
[ VOTE VOTE JANGAN LUPA. FOLLOW AKUN AUTHOR JUGA YA]
PENGENALAN TOKOH.
Sashi Kirana Dewantara
Anak dari Dava-Raeviga,gadis yang terlahir bersamaan dengan Arka saudara kembarnya.Gadis yang masih berumur 20th dan sangat menyukai dunia Modelling itu kini sedang memfokuskan studynya di Universitas Ternama di Jakarta tentang Fashion Design yang sangat di sukainya.
___________________________
Sashi mempercepat langkahnya meneruni tangga dengan membawa jaket crop jeans yang di pegangnya.
"Ma,Papaa.."seru Sashi mencari sosok orang tuanya.Dia mengedarkan pandangannya dan berjalan menuju dapur.
Raeviga berjalan sambil membawa hidangan untuk sarapan pagi.
"Kenapa sih sayang?"tanya Raeviga sambil mengoleskan roti gandum yang di olesi dengan selai strawberry dan keju parut.
Gadis itu hanya terkekeh dan mengambil roti yang baru saja di buatkan oleh Mamanya.
"Papa kemana,Ma?"tanya Gadis itu yang tidak mendapati Dava sedari tadi.
"Udah ke kantor dari tadi.."ungkap Raeviga lagi.Sashi mengerutkan keningnya dan melihat jam yang melekat di tangannya.
"Masih jam 8.Kok pagi banget.."
"Ada kunjungan Investor katanya.."jelas Raeviga singkat.
"Ohhh.."seru Sashi menanggapi penjelasan Raeviga.
"Ma,Aku ngambil rotinya 2 lagi ya.."ungkapnya sambil mengambil kotak makan dengan cepat dan menaruh dua roti di dalamnya.
"Ambil aja.."seru Raeviga dari dalam dapur
Sashi menghampiri Mamanya yang sedang berkutat di meja dapur,sejak Bibi pelayan pengurus dapur mengajukan risen karena faktor usia yang sudah semakin menua,akhirnya Raeviga sendiri yang menyiapkan makanan anggota keluarganya.
Bukan karena tidak percaya dengan pelayan baru nantinya namun Raeviga ingin lebih menyibukkan dirinya yang setiap harinya menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam rumah.
__ADS_1
"Ma,Sashi berangkat.." gadis mencium pipi kanan Raeviga dan berlari kecil menuju halaman rumahnya untuk mengambil mobil miliknya yang terparkir disana.
"Nyetir sendiri sayang? di anter Pak Jo aja.."pinta Raeviga melihat anak perempuannya yang telah beranjak dewasa.
"Gak ma,sendiri aja.."ungkapnya sambil menyilangkan kedu tangannya di depan wajahnya.
"Hati-hati ya sayang.."seru Raeviga sedikit memperkeras nada suaranya karena anak gadisnya sudah berada di teras depan.
Sashi sudah berada di dalam mobil silver miliknya yang setahun yang lalu di berikan kedua orang tuanya sebagai kado ulang tahunnya.
Di dalam mobil,Sashi mendapat telepon dari Managernya tentang jadwal pemoteratan hari ini yang di kirim oleh sang Manager itu.
"Kamu langsung kesini ya.."seru Managernya dari seberang telepon.
"Aku mau mampir dulu sebentar ke kantor Andreas.."ucap gadis itu dan menutup panggilan teleponnya secara sepihak.
Tak berselang lama,Sashi telah sampai di sebuah kantor perusahaan yang terlihat mewah seperti kantor milik Orang tuanya.Perusahaan ini milik Axel,teman bisnis Papa Sashi sejak dulu.
"Hai,non Sashi.."sapa satpam yang telah mengenal Sashi yang sering mengunjungi kantor Axel itu.
"Hai pak.."balas Sashi sambil berjalan masuk ke dalam lobby perusahaan.
"Pak Andreas sudah di dalam Kok.."ungkap satpam itu membuat senyum Sashi semakin mengembang.
"Hai,Kak.."sapa Sashi sambil meletakkan kotak makan yang berisi roti itu di meja Andreas.
"Ngetuk pintu dulu napa.."keluh Andreas sambil melonggarkan ikatan dasi di lehernya.
"Udah kebiasaan.."ungkap Sashi masih dengan senyum kecil menghiasi bibirnya.
