
[ MAKASIH YANG UDAH MAU FOLLOW, YANG BELUM AYO GAES FOLLOW DULU]
"Bagaimana jika itu yang aku inginkan.." balas Siska menahan tawanya.
"Jadi kamu mencoba memancingku.." Arga berdiri dari tempat duduknya dan mencoba menyusul Siska yang sudah berjalan mendahuluinya.
Episode sebelumnya
Sashi telah berada di dalam restoran bersama Andreas. Mereka menikmati hidangan makan siang yang telah tersaji di atas meja.
"Ini enak. Kenapa rasa makanan ini tidak pernah membuatku bosan" Sashi menikmati setiap suapan yang masuk ke dalam mulutnya.
"Coba cicipi udang ini. Ini juga terasa gurih"
Andreas memberikan sepotong udang ke piring Sashi.
"Aaakkh.." Sashi membuka mulutnya memberi isyarat kepada Andreas untuk menyuapi udang itu langsung ke mulutnya.
"Manja.." seru Andreas dengan senyuman kecil di bibirnya.
"Biarin"
Sashi tersenyum senang setelah Andreas menyuapinya.
Saat keduanya menikmati makanan. Seseorang keluar dari dalam mobil yang baru saja terparkir di depan restoran beberapa detik yang lalu. Seorang lelaki keluar dari dalam mobil dan membuka pintu mobil untuk gadis yang duduk di sampingnya. Mereka adalah William dan Angela. Pasangan itu masuk ke dalam restoran tanpa menyadari kehadiran Sashi dan Andreas di tempat itu.
"Kamu mau makan apa?" tanya William sambil mengaitkan tangannya di bahu Angela. Saat mereka masuk ke dalam restoran tak sengaja Sashi melihat kehadiran Angela dan William yang masuk bersamaan.
"Kak Angela?" Sashi melihat kearah pintu masuk restoran dan memastikan sosok yang di lihatnya adalah Angela, saudara sepupunya.
Andreas membalikkan tubuhnya mengikuti arah pandang Sashi ketika gadis itu menyerukan nama Angela.
"Kak Angela kesini.." ucapnya sambil melambaikan tangan kearah mereka. William dan Angela melihat bersamaan kearah sumber sumber suara.
"Sashi.." ucap William melihat keberadaan Sashi di Restoran.
Angela memperhatikan raut wajah William yang menatap kearah Sashi. Perasaan Angela mulai berkecamuk melihat tatapan William pada Sashi.
Tidak, aku tidak harus merasa cemburu kepada mereka. Sashi hanyalah masa lalu William
"Sini.." ajak Sashi lagi pada pasangan itu.
"Mungkin mereka ingin duduk terpisah,Sas.." sama hal nya dengan Angela, Andreas beberapa kali memperhatikan Sashi dan William. Seolah perasaannya menolak kehadiran William untuk bergabung dengan mereka.
"Haruskah kita gabung dengan mereka?" tanya William pada Angela yang sedari tadi hanya diam menatap William.
William menunggu jawaban Angela. Namun gadis itu terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Angela.." panggil William lagi sambil memegang tangannya.
"Akhh iya, tadi apa yang kamu katakan?" tanya Angela yang terbangun dari lamunannya.
__ADS_1
William melihat wajah Angela dan memperhatikan seksama rona wajah gadis itu.
"Kamu kenapa? apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"
"Tidak, aku hanya.." Angela melihat kedua sudut mata William
"Sesuatu yang tidak penting.." lanjutnya.
William menghela napas dan membelai lembut rambut Angela yang sedikit berantakan.
"Jangan terlalu banyak pikiran. Kamu mau bergabung dengan mereka? Sashi mengajak kita bergabung dengannya.." tanya William lagi.
Angela mengangguk menyetujui.
"Baiklah, ayo.." William berjalan terlebih dahulu dan tanpa sadar melepaskan genggaman tangannya dari Angela membuat gadis itu nampak sendu. Angela mengikuti langkah William di belakang.
"Pelayan, tolong tambah dua kursi lagi disini.." pinta Andreas pada salah satu pelayan disana.
Dua orang pelayan restoran bergegas membawa dua kursi lagi dan menatanya di samping Sashi dan Andreas yang duduk berhadapan.
"Duduklah.." ajak Sashi pada William dan Angela.
"Sungguh kebetulan bisa bertemu kalian disini. Jadi katakan siapa yang menyukai makanan seafood disini? Kak Angela atau kamu?" tanya Sashi pada William yang duduk di sampingnya.
"Aku. Karena aku ingin Angela juga merasakan makanan favoritku di Restoran ini.."
"Benarkah? Tak menyangma jika kita memiliki menu favorit yang sama.." ungkap Sashi yang terlihat antusias dengan kebersamaan mereka sekarang. William tersenyum kecil menanggapi perkataan Sashi.
