CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 43 : BUCIN


__ADS_3

Raeviga telah berada di dalam kamarnya,Dava menyuruhnya untuk beristirahat agar kesehatannya segera pulih.Sedangkan lelaki itu kini sedang berada di ruang kerjanya mengurus banyak hal bersama Arga tentang perusahaan yang mereka kembangkan.


Dava kini tidak lagi memakai kursi roda,lelaki itu sudah bisa berjalan kembali walaupun harus dengan bantuan tongkat di kanan kiri tangannya.


"Aku butuh kamu di kantor,Dav.Setidaknya untuk satu minggu ke depan.."ucap Arga dengan tatapannya yang masih berkutat dengan layar laptopnya.


"mau kemana ?"tanya Dava bingung mendengar perkataan Arga tiba-tiba.


"Mau ngasih kejutan ke istri sama anakku,setahun sekali family time.."seru Arga dengan pikirannya yang sudah membayangkan rencana liburan mereka.


"Ekhhm,sweet banget.Yaudah deh terpaksa!"jawab Dava menyetujui permintaan Arga.


"Istri kamu kemana sekarang?"tanya Arga berbasa-basi.


Dava yang mendengar pertanyaan Arga mengerutkan keningnya seakan sedang menyeringai musuh di depannya.


"Ngapain tanya istriku?"tanya Dava sedikit sinis.


Arga mendongak melihat Dava yang tengah berdiri dan memandang kesal dirinya.


"Kamu tuh jadi cowok cemburuan banget sih.Emang cuma tanya ga boleh?"ungkap Arga yang sedikit risih dengan perilaku Dava yang posesif.


Dava tersenyum malu mendengar gerutu kakaknya.


"Asal tau aja cowok yang cemburuan itu banyak yang suka,kak.."seru Dava membela diri.


"Iya cuma bini kamu aja.Udah ketutup kabut tuh pengelihatan Raeviga bisa suka sama kamu.." Arga dengan ketus menimpali ucapan adiknya.


"Brengsek!"maki Dava pelan sambil menatap jengkel ke arah Arga yang tersenyum tipis mendengar makian Dava.


Raeviga yang sudah beberapa menit yang lalu berada di samping pintu yang setengah terbuka itu hanya menghembuskan napasnya mendengar perdebatan konyol mereka dengan membawa namanya.


Raeviga mengetuk pintu ruangan, membuat dua pria yang sudah sibuk dengan kerjaan mereka seketika menoleh ke arah sumber suara.


"Sayang.."seru Dava lembut dengan nada manja yang di buat-buatnya,seakan ingin menunjukkan kemesraannya di depan sang kakak.


Arga meringis geli dengan nada manja Dava itu,seperti suara kucing kesayangan Angela yang mengeong karena kelaparan.


Begitu pula dengan Raeviga yang bergidik geli mendengar seruan manja Dava yang tak pernah di dengarnya.Terlihat sangat aneh.


"Aku cuma ngasih ini.."ucap Raeviga sambil menyodorkan HP milik suaminya yang kembali berdering.

__ADS_1


"Dari Dokter Jerome.." lanjutnya.


Dava menerima panggilan itu sembari menarik lengan Raeviga dan memeluk pinggang istrinya.Sekilas ia melirik ke arah Arga yang hanya memandanginya saja.


Arga tuh jadi abang gak peka banget.Aku kan pengen berduaan sama Raeviga.


Arga hanya menggelengkan kepalanya melihat Dava yang bereaksi berlebihan dengan menciumi telapak tangan Raeviga berkali-kali,sembari mengobrol santai dengan Dokter pribadinya.


Ini anak bikin gue bucin aja!


Raeviga melepaskan tangannya dengan paksa dari tangan Dava yang di pegangnya sedari tadi.Gadis itu hanya merasa malu saja jika harus beradegan mesra di hadapan orang lain,apa lagi di depannya kini sedang duduk Arga yang menyorot keduanya sejak tadi.


Dava nih ga tau malu apa! Gak malu apa sama kakaknya!


Dava masih mengobrol dengan Jerome perihal kedua kakinya yang sudah semakin membaik.Dava mendelik kesal ketika Raeviga menarik telapak tangannya yang sedari tadi di genggamnya.


Arga yang sudah tidak betah melihat tingkah manja Dava pada Raeviga,mengemasi berkas-berkasnya dan memberi isyarat kepada Pasangan itu jika dirinya akan pergi dan akan melanjutkannya besok.


Dasar pasangan gila!


