
Pesawat sudah mendarat di bandara London,Arka membangunkan Sashi yang tertidur sangat lelap setelah gadis itu menitikkan air mata yang cukup lama sejak perjalanan tadi.
"Sas,bangun.."Ungkap Arka sambil menepuk pelan bahu Sashi.
Sashi membuka kedua matanya perlahan yang sudah terlihat sembab.
"Udah sampai ya?" tanya Sashi sambil menyampirkan selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya.
Arka mengangguk mengiyakan.
Setelah keluar dari bandara London,Arka masuk ke dalam taksi bersama Sashi menuju Apartement Arka.
Arka menelpon seseorang ketika taksi sudah berjalan memecah perkotaan London sore itu.
"Wil,Lo pesenin Apartemen sebelah gue ya sekarang.."pinta Arka pada seseorang di seberang teleponnya.
Sashi yang mendengar hal itu,menoleh kearah Arka dengan raut wajah yang bingung.
"Temen kamu?"tanya Sashi singkat.
Arka mengiyakan pertanyaan Sashi.
"Dia tinggal di sebelah Apartemenku di London,dia juga mahasiswa dari Indonesia yang juga kuliah disana." Setelah mengatakan hal itu,Arka mengambil kacamata hitam dari saku di jaketnya dan memberikannya pada Sashi.
"Pakai ini,mata kamu udah bengkak kayak kena bogem"cetus Arka sambil menyodorkan kacamata hitam miliknya.
Sashi yang mendengar perkataan Arka itu segera menggeser sedikit posisi duduknya untuk berkaca dari spion di taksi itu.
Ketika kaca itu sudah mencerminkan wajahnya seketika Sashi menundukkan wajahnya malu.
"Astaga,Ka.Jadi aku tadi keluar dari bandara dengan muka kayak gini? Kok kamu baru ngingetin sekarang sih.."keluh Sashi sambil memukul bahu Arka.
"Aduh,sakit gila.."keluh Arka spontan sambil mengelus bahu kanannya yang di tampar oleh Sashi.
Tak memperdulikan rintihan Arka,Sashi segera menutupi kedua matanya yang sembab itu dengan kacamata yang di berikan oleh Arka.
Tak berselang lama,Taksi berhenti di depan gedung pencakar langit yang sangat tinggi itu.Arka keluar dari mobil itu di susul oleh Sashi.
__ADS_1
Ketika Arka sedang mengeluarkan barang-barang miliknya dan Sashi dari bagasi taksi.Teman Arka tiba-tiba membantu lelaki itu dengan sigap.
"Hei,bro.." sapa Arka ketika melihat Temannya sudah berada di sampingnya.
"welcome back brother.." ucap lelaki bule itu yang mengucapkan selamat atas kedatangan Arka lagi.
Sashi berdiri di samping Arka,gadis itu sekilas melihat kearah teman Arka yang tidak di kenalnya itu.Celana jeans sobek selutut dan baju putih oblong membuat pria berotot itu terlihat sangat mempesona.
"Arka,is this girl with you too?" tanya lelaki itu ketika menyadari jika Sashi sejak tadi berdiri di samping Arka.Dia seakan memastikan apakah Arka ke London bersama dengan Sashi.
"Hmm,she's my sister.." jawab Arka singkat yang memperkenalkan Sashi sebagai saudara perempuannya.
"Oohh really? So,you are Arka's twin sister?" tanya Lelaki bule yang terkejut jika Sashi adalah saudara kembar Arka.
"Yaah.."jawab Sashi singkat seolah tak bersemangat menjawab pertanyaan itu.Ia sudah sangat lelah dan lesu.
Arka membawa barang miliknya dan Sashi ke dalam Apartemen lantai 5 di bantu oleh teman Arka yang bernama William itu.
"Hey,kenalin nama gue William.."lelaki itu menggulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada Sashi setelah menaruh barang milik gadis itu di Apartemen yang baru saja Arka minta.
"Ternyata kamu juga bisa bahasa indonesia.."seru Sashi ketika Wiliam beralih menggunakan bahasa dari negara asalnya.
"Course,aku juga orang indonesia.."jawab Willian tersenyum kecil menjawab pertanyaan Sashi.