Andreas menghembuskan napasnya kesal,dan memfokuskan kembali pada laporan perusahaan di depannya,menghiraukan Sashi yang sedang berdiri di depan meja kerjanya.
"Kak aku bawain roti tuh di sana.."tunjuk Sashi pada Kotak bekal yang tergeletak belum tersentuh sama sekali.
"Hemm.."gumam Andreas menyahuti ucapan Sashi dengan tatapan yang masih fokus dengan berkas perusahaannya.
Sashi menghembuskan napasnya panjang melihat sikap Andreas yang lagi-lagi cuek kepadanya.Ini bukan pertama kali Andreas bersikap dingin kepadanya.
Sejak Sashi masuk Sekolah Menengah Pertama dengan gedung yang sama dengan Andreas yang saat itu sudah Menengah Atas membuat hubungan keduanya menjadi dekat seperti ini walaupun Andreas selalu bersikap dingin kepada Sashi.
__ADS_1
"Aku pulang.."ucap Sashi lirih sambil berjalan keluar ruangan Andreas tanpa menunggu jawaban dari pemiliknya.
Sashi sudah berada di dalam mobil,ia menatap kaca spion mobilnya.Menatap lekat wajahnya yang sudah di hiasi oleh makeup tipis dan tidak terlalu menonjol.
Sashi menerawang kembali saat Andreas selalu bersikap dingin kepadanya
FLASHBACK
Andreas sedang belajar bersama Angela,putri tunggal Arga dan Siska.Usia mereka terpaut sama,Andreas lebih tua dari Angela,berjarak beberapa hari dari gadis itu.
Sedangkan Sashi,gadis periang itu terpaut usia 4 tahun lebih muda dari Andreas dan Angela.Sashi selalu mengikuti Andreas kemanapun lelaki itu pergi.Dia akan merengek kepada Dava ketika mengetahui jika Andreas sedang berlibur di suatu tempat.Gadis itu ingin selalu mendampingi Andreas.
"Kak Andre,Sashi ikut ya ke Jogja.."ungkap Sashi dengan pakaian seragam sekolah SMA yang di kenakannya.
"Ikut? kamu kan harus sekolah.."jawab Andreas dengan sorot mata menatap tajam pada Sashi.
"Sashi bisa bilang Papa kok,buat pindah sekolah ke Jogja biar bisa sama Kak Andreas disana.."ucap Sashi dengan senyum kecil melekat di bibirnya.
"Aku disana mau ngejar pendidikan Sashi.Bukan main-main.Lagian kamu kenapa sih kamu ngikutin aku terus.Udah belajar sana.."ungkap Andreas dengan nada yang sedikit kasar membuat hati gadis itu terasa sakit.
"Kakak gak mau ya Sashi ikut? Kakak cuma pengen sama Kak Angela aja?"tanya Sashi sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang berdiri tak jauh dari Andreas.
Angela menggelengkan kepalanya,dia menghampiri Sashi dan menghapus air mata yang menetes di wajah Sashi.
"Kak Andreas sama Kak Angel mau kuliah disana.Nanti kalo Sashi udah lulus atau liburan sekolah bisa kok nyusul kita di sana.."ungkap Angela menenangkan Adik sepupunya itu.
Andreas menatap kedua orang itu.Dia menyadari jika ucapannya terlalu kasar pada Sashi namun ia memang sengaja mengatakan hal itu agar Sashi tidak selalu mengikuti dirinya kemana saja.
Namun bukan Sashi jika keinginannya tidak terpenuhi,di rumahnya ia terus merengek kepada Dava dan Raeviga agar dirinya bisa di pindahkan sekolah ke Jogjakarta bersama Andreas dan Angela yang memilih Universitas ternama di sana.
Tak ingin membuat anak gadisnya murung dan kecewa,Dava mengiyakan permintaan Sashi.
FLASHBACK END
Sashi masih duduk di dalam mobilnya dengan suara mesin yang sudah menyala.Namun ia masih tidak menjalankan mobilnya itu namun masih fokus menatap jalanan dari tempat parkir mobilnya.
"Aku yakin suatu saat nanti Kakak akan menoleh ke arah Sashi.."gumam gadis itu pelan sebelum menjalankan mobilnya meninggalkan kantor Andreas.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Gimana sama season 2 ini?
Vote dan Like ya temen-temen,Bigloveđź’•