CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 29 # SASHI : PERTIKAIAN DI PESTA


__ADS_3

Malam ini,acara pesta anniversarry Dava dan Raeviga ke-23 tahun terlihat mulai berdatangan oleh tamu undangan.Mulai dari rekan kerja,teman terdekat dan keluarga Dewantara. Angela bersama Siska dan Arga juga sudah bergabung menikmati acara pesta itu. Sashi masih berada di dalam kamarnya,ia merapikan riasan dan rambutnya sebelum bergabung bersama lainnya di halaman depan rumah.


Andreas datang bersama kedua orang tuanya. Maura dan Axel telah bergabung dengan Arga dan Dava. Sedangkan Andreas mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kekasihnya.


"Dia dimana?"gumam Andreas pada dirinya sendiri.


Andreas berjalan menemui Raeviga.Ia menanyakan keberadaan Sashi kepada calon mertuanya,yang saat itu juga terdapat Maura dan Siska di sebelah Raeviga.


"Tan,Sashi kok gak kelihatan ya?"tanya Andreas,sesekali ia melihat kearah kerumunan tamu yang semakin bertambah jumlahnya.


"Waduh,takut ilang aja pacaran Ndre.."goda Siska pada Andreas,di ikuti tawa oleh yang lainnya.


Andreas hanya bisa mendengarnya dengan pasrah candaan ibu-ibu itu kepadanya.


"Emang calon mantuku pergi kemana Rae?" tanya Maura yang ikut menanyakan keberadaan Sashi.


"Ada kok tadi,mungkin di dalem Ndre..kamu liat di dalem aja ya.." jawab Raeviga sembari menunjuk kearah pintu rumahnya yang terbuka.


Andreas mengangguk mengiyakan.Lelaki itu berjalan menuju ke arah rumah yang dominan warna putih itu. Andreas tidak menyadari jika saat dirinya berjalan mendekati pintu rumah Sashi,seseorang mengintainya tak jauh dari sana.


Sorot matanya hanya berfokus pada Andreas.Perlahan ia juga mengikuti langkah kaki Andreas.


Sashi menuruni anak tangga,disana ia melihat Andreas menunggunya di ruang tamu.


"Kak Andreas?" Sashi berlari kecil menghampiri Andreas.


Andreas berdiri dari sofa ketika mendengar seruan Sashi kepadanya.Saat Sashi mendekat,ia tertegun melihat kemolekan kekasihnya itu. Sashi mengayunkan telapak tangannya kearah wajah Andreas yang hanya diam menatapinya.


"Kak,ada apa? kok liatin Sashi gitu? aneh ya riasannya.." Sashi melihat kearah kamera di handphonenya dan akan menghapus sedikit riasannya. Namun tangan Andreas menghalanginya.


"Tidak perlu di hapus,gak ada yang aneh kok.Kamu terlihat cantik Sas.."puji Andreas setelah beberapa detik diam terpaku menatap Sashi.


Gadis tersenyum malu,kedua pipinya mengembang merona mendengar ucapan Andreas.


"Kak Andreas juga terlihat cool,itu emang kancing atas kemejanya di buka gitu? dadanya jadi terekspos.." ucap Sashi dengan nada yang sedikit mengeluh dan menunjuk area dada bidang Andreas yang sedikit terlihat olehnya.


"Kalau di kancing semua jadi culun dong Sas.." ungkap Andreas dengan helaan napasnya.

__ADS_1


"Harus banget ya di liatin.." Sashi masih menggerutu di hadapan Andreas.


"Kamu juga,harus banget pake baju Sabrina yang jadi kelihatan area bahu kamu.." Andreas mengernyitkan kepalanya menunjuk kearah baju yang di pakai Sashi.


"Ini masih wajar dong kak..daripada pake baju yang kelihatan belahannya.Gimana?"celutuk Sashi seketika tanpa melihat wajah Andreas yang menatap kesal kearahnya.


Gadis itu masih meneruskan ucapannya,dengan cepat Andreas meraih lengan Sashi yang berdiri depannya.Andreas menyentuh rahang Sashi dan mencium bibir gadis itu tanpa aba-aba.


Sashi yang sudah berada di bawah kendali Andreas tidak bisa melakukan apapun.


William yang saat itu sudah bersembunyi di balik tembok pembatas ruang tamu hanya bisa berdiri mematung disana.Ia sedikit terkejut ketika Andreas tiba-tiba telah mencium bibir Sashi.


"Ekkh-hmm.." Deham William membuat Sashi-Andreas melepaskan tautan bibir mereka.Mereka menoleh kearah William yang sudah berdiri tak jauh dari tempat Sashi dan Andreas.William tak bisa membiarkan Andreas begitu saja.Perasaan mengerang kesal melihat aksi itu.


