang, dada aku sampai bergetar gini lihat pemandangan di bawah." Sahut Lena tersenyum.


"Setiap aku ada masalah, pasti aku ke sini, hanya kamu dan aku yang tahu tempat ini, sama tempat taman kemarin!" sahut Genta.


"Aku akan selalu temani hari-hari kamu, mau susah atau senang!" sahut Lena.


"Makasih ya sayang, aku sayang banget sama kamu!" sahut Genta menatap Lena dan mendekat ke bibir Lena, perlahan Genta mencium Bibir manis Lena, Lena tidak bisa menolak dekapan Genta, karena posisi Lena sulit bergerak. Dada Lena berdetak sangat kencang, seperti sambaran ombak menerjang dirinya. Setelah Genta melepaskan, Lena terdiam dan duduk di tepi kaca. Genta menghampiri Lena dan menatap wajah Lena dan mengucapkan kata maaf.


"Kamu marah yah?" tanya Genta.


"Enggak, aku cuma kaget aja, baru kali ini, pertama kali aku dicium sama cowok! aku benar-benar syok!" sahut Lena.


"Maafin aku yah, kalau aku salah, aku sayang sama kamu, aku gak akan minta lebih dari kamu, aku hanya ingin lebih dekat aja sama kamu! aku janji sama kamu, aku gak akan ngerusak kehormatan kamu! coba lihat aku dong!" sahut Genta.


"Hmmm... gak apa-apa, janji ya Yang!" sahut Lena.


"Aku janji! ini ciuman pertama aku buat kamu, baru sama kamu aku ngerasain ini, gak pernah sama yang lain sayang, benaran!" sahut Genta.


"Aku percaya, janji ya Yang, gak akan ada yang lain di hati kamu!" sahut Lena.


"Iya sayang, aku janji! aku sayang banget sama kamu, gak mau pisah sama kamu!" sahut Genta memegang pipi Lena, dan bibir Lena.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Cinta dan Detik Terakhir boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Ta'aruf Cinta


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2