CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
BAB 55 : SAYUR ASEM


__ADS_3

Setelah kehamilan Raeviga telah di ketahui oleh seluruh Anggota keluarga.Kini mereka sedang berkumpul di halaman belakang rumah Dava yang sangat luas.


Arga dan Dava sedang memanggang daging bersama.Sedangkan para wanita seperti Siska,Raeviga dan mama mertuanya sedang bermain bersama Angela yang duduk di samping Raeviga.


"Tante Rae,kapan dedeknya lahir?"tanya Angela sambil mengelus perut Raeviga.


Mereka tersenyum mendengar pertanyaan Angela yang seolah tak sabar untuk mengajak bermain adiknya sepupunya itu.


"Sabar dong sayang,sekarang adiknya masih bermain di perutnya tante Rae.." jawab Siska sembari mengelus rambut putrinya.


"Nanti kalau udah 9 bulan..adiknya udah mau keluar.."ucap Raeviga menambahkan.


"Angela pengen cepet-cepet maen sama adek bayi ma.."seru Angela manja.


"Nanti kalau anaknya tante Rae udah lahir pasti maen kok sama Angela.." Arga menggendong putri kecilnya itu yang terlihat sangat cantik.


"Kalian kemaren liburan kemana?"tanya Laili pada Arga dan Siska.


"Ke Bali ma.."jawab Siska sambil membantu Arga membawakan masakan yang telah matang.


"Angela,suka banget ya di sana?"tanya Raeviga pada gadis kecil yang duduk di samping yang sibuk dengan mainan puzzle-nya.


"Suka tante,Angela pengen ke sana lagi bareng eyang,tante Rae,sama Om Dava.." Raeviga tersenyum mendengar gadis kecil itu.Raeviga membelai lembut rambutnya merasa gemas melihat tingkah imut Angela.


"Aku tidak sabar dengan kehadiranmu di sini nak"gumam Raeviga sambil mengelus pelan perutnya.


Waktu telah menjelang sore,kini hanya tinggal Dava duduk di kursi taman mengawasi Raeviga yang sedang bermain di ayunan taman belakang.Laili dan yang lainnya telah berpamitan pergi sejak dua jam yang lalu.


"Yang,kamu masih mual-mual deket aku?"tanya Dava dengan wajah memelas.


Raeviga mengangguk pelan membenarkan ucapan suaminya.


"Akkhh,aku pengen meluk kamu sekarang.."Dava melanjutkan ucapannya dengan rengekan manja.


Raeviga tertawa cekikikan melihat suaminya yang bertingkah seperti itu.


"Sekarang,meluknya sama guling aja..."ungkap Raeviga tertawa lebar sembari berjalan meninggalkan suaminya.


Dava yang mendengar hal itu mencibir perkataan istrinya.


"Liat aja ntar malem.."gumam Dava sambil tersenyum menyeringai ke arah Raeviga yang telah masuk ke dalam ruangan.


Dava berlari kecil menyusul istrinya.Gadis itu sedang menonton film kartun di TV dan membujurkan kakinya di sofa.Dava duduk di sebelah Raeviga ikut menikmati tontonan yang sedang di lihat istrinya.Sesekali Dava melirik ke arah Raeviga yang tengah fokus dengan film kartunnya.


"Dav,aku laper.."pinta Raeviga tiba-tiba.Dava mengangkat kedua alisnya menatap Raeviga yang sudah duduk sambil mengusap perutnya.


"Belom juga 3 jam Rae tadi yang makan bareng-bareng.." Dava sedikit heran melihat Raeviga yang telah merasa kelaparan padahal acara makan-makan bersama dengan Mama dan yang lainnya baru 2 jam tadi berakhir.


"Tapi aku laper.." Rengek Raeviga melihat Dava yang tidak kunjung membawanya makanan.


"Yaudah ya bentar,aku panggil Bibi dulu.."Dava pergi menuju dapur mencari pelayan yang setiap hari mengurusi asupan makanan mereka.


"Bi,bibi.."Panggil Dava sambil berjalan menuju Dapur.


"Iya tuan.." Wanita parubaya dengan celemek kotak-kotak itu baru saja keluar dari kamar mandi.


