CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 5 # SASHI : CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

Sashi menggendarai mobilnya sendiri,waktu telah menunjukkan pukul 9 kurang 10 menit.Jalanan Jakarta masih terlihat ramai walaupun langit terlihat gelap.Gadis itu mempercepat laju mobilnya mengikuti arah google maps sebagai penunjuk jalan.


FLASHBACK


2 jam yang lalu,saat Sashi sedang duduk di sofa ruang tamu bersama keluarganya.Ia menerima balasan pesan dari Andreas dengan sebuah foto dirinya di sebuah Bar dengan botol minuman di depannya.


Whatsapp Chat


Sashi : Kak Andreas udah tidur?


Calon suami : belum


Sashi : lagi dimana kak?


Calon suami : Bar


Sashi : Kok kakak kesana..


Calon suami : [ mengirim lokasi terkini]


: [ gambar di terima]


: kesini beb


Sashi mengernyitkan keningnya melihat satu kata yang tak pernah terlontar dari mulut Andreas sebelumnya.


"Beb?" gumam Sashi tanpa suara.Terbesit senyum kecil ketika gadis itu melihat 3 huruf yang membuat hatinya berbunga.


FLASHBACK END


Mobil yang di kendarai oleh Sashi berdecit ketika berhenti di sebuah bar mewah di sampingnya.Terlihat 2 orang lelaki berpakaian. hitam dengan ukuran tubuh berototnya sedang menuntun seseorang yang tengah mabuk berat.


"Sial,kenapa aku harus berada disini.."Sashi terlihat sedikit takut melihat orang yang sedang berteriak-teriak mabuk.


Sashi memutar kemudi untuk memarkirkan mobilnya.Menahan semua ketakutannya untuk bertemu dengan Andreas.Gadis itu keluar dari mobilnya ketika beberapa orang mabuk itu masuk ke dalam mobil dan taxi yang telah menunggunya.


Sashi diam di depan pintu kaca Bar itu dan menatap lurus ke depan.Suara dentuman musik terdengar di telinga gadis itu.Setelah diam beberapa detik,gadis itu kemudian mendorong knock pintu kaca itu dan masuk ke dalamnya.


"AASSTAGA!!"Seru Sashi terkejut melihat dua pria berpakaian hitam yang ia lihat di luar sedang berdiri di sampingnya.


"Ada yang bisa saya bantu?"tanya salah satu pria dengan rambut klimis-nya.


"Ekkh..saya ingin menemui seseorang.."ucap Sashi sedikit terbata


Kedua orang itu saling memandangkan sejenak sebelum mengalihkan kembali tatapannya pada Sashi.


"Siapa yang kau cari?"


Sashi menelan saliva-nya.Ia terlihat ketakutan berada di ruangan itu dengan lampu berkelip dan dentuman musik yang mengisi seluruh ruangan.


"Aa-ndreas.."


"Akhh pak Andreas? dia ada di sofa itu..."tunjuk lelaki itu pada seseorang yang hanya duduk membelakanginya di sana.


"Kau mengenalnya?"tanya Sashi sedikit curiga.


"Dia salah satu pelanggan kami.."jelas Pria itu lagi membuat Sashi yang mendengarnya menatap tak percaya.

__ADS_1


Apa andreas sering berada di tempat seperti ini?


Tak menunggu waktu lama lagi,Sashi segera melangkahkan kakinya di samping kerumunan orang yang sedang menari seperti orang gila.


Astaga,mereka menari seolah ini akhir hidupnya saja..


"Kak.."panggil Sashi yang telah berdiri di belakang pria itu.Pria itu membalikkan tubuhnya dengan sebotol 'beer' yang di pegangnya.Tatapan pria itu memudar,dia mengerjapkan kedua matanya berkali-kali untuk mengenali seseorang di depannya.


"Kau siapaa? Kau memanggilku?" Andreas terlihat sangat mabuk.Ia terus memicingkan kedua matanya untuk mengenali seseorang di depannya itu.


"Kak kamu mabuk..."Sashi terlihat sedikit pucat melihat Andreas untuk pertama kalinya seperti ini.Terlihat jelas kekecewaan di wajahnya dan keputusasaanya.


"Aku mengenal suara ini.Sashi kau menguntitku lagi?"decak Andreas yang terlihat kesal.Dia meletakkan botol minumannya dan mengerjapkan kedua matanya untuk mengimbangi pandangan yang terlihat samar.


"Kak Andreas yang menyuruhku kesini.."bantah Sashi dengan meninggikan suaranya karena suara musik yang keras.


"Aku?untuk apa aku memanggil gadis manja sepertimu.."elak Andreas sambil menuangkan minuman itu di gelas kecil di depannya dan langsung meneguknya dengan sekali tegukan.


"Akkh menyegarkan.."seru Andreas ketika alkohol itu memasuki tubuhnya.


"Kak ayo kita pulang.."pinta Sashi sambil menarik lengan lelaki itu.Pandangan Andreas kembali jelas walaupun tingkat kesadarannya saat ini sangat lemah.


"Pulang? dimana rumahku?"tanyanya dengan tatapan tajam mengarah ke wajah Sashi.


Setelah mengatakan hal itu,Andreas menarik tangan Sashi yang sedang memegangnya dan menjatuhkan tubuh gadis itu di atas sofa.


Jantung Sashi berdetak tak beraturan,dia sangat gugup dengan kedekatan mereka yang sangat intim itu.


"Kak Andreas.."gumam Sashi saat Andreas semakin mencondongkan wajahnya.


"Husst!!" Andreas meletakkan jari telunjuknya di bibir Sashi.Mengartikan bahwa gadis itu untuk diam.


