
Arka bersama Sashi dan William sudah berada di salah satu Restoran masakan khas indonesia.Bahkan pegawai dan koki restoran itu berasal dari negara Indonesia.
"Jadi kamu masih berhubungan sama Kak Marsha?"tanya Sashi sambil mengunyah sate tusuk di tangannya.
"Siapa Marsha?"tanya William yang tidak mengerti.
"Mantan yang telah disakiti hatinya oleh Arka.."dengus Sashi pelan namun terdengar jelas di telinga William dan Arka yang duduk di hadapannya.
William mengangguk mengerti tanpa mengatakan apapun.Sedangkan Arka menatap lurus ke arah Sashi dengan sorot mata tajam.Sashi yang tak sengaja bertemu pandang dengan Arka segera mengalihkan tatapamnya dan meringis geli.
"Jadi sekarang kamu mau memperjuangin hubungan kamu sama Marsha lagi?"tanya William yang seolah tertarik dengan kisah Arka.
"Tapi si Kak Marsha kayaknya gak mau di perjuangin deh.Kalo jadi aku juga gak akan mau sama Arka..."celetuknya tiba-tiba membuat Arka mendengus kesal.William tertawa kecil mendengar ucapan Sashi.
"Aku juga ga akan mau memperjuangin gadis manja kayak kamu.."balas Arka seketika.
"Huh.."gumam Sashi seakan mengejek ucapan Arka sembari menikmati makanannya.
"Tapi aku suka memperjuangin cewek manja kayak kamu Sas.."ungkap William pelan.
Sashi tersedak mendengar ucapanya yang di lontarkan William padanya.Begitu pula dengan Arka yang segera menoleh ke arah William yang duduk di sebelahnya.
"Apaan sih Wil.Ini di London bukan kotanya dilan.."gerutu Arka pada temannya itu.Entah kenapa ia merasa geli dengan ucapan William.Sama halnya dengan Sashi,gadis itu tertawa kecil mendengarnya. Ia tidak menganggap serius ucapan William itu padanya.
_______________________
Andreas masih dalam perjalanan di dalam bandara.Ia memandang kearah kaca pesawat dengan pandangan kosong.
Permisi tuan,ini menu makanan yang anda pesan.."seru pramugari itu bersama dengan pramusaji di sampingnya.Andreas yang saat itu menatap kearah keluar jendela pesawat sedikit terkejut dengan sapaan pramugari itu.
"Akkh,baiklah.Terima kasih.."balas Andreas sambil menikmati menu makanannya.
Andreas mengunyah makanannya sembari menatap sebuah kotak merah berisi cincin putih dengan hiasan berlian di atasnya.Cincin itu ia beli sebelum perjalanan menuju Bandara.
Aku sangat berharap kamu bisa menerimaku Sas..
Andreas menutup kembali kotak cincin yang terbuka itu dan memasukkannya ke dalam kantong jas miliknya.
Berselang beberapa menit,suara pilot pesawat mengatakan jika sebentar lagi pesawat akan sampai pada bandara di London.
Arka telah berada di kursi tunggu penumpang.Lelaki itu mengecek kembali lokasi tempat tinggal Arka dan Sashi di London.Beberapa waktu yang lalu,Mama Sashi memberikan sebuah catatan yang berisi lokasi tempat tinggal Sashi selama di London.
Andreas mengedarkan pandangannya mencari mobil khusus yang telah di pesankan oleh Sekretarisnya untuk akomodasi Andreas selama di London.
__ADS_1
Terlihat seorang lelaki parubaya yang telah beruban putih di sisi rambutnya itu melambai kearah Andreas.
"Are you Mr.Andreas?" tanya lelaki parubaya itu saat Andreas sudah di depannya.Pengemudi itu bertanya apakah lelaki yang berdiri di depannya itu adalah Andreas.
"Yaah"jawab Andreas mengiyakan.
Supir itu segera membukakan pintu mobilnya.
"Where is your destination,sir?" tanya supir itu yang menanyakan kemana tujuan Andreas pergi.
"Native Bankside Apartement,1-2 Bear Gardens.." ucap Andreas menyebutkan lokasi tujuannya ke Apartement Sashi.
Lelaki parubaya itu mengangguk mengerti dan menyalakan mensin mobilnya.Beberapa detik.kemudian,mobil hitam yang di tumpangi Andreas telah melaju beriringan dengan mobil lainnya di jalan raya.
______________________________
Sashi berjalan berdampingan dengan Arka dan William.Mereka menikmati teriknya matahari pagi di portabello road market. Jalanan yang penuh dengan penjual barang antik itu memikat perhatian Arka.Lelaki itu berhenti di salah satu toko yang terlihat sangat sepi.Salah satu barang yang terletak di etalase toko itu membuat Arka tertarik untuk lebih melihatnya dari dekat.