"Bi,tolong buatin makanan buat Istriku.Tapi inget harus sehat,jangan terlalu berminyak.Dia sedang hamil sekarang..." setelah mengatakan hal itu dan pelayan itu mengiyakan ucapan Dava.Lelaki itu bergegas kembali menuju ruang tamu menemui istrinya.


"Tuaan.."panggil wanita pelayan itu tiba-tiba membuat Dava menghentikan langkah kakinya menoleh kepada pelayannya.


"Selamat ya tuan,semoga keadaan Nona Rae selalu sehat.."


Dava tersenyum mendengar doa dan ucapan yang di lontarkan oleh pelayannya.


"Terima kasih,di tunggu ya bi makanannya.."ungkap Dava sambil tersenyum sekilas ke arah pelayannya sebelum melanjutkan langkah kakinya.


Raeviga merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.Gadis itu terlihat sangat mengantuk,beberapa kali dia menguap sambil mengelus perutnya yang merasa kelaparan.

__ADS_1


"Sabar ya sayang,masih di buatkan makanan.."gumam Raeviga sendiri.


Dava berjalan ke arah sofa,dia menemukan Raeviga sudah tertidur meringkuk di atas sofa.


"Kenapa dia jadi tidur di sini?" Dava menggendong tubuh Raeviga dan membawanya ke dalam kamar.Gadis itu menggeliat sebentar dan melanjutkan tidurnya dengan nyenyak.


Katanya kelaparan tapi kok malah bisa tidur.Hadeh


Dava menyelimuti tubuh istrinya dan mengantur suhu AC di kamarnya agar tidak terlalu dingin.Tak berselang lama terdengar ketukan pintu di kamarnya.


"Tuan ini saya.."ucap pelayan Dava.


Lelaki itu membuka pintu kamarnya dan mendapati Pelayan dapur itu membawakan senampan makanan lengkap dengan jus di samping makanan itu.


"Ini untuk nona.."


Dava menerima makanan itu,dia menutup kembali pintu kamarnya ketika pelayannya sudah berjalan menjauh dari kamarnya.Dava meletakkan nampan makanan itu di meja yang terletak di samping tempat tidur.


Raeviga masih tertidur pulas sedangkan Dava duduk menemaninya di samping istrinya sambil membaca hasil penjualan produk perusahaannya.


Waktu telah menunjukkan tengah malam,aktifitas pekerja di rumah Dava telah berhenti.Penghuni rumah itu sudah terlelap dalam tidurnya termasuk juga dengan Dava yang sudah tertidur memeluk tubuh istrinya.


Raeviga terbangun dari tidurnya,gadis itu merasa mual tiba-tiba.Dia melepaskan tangan Dava yang merengkuh tubuhnya dan mendorong tubuh suaminya menjauh.


"Hueeeeekk.."


Raeviga berlari ke arah kamar mandi.Rasa mual sedikit mereda setelah beberapa menit.


"Yank,kamu gak apa kan?"tanya Dava dengan mata yang masih mengantuk.Dia mengetuk pintu kamar mandi menunggu jawaban Raeviga.


Raeviga membuka pintu kamar mandinya dan mendapati Dava yang menatapnya khawatir.


"Kamu gak apa kan sayang?"


"Kan aku suruh kamu tidur di sofa dulu.Aku sensitif banget sama bau tubuh kamu Dav.."ungkap Raeviga sambil mengambil tisu di meja riasnya.


"Emang kamu gak kasihan apa sama aku.."rengek Raeviga yang berjalan menuju kamar tidurnya lagi.


Dava mengerucutkan bibirnya,menyerah secara terpaksa.


"Aku laper.."keluh Raeviga sembari memegangi perutnya.


Dava dengan sigap memberikan nampan yang berisi makanan itu di pangkuan istrinya.


"Udah dingin yang,tapi masih enak kok..."Dava akan menyuapi istrinya namun Raeviga menolak makanan itu karena merasa tidak selera dengan makanannya sekarang.


"Aku mau makanan yang asem-asem.."ucap Raeviga sambil menutup rapat bibirnya.


"Asem? jeruk nipis?"tanya Dava seketika membuat Raeviga mengeluh kesal mendengar perkataan Dava.


"Kok jeruk nipis sih,emang kamu mau kasih makan aku jeruk nipis doang?"ucap Raeviga kesal.


