
"*Cantik.."puji Arka ketika kalung itu telah melekat di tempatnya.Marsha melihat sejenak kalung itu sebelum memandangi wajah Arka yang sangat di rindukannya.
Episode sebelumnya*
______________________________
Alarm di kamar Arka berdering,masih dengan mata yang setengah terkatup dia mematikan alarm itu.
"Akkkh ngantuk.." Arka meregangkan tubuhnya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Berselang beberapa menit,ponsel Arka berbunyi ketika lelaki itu masih berada di dalam kamar mandi.
Arka keluar dengan balutan handuk putih yang melingkar di pinggangnya dan sikat gigi yang masih di pegangnya.
Panggilan masuk dari Kekasih (Marsha)
"Halo Sha.." seru Arka memulai pembicaraan.
"dimana? 30 menit lagi aku harus sampai kampus.Ada rapat dosen.." keluh Marsha yang duduk di sofa lobby bawah Apartement.
"Ini nih udah mau berangkat.Lagi jalan ke parkiran.." ucap Arka berbohong.Faktanya lelaki itu masih dengan balutan handuk dan belum bersiap sama sekali.
"Yaudah tunggu bentar ya.." Arka segera masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Arka berlari menuruni anak tangga sambil memakai hoodie hijau tua.Sashi yang tak sengaja berpapasan dengan Arka menatap lelaki itu terkejut.
"Wihh,mau kemana nih pagi-pagi?"tanya Sashi melihat Arka telah terlihat berpakain dengan gaya casual favoritnya.Sashi terlihat sedikit heran karena biasanya di pagi buta lelaki itu masih tertidur pulas.
"Kok kepo sih.."sahut Arka sambil menuju meja dapur dan mencomot roti berlapis coklat yang telah di buat oleh Sashi.
"Maling! itu roti milikku.." teriak Sashi melihat Arka telah membawa lari roti yang di buatnya.
"Aku aja yang makan takutnya nanti kamu ke racun.."jawab Arka dengan nada sedikit tinggi saat dirinya telah berada di teras depan.
"Ada apa sih Sas,pagi-pagi kok udah rame.." ucap Dava yang telah berada di belakang Sashi.
"Noh si Arka maen cemot roti Sashi..."keluh Sashi marah.
"Kan itu masih ada satu.."tunjuk Dava pada roti lapis di kotak makan.
"Ini buat kak Andreas papa.." Sashi menutup kotak makan yang berisi roti lapis coklat dan keju itu.
Dava tersenyum melihat apa yang di lakukan Sashi.
"Udah kayak pasangan suami istri aja.."ejek Dava sembari duduk di meja makan.
"Dulu papa gak pernah di buatin mama kamu kayak begituan.." ungkap Dava sambil membaca koran pagi.Ia tak menyadari jika Raeviga telah berjalan menuju dapur dan mendengar ucapan Suaminya itu.
"Kok nama Mama jadi bawa-bawa.." celutuk Raeviga yang berjalan kearah Dava.
__ADS_1
Dava terkekeh melihat Raeviga dengan raut wajah kesal kearah suaminya.
"Becanda sayang.." Dava memeluk pinggang istrinya yang sedang berdiri membelakanginya.
Sashi tersenyum geli melihat keromantisan orang tuanya.
"Pagi-pagi udah bikin kesel.Gak inget kalo sekarang.." ucapan Raeviga terpotong karena tiba-tiba Dava mencium kening istrinya.
"Happy Anniversary sayang.." ungkap lelaki itu sambil memeluk istrinya.Raeviga membalas pelukannya suaminya dengan tawa bahagia.Mereka tak menyadari jika Sashi masih berada di samping mereka.
"Mohon maaf,romantis ala-ala ini bisa di tunda dulu gak? nunggu Sashi keluar rumah.." celutuk Sashi ketika memperhatikan kedua orang tuanya.
Dava dan Raeviga melepaskan pelukan mereka setelah mendengar ucapan Sashi.
"Happy Anniversary ya Ma,Pa.Sashi sayang kalian.."Sashi memeluk kedua orang tuanya.
"Iya sayang.Papa sama Mama juga sangat menyayangi Sashi.."ucap keduanya sambil membelai lembut rambut Sashi.
"Kamu mau jalan sama Andreas?"tanya Raeviga melihat Sashi sudah terlihat rapi.
"Mau ke kampus juga Ma..." ucap Sashi sambil memasukkan kotak bekal itu ke dalam tasnya.
"Skripsi kamu sudah selesai kan?"tanya Raeviga sambil membuka perlengkapan masak.
"Udah kok Ma,sebelum.Sashi pergi ke London waktu itu.Tinggal menunggu pengumuman Sarjana.." jelasnya lagi.
