Cinta Dan Detik Terakhir

Cinta Dan Detik Terakhir
Part 20


__ADS_3

"Dimas! jawab jangan hmm, doang," sahut Mega.


"Udah cepatan deh, capek gue!" sahut Dimas.


"Kak Genta, jadi kan mau teraktir kita? he-he," sahut Mega.


"Jadi, kalian mau beli apa?" tanya Genta.


"Mie ayam bakso aja Kak di Budeh Cucu, ya Ga Len?" tanya Mega.


"Ya udah, terserah," sahut Lena.


"Kamu mau emang?" tanya Genta.


"Mau!" sahut Lena.


Genta menggandeng tangan Lena dan menggenggamnya, Lena mau melepaskan tapi Genta erat menggenggam.


*****, gak kuat gue, apa gue pulang ajalah, tapi gak enak sama Lena, gue serba salah.


"Kak lepasin, gak enak!" sahut Lena.


"Enggak! biar yang lain tahu, kamu pacar aku!" sahut Genta mencium tangan Lena.


"Aduh, ilah, Win kita merem aja yuk! gak kuat gue lihatnya baper!" sahut Mega.


"Iya Ga, huuuh," sahut Wina.


Semua sampai di warung Bu Cucu. Pesanan mie ayam sampai di meja. Hanya Genta yang tidak memesan mie ayam. Genta memandangi Lena yang sedang makan. Genta memegang sendok dan menyuapi Lena, Dimas sampai batuk-batuk melihatnya.


"Gak gitu makannya, sini aku suapin aja yah!" Genta memegang sendok dan garpu dan menyuapi Lena.


"Kak, gak usah! aku aja!" sahut Lena.


"Enggak, biar aku aja yang suapin!" sahut Genta.


"Ehemmm, so sweet banget sih, ya ampun!" sahut Mega.


"Maaf gue udah selesai, gue duluan yah! kak Genta makasih yah!" sahut Dimas langsung pergi.


"Eh, Dimas! Lena, Kak, aku mau ngejar Dimas dulu yah!" sahut Mega.


"Mega! gue ikut! Kak duluan, Lena!" sahut Wina.


"Aduh, Kak, jadi pada pergi kan?" tanya Lena.


"Ya udah, sayang, biarin aja!" sahut Genta.


"Kak, aku gak enak!" sahut Lena.


"Nah, tuh, Mega sama Wina balik lagi ke sini! kamu tenang yah!" sahut Genta.


"Mega, Wina, kenapa Dimas?" tanya Lena.


"Dia mau buang air besar, ngomongnya malu sama kalian, lagi makan!" sahut Mega.


"Alhamdulillah, kirain ada apa? gue sampai panik." Sahut Lena.


"Jangan panik gitu dong sayang!" sahut Genta merapihkan rambut Lena.


"Lanjut lagi Win!" sahut Mega.

__ADS_1


"lanjutlah!" sahut Wina.


"Iya sayang tuh!" sahut Genta.


"Yang mau nambah siapa?" tanya Genta.


"Aku Kak, buat bawa pulang, boleh?" tanya Wina.


"Boleh! pesan aja!" sahut Genta.


"Wah, lo parah banget, rakus lo!" sahut Mega.


"Kan Kak Genta yang nawarin!" sahut Wina.


"Gak gitu juga kali," sahut Mega.


"Mega, udah, gak apa-apa, kan Kak Genta yang nawarin!" sahut Genta.


"Tuh, dengarin Ga! he-he," sahut Wina.


"Kamu mau nambah gak sayang?" tanya Genta.


"Enggak ah, kenyang Kak," sahut Lena.


🌷🌷🌷🌷


Setelah selesai makan, Mega dan Wina pulang bersama, sedangkan Wina bersama Genta. Genta mengajak Lena jalan-jalan, saat dipertengahan jalan, Genta meminta tangan Lena untuk memegang perut Genta.


"Sayang, tangan kamu mana?" tanya Genta.


"Kenapa Kak?" tanya Lena.


"Pegangan! nanti kamu jatuh aja!" sahut Genta tersenyum di spion motor.


Ya Allah, kok jadi deg-deg-kan gini yah! ya Allah.


"Kok melamun sayang? kenapa?" tanya Genta.


"Gak apa-apa Kak, aku senang aja, baru kali ini jalan-jalan Kak," sahut Lena.


"Oh, gitu? nanti kita jalan-jalan terus yah, aku siap kemana pun yang kamu mau!" sahut Genta memegang tangan Lena yang ada di perut Genta.


