
[ JANGAN LUPA BUAT FOLLOW MIMIN YAH ]
Satu tahun telah berlalu sejak Sashi menerima lamaran pernikahan dari Andreas. Namun seolah tak berjalan sesuai rencana, kedua pasangan ini masih belum bisa melangsungkan proses pernikahan yang mereka inginkan.
Sashi meminta kepada Andreas untuk menunda pernikahan mereka terlebih dahulu. Gadis yang sangat mencintai kebebasan itu masih ingin menikmati kehidupan bebasnya sebelum akhirnya masuk ke dalam kehidupan pernikahan, yang baginya kehidupan pernikahan itu seolah seperti laksana pelaut diatas samudra penuh dengan gelombang. Dia tidak akan bisa memprediksi kehidupan pernikahan untuk kedepannya.
Sashi saat ini telah menjalankan sebuah bisnis di bidang fashion. Ia telah membuka sebuah butik mewah dengan berbagai koleksi pakaian wanita hasil mahakaryanya. Gadis itu saat ini terlihat sibuk dengan kain polos panjang yang menjuntai dan patung boneka manekinnya. Beberapa kali gadis itu terlihat mengabaikan suara panggilan telepon dari ponsel miliknya.
"Sas, kamu angkat dulu aja teleponnya. Dari tadi bunyi terus.." tegur Raeviga yang saat itu sedang menemani Sashi yang sedang bekerja.
"Nanti aja Ma, paling juga Kak Andreas yang telepon.." jawabnya tenang, pandangannya masih tertuju pada boneka manekin di depannya.
"Kalian bertengkar lagi? Kalian itu dulu ngebet pengen jadi kekasih. Sekarang giliran udah jadi pasangan berantem terus.." sahut Raeviga dengan gelengan kecil di kepalanya.
Sashi mendengus kesal, dia melihat kearah Raeviga yang juga memperhatikannya sedari tadi.
"Ma, Kak Andreas akhir-akhir ini selalu buat Sashi marah. Sashi udah capek sama kerjaan butik tapi dia sama sekali gak bisa mengerti keadaan Sashi.." terangnya dengan raut wajah kesal.
"Memang kali ini Andreas salah apa lagi?" tanya Raeviga yang mencoba mencari tau akar permasalahannya.
"kemarin malam dia marah-marah ke Sashi hanya karena Sashi nongkrong sama temen, Ma.
Gak dewasa banget jadi cowok. Harusnya ngerti dong kalau itu waktunya Sashi sama temen-temen Sashi." keluhnya lagi.
"Kemarin kamu pulang malem banget kan? Papa aja juga marah ke kamu. Emang wajar kalau anak gadis baru pulang jam 2 malem?" tanya wanita yang berstatus Ibu itu.
Sashi terdiam sejenak. Dia menatap kearah Raeviga.
"Tapi Sashi gak aneh-aneh kok. Cuma ngumpul bareng aja.."
"Mama tau Sashi gak akan berbuat nyeleneh tapi harusnya kamu ngabarin dia kan." Raeviga mencoba menetralkan suasana. Namun berbeda dengan Sashi, gadis itu semakin merajuk karena Raeviga seolah membela Andreas.
"Kok Mama jadi belain Andreas, kan Sashi yang di marahin Andreas.." keluhnya sembari duduk di kursi yang berada di sampingnya.
Raeviga menghela napas panjang melihat sikap Sashi yang sama persis seperti Dava.
Gini nih kalo sifat ayahnya yang turun ke anaknya. Gak mau kalau di salahin
__ADS_1
"Sayang, maksud mama itu.." Suara panggilan telepon dari Andreas lagi memotong pembicaraan Raeviga dan putrinya.
"udah di jawab dulu sana.." pinta Raeviga sekali lagi.
Sashi meraih ponsenya dan menjawab panggilan telepon dari kekasihnya itu.
"Halo Sas.." suara Andreas memulai obrolan di antara mereka.
"Iya, ini Sashi. Ada apa? mau marah-marah lagi sama Sashi? belum puas?" Sashi mulai mengeluarkan semua keluhannya.
"Sashi masih marah sama Andreas? kok marahnya lama, padahal kemarin aku cuma mau kasih tau aja..." balas Andreas lembut.
"Sekarang sok baik sama Sashi, gak inget kemarin marah-marah di depan temen-temen Sashi. Kan Sashi malu.."
Raeviga yang mendengar ucapan Sashi dengan rengekan manjanya itu membuatnya tertawa kecil karena merasa geli.
Ya ampun, nih anak masih aja manja.
"Yaudah, Andreas yang salah. maafin Andreas ya sayang. Tapi lain kali kalau Sashi kemana-mana kabari aku ya. Biar Andreas gak kesusahan cari Sashi..". Andreas masih membalas ucapan Sashi dengan nada yang sama.
