CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S3- KISAH MALAM YANG ROMANTIS


__ADS_3

[ JANGAN LUPA BUAT FOLLOW AUTHOR]


William mengernyitkan kedua alisnya bingung. Sedangkan Angela sudah berjalan mendahuluinya di depan.


"Dia kenapa? apa aku telah melakukan hal yang salah." gumam William sendiri.


Episode sebelumnya


...****************...


Angela mengambil segelas minuman bersoda merah yang di sediakan oleh pelayan di pesta. Angela melihat sekeliling pesta dan sesekali ia mendengus kesal karena sikap William yang tidak peka sama sekali.


"Dasar bodoh.." gumam Angela pelan.


Seorang lelaki dengan jas berwarna putih tulang melihat Angela dari kejauhan. Ia berjalan mendekati Angela sambil membawa segelas wine putih di tangannya.


"Hai.." sapa lelaki itu pada Angela.


Angela sedikit terkejut dengan kehadiran pria itu.


"Iya, kenapa?"


"Hmm, boleh aku berkenalan denganmu?" tanya pria itu lagi sambil mengulurkan tangannya. Angela mengiyakan pertanyaan lelaki itu. Ia membalas uluran tangannya.


Pria berjas putih tulang itu membahas berbagai topik untuk mencairkan suasana dan berusaha dekat dengan Angela. Namun Angela tidak terlalu memperhatikan apa yang di katakan pria itu. Beberapa kali ia melirik kearah William yang berdiri membelakanginya.


William terlihat kesal ketika tak sengaja melihat kebersamaan mereka berdua. Dia berjalan menghampiri Angela yang tak jauh darinya.


"Aku Dimasta, senang bisa mengobrol denganmu. Apa kita bisa bertukar nomor whatapps? aku tertarik denganmu sejak aku tak sengaja melihatmu disana" setelah menyelesaikan perkataannya ia mengeluarkan ponselnya dan bersikap nomor telepon Angela.


"Hmm, baiklah.." seru Angela tanpa berpikir perhatiannya hanya tertuju pada William yang berjalan menghampirinya.


"Berapa nomornya?" tanya Dimasta menunggu ucapan Angela selanjutnya.


Saat William semakin mendekat kearahnya, Angela mengarahkan tatapannya pada Dimasta.


"Eeh, tadi kamu bertanya apa?" tanya Angela yang telah mengarahkan perhatiannya pada Dimasta.


"Nomor Whatapps?" seru pria itu mengulang pertanyaannya


"Ahh baiklah.. 0..8.."


"0...0...0..." sahut William tiba-tiba sambil menarik Angela berada di dekatnya.


"Apa yang kamu lakukan? lepasin tanganmu.." tanya Angela seolah tak menyadari kedatangan william.


"Kau siapa?" tanya Dimasta pada William yang datang menghampiri mereka tiba-tiba.


"aku adalah calon suaminya. Apa perlu kuperjelas lagi hubungan kita?" tanya William dengan tatapan berapi-api.


Angela yang masih berada dalam pelukan William, mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapannya sekaligus tersenyum simpul mendengarnya.


"Benarkah lelaki ini pacarmu?" tanya Dimasta memastikan kebenaran itu.


"Dia...hanya...."


Cup


William mencium bibir Angela dengan cepat tanpa menunggu gadis itu menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Angela ingin melepaskan ciuman itu namun tangan William semakin mendorongnya maju.


Perlahan Angela menikmati setiap sentuhan di bibirnya.


Dimasta sedikit terkejut dengan apa yang terjadi di depannya. Ia memilih untuk meninggalkan keduanya dari tempat itu.


Adegan romantis ini menjadi tontonan tamu di acara pesta perusahaan. William melepaskan ciumannya setelah beberapa detik. Tamu yang hadir di pesta perusahaan bersorak mengusilinya. Angela-William nampak kikuk karena banyak orang menyaksikan apa yang mereka lakukan.


Angela menutupi wajahnya denga kedua tangannya dan pergi meninggalkan pesta.


"Sayang, kamu mau kemana?" william menyusul langkah Angela dengan senyuman kecil yang melekat di bibirnya.


Di luar tempat pesta Angela membalikkan tubuhnya menatap william yang berjalan di belakangnya.


"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Angela dengan wajah merengutnya.


"Melakukan apa?" tanya William mencoba mengusili.


"Tadi..di pesta.."


"Di pesta kenapa? apa yang terjadi dipesta?" William kembali mengusili Angela dengan berpura-pura lupa dengan kejadian di pesta.


"Itu Ciu... Akhh sudahlah. Aku tidak mau membahasnya. Dasar pria gila" Angela kembali melanjutnya langkahnya dan meninggalkan William yang tersenyum senang karena berhasil membuat gadis itu salah tingkah.


William mengikuti langkah Angela hingga keduanya berjalan beriringan. William mengaitkan tangannya pada telapak tangan Angela. Angela akan melepaskan tangannya namun hal itu sia-sia karena tangan William menggenggam erat tangannya.


"Angela. Sudah lama aku menantikan moment seperti ini. Setiap hari Aku sangat mencintaimu..lebih dan lebih. Tak bisakah kita bersama lebih dari hubungan pertemanan ini.."


William meraih telapak tangan Angela yang lain dan di genggamnya dengan erat.


"Apa aku ditolak? kenapa kamu hanya diam saja.." William melihat gadis di depannya tak memberikan respon apapun. Angela hanya memandanginya saja.