Lelaki itu menatap kearah kalung berwarna putih dengan bandul kecil dengan ukiran bunga yang berbentuk lonjong.Terlihat sangat cantik saat sinar matahari meneranginya.
Arka masuk ke dalam toko itu di ikuti Sashi dan William di belakangnya.
"dia sedang mencari barang apa?"tanya Sashi pada William.
"Entahlah,coba kita masuk saja.."
Arka sudah berdiri di sebuah kotak biru perhiasan itu.Perempuan yang berusia sekitar 50 tahunan itu menghampiri Arka yang sibuk menatap kearah kalung itu.
"is there anything that interests you?" tanya wanita itu sambil mendekati Arka.Wanita berusia lansia itu menanyakan kepada Arka apakah ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Arka mengangguk mengiyakan.Dia menunjukkan ke arah Kalung yang terpajang di etalase di depannya.Sashi ikut mendekat kearah sesuatu yang di tunjuk oleh Arka.
Wanita tua itu mengambil kalung yang di tunjuk Arka dan mengeluarkannya dari etalase.
"this is a nice necklace. Do you know what this flower means?" wanita itu menanyakan apakah Arka tau arti bunga di bandul kalung itu.
"I don't know, I don't understand about flowers.." jawab Arka yang mengatakan jika ia tidak tau tentang jenis-jenis bunga yang jarang ia temui.
"This is a hyacinth flower. He has meaning as an expression of apology.." wanita itu menjelaskan jika liontin itu adalah bunga hyacinth yang memiliki makna sebagai ungkapan maaf.
"Seriously" tanya Sashi yang sedikit tak percaya akan hal itu.
Wanita itu tersenyum kecil sebelum menanggapi pertanyaan Sashi.
__ADS_1
"Yaah,some people believe it.." ungkap wanita itu yang mengatakan jika beberapa orang mempercayai hal itu.
"Ok,i will buy this one.." seru Arka yang akan membeli kalung itu.
Sashi mengangkat kedua alisnya."Untuk Marsha?"tanya Sashi pada Arka.
Arka menoleh ke arah Sashi. "Of course!" jawab Arka sambil mengeluarkan uang dollar dari dompet miliknya.
"Sashi.."seru William yang berdiri tak jauh darinya.William melambaikan tangan kanannya ke arah Sashi agar gadis itu mendekat ke arahnya.
Sashi menghampiri William yang sedang membawa sebuah kotak musik dengan ukiran dari bahan kayu dan di di kelilingi manik-manik mutiara putih yang terlihat sangat klasik namun cantik.
"Indaah sekali.."seru William ketika membuka kotak musik itu dan seketika nada lembut berbunyi dari kotak musik itu.
"kamu mau? biar aku belikan.."
"Akkh,tidak.Aku tidak terlalu suka mengoleksi seperti ini..."ucap Sashi sambil melangkah pergi melihat barang-barang antik di sekitarnya.
William menghampiri Arka yang masih berdiri di depan etalase menunggu wanita itu yang sedang membungkus kalung miliknya.
"Ka,apa kamu tau sesuatu yang di sukai oleh Sashi?"tanya William pelan,sebisa mungkin Sashi tidak mendengarnya.
"Sashi? apa kamu sedang berusaha dekat dengannya?"selidik Arka sambil melirik sekilas ke arah Sashi yang sibuk melihat barang-barang di toko itu.
William mengangguk kecil dengan tawa kecil di bibirnya.
"Dia sangat manis.."ungkap William dengan nada sangat rendah.
"Lupakan saja perasaanmu itu.Atau Kamu akan berurusan dengan lelaki yang saat ini juga ingin memiliki gadis bodoh itu.."ucap Arka sebelum keluar dari toko perhiasan antik itu ketika barangnya telah selesai di bungkus.
"Thanks you!" seru Arka sebelum melangkah keluar di ikuti Sashi.
"Apa maksudnya perkataannya? apakah ada lelaki juga yang mengharapkan memiliki Sashi?"tanya William dalam hati sebelum berjalan menyusul langkah kaki Arka dan Sashi.
BERSAMBUNG
Fyi,maaf ya bisa upload cuma 1 episode aja..Tugas online numpuk banget :(
Temen-temen jaga kesehatan yaa,tetep jaga kondisi tubuh biar gak mudah di serang sama virus yang gak ada akhlaknya itu :v
#dirumahaja kalo urusan di luar bisa di alihkan di dalem rumah.
TAKE CARE YA🤗
__ADS_1