Sashi membenarkan ucapan kekasihnya itu dan kembali menyantap makanannya.
"Sayang, aku mau pesan yang ini saja.." lontar Angela tiba-tiba membuat Sashi menatap bergiliran kearah Angela dan William. Begitu pula dengan Andreas juga menatap keduanya sejenak.
"Sayang? jadi kalian.." Sashi mengaitkan jari telunjuknya yang menandakan sebuah hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan
Angela tak menjawab pertanyaan Sashi. Ia membiarkan William menjawab status hubungan mereka.
William mengangguk membenarkan apa yang di pikirkan Sashi tanpa mengatakan apapun.
"Aku tak menyangka jika kalian bisa memulai secepat ini.." ucap Sashi. Terlihat senyuman kecil di sudut bibirnya.
William mengangkat tangannya memanggil pelayan.
"Aku pesan dua makanan ini.Terima kasih.." William memberikan buku menu ke pelayan itu.
"Baik, terima kasih. Mohon di tunggu sebentar.." ucap pelayan itu sebelum kembali ke tempatnya.
Andreas memberikan sepotong udang lagi untuk Sashi. Namun kali ini ia tidak meletakkannya di piring kekasihnya lagi. Andreas mengarahkan garpu berisi potongan udang ke mulut Sashi. Sashi dengan senang hati menerima suapan dari Andreas.
"Kalian membuatku iri.." ucap William melihat kemesraan Sashi-Andreas.
"Hmm. Seharusnya aku yang tertipu. Kalian diam-diam telah menjalin hubungan.." goda Sashi pada kekasih baru itu.
__ADS_1
"Kak Angela, kenapa kamu sejak tadi tak mengatakan apapun?" Sashi melihat kearah Angela yang duduk di samping kanannya.
"Aku cukup mendengarnya saja.."
Sashi menatap aneh kearah Angela. Ia merasa bahwa Angela menjadi pendiam saat ini. Sashi menoleh kearah Wiliam dan menatapnya penuh selidik.
"Apa kamu telah membuatnya marah? Kak Angela bukan tipe orang yang pendiam seperti. William ku peringatkan ya jangan membuat Kakakku ini kecewa.."
William mengernyitkan alisnya bingung. Ia melihat kearah Angela.
"Apa kamu marah padaku? apa kamu tidak menyukai tempat ini? maaf seharusnya aku tanya dulu sama kamu.." William merasa bersalah pada Angela.
"Aku tidak apa-apa William. Sashi kamu jangan membuat masalah. Aku hanya tidak ingin bicara saja.." jawab Angela sedikit kesal.
Sashi berganti melihat Angela.
"Apa kakak marah padaku?" tanya Sashi lirih. Andreas dan William memperhatikan keduanya tanpa bersuara. Angela hanya memandangi Sashi tanpa menjawab apapun.
"Silakan tuan makanan siap.." Pelayan restoran menyajikan makanan yang di pesan oleh William dan Angela. Kehadiran pelayan itu mengurangi keheningan di antara ke empat orang itu.
"Terima kasih" ucap William pada pelayan restoran.
"Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Sashi lagi setelah pelayan itu pergi.
"Sashi.." seru Andreas menenangkan gadis itu.
Angela menghela napas. Ia menyadari jika ia telah keterlaluan karena cemburu tanpa alasan yang logis. Gadis itu menatap Sashi dan menyentuh bahunya.
"Sashi maaf, aku terlalu banyak pikiran tentang pekerjaan. Maaf aku telah membuat kalian tidak nyaman.."
Sashi bernapas lega. Ia memeluk Angela dan tersenyum kecil kearahnya.
"Jangan terlalu lelah.oke?" Sashi tersenyum menyemangi kakak sepupunya.
"Iya. Ayo makan, benar kata andreas. Rasa makanannya akan berbeda nanti jika sudah dingin.." ucap Angela lagi.
Andreas dan Sashi kembali menikmati makanan mereka dengan tenang. Namun berbeda dengan William. Sejenak ia menatap Angela lama dan memikirkan sesuatu.
"Ada apa dengan Angela. Dia menjadi sensitif. Bukankah selama di perjalanan baik-baik saja.." pikirnya sendiri sambil menikmati makanannya.
BERSAMBUNG DI EPISODE SELANJUTNYA
Hai Readers,
Terima kasih buat kalian yang sudah setia menunggu cerita ini. Saya menyadari banyak kekurangan dari ******** ini tapi saya berharap bisa menikmati cerita ini dengan baik.
Buat pembaca yang baik hati bak bidadari dan pangeran keong DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE VOTE NOVEL INI YA)
Terima kasih,
Happy Reading Gaes ❤
__ADS_1