Mendengar jawaban dari Andreas membuat Sashi malu. Ia menyadari kalau dia memang salah. Namun ia merasa malu untuk mengakuinya.
"Sashi di butik kan? keluar sebentar dong Andreas di luar nih.." ucap Andreas tiba-tiba membua Sashi mengerutkan keningnya dan berjalan keluar dari butik.
Raeviga yang melihat Sashi berjalan membuka pintu kaca butik terlihat bingung.
"Sashi, mau kemana?" tanya Raeviga.
"Mau ketemu sama Kak Andreas bentar ma.." ucap Sashi sambil berjalan berbelok ke samping tembok butik sesuai arahan Andreas.
Sashi berjalan mengikuti arahan yang di ucapkan Andreas. Sashi melihat mobil Andreas yang terparkir di belakang butiknya. Dia melihat Andreas keluar dari dalam mobilnya dengan membawa sebuket bunga mawar dengan senyuman kecilnya, membuat Sashi larut dalam senyum itu.
"Kenapa Kakak parkirnya disini?" tanya Sashi ketika Andreas mendekat kearahnya.
Masih dengan senyuman manis yang melekat di bibirnya itu, Andreas membelai lembut rambut Sashi yang sedikit berantakan.
"Biar gak ada yang liat.." jawabnya singkat. Sashi mengernyitkan alisnya mendengarnya. Sashi menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan wajah penuh selidik.
__ADS_1
"Kak Andreas jangan aneh-aneh ya. Walaupun kita pacaran tapi gak boleh gituan sebelum nikah.." gertak Sashi was-was.
Andreas tertawa mendengar jawaban Sashi itu. Ia mengetuk pelan kening Sashi dan tertawa lepas.
"Otak Sashi kotor banget sih. Nih kesini.." Andreas membawa Sashi mendekat kearah mobilnya. Lelaki itu membuka bagian belakang mobilnya yang sudah terbuka sebagian.
Sashi melihat takjub kearah bagasi mobil Andreas yang sudah di penuhi hiasan dan pernak pernik lucu. Ketika pintu bagasi terbuka perlahan tulisan HAPPY ANNIVERSARY dan hiasan-hiasan balon kecil bermunculan.
Sashi tersenyum melihat kejutan yang di buat oleh Andreas itu. Namun seketika ia sadar bahwa kemarin adalah hari penting mereka.
"Kak Andreas maaf" ungkap Sashi yang menyadari kesalahan yang memicu emosi Andreas kemarin malam.
Andreas memeluk Sashi erat. Andreas mengecup singkat dahi kekasihnya dan tersenyum lembut menatapnya.
"Kemarin Andreas udah nyiapin restoran dan kejutan lain disana. Tapi Sashi malah susah dihubungi.." lanjut Andreas menjelaskan beberapa kejadian semalam.
"Ponsel Sashi kemarin baterainya habis. Temen Sashi gak ada yang bawa powerbank. Maaf Sashi lupa.." Kini berganti Sashi memeluk tubuh tegap Andreas dan menyandarkan kepalanya di dada Andreas.
Andreas tak mengatakan apapun, dia menyentuh dagu Sashi dan menciumnya. Sashi menutup kedua matanya merasakan kehangatan di dalam kecupan panjang itu.
"Happy Anniversary sayang.."
___________________
"Angela, aku berani sumpah aku gak ngapa-ngapain.." kilahnya sembari mengikuti gadis yang berjalan lebih dulu di depannya.
"Terserah kamu deh, lagian aku juga bukan siapa-siapa. Kenapa aku harus cemburu dengan gadis-gadis itu.." jawab gadis itu tanpa menoleh kearah lelaki yang menyusul langkahnya di belakang. Lelaki itu adalah William.
William meraih tangan Angela dan membuat gadis itu berhenti melangkah.
"Setiap hari wanita yang ada di otakku cuma kamu, Angela. Aku gak pernah peduli dengan wanita-wanita keranjang seperti mereka" jelasnya memohon. Ia meraih kedua telapak tangan Angela dan mengenggamnya erat.
"Ayo kita pacaran. Biar gak ada yang gangguan aku lagi.Hmm?" pinta William dengan senyuman yang sedikit di paksakan.
Angela melihat kearah William sesaat sebelum melepaskan tangannya.
"Gak mau, dasar buaya.." gerutunya lagi. Angela akan melangkah pergi, namun William menarik bahunya dan memeluknya dari belakang. Sontak hal itu menjadi perhatian pejalan kaki yang berada di tempat itu.
__ADS_1
"Angela please, will you be my girlfriend?" ucapnya dengan lantang ketika mencoba meminta Angela menjadi kekasihnya. Sorak dan tepuk tangan orang sekitar yang melihat keduanya membuat suasana semakin romantis dan tersipu malu.
BERSAMBUNG