"Barang-barang kamu udah aku masukkan semua ke dalam Apartement kamu.."ucap Arka menyela obrolan William dan Sashi.
Sashi mengangguk kecil membalas ucapan Arka.Ia segera berjalan menuju pintu Apartement-nya.
"selamat beristirahat.."celutuk William dengan cengiran kecil di bibirnya.
"Apaan sih basi.."balas Arka yang mendengar ungkapan Wiliam itu.
"Dia masih single kan?"tanya William lagi.
"Gak tau,tanya aja sendiri sama yang bersangkutan.."balas Arka sambil masuk ke dalam Apartement-nya dan menutup pintunya dengan cepat meninggalkan William yang berdiri sendirian di depan kamarnya.
"Woy,kenapa di tinggal gitu aja.Dasar jingan!"seru lelaki itu dengan wajah kesal,padahal ia ingin mengorek informasi lagi tentang Sashi.
__ADS_1
Gadis ini terlihat manis dan senyum tipisnya itu membuatku terpikat.
Arka menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur di Apartement-nya di London.Tubuhnya terasa sangat lelah.Perjalanan dari Indonesia-London yang menghabiskan waktu
hampir 17 jam itu telah menguras energinya walaupun tidak melakukan aktifitas apapun.Arka mengambil handphone-nya dan memutar lagu ballad kesukaannya.Ia mengecek pesan whatapps miliknya namun tidak ada satu pesanpun dari seseorang yang sangat ia harapkan.Di barisan chat pertama,hanya pesan masuk dari Orang tuanya dan membalas pesan masuk itu.
Arka ingin menelpon Marsha,namun ia selalu mengurungkan niatnya beberapa kali.Hingga akhirnya ia tertidur dengan handphone yang masih di genggamnya.
____________________________
Marsha berada di dalam kamarnya.Seperti Arka,gadis ini sejak tadi memandangi layar ponsel.Ia menunggu panggilan masuk dari Arka.
Marsha melihat ke sebuah foto lamanya yang terpajang di atas meja kerjanya.
Foto terakhirnya bersama Arka 5 tahun silam.Saat moment indah itu hadir dalam hidupnya.Ia tak menyangka jika itu akan berlalu dengan cepat begitu saja.
Aku merindukanmu,aku tidak bisa membencimu karena aku mencintaimu...
Malam itu,dengan iringan bunyi gemerisik hujan Marsha mengingat setiap detik kenangannya bersama Arka.Perhatian Arka,sifat romantisnya yang terkadang terkesan garing,dan ungkapan terakhir Arka yang berkali-kali ia lontarkan.
"Kamu salah paham Sha,aku tidak pernah memiliki niat untuk mempermainkan perasaanmu.." ucapan Arka saat itu.
Setelah bergelut dengan kenangan masa lalunya,Marsha teringat tentang sesuatu.Ia membuka media sosialnya dan mencari nama seseorang.
@ddgema.s : Gem,gue Marsha.Apa besok kita bisa bertemu? ada sesuatu yang pengen gue bicarain sama elo.
Marsha mengirimkan pesan itu dengan cepat.
Aku lelah untuk menghindar Ka.
Malam telah semakin larut,walau bunyi gemerisik air hujan masih terdengar dan udara yang menjadi sangat sejuk dan dingin Marsha belum bisa tertidur dengan pulas.Beberapa kali ia menggeliatkan tubuhnya.Ia terlihat resah,Pikirannya terasa sangat lelah.Namun ia sangat sulit untuk tertidur.
Marsha mengambil ponselnya di atas meja,dan memutar lagu favoritnya.Ia mengatur lagu itu agar bisa memutar berkali-kali.Lagu dengan nada rendah itu mulai mengalun di kamar Marsha.Gadis itu memejamkan kedua matanya perlahan.Ia menghembus napasnya ringan sebelum benar-benar tertidur.
Lagu Perfect - Ed sheeren mengalun berkali-kali menemani malam yang dingin itu dan Marsha yang telah tertidur sangat pulas.Lagu ballad yang sama dengan lagu yang sedang Arka putar.Lagu favorit mereka.
BERSAMBUNG
__ADS_1