CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 23 # SASHI : SAINGAN


__ADS_3

Sashi keluar dari mobil William di ikuti oleh Arka.Sedangkan William meninggalkan mereka di depan Lobby dan memarkirkan mobilnya.


Sashi membuka pintu kaca transparant itu dan melihat Andreas telah berdiri tak jauh dari dirinya.


"Kak Andreas.."gumam Sashi pelan.


Arka yang berjalan di belakang Sashi juga sedikit terkejut dengan kedatangan Andreas yang tiba-tiba.Tau jika saat ini kedua orang di depannya sedang membutuhkan privasi, segera Arka membalikkan badannya dan mengurungkan niatnya masuk ke dalam Apartement.


William keluar dari mobil miliknya,ia berjalan beberapa langkah.Tak jauh dari tempatnya berjalan ia melihat seseorang lelaki sedang berjalan menuju kearah Sashi yang diam mematung.


William mengerutkan keningnya.


"Lelaki itu siapa?"tanyanya sambil melangkah mendekat.Namun tubuh Arka sudah menghalangi jalannya begitu saja.


"Ikut aku saja.."ajak Arka sambil membekap bahu William paksa.Tak bisa berkutik di cengkraman Arka,akhirnya William mengikuti Arka yang mengajaknya entah kemana.Namun sebelum mereka berdua pergi,william sempat melihat wajah lelaki itu.


"Apakah dia lelaki yang di sebutkan Arka tadi?"gumamnya dalam hati.


"Sas.."seru Andreas yang telah berdiri di depan Sashi.


Sashi mendonggakkan kepalanya menatap kearah Andreas yang sedikit lebih tinggi 10cm darinya.


"Bisakah kita bicara sebentar.."ungkap Andreas sembari menatap wajah Sashi yang sangat di rindukannya.


"Apakah kakak kesini sendiri?"tanya Sashi tanpa menjawab perkataan Andreas.


"Hmmm..."


"Bisakah kita bicara? aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadamu.."Sashi mengerutkan keningnya mendengar perkataan Andreas itu.


"Di luar sudah sangat terik.Kita akan bicara di Apartement-ku saja.."seru Sashi dan berjalan mendahului di ikuti Andreas di belakangnya.


Sashi membuka pintu Apartemennya dan mempersilahkan Andreas untuk masuk ke dalam.


"Kak Andreas ingin bicara tentang apa?"tanya Sashi memulai pembicaraannya ketika Andreas sudah duduk di atas sofanya.


"Angela sakit Sas,minggun depan adalah jadwal operasinya.."terlihat ekpresi Sashi berbeda dari sebelumnya.Ia nampak khawatir mendengar hal itu.


"Kenapa Kak Angela tidak pernah mengatakan apapun?"tanya Sashi yang masih tak percaya dengan apa yang di ungkapkan oleh Andreas.


"Dia tidak ingin keluarganya merasa khawatir dengan penyakitnya.Operasinya hanya memiliki keberasilan 40%.Ia takut untuk menyampaikan hal itu.."


Sedetik kemudian,setetes air mata jatuh begitu saja dari kedua ujung manik matanya.


"Kak Angela..sakit apa?"Apa om Arga sama Tante Siska tau?"ucap Sashi lagi.


"Kanker rahim,belum ada yang tau kecuali aku.."jawab Andreas sambil berpindah posisi duduk di samping Sashi.


Lelaki itu tanpa sepatah kata segera memeluk tubuh Sashi yanhg sudah meneteskan air mata.Ia seakan merasa seperti orang asing yang tidak menyadari jika saudara sepupunya sedang sakit.

__ADS_1


"Tenanglah semua akan baik-baik aja.."ucap Andreas menenangkan.


"Kenapa kakak gak bilang dari dulu.."Sashi menutupi wajahnya yang telah berderai air mata dengan kedua telapak tangannya.


"Maaf,Angela memintaku untuk tidak mengatakannya.Jika.tidak,ia tidak akan pernah mau menjalani operasi.."jelas Andreas masih sambil memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai.


Andreas melepaskan pelukannya ketika Sashi mulai sedikit tenang,ia menatap mata sayu milik Sashi sebelum mengeluarkan sebuah kotak merah berisi sebuah cincin yang di belinya sebelum perjalanan ke London.


"Sas,aku juga ingin mengatakan sesuatu tentang hubungan kita.."ucap Andreas sambil mengusap air mata yang masih menetes di wajah Sashi.


"Bisakah kita memulai hubungan serius ini.Aku sangat mencintaimu..maaf dulu aku berlari dari perasaanku sendiri..."


Andreas mengeluarkan cincin dengan manik-manik berlian kecil itu dari dalam kotak merah.


"Saat itu..aku kira kamu benar-benar menganggapku hanya...."belum selesai Andreas mengatakan ungkapan hatinya Sashi dengan cepat memeluk tubuh Andreas begitu saja.


"Jangan di teruskan,aku tau kelanjutannya.Aku mencintai kakak dari dulu.Sejak kecil Kak Andreas memiliki tempat spesial di hati Sashi.."ungkap Sashi dalam pelukan Andreas.


Andreas membalas pelukan Sashi dengan sangat bahagia.


