
Sashi kembali menemui Andreas yang menunggunya di Lobby kantor Dava.
"Kak.."panggil Sashi ketika melihat Andreas yang sedang berkutat dengan ponselnya.
Andreas melihat kearah Sashi yang sudah berdiri di depannya.Ia melihat wajah Sashi yang kesal.
"Semuanya baik-baik aja kan?"tanya Andreas sembari berdiri menghampiri Sashi.
"Sangat baik..."jawab Sashi dengan helaan napas panjang lagi.
"Terus? wajah kamu kok kesel gitu?"tanya Andreas yang tidak mengerti dengan situasinya.
"Papa itu gak beneran cuek sama Mama.Dia cuma mau pura-pura aja.." Sashi mengatakan kalimat dengan nada frustasi.
"Padahal aku udah cemas beneran.Aku kira Mereka berantem dan pisah.."keluhnya lagi.
"Pura-pura? untuk apa?"
"2 hari lagi adalah peringatan hari pernikahan mereka.Papa mau buat seolah dia lupa sama hari itu dan...yaah entah seperti apa rencananya.." Andreas menahan tawa di bibirnya setelah Sashi mengungkapkan kebenarannya.
"Garing banget kan? lagian Papa udah gak muda lagi juga aneh-aneh aja.." gadis itu masih terlihat kesal dengan rencana Dava itu.
"Enggak kok.Itu romantis banget.Lagi pula sangat jarang pasangan yang sudah menikah lama merayakan dengan konsep seperti ini.." Andreas memperlihatkan senyum tipisnya ketika selesai mengatakan ucapannya.
"Iyaa sih,kadang papa juga memberikan kejutan-kejutan kecil untuk mama.." Sashi membenarkan ucapan Andreas.
"Jadi sekarang kita mau kemana?"tanya Andreas sembari memeluk telapak tangan lembut Sashi.
"Sashi pengen ke wahana bermain.." ajak Sashi sembari berjalan beriringan di samping Andreas.
"Sekarang? panas banget loh..lagi pake baju formal juga.." tunjuk Andreas pada setelan kemeja di lengkapi dengan jas biru tua.
"Kita mampir dulu ke rumah Kakak...istirahat sebentar.."jelas Sashi seolah telah merencanakan kegiatan itu sejak awal.
"Baiklah ayo.." Andreas masuk ke dalam mobil di susul Sashi yang duduk di kursi sebelah Andreas.
Di dalam mobil,Sashi menyalakan pemutar musik. Lagu tulus - teman hidup mengalun menemani perjalanan Andreas dan Sashi.Sesekali Sashi juga ikut menyanyikan lagu romantis itu dan Andreas yang juga menimpalinya.Mereka terlihat sangat senang satu sama lain.
"Sas..." panggil Andreas ketika mobil berhenti karena lampu merah.
"Hemmz..."gumam Sashi menyahuti seruan Andreas sembari sibuk dengan media sosialnya.
"Aku mencintaimu.." Sashi menoleh kearah Andreas ketika mendengar ungkapan yang membuat kedua pipinya memerah karena malu itu.
Sashi mengecup dengan cepat pipi kiri Andreas.
__ADS_1
"Sashi juga cinta Kakak.." setelah kecupan singkat itu Sashi membalikkan wajahnya menatap kearah kaca mobil di samping.Ia menyembunyikan wajahnya malu.
Andreas yang melihat hal itu,tersenyum sangat senang.Lelaki itu menyentuh pipinya yang tadi telah di kecup oleh Sashi.
Ternyata aku bodoh,seharusnya aku menyadari cintamu sejak dulu Sas.Agar aku bisa merasakan kebahagiaan seperti ini...
Setelah perjalanan yang menyita waktu 30 menit lebih karena padatnya kendaraan Jakarta,mereka telah sampai di rumah keluarga Andreas.
"Ma,Andreas pulang.."seru Andreas ketika telah membuka pintu rumah yang memiliki desain rumah seperti istana.Furnitur mewah juga tak kalah dari tempat Sashi.
Maura,Mama Andreas yang sedang duduk di ruang tamu menyaksikan siaran infotaiment segera beranjak dari tempat duduknya menghampiri Andreas dan Sashi.
"Hei,calon mantu..."seru Maura ketika melihat Sashi juga ikut bersama Andreas.Sashi tersenyum kikuk ketika Maura menyapa Sashi dengan panggilan itu.
Begitu pula dengan Andreas yang menghela napas melihat drama mamanya itu.
"Aku mau ganti baju.Nanti Sashi sama Aku mau pergi keluar.."seru Andreas sembari berjalan menuju anak tangga.