"William?"seru Sashi malu.Gadis itu sedikit menyembunyikan wajah malunya karena telah terpergok oleh temannya sendiri.Namun berbeda dengan Andreas,dia nampak biasa saja,bahkan lelaki itu terang-terangan menyentuh bibir Sashi ketika lipstik gadis itu menjadi belepotan karena ulahnya.


"Aku sedang mencari toileet.."Kilah William.


"Akkh,toilet di sebelah sana.."tunjuk Sashi di lorong kanan sebelah ruang tamu.William mengangguk mengerti dan berjalan menuju arah kamar mandi.


"Husftt,jangan gitu.Dia kan juga gak tau.Kamu keluar duluan aja ya.Aku mau ngambil kado mama ketinggalan di kamar.."pinta Sashi yang di setujui oleh Andreas. Setelah mencium kening Sashi,lelaki itu berjalan pergi terlebih dahulu.


Sashi menaiki anak tangga namun William sedikit mengejutkannya karena lelaki itu berada di balik tembok ruang tamu dan kini menghampiri Sashi.


"Wil,kamu udah dari kamar mandi?"tanya Sashi yang sudah menginjak satu dua tangga.


William tak bersuara,ia hanya mendekat kearah Sashi.


"Bisakah kamu jadi milikku saja Sas.Aku mencintaimu..Kamu akan bahagia bersamaku.."ungkapnya pada Sashi.Ia tidak bisa lagi memendam perasaannya pada gadis di depannya itu.


"Maaf Wil.Tapi aku telah mencintai orang lain.."jawab Sashi lirih.


"Tidak Sas.Andreas tidak akan membuatmu bahagia.Menikahlah bersamaku.."William akan menyentuh telapak tangan Sashi namun gadis itu dengan cepat menarik tangannya.


William semakin mendekat kearah Sashi,ia tidak ingin perasaannya tak terbalaskan seperti ini.Ia akan mengatakan sesuatu namun tangan Andreas dengan cepat membalikkan tubuh William dan memukul wajahnya dengan kepalan tangannya.


"Assshhhh!!"rintih William merintih kesakitan.Sashi yang melihat hal itu segera turun menghampiri Andreas.

__ADS_1


"Kak,apa yang kamu lakukan..." Sashi akan menghampiri William dan akan melihat lukanya namun tangan Andreas mengenggam erat lengannya.


"Biarkan dia." pinta Andreas pada Sashi.


"Ingatlah hal ini,dia kekasihku.. sedikit saja kamu mengusiknya,tubuhmu akan berakhir di rumah sakit.." Andreas menarik tangan Sashi dan membawa kekasihnya itu keluar. William yang melihat hal itu berdecak kesal dan menyentuh ujung bibirnya yang terasa sakit.


"Sial.."


Andreas membawa Sashi keluar dari ruang tamu menuju halaman rumah yang telah penuh dengan para tamu. Andreas membawa Sashi sedikit menjauh dari keramaian dengan ekpresi wajah yang terlihat marah.


"Sas,apa kamu harus berteman dengannya? Dia sangat menjengkelkan.."decak Andreas marah.Ia masih mengepalkan tangannya kesal.


"Dia hanya mengungkapkan perasaannya kak.Aku sudah menolaknya.Seharusnya kamu tidak perlu memukulnya.."Jelas Sashi sembari memeluk telapak tangan Andreas.


"Seharusnya aku membuat dia tidak bisa berbicara lagi.." Andreas mengumpat berkali-kali dalam hati.Sesekali umpatan itu terdengar di telinga Sashi.


"Kamu tidak perlu melakukannya.Aku hanya milikmu tuan Andreas.." ucap Sashi sambil memeluk tubuh Kekasihnya itu.


Raeviga dan Maura melihat anak mereka sedang memeluk satu sama lain di sudut halaman rumah.


"Lihatlah mereka.Sudah seperti pasangan yang tak ingin lepas.." gerutu Maura dengan tawa kecil di bibirnya.Membuat Raeviga juga ikut tersenyum melihatnya.


Sashi di temani Andreas mengambil kado untuk mamanya yang tidak sempat di ambilnya tadi.


"Ma,Pa happy Anniversary.Kalian orang tua terbaik yang Sashi miliki.Aku menyayangi kalian..."ucap Sashi sembari memeluk kedua orang tuanya.


Di belakang Sashi,Arka juga tersenyum melihat keharmonisan orang tuanya.


"we love you mom,dad.." seru Arka sambil memeluk Papa dan Mamanya bergantian.


"you are also the best children of dad and mom.." ucap Dava yang juga memuji kedua anaknya.Dava mengatakan jika Sashi-Arka adalah anak-anak terbaiknya.


Acara perayaan itu di isi gelak tawa dan senyuman para tamu menikmati pesta malam ini.Namun tidak dengan William yang telah merasa kehilangan.Sesekali ia melihat kearah Sashi-Andreas yang saling memeluk,tersenyum penuh cinta itu.


Perjuangan tak selamanya terasa manis..


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2