
Sesuai apa yang di perintahkan oleh suaminya.Kini dirinya sedang duduk di dalam kantor Dava sendirian.Langit telah semakin gelap namun sang suami masih sibuk di ruang rapatnya bersama beberapa rekan kerjanya.
Raeviga yang telah merasa sangat mengantuk merebahkan tubuhnya di sofa yang berukuran besar itu.Dalam hitungan detik gadis itu telah berada di alam mimpi dengan sangat nyaman.
Ruang rapat itu sudah tidak terdapat pegawai atau rekan kerjanya.Beberapa jam yang lalu,Dava menyudahi rapat kerja mereka karena melihat waktu yang telah larut malam.
Berbeda dengan yang lainnya,lelaki yang menyandang status CEO itu masih duduk menyelesaikan proyeknya yang sudah hampir terselesaikan.
Dava mengambil tongkat kruk miliknya yang di letakkan di samping mejanya untuk di pakainya.Lelaki itu telah beranjak dari duduknya berjam-jam tadi setelah proyek yang telah di susunnya selesai.
Ukhh,udah kangen berat sama sayangku..
Dava membuka ruang kerjanya dan mendapati Raeviga yang telah tertidur di atas Sofa.Lelaki itu menatap lekat wajah istrinya yang telah tertidur sangat nyenyak.
Suruh nungguin malah tidur aja..
Dava mengambil selimut dan bantal di lemari kecil yang berada di pojok ruangannya.Lemari itu memang di sediakan sebagai tempat penyimpanan Selimut,bantal dan beberapa baju serta Jas cadangan miliknya.
Dava berjongkok perlahan dan meletakkan kedua tongkat kruk-nya pelan tanpa menimbulkan suara.
Dava mengangkat kepala Istrinya lembut dan meletakkan bantal itu di bawah kepala istrinya.Dava menekan tombol yang terletak di samping sofa itu sehingga menjadi berukuran lebar.
Dava melepaskan jas yang membalut tubuhnya dan mengendorkan dasi yang di pakainya.Lelaki itu membaringkan tubuhnya di samping Raeviga dan memeluk tubuh istrinya erat.Dava menatap lama ke arah wajah gadis itu.
Tidur aja kok kelihatan cantik sih.
"Good night,babe.."gumam Dava pelan sembari mencium kening Raeviga lama.Raeviga menggeliatkan tubuhnya ketika merasa sesuatu yang lembut menyentuh dahinya.
Gadis itu membuka kedua matanya dan melihat Dava yang juga tengah melihatnya.
"aku ketiduran"seru Raeviga pelan dengan suara yang terlihat sangat mengantuk.
Dava mengangguk pelan dan membelai rambut istrinya lembut.
"lanjutin tidurnya lagi sayang.."ucap Dava sembari memeluk tubuh Istrinya sehingga pasangan itu terlihat sangat menempel.
Raeviga mengiyakan ucapan Dava dan kembali memejamkan kedua matanya sembari menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya yang telah memeluk dirinya erat.
_____________
__ADS_1
Matahari telah menyingsing,kini malam telah berganti dengan cahaya pagi.Terlihat kedua pasangan itu masih tertidur pulas dengan tubuh yang saling memeluk satu sama lain.
Di dalam kantornya sudah terlihat beberapa pegawai yang telah berdatangan.Sedangkan pimpinan mereka dan istrinya masih tertidur lelap di dalam ruangannya yang tidak tembus pandang itu di saat langit sudah terlihat sangat siang.Aman.
Dava mengerjapkan kedua matanya ketika terdengar suara ketukan berkali-kali di pintu ruangannya.
Dava menggeliatkan tubuhnya sebentar lalu beranjak dari sofa.Lelaki itu menatap ke arah jam dindingnya sembari menghembuskan nafasnya ketika melihat waktu telah terlihat siang.
"Tunggu sebentar" ujar Dava sembari membenarkan dasi dan kemejanya yang lusuh.Dava membenarkan selimut yang di pakai oleh Istrinya sebelum berjalan menuju pintu ruangannya.
Dava berjalan perlahan dengan bantuan tongkak kruk yang di pakainya.