"Iyaa dong.Kalian itu harus sering jalan-jalan.Ayo Sashi duduk sini sama tante.Gausah malu,dulu juga sering kesini kan?" Maura mengajak Sashi untuk menemaninya duduk di sofa.
"Iyaa tan.Udah beberapa bulan Sashi gak kesini.."jawab Sashi sambil duduk di sisi Maura.
"Terakhir di pesta perusahaan dulu kan?"tanya Maura mencoba mengingat-ingat.
"Kamu mau minum apa? biar bibi di dapur buatin.."
"Air putih aja tan.."
Maura memanggil bibi yang bekerja di dapurnya untuk membawakan segelas air putih,camilan,buah-buahan dan sari jeruk untuk Maura.
Hanya dalam hitungan detik,pelayan sudah membawakan apa yang di katakan majikannya
Meja di ruang tamu itu seketika penuh dengan berbagai hidangan.
" Di cicipi Sas.Ini tante buat sendiri loh.." Maura mengambilkan kue keju yang di buatnya sendiri.
"Iya tan.." Sashi mengambil kue kering itu dari toples kaca.
"Enak tan.Kapan-kapan ajari Sashi ya.." Sashi menikmati kue kering sambil berbincang-bincang dengan Mama Andreas.
"Ayok Sas..."Ajak Andreas yang sudah memakai kaos dengan kombinasi celana jeans selutut.
"Tan,Sashi berangkat yaa.." pamit Sashi begitu pula dengan Andreas.
"Sering-sering kesini ya sayang.."ungkap Maura sembari mengantar hingga teras depan rumahnya.
__ADS_1
"Iya tan.Pasti.."jawab Sashi sebelum mobil milik Sashi yang di kendarai Andreas itu berjalan.
"Haduh,gak sabar nimang cucu.."gumam Maura sendiri setelah mobil itu menghilang dari pandangannya.
____________________________
Andreas dan Sashi telah sampai di Wahana bermain 10 menit yang lalu.Sekarang mereka sedang mengantri untuk menonton sirkus yang sebentar lagi di mulai.
Setelah masuk ke dalam Sashi memilih untuk duduk di barisan kedua dari depan.Andreas mengikuti Sashi dan ikut duduk di sebelahnya.
"Sebentar lagi mulai.."seru Sashi sendiri menantikan penampilan sirkus itu.Andreas menyunggingkan bibirnya melihat Sashi yang tak sabar melihat penampilan sirkus lagi.
Menggemaskan...
Sashi tertawa senang melihat antraksi penampilan sirkus itu.Beberapa kali ia memotret antraksi lumba-lumba dan badut yang berdiri di atas tongkat panjang.Andreas menyentuh telapak tangan Sashi sambil menikmati tontonan penuh kekaguman dan tawa itu.
Langit telah semakin gelap.Cahaya matahari telah redup dan tertutup oleh bulan yang menampakkan cahayanya.Namun Sashi belum terlihat bosan,beberapa kali ia masih mengajak Andreas untuk bermain wahana di ada di sana.
"Kak,main ayunan kuda itu ya.."tunjuk Sashi pada permainan turangga-Rangga.Sashi akan berjalan menuju ke wahana itu namun tangan Andreas menghentikannya.
"Kita makan dulu Sas.Kamu gak laper?"tanya Andreas melihat Sashi yang sangat antusias.Seolah tak pernah bermain di wahana seperti ini.
"Laper juga.."ucap Sashi sambil mengusap perut datarnya.
"Yaudah yuk.." Andreas memeluk telapak tangan Sashi dan pergi menuju rumah makan yang letaknya tak jauh dari sana.
"Silakan tuan,nona.."Sapa pelayan restoran ketika Andreas dan Sashi telah masuk ke javanese food.
"Mau makan apa?"tanya Andreas sambil membuka buku menu makanan yang ada di restoran itu.
"Sama kayak kakak aja gak apa.." Jawab Sashi sembari melihat hasil jepretan fotonya bersama Andreas sejak tadi.Terkadang gadis itu tersenyum sendiri melihat pose lucu mereka di foto itu.
"Jun-jun's java rice,chicken curry with rice, jus alpukat sama.." Andreas menghentikan pesanannya dan menatap kearah Sashi.
"Kamu mau minum apa?"tanya Andreas pada kekasihnya itu.
"Lemon tea.."
" Lemon tea 1,sudah.." Andreas menyebutkan tambahan pesanannya.
"Baik,terima kasih tuan.Mohon di tunggu sebentar.."pegawai wanita itu segera menuju dapur.
Andreas dan Sashi menikmati kencan pertama mereka di wahan bermain itu.Langit malam penuh berbintang itu telah menemani awal kisah hubungan mereka.
BERSAMBUNG
__ADS_1