"Kakk..." Sashi menghalangi tubuh Andreas yang akan jatuh kepadanya.


Namun kesadaran Andreas yang sudah hilang membuatnya menjadi pria yang tak berperasaan.Lelaki itu memegang tangan Sashi dan menguncinya dengan tangan kirinya.


"Kau tau hal apa yang sangat membuatku sakit hati Angela? melihatmu dengan orang lain.."gumam Andreas menatap ke arah Sashi.Di pandangan Andreas sekarang,gadis yang tengah berada di kendalinya adalah Angela.


"Angela?" Sashi mengerutkan keningnya.


Apa dia seperti ini karena kak Angela?


"Kak Andreas ini Sashi.."seru gadis itu yang tidak bisa berkutik di dekapan Andreas.


"Sashi?" Andreas mengerjapkan matanya berulang kali.Namun wajah Angela tetap menghias di depannya namun sedetik kemudian pandangan buram itu kembali menjadi Sashi.


"Aakkh Sial,aku benar-benar mabuk.."sindirnya pada dirinya sendiri.


Di bawah dekapan Andreas di depannya yang sangat dekat dan bau alkohol yang mencekik hidung Sashi membuat gadis itu sangat ketakutan sekarang.


"Kenapa kau ada di sini gadis kecil?"tanya Andreas menatap kearah Sashi dengan tajam.


"Kak lepaskan tangan Sashi.."ucap gadis itu yang telah merasa kesakitan dengan cengkraman tangan Andreas yang kuat


Namun Andreas hanya mendengarnya acuh,lelaki itu semakin mendekat kewajah Sashi dengan tangan kanannya yang memegang rahang gadis itu agar menatap ke arahnya.


"Bersenang-senanglah denganku malam ini.."ungkap Andreas dan sedetik kemudian bibir dingin miliknya menyentuh bibir lembut Sashi.

__ADS_1


Sashi menggeliat melepaskan tautan mereka walaupun ia tidak bisa membohongi dirinya jika dia juga menunggu saat Andreas menyerahkan hatinya kepadanya.Tapi bukan seperti ini yang Sashi inginkan.Dia tidak menginginkan Andreas karena ia sedang tidak sadar.


Andreas melepaskan tautan itu,jantungnya juga berdetak tak beraturan seperti Sashi sekarang.


"Hangat.."gumam Andreas pelan.


Sashi menitikkan air mata melihat Andreas yang memperlakukannya dengan kasar.


Aku bukan wanita murahan.


Pandangan Andreas kembali kabur dan rasa sakit yang menyerang kepalanya.Lelaki itu melepaskan pelukannya di tubuh Sashi seketika.


"Aaakhhh.."rintih gadis itu ketika tubuh Andreas terjatuh sepenuhnya menimpa tubuhnya.


"Kak? Astaga kau pingsan?"tanya Sashi sambil menarik tubuhnya dari tubuh Andreas yang menimpanya.


Sashi melihat wajah Andreas yang terlihat lesu.Sashi memapah tubuh Andreas ke dalam mobilnya di bantu oleh lelaki yang bekerja di sana.


Dava dan Raeviga menanti dengan cemas melihat putrinya yang masih belum pulang bahkan sejak tadi panggilannya tidak di jawab sama sekali.


Sashi telah sampai di rumah pribadi Andreas.Sashi mengklanson mobilnya beberapa hingga seseorang lelaki parubaya datang membuka pintu mobil Sashi.


"Nona Sashi?"seru pria itu melihat Sashi keluar dari mobil.


"Kak Andreas pingsan.." Sashi membuka sisi pintu mobilnya dan melihat Andreas masih tak sadarkan diri.


"Astaga tuan.." pria itu memboyong tubuh Andreas dan membawanya ke dalam kamarnya.Sashi mengikuti di belakangnya sambil merengangkan badannya yang terasa kaku.


Ia mengecek ponselnya dan menyadari jika terdapat panggilan tak terjawab dari Dava sebanyak 20 kali.


"Astaga,sudah jam 1 malam?"ungkap Sashi melihat jam dari layar handphone-nya.


Sashi berlari kecil menuju pintu rumah milik Andreas.Ia mengurungkan niatnya untuk menemani Andreas karena pasti Orang tuanya kini sedang mencemaskannya.


"Nona mau pergi?"tanya pelayan Andreas di belakang Sashi.


"Iyaa, ini sudah sangat malam.."jawab Sashi menoleh ke arah Pria itu.


_______________________


"Pa.."seru Sashi ketika melihat Dava sudah berdiri di depan pintu.


"Kamu dari mana aja? lalu kenapa penampilanmu sangat berantakan? apa yang terjadi?" Dava melayangkan berbagai pertanyaan kepada anak gadisnya itu.


"Akkh,tadi aku terlalu bersenang-senang di rumah Aurel.."kilah Sashi sambil membenarkan rambutnya yang memang terlihat berantakan.


Sial,kenapa aku tidak menyadari jika penampilanku terlihat sangat kusut.


"Ayo masuk,ini sudah sangat malam.."ajak Raeviga yang baru saja menemui Sashi dan suaminya.


Di dalam kamarnya yang telah temaram,Sashi menyentuh bibirnya sembari mengingat sentuhan bibir Andreas di bibirnya.


"Apa semua ini nyata? Kak Andreas menciumku?"ungkapnya dengan menorehkan senyum di bibirnya.


Namun Sashi mengingat saat Andreas menyebut nama Angela saat ia tengah sangat mabuk.Raut wajah gadis itu berubah kecewa mengingat kejadian itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


[Vote kuy yang banyak.Dukung terus dan jangan bosen ya.Thx]


__ADS_2