Lelaki itu membuka pintu ruangannya dan mendapati Sekretarisnya sudah menunggu dirinya.
"ada perlu apa?"tanya Dava ketika telah membuka pintu ruangannya.
"Maaf pak,ini ada berkas dari perusahaan anak cabang yang harus bapak cek..."jelas pria yang menjabat sekretaris itu.Pria itu adalah Sekretaris baru setelah sekretaris lamanya cuti karena melahirkan. Dava menerima berkas itu dan meminta Sekretarisnya untuk mengambil berkas itu kembali ketika Dava telah memintanya untuk masuk ke dalam ruangannya.
"baik pak"lelaki itu mengangguk mengiyakan ucapan bosnya.
Itu wanita yang sedang tertidur istrinya?cantik banget!
Sekretaris itu terkejut karena telah tertangkap basah telah memperhatikan istri bosnya.
"Maaf pak,saya hanya tak sengaja melihatnya"keluhnya sembari menundukkan kepalanya menyesal.
"pergilah!"ucap Dava sembari menutup kembali pintu ruangannya.
"mati aku!" gumam pria itu dan kembali duduk di kursinya.
______________
Dava duduk di ruangannya dengan tatapannya yang masih terlihat kesal.
Sial,pengen gue jotos aja itu matanya!
Raeviga membuka kedua matanya dan sesekali meregangkan tubuhnya sembari menatap Dava yang telah duduk dan sibuk dengan urusan perusahaannya.
Raeviga bangun dari sofa itu dan berjalan menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Dav.."serunya setelah berada di samping Dava.Lelaki itu mendongakkan kepalanya menatap wajah Raeviga.
"kok udah bangun?"tanya Dava pada istrinya.
"emang kamu mau aku tidur sampai jam berapa?"tanya Raeviga berbalik menanyai suaminya dengan dengusan kesal,karena seakan Dava telah menyindirnya halus karena bangun kesiangan.
Dava tertawa kecil dengan wajah kesal Raeviga yang terlihat sangat jelas.
"pergilah mandi,pelayan rumah sudah perjalanan kesini untuk mengantar baju ganti.."jelas Dava sembari memeluk pinggang istrinya.
"gimana mau mandi kalo tangan kamu masih nempel gini"omel gadis itu sembari melepaskan tangan suaminya yang merengkuh pinggangnya.
"mau mandi bareng?"tanya Dava dengan senyum serengehnya.Namun dengan cepat Raeviga mundur menjauh dari jangkauan tangan Dava darinya.
"Enggak!"ucapnya cepat.
"Aku harus mandi dimana? ruangan kamu ada kamar mandinya?"tanya Raeviga sembari mengedarkan pandangannya mencari kamar mandi di ruangan itu.Namun Raeviga tidak melihatnya kecuali lemari berukuran besar dengan buku-buku yang tertata rapi disana.
"Ada sayang"seru Dava sambil mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas di depannya dan berdiri menuju lemari besar itu.
Raeviga mengikuti langkah kaki suaminya di belakang.Tatapan Raeviga terpaku pada lemari besar itu ketika tiba-tiba lemari itu telah membelah menjadi dua dan otomatis bergeser ke samping setelah Dava memencet tombol merah yang tersembunyi di antara tatanan buku.
Raeviga lebih terkejut lagi ketika memasuki sebuah ruangan besar yang sudah sangat lengkap dengan kulkas dan tempat tidur berukuran big size itu.
"Mewah banget!" ucap Raeviga seketika melihat ruangan yang dominan berwarna putih itu.
"kemaren malam kenapa gak nunjukin tempat ini? kan aku bisa tidur di ranjang besar.."keluh Raeviga sembari duduk di ujung tempat tidur itu.
"kamu mau tidur lagi? mau aku temenin?"goda Dava sembari berjalan mendekat ke arah Raeviga.
Gadis itu berlari ke dalam kamar mandi dengan cepat menghindar dari Dava yang telah berjalan mendekat dengan tatapan laparnya.
Dasar mesumnya kumat.
-
-
BERSAMBUNG
__ADS_1
( Jempolnya jangan lupa Like sama Vote sebanyak mungkin ya temen-temen )