"Bolehkah aku menciummu? cium aku sekali.." pertanyaaan Angela kini membuat William terdiam.


"Apa tidak boleh?" tanya Angela dengan wajah yang terlihat kecewa dan malu. Angela akan meneruskan langkahnya namun tangan William menghentikannya. William melangkah maju mendekati Angela. Ia tersenyum menatap gadis di depannya.


" Pipimu jadi memerah..apa kamu malu setelah mengatakan itu" ucap William yang masih memprovokasinya.


"Jangan menggodaku.Aku sudah sangat malu sekarang.." jawabnya sambil sedikit menundukkan kepalanya.


senyum di bibir William semakin lebar. Ia mencondongkan wajahnya mendekati bibir Angela. Sedetik kemudian William telah kembali mencium Angela.


Angela mengaitkan tangannya di bahu William. Jantungnya berdegub tak berirama sejak tadi.


Angela melepaskan ciumannya sembari mengambil beberapa langkah ke belakang. William yang melihat hal itu nampak bingung dengan reaksinya.


"Ada apa?" tanya Willam bingung.


"Eee.. aku hanya ingin mengatakan jika aku juga mencintaimu..."


"Disini.." Angela meletakkan tangannya di dada sambilnya menatap kearah William.


"Jantungku berdetak tak seperti biasanya. Aku sangat gugup berada di dekatmu. Aku akan tiba-tiba merasa marah saat kamu berdekatan dengan gadis lain. Bukankah ktu berarti aku juga mencintaimu?" tanya Angela masih merasakan jantungnya yang berdebar.


William tersenyum dan menarik Angela untuk mendekat kearahnya. Ia memeluk gadis itu erat.


"Aku juga ingin merasakan detakan jantungmu" ucapan William itu membuat Angela senang. Ia membalas pelukan William dan menyandarkan kepalanya di bahu william lama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


keluarga besarnya Hermawan masih bersantai di depan halaman rumah. Dava bersama Arga masih sibuk memasak barbeque dan menyajikannya di meja makan yang sengaja di letakkan di halaman rumah. Sedangkan Raeviga,Siska dan Marsha terlihat menikmati obrolan yang mereka bicarakan.


Arka masih setia menemani putrinya bermain di halaman dan sesekali memotret wajah putrinya ketika berekspresi lucu.


"Coba sini papa liat senyum cantiknya gimana?" tanya Arka sambil meletakkan Arsha di pangkuan kakinya.


Arsha melihat kearahnya dan tersenyum dengan menunjukkan beberapa gigi kecilnya yang berbaris.


"Uuhh..manisnya.." puji Arka pada putrinya.


Suara bel rumah yang berbunyi membuat Raeviga dan yang lainnya menatap kearah pagar rumah.


"Siapa sayang?" tanya Raeviga pada Dava.


"Entahlah..biar pelayan yang melihatnya.." Dava meminta pelayannya untuk melihat tamu yang datang.


Berselang beberapa detik Sashi dan Andreas terlihat melangkah masuk menghampiri mereka.


"Ma..Pa..Om..Tante.."


"Hai Kak, Kakak Ipar, Hei Arsha.." serunya menyapa semua anggota yang ada disana.


"Kalian datang di waktu yang tepat. Makanan sudah siap. Ayo kita makan dulu.." ajak Arga pada Sashi dan Andreas.


"Tidak Om, Kita sudah makan malam tadi.." tolak Andreas.


"Sayang sekali.."


"Tapi Sashi masih mau makan lagi kok.." Sashi berlari kearah meja makan dan mencicipi hidangan yang ada disana.


Andreas tersenyum melihat Sashi yang terlihat manja pada keluarganya.


"Andreas gabung dulu bersama kami, oke?" pinta Arga sambil mengajak Andreas berkumpul di meja makan.


"Iya Om. Terima kasih.." jawabnya dengan senyuman kecil di bibirnya.


Sashi memeluk lengan kekasihnya dan menyuapi sepotong daging panggan padanya.


"Aaakkk.." gumamnya sambil menyuapi makanan itu ke mulut Andreas.


"Aku sudah kenyang sayang.." tolak andreas dan mengalihkan makanan itu ke mulut Sashi.


Sashi tersenyum dan mencium lesung pipi Andreas singkat.


"Sayang kan bau daging.." keluh Andreas sembari melangkah mengambil tisu.


"Sayang kalau ciumannya di hapus berarti kamu gak sayang sama aku.."goda Sashi dengan trik mengancamnya.


Andreas mengurungkan tangannya mengambil tisu. Ia mengambil sepotong daging dan memakannya sambil berjalan kearah Sashi. Dengan cepat lelaki itu mendaratkan ciumannya di lesung pipi Sashi dan bibirnya.


"Kamu juga harus berbau daging sayang.." ucap Andreas pelan di telingga Sashi.


Sashi tertawa kecil dan memeluknya.


Raeviga dan anggota lainnya ikut tertawa melihat ulah kekanak-kanakan mereka yang manja.


Malam dingin yang tak lagi sunyi itu mereka habiskan dengan menikmati potongan daging barbeque dan juga cerita-cerita manis yang disematkan di dalam obrolan mereka. Sesekali Arka terlihat melingkarkan tangannya pda bahu Marsha dan menciumnya singkat. Raeviga yang diam-diam menatap wajah Dava dan tersenyum kecil menatapnya dan juga Arga yang selalu mengenggam tangan istrinya saat mereka berdekatan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2