Di kehamilan kedua ini Raeviga sangat mudah merasa emosi apa lagi jika berhubungan dengan suaminya.


Dava hanya terkekeh geli melihat istrinya yang emosinya mudah tersulut itu.


"Yaudah kamu mau makan apa sayang?"tanya Dava pada istrinya.


"Pokok yang asem.."Jawab Raeviga singkat membuat Dava bingung mendengarnya.


"Bentar ya,aku pesen online makanannya.." Dava membuka aplikasi yang menyediakan makanan online.Dava mulai mengetik di kolom pencarian "Makanan Asem" namun warung makanan atau depot itu sudah tutup semua.Dava mengusap layar Handphone-nya ke atas mencoba mencari depot lainnya namun hasilnya nihil.


"Yank,ga ada nih.Cari makanan lain ya.."bujuk Dava pada istrinya.


"Pokoknya cari yang,kamu gak kasihan apa anak kamu kelaparan.."gerutu Raeviga.


Dava mengangguk mengiyakan.Lelaki itu bingung harus mencari kemana makanan asam yang di maksud istrinya,apa lagi pada pukul 2 malam.

__ADS_1


"Astaga,mau cari kemana makanan jam segini.."gerutu Dava pada dirinya sendiri sambil berjalan keluar kamar.


Dava akan berjalan menuju gerbang rumahnya namun panggilan pelayannya yang tiba-tiba membuatnya sedikit terkejut.


"Tuan,mau kemana malam-malam?"tanya Pelayan dapur yang tadi membuatkan makanan untuk Raeviga.Pelayan itu sedang membuang sampah dapur.


"Akhh,Bi.Mau beli makan buat Raeviga.."jawab Dava sambil menuju ke arah mobil yang di parkirnya.


"Yang tadi tuan? bukannya nona tadi sudah makan?"tanya pelayan itu bingung.


"Dia mau makanan asem Bi,ini juga masih bingung makanan seperti apa.."keluh Dava pada pelayan wanita itu.


"Biar saya buatkan,tuan tinggal beli sayur asem aja sama jagung manis"ucap Pelayan itu memberi masukan kepada Dava.


"Sayur asem?"tanya Dava yang baru mendengar nama makanan itu.


"Iya tuan,beli saja di Supermarket 24 jam pasti ada.."


Dava mengiyakan dan bergegas pergi menuju swalayan yang tak jauh dari rumahnya.


____________________


Setelah menunggu 40 menit,masakan yang di buat pelayan itu sudah matang.Dava membawa makan itu dalam kamarnya.


"Yank.."panggil Dava sambil membawa semangkuk sayur asem yang masih hangat.


Dava melihat Raeviga sudah mengunyah makanan salmon teriyaki yang di buat pertama kali oleh pelayannya.Makanan itu sudah di lahap habis oleh Raeviga begitu pula dengan jus-nya.


"Loh katanya gak mau makan ini?"tanya Dava bingung sambil meletakkan sayur asamnya di atas meja.


"Taruh aja nanti aku makan.."ucap santai sambil meletakkan piring yang telah kosong itu dan mengambil mangkuk yang berisi sayur asem.


Raeviga mencicipi sayur asem itu.Dia tersenyum senang ketika keinginannya telah terpenuhi.


"Enak.."seru Raeviga senang.Namun gadis itu hanya mencicipi 3 senduk suapan saja dan kembali meletakkannya di atas meja di bantu oleh Dava.


"Udah kenyang.." Setelah mengatakan hal itu Raeviga kembali membaringkan tubuhnya dan bersiap melanjutkan tidurnya.


Sedangkan Dava yang melihat istrinya sedari tadi tak bisa berkata apapun.


Cuma di makan 3 sendok? Astaga..


"Gitu banget ya.Udah buru-buru beli sayur malem-malem.Eh,cuma di makan 3 sendok..."gumam Dava dalam hati sambil menuju ke sofa untuk tidur di sana.Lelaki itu menatap sekilas pada Raeviga yang sudah tertidur pulas.


Istriku memang sesuatu banget.


-


BERSAMBUNG


Instagram : @ilyuaml1


Temen-temen yuk baca novel aku yang lain.


LOVE & HATE


-



-


-


FIRST NIGHT WITH MY BOSS


__ADS_1


__ADS_2