Dava tersenyum puas karena telah berhasil membuat Arga terusir dari tempatnya.Sejak tadi sebenarnya Dava ingin mengakhiri sesi pekerjaan yang membuatnya penat itu.Namun Dava yang sangat mengetahui sifat Arga yang gila kerja itu akan sia-sia jika mengusirnya dengan cara yang biasa.


Dava telah mengakhiri panggilannya dengan Jerome di telepon,dan kini Raeviga telah siap untuk protes keras kepada Dava karena tiba-tiba memeluknya dan mencium tangannya berkali-kali di hadapan Arga.


Dava hanya terkekeh geli dan merapatkan kedua tangannya memeluk pinggang Raeviga,menyenderkan kepalanya pada perut datar gadis itu.


"itu cara buat ngusir secara halus,sayang"jelas Dava dengan tawa yang tidak bisa di tahannya lagi.


Namun Raeviga yang seolah tidak mengerti dengan ucapan yang di katakan Dava hanya mengernyitkan alisnya bingung.


Cowok aneh! dia yang minta Arga kesini dan sekarang mengusirnya.Dengan cara halus katanya!Ck,menjengkelkan.


"kamu mau kembali lagi ke kantor?"tanya Raeviga mengganti topik pembicaraannya.


Dava mengangguk dan menatap ke arah Raeviga.


"kamu harus ikut aku ke kantor setiap hari"jelas Dava dengan tegas seolah tidak ingin menerima penolakan dari gadis itu.


"Setiap hari?"pekik Raeviga merasa malas.


Dava mengiyakan kembali pertanyaan Raeviga.

__ADS_1


Raeviga terlihat tidak menyukai perintah Dava itu padanya.


"Aku tunggu di rumah aja ya.."pinta Raeviga memohon dengan kedua wajahnya yang di tekuk seolah menggambarkan ketidak inginannya.


"KAMU HARUS IKUT!GAK ADA PILIHAN!"Ucap Dava mengulanginya dengan tegas membuat Raeviga yang merengek kepada Dava tidak lagi bersuara.


Raeviga mengerutkan bibirnya merasa kesal dan pasrah dengan perkataan Dava yang seakan tidak bisa di bantah itu.


"Iya deh.." seru gadis itu pelan.


Dava menggeser kursi yang berada di sebelah Dava untuk di berikan kepada Istrinya.


"Duduk sini.."pintanya sambil menepuk pelan kursi itu mengisyaratkan agar Raeviga duduk di sampingnya.


Raeviga mengikuti apa yang di katakan Dava padanya.Gadis itu telah duduk dengan wajah gugup karena dia akan tau setelah ini Dava akan melakukan ritualnya.


"Rae.."seru Dava pelan sambil mengerucutkan bibirnya kepada Raeviga.


Benerkan,nih singa udah lapar kayaknya,Huh.


Raeviga bersikap polos dengan keusilan Dava itu seakan tidak mengerti kode Dava pada dirinya.


"kamu ngapain monyong-monyong gitu?" pertanyaan polos Raeviga itu di sambut tatapan tajam Dava karena telah membuyarkan fantasi di kepalanya.


Tanpa berkata-kata lagi dengan wajah yang sedikit kesal Dava menarik tangan Raeviga hingga gadis itu jatuh dalam pelukannya begitu saja.


"Eeekh!!"pekik Raeviga ketika tiba-tiba Dava sudah menarik tangannya.


"sok polos banget!"ejek Dava sembari membelai lembut wajah Raeviga yang tertutup beberapa helai rambut.


Gadis itu hanya meringis mendengar ucapan Dava padanya.Raeviga sudah tidak bisa lagi lepas dari pelukan Dava yang telah terjatuh dalam pangkuan suaminya.


"Dav,nanti ada pelayan kamu yang liat.."seru Raeviga mencoba melepaskan pelukan Dava itu walau sudah sangat jelas akan sia-sia saja.


"biar aja.."jawabnya cepat dan sedetik kemudian mendaratkan ciumannya di dahi Istrinya lama.Mengecupkan dengan penuh rasa cinta yang tersemat sangat dalam di hatinya.Raeviga merasakan kehangatan dari dekapan suaminya saat ini.Bibir Dava yang menyentuh dahinya telah membuat hati gadis itu berdegub kencang dengan wajah yang merona karena malu.


-


-


BERSAMBUNG

__ADS_1


Nb : kalau ada kesalahan penulisan nama yang tertukar,atau alur ceritanya yang tidak pas bisa di koment di bawah ya temen2.Biar langsung aku betulin..


__ADS_2