Aku makin sayang sama kamu, makin cinta, meskipun hanya beberapa hari kenal, tapi perasaan ini gak mau pisah.


"Kak, kamu bawa obatnya gak?" tanya Lena.


"Bawa dong!" sahut Genta tersenyum.


"Jangan lupa diminum!" sahut Lena.


"Iya sayang!" sahut Genta tersenyum.


🌷🌷🌷🌷


Genta membawa Lena lagi ke tempat yang indah dan romantis. Genta tersenyum melihat Lena tersenyum dan terkejut melihat tempat yang begitu indah.



"Kita akan selalu jelajahi tempat-tempat indah ya sayang, aku ingin bahagiakan kamu! aku ingin kamu tersebut selalu, setiap waktu, setiap hari, aku akan simpan setiap senyuman kamu di hati aku, sampai aku mati." Sahut Genta langsung berlinang air mata.


"Kok, Kak Genta nangis? jangan dong! aku mohon jangan Kak, apa lagi berpikiran Kakak pergi dari aku, kata orang cinta butuh waktu yang lama, tapi cepat meninggalkan, tapi aku gak mau punya prinsip seperti itu!" sahut Lena.

__ADS_1


"Terus prinsip kamu seperti apa?" tanya Genta tersenyum dan menatap Lena.


"Kalau aku sebaliknya, Cinta gak butuh lama-lama, tapi berakhir sampai akhir hayat!" sahut Lena.


"Kok sama? mangkanya aku cepat-cepat nembak kamu, walaupun kamu belum cinta, dan aku mau cinta ini sampai akhir hayat!" sahut Genta.


"Kak tahu gak? tadi, di sekolah entah kenapa aku mikirin Kak Genta, sampai aku teriak dan malu." sahut Lena.


"Artinya kamu udah mulai mencintai aku sayang, Alhamdulillah, aku juga kangen terus dari malam sayang, aku video call kamu udah tidur!" sahut Genta.


"Mungkin Kak, he-he." sahut Lena tertawa kecil.


"Mau janji gak sama aku?" tanya Genta.


"Janji apa?" tanya Lena.


"Kita bersatu selamanya, kamu janji jangan pernah tinggalin aku!" minta Genta sambil menunjukkan kelingking.


"Aku janji." Sahut Lena.


"Alhamdulillah, aku bersyukur lewat Mega, aku bisa kenal sama kamu, dan gak butuh waktu lama buat mencintai kamu!" Sahut Genta memegang tangan Lena.


"Kok nangis?" tanya Genta.


"Enggak Kak, bahagia aja, he-he," sahut Lena.


"Aku boleh peluk kamu gak?" tanya Genta.


"Boleh," sahut Lena tersenyum.


Genta memeluk Lena sambil meneteskan air mata. Dan bilang dalam hati kasih kesempatan aku buat hidup buat bersama Lena sampai akhir hayat.


Ya Allah, beri kesempatan aku buat hidup, untuk bahagiakan Lena, jangan pernah engkau ambil nyawa aku, aku gak mau berpisah sama Lena, aku ingin hidup sampai akhir hayatku masa tuaku. Enggak sekarang ya Allah.


"Kok Kak Genta nangis?" tanya Lena.


"Enggak kok, aku bahagia sayang." Sahut Genta.


"Jangan sedih ya Kak, aku akan selalu ada buat Kak Genta, meskipun Kak Genta sakit, aku akan usaha buat semangatin biar Kak Genta sembuh!" sahut Lena sambil menghapus air mata Genta.


"Makasih ya sayang, kamu tahu Gak?" tanya Genta.


"Tahu apa Kak?" tanya Lena.


"Kamu adalah cinta pertama aku, cinta pertama dan terakhir," sahut Genta tersenyum.


"Masa sih? SMA gak pernah pacaran?" tanya Lena.


"Gak pernah sayang, gak ada yang cocok! di kampus juga sama gak ada yang aku suka!" sahut Genta.


"Kenapa? bukannya di kampus Kak Genta ceweknya cantik-cantik?" tanya Lena.


"Cantik, tapi aku gak suka, semua ceweknya hanya belanja, kecantikan dan lainnya, gak benar-benar tulus!" sahut Genta.


"Oh, gitu Kak, Kak Genta juga cinta pertama aku, baru ini aku ngerasain yang namanya pacaran, semoga Kak Genta cinta pertama dan terakhir aku yah!" sahut Lena tersenyum.


"Aamiin..." sahut Lena dan Genta.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta dan Detik Terakhir, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2