"Maaf,selama ini aku egois.Aku mengabaikan perasaan kak Andreas.Ku kira kakak hanya mempermainkanku.."ungkap Sashi lagi.Andreas merenggangkan pelukannya pada tubuh gadis itu.Tangan Andreas menyingkap rambut yang menutupi sebagain wajah gadis itu.


"Aku tau,tidak perlu kamu jelaskan lagi.."balas Andreas sambil menyelingkap rambut Sashi yang tergerai sedikit berantakan itu di belakang telinga.


"Kamu juga salah.Dulu selalu mengabaikan perasaanku.Selalu bersikap dingin pada Sashi..Sangat berbeda saat bersama kak Angela.."keluhan Sashi membuat Andreas menyungingkan senyum kecil dari bibirnya.


Sashi membalas senyum Andreas sebelum beranjak dari sofa.


Senyum itu,senyum yang sangat aku rindukan selama ini..


"Aku akan memberitahu hal ini kepada Arka juga.Aku ingin menemani kak Angela disana.."ucap Sashi sembari melangkah menuju dapur.Namun langkah kakinya terhenti ketika Arka sudah berada di balik pintu Apartemen-nya.


"Ada apa dengan kak Angela?"tanya Arka tiba-tiba yang sudah berdiri di balik pintu Apartement Sashi.


Andreas yang saat itu sedang memandang gedung-gedung tinggi dari balkon sedikit terkejut dengan suara Arka yang tiba-tiba.


Di balik Arka,telihat William juga berdiri disana.Melirik kearah Andreas sekilas sebelum memandang kearah Sashi.


"Kamu habis nangis?tanya William melihat kedua mata Sashi yang sembab.


"Apa pria ini menyakitimu?"tunjuk William pada Andreas.


Andreas mengerutkan kedua alisnya, melihat kemarahan William.Padahal Arka yang saudara. Sashi sendiri tidak seemosi dirinya.


"Tidak.Aku menangis bukan karena dia..."jawab Sashi menengahi.


"Lalu? apa yang terjadi dengan Kak Angela.."tanya Arka lagi.


"Minggu depan Angela akan melakukan operasi di kanker rahimnya.." ucap Andreas menjawab pertanyaan Arka.

__ADS_1


"Kanker Rahim?sejak kapan?"tanya Arka bingung.Selama ini Angel terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh.


"Lebih baik sekarang kita pergi Ka.Kita harus bersiap kembali ke Indonesia.Kak Angela membutuhkan kita.."seru Sashi pada saudara kembarnya itu.


"berkemaslah.Aku akan bersiap-siap.." pinta Arka pada Sashi.


"Aku akan memesankan tiketnya.."imbuh Andreas sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.


"Tidak perlu biar aku saja yang pesankan.."ujar William.Lelaki itu segera memesankan tiket melalui handphone-nya.


Andreas yang melihat hal itu sedikit merasa terintimidasi olehnya.Namun ia tidak ingin membuat masalah untuk saat ini.Ia membiarkan saja lelaki itu melakukan semaunya.


Sashi bersama yang lainnya sudah berada di dalam bandara,termasuk William yang juga ikut ke Indonesia.


"Kamu yakin ikut ke Indonesia?"tanya Sashi yang berjalan berdampingan bersama William.


"Yaah,aku ingin melihat kota kelahiranku.Sekalian mengunjungi keluarga disana.."Jawab William santai,namun tatapannya menatap tajam kearah Andreas yang berjalan di depan mereka bersama Arka.


"Arka.."panggil Andreas pada lelaki yang berjalan di sampingnya.


"Hemm?"


"Apa dia mengenalku sebelumnya? kenapa dia melihatku seperti musuhnya.."tanyanya pada Arka.


"Siapa yang kamu maksud? William? dia teman yang baik.."ucap Arka menjawab pertanyaan Andreas.


"Kalian hanya menginginkan barang yang sama saat ini.Mungkin dia sedang mencoba bersaing denganmu.."ucap Arka melanjutkan.


"Barang yang sama?"gumam Andreas berpikir.Arka tersenyum tipis melihat Andreas yang masih merenungkan perkataannya.Arka mempercepat langkah kakinya menuju tempat check in. meninggalkan Andreas yang sedikit memperlambat langkah kakinya.


"Apa maksud Arka adalah Sashi?" seru Andreas tak bersuara dan menoleh ke belakang kearah Sashi dan William yang terlihat akrab satu sama lain.


"Yang benar saja.."gerutu Andreas dan dengan cepat meraih tangan Sashi dan menjauhkan dari William.


"Kak,kenapa sih? berat ini koperku.Jangan cepet-cepet.."keluh Sashi ketika tiba-tiba tangan Andreas menyentuhnya dan berjalan lebih cepat meninggalkan William di belakang.


"Keburu berangkat pesawatnya.."jawab Andreas singkat dan merapatkan pelukan jemarinya di telapak tangan Sashi.


"Masih ada waktu.Gausah keburu.."


William tak hanya diam saja,dengan cepat ia berjalan menerobos diantara keduanya.Membuat Sashi dan Andreas terdorong menjauh dan genggaman tangan mereka terlepas.William berjalan di antara Sashi dan Andreas.


"Wil,apaan sih? sakit nih.."keluh Sashi kali ini pada William.


Andreas mendengus kesal dan menatap kearah Sashi yang tidak memperdulikan perasaannya.


Nih cewek gak peka apa kalau aku lagi cemburu.Cowok brengsek ganggu aja!


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2