_____________________________
"Berangkat sekarang?"tanya Arka pada Marsha ketika sudah duduk di sampingnya.
"Iya Ka..." jawab Marsha mengiyakan.
Di perjalanan menuju kampus tempat Marsha mengajar,Arka mendapat sebuah pesan dari Sashi.
"Nanti sore kita ketemuan di Mall untuk beli kado buat Papa sama Mama ya.Jangan Lupa!"
Arka kembali meletakkan ponselnya setelah membaca pesan dari Sashi.
"Sha,mau ikut nemenin aku buat cari kado buat Mama sama Papa gak?"tanya Arka pada kekasihnya.
"Boleh kok,jam berapa?"
"Mungkin sekitar pukul 3 sore.. oh ya, datang juga ya ke pesta keluarga aku nanti malam.." ucap Arka menambahkan.
"Ada acara apa di rumah kamu?" tanya Marsha yang tidak mengerti.
"Hari ini peringatan pernikahan Papa sama Mama.."jelas Arka singkat.
"Oh ya? kalau gitu aku juga harus cari sesuatu juga buat Mama sama Papa kamu.." Marsha memikirkan beberapa hadiah yang cocok di berikan kepada calon mertuanya.
__ADS_1
"Nanti kita cari sama-sama.."lanjut Arka lagi.
Setelah perjalanan selama sekitar 15 menit,Arka dan Marsha telah sampai di tempat parkir Universitas. Marsha keluar dari mobil setelah Arka memarkirkan mobilnya.
"Kamu selesai mengajar jam berapa?"tanya Arka sambil ikut keluar dari mobil.
" Aku cuma dua kelas kok nanti.." Marsha berjalan beriringan bersama Arka.
"Kalau gitu aku tunggu di perpustakaan ya.Sekalian aku ngerjain tesis aku.." ucap Arka sembari menunjuk kearah perpustakaan.
Marsha mengangguk mengiyakan.Sebelum keduanya berpisah,Marsha mengecup pipi Arka ketika melihat di sekitar mereka terlihat sepi.
" I love you.." ucap Marsha tak bersuara hanya gerakan bibirnya yang mengatakan hal itu. Arka sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Marsha.Ia tersenyum sembari membalas kalimat yang sama.
Setelah Marsha berjalan menjauh darinya,Arka melangkahnya kakinya menuju sebuah perpustakaan di kampus itu.Ia mengabiskan waktunya melanjutkan mengerjakan tesis kuliahnya di London.
______________________________
Arka bersama Marsha mencari sosok Sashi di kerumunan pengunjung mall. Tak berselang lama,Arka menerima telepon dari saudara kembarnya itu.
"Kamu dimana?"tanya Sashi ketika panggilan itu telah terhubung.
"Lagi di lantai dasar.Depan pintu masuk.."Arka melihat sekelilingnya sambil menjelaskan kepada Sashi.
"Aku ada di Mc Foods di lantai dasar juga.Kalian kesini aja.." pinta Sashi kepada Arka.
"Oke.." Arka memutuskan panggilan itu setelah menyetujui permintaan Sashi.
"Sashi di restoran Mc Foods.Kita akan menyusul di kesana..." jelas Arka sambil meraih telapak tangan Marsha dan mengenggamnya.
Sashi melambaikan tangannya ketika melihat kehadiran Arka dan Kekasihnya.
"Arkaa!!" panggil gadis itu ketika melihat Arka yang baru saja masuk ke dalam restoran.
Sashi sedikit terkejut ketika Arka sudah bersama dengan Marsha.
"Sejak kapan kalian udah jadi pasangan lagi?"tanya Sashi ketika Arka telah duduk di depan Sashi bersama Marsha.
"Tidak lama.."jawab Marsha singkat.
"Kepo.Kamu juga sejak kapan jadi lengket gitu sama Andreas?" Arka memutar balik pertanyaan Sashi untuk dirinya sendiri.
" tidak lama.." jawab Sashi menyalin ucapan Marsha dengan tawa kecil di bibirnya.
Mereka menikmati waktu beberapa menitnya di dalam restoran.Menikmati hidangan yang memanjakan perut mereka sebelum mencari hadiah untuk Mama dan Papanya.
"Kita jangan lupa beli buket bunga juga.."ucap Sashi ketika masuk ke sebuah toko kacamata fashion bermerk.Andreas menemani Sashi mencari kado untuk Mamanya.
Arka bersama Marsha masuk ke sebuah toko sepatu laki-laki untuk membelikan sebuah sepatu olahraga untuk Papanya.
__ADS_1
Menjelang sore,mereka berpisah dengan beberapa belanjaan di tangannya.Arka akan mengantarkan Marsha pulang terlebih dahulu,begitu pula dengan Sashi.
BERSAMBUNG